
ke esokan pagi nya Avila membuka matanya,dan dirinya merasakan sesuatu yang berat berada di perut nya
Avila melihat ke arah perut nya menemui tangan seseorang melingkar di sana,dengan reflek Avila berteriak dan mendorong Bara yang berada di sebelah nya dengan kencang
sontak Bara terbangun dan merasakan pinggang nya ke sakitan
Bara" aaaaa apa yang kamu lakukan (mengelus pinggang nya)
Avila" harus nya aku yang bertanya,apa yang kamu lakukan,dan (melihat pakaian nya yang sudah berganti) apa yang kamu lakukan dengan pakaian ku
Avila mulai menangis,bara mulai berdiri dan mendekati Avila
Avila" jangan mendekat atau aku berteriak
Bara" berteriak saja tidak ada yang mendengar mu juga
Avila" jangan macam macam
Bara berada tepat di depan Avila membuat Avila semakin takut,dengan sengaja bara mendekati wajah Avila,membuat Avila semakin takut dan memejamkan matanya
Bara" (tersenyum) kenapa kamu memejamkan mata,aku hanya ingin mengambil ini (menunjukan ponsel nya)
Avila" aku,aku,aku hanya,kenapa jadi mengalihkan pembicaraan,apa yang kamu lakukan pada ku,kenapa pakaian ku,dan (menatap tajam Bara)
Bara" (tersenyum dan menggenggam tangan Avila) bukan aku yang melakukan nya,tapi Tamara,calon adik ipar ku,kebetulan rumah nya tidak jauh dari sini,jadi aku meminta nya mengurus mu,saat aku membeli obat untuk mu,kenapa kamu bisa tidak makan,apa karena pekerjaan atau karena hal lain
Avila" bukan urusan mu,sudah pergi lah,jangan ganggu aku,aku mau bersiap siap pergi ke kantor
Avila mendorong Bara,agar menjauh dari nya,namun Bara menarik Avila dalam pelukan nya
Bara" maaf kan aku,aku janji pada mu jika aku tidak akan membuat mu bersedih lagi
Avila" lepaskan aku,apa yang kamu katakan
Bara" aku janji akan membuat mu bahagia setiap hari nya,aku mau kita selalu bersama,dan aku mau setiap hari ku,selalu ada kamu,dari aku terbangun hingga memejamkan mata,membesarkan anak anak dengan kasih sayang,dan yang terpenting aku tidak mau berpisah dari mu lagi
Avila merasa bingung dengan ucapan Bara
Avila" apa yang kamu bicarakan,aku tidak mengerti
bara melepaskan pelukannya dan menatap Avila
Bara" tidak tahu kah kamu jika kamu sedang di lamar pria tampan seperti ku
Avila" apa kata mu ? (terkejut)
Bara" apa karena demam telinga mu jadi bermasalah Avi
Avila" kamu baru saja bilang apa? melamar? maksud mu ?
Bara" Avi lebih baik kita ke rumah sakit,sepertinya terjadi sesuatu sama isi kepala mu,sampai tidak bisa mencerna perkataan ku (terkekeh)
Avila" kamu yang seharus nya di bawa ke rumah sakit,tidak usah bercanda pagi buta begini
__ADS_1
Bara" (tersenyum) baik lah,baiklah,Avila Adler,saya Bagaskara Carl,mulai hari ini menyatakan resmi menjadi laki laki yang akan bertanggung jawab penuh atas dirimu,laki laki yang akan memberikan kebahagian pada mu,menjaga mu,dan mencintai mu sampai maut memisahkan,Avila Adler mau kah kamu menerima permintaan pria tampan di hadapan mu ini
Avila" tidak,aku tidak mau
Avila melepaskan tangan nya dan menjauh dari Bara
Bara" kenapa ? (terkejut) bukan nya kamu juga mencintai ku
Avila" benar aku mencintai mu,bahkan sejak dulu,tapi
Bara" tapi apa ( mendekati Avila)
Avila" tapi bukan seperti ini aku ingin kamu melamar ku,lihat aku baru bangun tidur,kamar berantakan,bahkan rambutku tidak terlihat bagus,bukan seperti ini yang aku mau
Bara" (tertawa) jadi hanya karena hal ini
Avila" ini sangat penting untuk ku,karena akan menjadi bagian dari sejarah hidup ku,kenapa harus di saat seperti ini
Avila terus berceloteh,membuat Bara gemas melihat nya,dengan cepat bara Melu*mat bibir Avila,membuat Avila seketika terdiam dan terkejut di buat nya
