
pagi ini Arisya sudah siap untuk memberi laporan nya ke kantor polisi,Arisya tidak habis pikir kenapa mama Emma tega melakukan hal seperti itu padanya,bahkan dirinya saja tidak pernah melakukan hal yang buruk pada keluarga Alicia
kadavi" apa kamu sudah siap
Arisya" oh iya,mas boleh aku meminta sesuatu
kadavi" apa,katakan
Arisya" boleh aku bertemu mama Emma sebelum aku memberi kesaksian
kadavi" tidak,aku tidak memutuskan nya,nanti saja kamu tanyakan hal ini pada om Vero dan pengacara
Arisya" baik lah,kita pergi sekarang mas
kadavi dan Arisya sudah dalam perjalanan menuju kantor polisi,keduanya larut dalam fikiran masing masing
Kholik" tuan kita sudah sampai
kadavi" oh iya,ayo sya kita turun,mereka pasti sudah menunggu kita
kadavi dan Arisya turun dan masuk kedalam
Abe" apa sudah siap nak
Arisya" bolehkan aku bertemu dengan mama Emma dan yang lain lebih dulu sebelum memberikan kesaksian
Arisya sangat berharap jika Abe dan yang lain memberikan izin padanya
Vero" bisa tapi harus di temani oleh om atau kuasa hukum
Arisya" baik lah aku setuju
setelah meminta izin Arisya dan Vero menemui Emma dan yang lain nya
Emma" mau apa lagi kamu,mau mentertawakan ku iya
Vero" diam kamu Emma,sudah begini bukan nya tobat malah sombong
Emma" cih tak sudi
Arisya" mama Emma,aku datang kemari bukan karena ingin mentertawakan atau apa pun,aku datang kemari,ada yang ingin aku tanyakan,mama kenapa mama melakukan ini pada ku,dari dulu hingga sekarang mama Emma tak hentinya menyakiti ku,ada apa ma,apa salah sya pada mama,apa sya pernah membuat ke salahan pada mama,kenapa mama sangat membenci Arisya
Emma" (tersenyum) jangan pura pura tidak tahu kamu gadis sialan
Vero" sudah sya kita pergi saja,lama lama om ingin memukul wanita ini
Arisya" sungguh Arisya tidak tahu,tolong jelaskan pada Arisya apa salah Arisya
__ADS_1
Emma" (tertawa kencang) kesalahan mu,kesalahan itu semua dari kelurga mu,seandainya suami ku yang bodoh itu tidak ada niat melamar kakak mu untuk jadi ibu tiri Alicia mungkin ini tidak akan terjadi
Arisya sangat terkejut mendengar perkataan Emma
Arisya" i-ibu tiri Alicia
Emma" oh apa kamu tidak tahu anak manis mengenai masalah ini,kamu tahu dulu saat kamu masuk SMP dan kakak mu itu berkuliah suami ku yang bodoh itu berencana menikahi kakak mu itu,dan bodohnya anak ku ikut saja apa kata papa nya itu,dan kamu tahu kenapa dia baik pada mu,karena dia mau mengambil hati mu
Arisya" tidak mama Emma bohong,tidak mungkin
Emma" aku tidak berbohong tanyakan saja ini pada orang tua mu dan kakak mu tercinta
Audy" jika bukan karena Alicia bodoh berpura pura bunuh diri,pasti aku sudah menjadi nyonya dan berlega leha di rumah mewah keluarga Carl (gumam Audy,yang terdengar di kuping Arisya)
begitu banyak fakta yang hari ini dirinya dapatkan,membuatnya merasa seperti di bohongi oleh semua orang
setelah selsai memberikan ke saksikan,Arisya meminta kadavi mengantarkan nya ke rumah orang tuanya
kadavi" sya tidak usah percaya dengan ucapan,mereka aku yakin mereka hanya ingin mempengaruhi fikiran mu
Arisya" tidak,aku yakin jika mereka menyembunyikan semua itu dari ku,kamu tidak tahu apa yang aku alami selama ini
