
setelah seharian Arisya mengurus kadavi,kini saat nya Arisya untuk merebahkan dirinya,walau lelah dan merasa serba salah Arisya tetap membantu kadavi
Arisya mencoba memejamkan matanya namun dirinya merasa tidak tenang meninggalkan kadavi sendirian di kamar nya
diam diam Arisya berjalan melihat ke kamar kadavi,Arisya melihat kadavi tengah tertidur pulas
Arisya" hah sudah tertidur
Arisya membenarkan selimut kadavi,dan membereskan beberapa barang yang sudah tidak di pakai, setelah selsai,Arisya tidak kembali ke kamar nya,kini dirinya kembali ke kamar kadavi,dan duduk di sofa memperhatikan kadavi
lambat lain mata Arisya mulai terasa berat dan tertidur di sofa panjang itu
pukul tiga dini hari kadavi terbangun karena merasakan nyeri,saat dirinya terbangun kadavi terkejut melihat Arisya tertidur di sofa kamar nya
kadavi" apa yang dia lakukan,kenapa tidur di sofa
kadavi berusaha bangun dan mendekati Arisya yang tertidur pulas
kadavi" jangan memperhatikan aku secara berlebihan karena aku tidak mungkin bisa membalas perhatian mu ini
kadavi menutupi Arisya dengan selimut dan pergi ke ruang kerja,kadavi memeriksa beberapa pekerjaan nya
sedang serius bekerja kadavi di kejutkan dengan pintu yang tiba tiba saja terbuka,menampakan Arisya dengan wajah panik nya
Arisya berlari dan memeluk kadavi
Arisya" mas Davi buat sya takut,sya fikir terjadi sesuatu pada mas Davi (mulai meneteskan air mata)
kadavi mendorong Arisya perlahan
kadavi" jangan terlalu berlebihan,aku tidak selemah itu,lagi pula buat apa kamu bangun
Arisya" maaf,Arisya hanya ingin menjaga mas Davi saja,tidak ada yang lain
kadavi" kembali lah tidur,aku tidak mau kamu sakit,dan terjadi sesuatu pada anak itu
Arisya" (menatap kadavi) baik lah mas
Arisya berbalik hendak pergi namun langkah nya terhenti saat mendengar kadavi mengeluh
kadavi" aaaa
Arisya" ada apa mas
Arisya langsung mendekati kadavi
kadavi" tidak apa ala pergi lah
Arisya melihat baju kadavi yang ada noda darah
Arisya" mas Davi darah (panik) biar sya telpon dokter,mas Davi berbaring jangan seperti ini
__ADS_1
Arisya membantu kadavi kembali ke kamar nya,setelah itu Arisya langsung menghubungi dokter,tidak menunggu lama dokter angkasa tiba di kediaman Arisya
angkasa mulai mengecek keadaan kadavi
dokter" sudah om katakan jangan terlalu banyak bergerak,kamu sangat tidak penurut ya kadavi
kadavi" banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan om
dokter" apa gunanya asisten dan para karyawan kator mu di gaji jika tidak bisa menangani pekerjaan
kadavi" om tidak semuanya mereka yang yang mengerjakan
Arisya" apa baik baik saja dok
dokter"(tersenyum) tidak apa apa cantik,anak bandel ini harusnya kamu ikat agar tidak banyak ulah nya,untung istri mu perhatian jika tidak,tidak tahu apa yang akan terjadi (memukul lengan kadavi) cantik jangan biar kan anak nakal ini banyak bergerak selama seminggu ke depan,jika dia melanggar maka aku kan memasukan nya kembali ke rumah sakit,mengerti
Arisya" baik,aku akan menjaga nya dan tidak membiarkan nya bergerak,aku berjanji
dokter" bagus jika begitu,karena ini sudah mau menjelang subuh,aku pamit,ingat jangan banyak ulah kadavi
dokter angkasa pergi,meninggalkan kediaman Arisya,Arisya membantu kadavi mengenakan baju,setelah selsai Arisya pergi ke dapur mengambil air dan beberapa cemilan karena kadavi mengatakan jika dirinya lapar
setelah selesai Arisya,langsung kembali ke kamar kadavi
Arisya" ini mas,mau buah atau roti saja
kadavi" buah saja
Arisya mulai memotong buah nya,setelah selsai Arisya memberikan nya pada kadavi
mendengar suara kumandang adzan Arisya berpamitan pada kadavi untuk menunaikan solat,karena takut dirinya tidak mendengar jika kadavi memanggil Arisya memutuskan untuk solat di kamar kadavi
