Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 38


__ADS_3

bara membawa Arisya pergi,Arisya hanya berdiam diri,tanpa dirinya sadari jika bara membawa Arisya ke kantor kadavi


Arisya yang baru menyadari jika mereka tiba di kantor kadavi sangat terkejut


Arisya"ke-kenapa kita kemari


bara" kenapa? (bingung) bukan kah ini kantor suami mu?


Arisya" hah,oh iya,tapi


bara" ayo turun


Arisya" baik lah


dengan sangat terpaksa Arisya turun dan mengikuti bara menuju ruangan kadavi


Vero yang melihat bara bersama Arisya merasa heran


Vero" bara,kenapa sya bisa bersama mu ?


bara" cerita nya panjang pa,apa ada kadavi di dalam


Vero" ada tapi


bara langsung membuka pintu ruangan itu,dimana kadavi sedang bersama Abe


kadavi" bara (terkejut)


Abe" sya,ada apa ini bara


Arisya mencoba menahan bara,namun bara tidak menghiraukan Arisya


bara" Arisya baru saja mengalami pembullyan di kantor nya


Abe" pembullyan,maksud mu


Vero" jelaskan bara


bara menjelaskan kejadian nya,namun Arisya hanya diam saja


Abe" Arisya kenapa tidak pernah cerita pada Daddy


Arisya" dad sungguh sya tidak apa apa,mereka hanya tidak tahu saja,sungguh sya tidak apa apa dad,jangan memperpanjang masalah ini,dan


Arisya menahan perkataan nya sebenatar


Arisya" dan sya mohon,Alicia,mommy,dan keluarga sya jangan ada yang tahu masalah ini sya mohon jangan sampai mereka tahu masalah ini


Arisya langsung berlutut karena dirinya kini benar benar takut jika mereka semua tahu,maka Arisya tidak bisa menahan dirinya


Abe" bangun nak jangan seperti ini,tenang saja,mereka tidak akan tahu,Vero urus surat resign Arisya,dan jangan berikan akses apa pun pada wanita itu,satu lagi,siapkan tempat di perusahaan ini untuk Arisya


Arisya sangat terkejut begitu juga kadavi


"tidak dad" Arsya dan kadavi bersamaan


Abe" kenapa ini sudah keputusan Daddy


Arisya" tapi dad,sya sangat nyaman bekerja di sana


Abe" kamu nyaman tapi Daddy tidak


kadavi" tapi dad


Abe" tidak ada tapi,ini keputusan terakhir Daddy,Vero kerjakan sekarang


kadavi menatap Arisya dengan tatapan marah


Abe" kadavi bawa istri mu pulang,bara ikut aku


Abe,Vero dan bara meniggalkan Arisya dan kadavi

__ADS_1


memastikan semuanya sudah pergi kadavi melempar vas bungan nya ke sembarang tempat hingga pecahnya mengenai kaki Arisya


kadavi" sudah aku katakan jangan pernah membuat masalah,lihat sekarang,dasar wanita j***** tidak bisa kah kamu,melakukan hal yang benar,kenapa bara bisa menemui mu,oh atau kamu sudah mulai menggoda bara iya


Arisya" a-aku juga tidak tahu,tidak bisa kah kamu bicara dengan baik pada ku (menahan tangis)


kadavi" berbicara baik pada mu,bahkan dalam mimpi pun aku tidak akan pernah melakukan itu


kadavi menarik Arisya keluar dari ruangan nya dan membawa Arisya keluar dari kantor,membuat Arisya ke sakitan akibat pecahan vas yang masih menancap pada kaki nya


dengan kasar kadavi memaksa Arisya masuk kedalam mobil nya,kadavi mengendarai mobilnya dengan ke cepatan penuh membuat Arisya semakin takut


kadavi berhenti tepat di depan rumah Arisya,wajah Arisya terlihat pucat,dan kini kaki nya tidak bisa rasanya dipakai untuk melangkah


kadavi" turun


Arisya masih terdiam


kadavi" turun aku bilang (berteriak)


kadavi melepas sabuk pengaman Arisya dan menarik Arisya dari mobilnya membuat Arisya jatuh karena kakinya yang lemas


mendengar teriakan kadavi,Nani dan ibu sari langsung keluar melihat apa yang terjadi,melihat Arisya terjatuh,ibu sari dan Nani dengan cepat membantu Arisya bangun


ibu sari" nyonya biar saya bantu nyonya


Nani" astaga nyonya kaki nyonya berdarah banyak sekali,kaca itu ada kacanya (panik)


kadavi" urus wanita ini


kadavi masuk kedalam mobilnya dan pergi entah kemana


ibu sari" pak Rahmat (berteriak)


pak Rahmat berlari secepat mungkin


pak Rahmat" ada ... astaga nyonya,kenapa nyonya Bu (terkejut)


ibu sari" kita bawa nyonya ke rumah sakit sekarang cepat


ibu sari" nyonya,kenapa bisa pecahan kaca mengenai nyonya


Arisya" (memeluk) sya kurang hati hati Bu (menangis) maaf sya jadi merepotkan


ibu sari dan Nani sungguh tidak tega melihat Arisya yang menangis


ibu sari" nyonya istirahat saja,sudah nyonya semua akan baik baik saja


Arisya" ibu benar semua nya akan baik baik saja


sementara kadavi,masih berusaha menghilangkan amarahnya,namun ia terus teringat pada luka Arisya


