
bara membawa Arisya pergi,Arisya hanya berdiam diri,tanpa dirinya sadari jika bara membawa Arisya ke kantor kadavi
Arisya yang baru menyadari jika mereka tiba di kantor kadavi sangat terkejut
Arisya"ke-kenapa kita kemari
bara" kenapa? (bingung) bukan kah ini kantor suami mu?
Arisya" hah,oh iya,tapi
bara" ayo turun
Arisya" baik lah
dengan sangat terpaksa Arisya turun dan mengikuti bara menuju ruangan kadavi
Vero yang melihat bara bersama Arisya merasa heran
Vero" bara,kenapa sya bisa bersama mu ?
bara" cerita nya panjang pa,apa ada kadavi di dalam
Vero" ada tapi
bara langsung membuka pintu ruangan itu,dimana kadavi sedang bersama Abe
kadavi" bara (terkejut)
Abe" sya,ada apa ini bara
Arisya mencoba menahan bara,namun bara tidak menghiraukan Arisya
bara" Arisya baru saja mengalami pembullyan di kantor nya
Abe" pembullyan,maksud mu
Vero" jelaskan bara
bara menjelaskan kejadian nya,namun Arisya hanya diam saja
Abe" Arisya kenapa tidak pernah cerita pada Daddy
Arisya" dad sungguh sya tidak apa apa,mereka hanya tidak tahu saja,sungguh sya tidak apa apa dad,jangan memperpanjang masalah ini,dan
Arisya menahan perkataan nya sebenatar
Arisya" dan sya mohon,Alicia,mommy,dan keluarga sya jangan ada yang tahu masalah ini sya mohon jangan sampai mereka tahu masalah ini
Arisya langsung berlutut karena dirinya kini benar benar takut jika mereka semua tahu,maka Arisya tidak bisa menahan dirinya
Abe" bangun nak jangan seperti ini,tenang saja,mereka tidak akan tahu,Vero urus surat resign Arisya,dan jangan berikan akses apa pun pada wanita itu,satu lagi,siapkan tempat di perusahaan ini untuk Arisya
Arisya sangat terkejut begitu juga kadavi
"tidak dad" Arsya dan kadavi bersamaan
Abe" kenapa ini sudah keputusan Daddy
Arisya" tapi dad,sya sangat nyaman bekerja di sana
Abe" kamu nyaman tapi Daddy tidak
kadavi" tapi dad
Abe" tidak ada tapi,ini keputusan terakhir Daddy,Vero kerjakan sekarang
kadavi menatap Arisya dengan tatapan marah
Abe" kadavi bawa istri mu pulang,bara ikut aku
Abe,Vero dan bara meniggalkan Arisya dan kadavi
__ADS_1
memastikan semuanya sudah pergi kadavi melempar vas bungan nya ke sembarang tempat hingga pecahnya mengenai kaki Arisya
kadavi" sudah aku katakan jangan pernah membuat masalah,lihat sekarang,dasar wanita j***** tidak bisa kah kamu,melakukan hal yang benar,kenapa bara bisa menemui mu,oh atau kamu sudah mulai menggoda bara iya
Arisya" a-aku juga tidak tahu,tidak bisa kah kamu bicara dengan baik pada ku (menahan tangis)
kadavi" berbicara baik pada mu,bahkan dalam mimpi pun aku tidak akan pernah melakukan itu
kadavi menarik Arisya keluar dari ruangan nya dan membawa Arisya keluar dari kantor,membuat Arisya ke sakitan akibat pecahan vas yang masih menancap pada kaki nya
dengan kasar kadavi memaksa Arisya masuk kedalam mobil nya,kadavi mengendarai mobilnya dengan ke cepatan penuh membuat Arisya semakin takut
kadavi berhenti tepat di depan rumah Arisya,wajah Arisya terlihat pucat,dan kini kaki nya tidak bisa rasanya dipakai untuk melangkah
kadavi" turun
Arisya masih terdiam
kadavi" turun aku bilang (berteriak)
kadavi melepas sabuk pengaman Arisya dan menarik Arisya dari mobilnya membuat Arisya jatuh karena kakinya yang lemas
mendengar teriakan kadavi,Nani dan ibu sari langsung keluar melihat apa yang terjadi,melihat Arisya terjatuh,ibu sari dan Nani dengan cepat membantu Arisya bangun
ibu sari" nyonya biar saya bantu nyonya
Nani" astaga nyonya kaki nyonya berdarah banyak sekali,kaca itu ada kacanya (panik)
kadavi" urus wanita ini
kadavi masuk kedalam mobilnya dan pergi entah kemana
ibu sari" pak Rahmat (berteriak)
pak Rahmat berlari secepat mungkin
