
ke esoka hari nya,di kediaman Arisya,terdengar suara canda tawa kadavi bersama putranya,membuat suaasana di rumah itu terasa sangat hangat
Arisya" sayang,mandilah kamu harus ke kantor bukan
kadavi" sebentar lagi ya sayang,aku masih ingin bermain nersama Fari
Arisya" bisa nanti main nya,sekrang Fari sama Buna kita mandi,karena hari ini kita akan main ke rumah eyang
kadavi" biar aku yang antar kalian
Arisya" iya sayang,tapi sekrang mandi dan bersiap lah
kadavi" Buna Daddy mau juga di mandiin,kayak fari (menatap Arisya )
Arisya" lihat nak Daddy mu gak malu (terkekeh) mandi sendiri Daddy
kadavi"(memeluk Arisya dari belakang) Buna Daddy sayang Buna
Arisya" Buna juga sayang Daddy,udah ih mandi bau ya
hari hari Arisya kini lebih berwarna,ia selalu mendapatkan cinta,namun di dalam lubuk hatinya,Arisya merasa sedih karena kebahagian nya ada juga kebahagian orang lain,tak lain sahabat nya dan juga mantan istri suami nya,yang kini dirinya pun tak tahu dimana
kadavi dan Arisya meninggalkan kediaman mereka menuju rumah orang tua Arisya,sesampai nya di sana mereka di sambut dengan hangat seperti biasa,setelah berbincang sebentar kadavi berpamitan untuk pergi
Lusi" kalian terlihat semakin baik sya
Arisya" seperti itu lah kak
Lusi" kenapa jawaban nya seperti itu
Arisya" aku juga tidak tahu,beberapa hari ini aku selalu merasa merebut kebahagian seseorang
Lusi" maksud mu ?
Arisya" melihat mas Davi terus menumpahkan cinta dan kasih sayang nya pada ku dan Fari,aku semakin merasa bersalah pada nya
Lusi" Alicia maksud mu ?
Arisya" iya kak,aku tidak tahu aku merasa sangat bersalah,apa lagi sekarang aku tidak tahu kabar Alicia apa dia bahagia,apa dia bersedih,apa dia sudah sehat,apa dia
Arisya tak meneruskan perkataan nya air mata nya terjatuh
Lusi" sya,kakak paham kenapa kamu berfikir seperti itu,karena kisah kalian dimulai dengan cara yang berbeda,dimana kadavi memiliki Alicia,tapi sya di sini tidak ada yang salah,hanya saja kurang nya komunikasi antar orang tua,dan ketidak jujuran yang menyebabkan situasi itu terjadi,sya sia ini sudah takdir dari Allah,sejauh apa pun kamu pergi bagaimana pun kamu menolak,jika kadavi adalah takdir mu maka kalian akan bertemu,walau caranya kurang baik,sya kamu tidak perlu merasa bersalah,atau merasa merebut kebahagian seseorang,karena dalam hal ini,kamu dan kadavi saling mencintai,bukan kah kamu tahu jika Alicia tidak merasa bahagia bersama kadavi,lagi pula ini jalan yang dia pilih,jika dia benar menepati janji nya pada mu,dia akan kembali,jika tidak doakan agar dia menemukan kebahagian nya di mana pun dia berada
__ADS_1
Arisya" kakak (memeluk Lusi) hanya pada kakak aku bisa mengatakan semua ini,terimakasih selalu ada buat ku kak
Lusi" itu tiga ku sebagai kakak mu,sudah jangan menangis,nanti ayah sama bunda kira kamu kenapa Napa
Arisya" trimakasih kak,trimakasih,aku menyayangi kakak
Lusi" ada mau nya saja bilang sayang,dasar Buna Fari,sudah malu nanti di lihat anak mu,aku tidak menyangka adik ku yang cengeng ini sudah menjadi seorang ibu,dengan cerita yang luar biasa
Arisya" tapi aku tetap adik mu
Lusi" itu lah kamu tetap adik ku yang manja nya bukan main (terkekeh) astaga aku lupa harus menyiapkan barang barang mas Danu untuk pergi besok
Arisya" (terkekeh) kamu benar benar kakak ku,kebiasan lupa tidak pernah hilang
Lusi" diam kamu,bersihkan air mata mu,dan lihat bocil bocil itu,takut nya ayah mengajak mereka mencari belalang lagi
Lusi bicara sambil berjalan menuju kamar nya,Arisya hanya bisa terkekeh melihat kakak nya itu,kini perasaan Arisya sedikit lega,namun masih ada perasaan gelisah mengingat sahabat nya itu belum juga memberi kabar
sementara di kantor,Avi tidak konsen mengerjakan pekerjaan nya,seharusnya diri nya dan Jeremy tidak lagi berada di Indonesia namun karena masalah ini,mereka memutuskan untuk menyelesaikan nya
Bara" kamu kenapa sayang ?