kadavi memperhatikan Arisya yang sangat khusyuk solat
"ya Allah tentram sekali melihat wanita ini menyembah mu,apa kah aku sudah lalai dengan tugas ku sebagai umat mu" tak terasa air mata kadavi menetes,dirinya ingat dulu saat kecil Daddy nya selalu mengutamakan pendidikan agama pada nya bahkan kadavi pernah menjadi juara hafiz,namun kini ia melupakan itu semua
Arisya yang selesai menunaikan solat tidak sengaja melihat air mata kadavi terjatuh,dengan cepat Arisya mendekati kadavi dan menghapus air mata nya
Arisya" apa ada yang sakit
Arisya menatap badan kadavi
kadavi" bisa kamu membantuku mengambil wudhu
Arisya" (sedikit terkejut) lebih baik mas Davi tayamum saja agar tidak banyak bergerak
kadavi" (terdiam sejenak) aku lupa caranya
Arisya"(Arisya tersenyum) biar sya bantu
Arisya mulai membantu kadavi bertayamum setelah itu membiarkan kadavi menunaikan kewajiban nya
__ADS_1
setelah selesai kadavi merasakan ke tenangan dalam hati nya,tidak ada lagi ke gelisahan,kadavi mencari Arisya namun wanita itu sudah tidak ada lagi di kamar itu
Arisya" Bu sari mau masak apa hari ini,hari ini sya sangat malas untuk memasak,tidak tahu kenapa bayi ini sepertinya tidak mau jauh jauh dari Daddy nya
Bu sari" (terkekeh) wajar kalo itu mah nyonya,tuan kecil ini tidak pernah di sapa oleh Daddy nya semenjak ke hadiran nya,tuan kecil apa tuan kecil merindukan Daddy nya,kalo begitu tuan kecil kembali lah ke sana dan lihat lah Daddy tuan kecil sepuas nya
Arisya" baik nenek (tersenyum)
Nini" memang tuan kecil bisa melihat di dalam sana ya Bu
Arisya dan Bu sari tertawa melihat ke polosan nini
Bu sari" ya tidak ni,tapi tuan kecil bisa merasakan
Nini" merasakan? ah sudah lah nanti Nini belajar lagi
Arisya" baik lah bibi Nini (terkekeh)
Bu sari" naik lah nyonya,biar kami yang urus,temani tuan saja
Arisya pergi meninggalkan dapur,Arisya melihat kadavi tengah mengerjakan tugas nya,dengan cepat Arisya merebut laptop milik kadavi
kadavi" apa apaan ini,kembalikan (kesal)
Arisya" enggak,kamu gak boleh kerja,kata dokter kamu harus istirahat
kadavi" tapi pekerjaan itu harus selsai hari ini,kembalikan cepat (mulai meninggikan suara)
Arisya" baik lah,tapi aku yang kerjakan,beritahu aku bagaimana caranya
Arisya menggeser meja kecil itu ke sebelah kadavi dan Arisya naik ke tempat tidur itu
kadavi" sudah lah kemarikan kamu tidak akan mengerti
Arisya" bagaimana aku akan mengerti jika kamu tidak memberi tahu,cepat beritahu aku,aku akan membantu,jika tidak mau maka jangan mengerjakan nya,atau aku beri tahu dokter angkasa
kadavi menyerah dirinya merasa lelah jika harus berdebat dengan Arisya
akhirnya kadavi mengajari Arisya,dan dengan mudahnya Arisya mengerti membuat kadavi tidak kerepotan
"tidak ku sangka ternyata dia sangat cekatan dan mudah memahami,pantas saja Daddy sangat menyukai nya" kadavi terus memandang Arisya yang berada di sebelah nya
mendapatkan dirinya menjadi objek pandangan kadavi,pipi Arisya mulai bersemu merah karena baru kali ini dirinya di tatap begitu lama oleh kadavi,Arisya hendak menoleh namun dirinya tidak berani,karena dirinya tak kuasa melihat kemarahan atau kebencian di mata kadavi terhadapnya
_________________________
TBC
next
annyeong yeorobun ... selamat hari senin walau banyak yang bilang i hate Monday tapi Senin selalu datang,sampai sebagian orang mulai menyukai Senin,sama hal nya dengan kamu,iya kamu di bibir mengatakan aku benci kamu tapi nyatanya selalu berharap dia kembali ....
__ADS_1
jangan lupa setelah baca cerita di atas jangan lupa kasih like komen,vote dll ya terimakasih semua