pak Rahmat" ada ... astaga nyonya,kenapa nyonya Bu (terkejut)
ibu sari" kita bawa nyonya ke rumah sakit sekarang cepat
ibu sari" nyonya,kenapa bisa pecahan kaca mengenai nyonya
Arisya" (memeluk) sya kurang hati hati Bu (menangis) maaf sya jadi merepotkan
ibu sari dan Nani sungguh tidak tega melihat Arisya yang menangis
ibu sari" nyonya istirahat saja,sudah nyonya semua akan baik baik saja
Arisya" ibu benar semua nya akan baik baik saja
sementara kadavi,masih berusaha menghilangkan amarahnya,namun ia terus teringat pada luka Arisya
"ada apa dengan ku" kerasa kesal
kadavi mendengar suara ponsel berbunyi namun bukan miliknya,kadavi menepikan mobilnya,dan mencari suara ponsel itu
kadavi melihat ponsel milik Arisya berada di bawah,dengan cepat kadavi mengambil ponsel itu,dan melihat ponsel Arisya
"my sister" nama yang tertera pada layar ponsel Arisya
dengan terpaksa kadavi mengangkat panggilan itu
kadavi* ha-lo
Lusi* oh... halo,kadavi
kadavi*oh iya
Lusi* maaf menggangu,apa kalian di rumah,kakak dan bunda akan mampir ke sana,bunda merindukan Arisya,apa kami menganggu
kadavi* oh tidak datang saja
__ADS_1
Lusi* baik lah dua puluh menit lagi kami tiba
kadavi* baik lah aku akan beritahu Arisya
Lusi mengakhiri panggilan nya,mendengar Lusi dan bunda Ningrum akan ke rumah dengan cepat kadavi memutar balik arah dan kembali ke rumah secepat mungkin
setiba nya di rumah kadavi langsung masuk kedalam rumah
kadavi" Bu sari Arisya mana ?
ibu sari" nyonya sedang beristirahat tuan di atas
kadavi" baik lah,jika nanti keluarga nyonya tiba suruh mereka masuk mengerti
ibu sari" baik tuan
kadavi langsung menghampiri Arisya
Nani" lihat Bu,wajah tuan seakan akan tidak terjadi apa pun,kesel Nani ih
ibu sari" sama ibu juga kesel
Nani" kenapa nyonya mau nikah sama tuan mana jadi istri kedua ih kesel
ibu sari" Nani kita kan sudah tahu,hanya tuannya saja tidak bersyukur,eh kita kenapa jadi gibahin majikan
kadavi masuk kedalam kamar,dan melihat Arisya tengah tertidur,dengan kaki di perban,dan ada sisa air mata di ujung mata Arisya,kadavi sedikit iba
"astaga kadavi,sadar lah jangan sampai terperangkap dengan wanita j***** ini,ingat dia bukan wanita baik" dalam hati kadavi
tidak berselang lama bunda Ningrum dan Lusi tiba di kediaman Arisya,ibu sari membuka pintu
ibu sari" nyonya mari masuk
Lusi" terimakasih Bu,dimana sya dan kadavi
ibu sari" tuan dan nyonya ada di atas,tadi tuan pesan jika nyonya datang langsung naik saja
Ningrum" terimakasih Bu sari,ayo lu kita temui adik mu
Bu sari mengantar Lusi dan bunda Ningrum ke kamar Arisya,yang pintu nya sedikit terbuka
Bu sari mengetuk pintu kamar itu,membuat Arisya terbangun,dan terkejut melihat kadavi berada di sebelah nya
Arisya hendak berteriak namun kadavi dengan cepat menutup mulut nya
kadavi" jawab saja,di balik pintu itu ada bunda dan kakak mu (berbisik)
Arisya langsung terdiam
Arisya" bunda dan kakak (berbisik)
kadavi" tidak usah banyak bertanya cepat jawab
Arisya" oh iya,ma-masuk Bu
Bu sari membuka pintu,dan terlihat lah kadavi dan Arisya yang tengah tidur bersama membuat Lusi dan bunda Ningrum tersenyum
Arisya" bunda,kakak (terkejut)
kadavi yang berpura pura baru terbangun berpura pura merasa malu
kadavi" astaga maaf bunda kak Lulu,aku ke tiduran tadi habis menemani sya yang sedang tidak enak badan (tersenyum)
Arisya menatap kadavi dengan rasa tidak percaya
"selain pandai menyakiti orang,dia juga pandai berbohong" dalam hati Arisya
______________
TBC
__ADS_1
next
jangan lupa ya setelah membaca jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian dan berikan dukungan buat aku,jangan pernah bosan untuk membaca cerita ku ya terimakasih semua,aku sayang kalian 🥰🥰🥰😊😊