Bara" (melepaskan ciuman nya) aku tidak perduli,bagaimana rupa mu,yang aku mau kamu dan hati mu,jadi tidak usah fikirkan hal itu,apa kamu mau menerima ku (menyatukan kening nya dan Avila)
Avila"( tersenyum) iya aku mau
Bara hendak men*cium kembali bibir mungil Avila yang terasa manis namun ia menghentikan aksinya
Bara" astagfirullah,dosa Avi,kita bukan mahram
Avila" tadi saja tidak ingat dosa,sekarang baru sadar
Avila" tapi aku mau dekat dekat kamu
Avila mulai menggoda Bara yang kini bersikap waspada pada Avila
Avila" ayo kemari peluk aku lagi,cepat peluk aku (terkekeh)
Bara" Avila jangan macam macam,Avila jangan mendekat atau aku berteriak
Avila" triak saja tidak akan ada yang mendengarkan mu (terkekeh)
Bara" Avila hey Avila
bara berlari keluar kamar dan menahan pintu itu agar Avila tidak mengejar nya
Bara" huh (mengelus dadanya) sangat berbahaya
Avila sangat senang melihat wajah Bara yang terlihat panik,membuat nya tidak berhenti tertawa
sementara di di kediaman Tantri,Alicia tengah membantu Tantri memasak di dapur,walau dirinya hanya membantu meletakan makanan ke atas meja
Tantri" cia,kamu tidak mau menengok mama mu
Alicia" tidak,aku takut mama akan sedih melihat ku seperti ini,lebih baik mama tidak tahu aunty
__ADS_1
Tantri" cia,tidak kah kamu mau melihat dunia luar,jika kamu tidak mau melihat mama mu bagaimana jika kita ke rumah Arisya
Alicia" tidak aunty,aku tidak mau membuat mas Davi semakin marah melihat ku
Tantri" jika begitu
belum menyelesaikan perkataan nya Alicia kembali memotong perkataan Tantri
Alicia" aunty cia lelah,cia hanya ingin istirahat saja,jika aunty ingin pergi,pergi lah,jangan lupa bawakan sesuatu untuk ku
Alicia meninggalkan dapur dan Kemabli ke kamar nya,melakukan hal kesukaan nya menatap jendela
Tantri sangat khawatir melihat sikap Alicia yang tidak mau keluar dari rumah
Tantri mengambil ponsel nya,menghubungi Arisya
Tantri* sya,cia masih tidak mau di ajak keluar rumah,aunty takut jika dia selama nya tidak mau keluar rumah
Arisya* apa aunty sudah mengunakan cara yang di beritahu terapis kemarin
Tantri* sudah sya,tapi hasil nya sama saja,apa yang harus kita lakukan
Arisya* tenang lah aunty,kita akan cari caranya,sya juga akan mencoba mencari cara agar cia mau keluar dari rumah
Tantri*mohon bantuan nya sya,aunty tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa jika bukan pada mu
Arisya* iya aunty,sya akan mencari cara nya
Tantri* ya sudah sya,aunty masih memasak,aunty hanya ingin memberi tahu hal itu pada mu
setelah menerima panggilan dari Tantri Arisya menatap kadavi yang berada di hadapan nya
kadavi" siapa ?
Arisya" aunty Tantri
kadavi" ada apa ?
Arisya" cia mas,semenjak sakit dirinya tidak mau keluar rumah,dokter meminta kami agar membuat cia mau keluar rumah,agar cia tidak terus terusan bersedih
kadavi" oooo,apa dia masih bersedih ?
Arisya" iya mas,cia terus saja menyalahkan dirinya,padahal aku sudah bilang padanya jika aku,tidak pernah menyalahkan nya tapi dia tetap seperti itu
kadavi" em,ya sudah aku pergi melihat Fari dulu
kadavi pergi meninggalkan Arisya,dengan wajah tanpa ekspresi
Arisya" mas Davi masih marah seperti nya pada cia,apa yang harus aku lakukan tuhan (menengadah ke atas)
"aku yang salah,aku yang bersalah,aku kehilangan semua nya karena kesalahan ku,semua orang membenciku itu salah ku,bahkan orang yang aku cintai juga ikut meninggalkan ku karena ulah ku,aku benci diri ku" itu lah yang ada di fikiran Alicia,yang membuat nya takut untuk keluar,karena dirinya takut melakukan kesalahan kembali
__________________
__ADS_1
TBC
next