kadavi" sya
Arisya" kamu mau mengantar ku atau aku naik taksi saja
kadavi" baik lah aku akan mengantar mu dan menunggu mu bagaimana
Arisya" terserah pada mu saja
kadavi membawa Arisya pulang ke rumah nya,sesampainya di sana Arisya langsung masuk kedalam rumah,semua orang tengah berkumpul di ruang keluarga
Ningrum" Arisya (terkejut)
Ningrum menghampiri putri bungsu nya itu
Ningrum" sya ada apa,kenapa kamu menangis
Arisya" sya butuh penjelasan mengenai kakak Lulu yang akan menjadi ibu tiri Alicia,kenapa kalian membohongi sya
Lusi" sudahlah sya,tidak usah membahas lagi,lagi pula ini sudah berlalu,dan semua itu sudah berakhir
Arisya" berakhir menurut Kakak tapi tidak dengan mama Emma,kakak tahu aku hampir kehilangan anak ku karena Masalah ini,masa remaja ku hancur karena Masalah ini,aku jadi bahan bulyy di SMA karena Maslaah ini bahkan hampir kehilangan nyawa karena kalian membohongi ku (berteriak) aku tidak pernah cerita pada siapa pun karena aku tidak mau kalian sedih tapi kenapa kalian tidak memberi tahu ku Masalah ini
kadavi" tenang lah sya,tenang jangan seperti ini
Arisya memegang perut nya yang tiba tiba kencang
__ADS_1
"aaaaaa perut ku" Arisya merasakan sakit
Ningrum" Arisya tenang lah nak,lihat anak mu kaget,kadavi baringkan Arisya ke sofa
kadavi mengangkat Arisya ke sofa
Ningrum" minum lah nak,tenang dulu kasihan bayi mu
Hardi" apa yang kamu alami nak,ada apa,dan bagaimana kamu tahu Masalah ini
Arisya mengatur nafas nya,kemudian menarik baju kadavi,memperlihatkan luka yang ada di tubuh kadavi
Arisya" karena rasa kesal mama Emma aku hampir kehilangan anak ku,tapi mas Davi menyelamat kan ku,kalian tahu apa yang kalian lakukan membuat ku hampir berkali kali kehilangan nyawa
Lusi,Ningrum,Hardi dan Panji terkejut
Hardi" apa yang terjadi
kadavi menceritakan segalanya pada keluarga Arisya
Hardi" maaf kan kami kadavi,ternyata nyonya Emma masih menyimpan dendam karena masalah ini,kami sungguh tidak tahu,akan hal ini,Arisya maaf kan kami
Arisya" seandainya,kalian tahu apa yang aku alami,kalian tidak akan bisa bilang maaf pada ku saat ini,ayo mas kita pulang saja,percuma kita datang mereka tidak akan pernah cerita pada ku,mungkin aku bukan lah bagian dari keluarga ini,hingga mereka masih tutup mulut dengan masalah ini,
Arisya menarik tangan kadavi untuk pergi dari rumah itu
kadavi" Arisya jangan seperti ini
Hardi" tunggu Arisya,ayah akan jelaskan yang terjadi pada mu,jangan pergi
Ningrum" jangan pergi nak,bunda mohon
kadavi" Arisya
Arisya" (memberhentikan langkah nya) baik lah aku tidak akan pergi,aku minta kalian jelaskan semua pada ku tanpa ada kebohongan sedikit pun
Hardi" baik lah,duduk lah nak,kami akan beritahu mu apa yang terjadi
Arisya kembali duduk di sofa ruang keluarga itu,Arisya sudah siap mendengar kan cerita dari orang tuanya
"maaf ayah bunda,bukan maksud Arisya marah,tapi ini demi kelangsungan hidup kita,dan menyelesaikan kesalahpahaman ini,agar kita tidak ada lagi yang menyimpan dendam satu sama lain" dalam hati Arisya
______________________
TBC
next
__ADS_1