Avila" (tersadar dari lamunan nya) hah sayang aku mau ke rumah sakit,aku mau bertemu Aryan
Avila"(kesal) kamu tidak tahu apa apa,jika kamu tidak mau mengantar ku,aku akan pergi sendiri dan asal kamu tahu Aryan adalah
kata kata Avila terhenti saat pintu ruangan nya di ketuk seseorang
Avila" ya masuk
kadavi" Ternyata benar kamu di sini,ikut aku Bara ada hal yang harus kita bahas
kadavi memperhatikan wajah Bara dan juga Avila
kadavi" sepeti nya aku masuk di saat yang tidak tepat
Avila" tidak,mas Davi masuk di saat yang tepat,bahas lah Maslah kalian,aku akan pergi
Bara" aku tidak akan membiarkan kamu pergi (memegang tangan Avila)
Avila" lepaskan tangan ku
Avila menghempaskan tangan Bara membuat bara melepaskan pegangan nya,Avila berlalu begitu saja tanda memperdulikan panggilan dan peringatan Bara
__ADS_1
kadavi" Bara biarkan dia,dia butuh waktu
Bara" sial (memukul meja) dari awal aku sudah tidak suka jika anak itu terus mendekati Avila
kadavi" Bara dia adik Avila,wajar saja jika mereka dekat
kadavi" tapi aku tidak suka melihat itu
kadavi" (tersenyum) Bara cemburu mu berlebihan,Aryan adalah adik Avila,mereka dari ibu,wajar saja jika mereka dekat,Bara kendalikan diri mu,jangan seperti ini,Avila membutuhkan dukungan bukan tekanan seperti ini,bisa bisa kamu kehilangan dia
Bara" aaarrgghh,kenapa susah sekali untuk mengerti wanita
kadavi" kenali perasaan mu lebih dulu,baru mengenali orang lain Bara,singkirkan masalah pribadi mu,kita harus membahas proyek besar kita
Bara" (menatap kadavi) tidak bisa kah kamu mengerti ke Adan ku
kadavi" bung ini kantor,tempat bekerja,bukan tempat mengerti perasan
Bara" sial
kadavi" sudah lah jangan terlalu posesif,ternyata Baskara Carl bisa cemburu juga,mana Bara yang selalu sok bijak itu (terkekeh)
Bara"(melempar sebuah pena) Daim
Avila tiba di rumah sakit setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit,avila masuk kedalam rumah rawat Aryan,namun Avila tidak menemukan siapa pun,bahkan barang barang sudah tidak ada lagi di ruangan itu
Avila langsung berlari menuju keruangan suster
Avila" sus pasien atas nama Aryan yang berada di kamar itu,di pindahkan dimana
suster" oh pasien itu tadi pagi pagi sekali mereka sudah meninggalkan rumah sakit,saya denger mereka akan pindah ke rumah sakit lain
Avila" rumah sakit lain,kalo boleh tahu dimana itu
suster" maaf kami juga kurang tahu,karena ibu pasien tidak memberi tahu
Avila meninggalkan tempat itu dengan lemas,tatapan nya kini kosong,dirinya tidak tahu harus berbuat apa,dirinya duduk di salah satu bangku,air mata nya kembali mengalir
"seandainya saja dia tidak menemui ku,seandainya dia tidak menolong ku,seandainya aku tidak mendengar percakapan mereka,mungkin aku tidak akan disini,tidka akan merasakan rasa sakit ini kembali,tidak akan berharap lagi,tidak akan merasakan kehilangan untuk kedua kalinya" Avila terus merutuki dirinya dalam hati
____________________
TBC
__ADS_1