"ada apa dengan ku" kerasa kesal


kadavi mendengar suara ponsel berbunyi namun bukan miliknya,kadavi menepikan mobilnya,dan mencari suara ponsel itu


kadavi melihat ponsel milik Arisya berada di bawah,dengan cepat kadavi mengambil ponsel itu,dan melihat ponsel Arisya


"my sister" nama yang tertera pada layar ponsel Arisya


dengan terpaksa kadavi mengangkat panggilan itu


kadavi* ha-lo


Lusi* oh... halo,kadavi


kadavi*oh iya


Lusi* maaf menggangu,apa kalian di rumah,kakak dan bunda akan mampir ke sana,bunda merindukan Arisya,apa kami menganggu


kadavi* oh tidak datang saja

__ADS_1


Lusi* baik lah dua puluh menit lagi kami tiba


kadavi* baik lah aku akan beritahu Arisya


Lusi mengakhiri panggilan nya,mendengar Lusi dan bunda Ningrum akan ke rumah dengan cepat kadavi memutar balik arah dan kembali ke rumah secepat mungkin


setiba nya di rumah kadavi langsung masuk kedalam rumah


kadavi" Bu sari Arisya mana ?


ibu sari" nyonya sedang beristirahat tuan di atas


kadavi" baik lah,jika nanti keluarga nyonya tiba suruh mereka masuk mengerti


ibu sari" baik tuan


kadavi langsung menghampiri Arisya


Nani" lihat Bu,wajah tuan seakan akan tidak terjadi apa pun,kesel Nani ih


ibu sari" sama ibu juga kesel


Nani" kenapa nyonya mau nikah sama tuan mana jadi istri kedua ih kesel


ibu sari" Nani kita kan sudah tahu,hanya tuannya saja tidak bersyukur,eh kita kenapa jadi gibahin majikan


kadavi masuk kedalam kamar,dan melihat Arisya tengah tertidur,dengan kaki di perban,dan ada sisa air mata di ujung mata Arisya,kadavi sedikit iba


"astaga kadavi,sadar lah jangan sampai terperangkap dengan wanita j***** ini,ingat dia bukan wanita baik" dalam hati kadavi


tidak berselang lama bunda Ningrum dan Lusi tiba di kediaman Arisya,ibu sari membuka pintu


ibu sari" nyonya mari masuk


Lusi" terimakasih Bu,dimana sya dan kadavi


ibu sari" tuan dan nyonya ada di atas,tadi tuan pesan jika nyonya datang langsung naik saja


Ningrum" terimakasih Bu sari,ayo lu kita temui adik mu


Bu sari mengantar Lusi dan bunda Ningrum ke kamar Arisya,yang pintu nya sedikit terbuka


Bu sari mengetuk pintu kamar itu,membuat Arisya terbangun,dan terkejut melihat kadavi berada di sebelah nya


Arisya hendak berteriak namun kadavi dengan cepat menutup mulut nya


kadavi" jawab saja,di balik pintu itu ada bunda dan kakak mu (berbisik)


Arisya langsung terdiam


Arisya" bunda dan kakak (berbisik)


kadavi" tidak usah banyak bertanya cepat jawab


Arisya" oh iya,ma-masuk Bu


Bu sari membuka pintu,dan terlihat lah kadavi dan Arisya yang tengah tidur bersama membuat Lusi dan bunda Ningrum tersenyum


Arisya" bunda,kakak (terkejut)


kadavi yang berpura pura baru terbangun berpura pura merasa malu


kadavi" astaga maaf bunda kak Lulu,aku ke tiduran tadi habis menemani sya yang sedang tidak enak badan (tersenyum)


Arisya menatap kadavi dengan rasa tidak percaya


"selain pandai menyakiti orang,dia juga pandai berbohong" dalam hati Arisya


______________


TBC

__ADS_1


next


jangan lupa ya setelah membaca jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian dan berikan dukungan buat aku,jangan pernah bosan untuk membaca cerita ku ya terimakasih semua,aku sayang kalian 🥰🥰🥰😊😊


__ADS_2