
Sebulan kemudian.....
Sebulan sudah berlalu semenjak Karla dan Katrin masuk SMA Bhimasena, seperti biasa Katrin sangat aktif dengan kegiatan sekolah, seperti OSIS dan kegiatan eskul lainnya, kecuali eskul olahraga, karena Katrin tidak terlalu tertarik dengan hal tersebut.
"Duh cape banget, mana ada PR fisika lagi." keluh Irma yang kesal dengan banyak tugas menghitung. Katrin tersenyum mendengar ocehan dari temannya, ya sekarang Katrin sudah memiliki kenalan, namanya Irma Widia Ghani, pintar tapi banyak mengeluh.
"Udah istirahat dulu Ir.... nanti dilanjut ok." Katrin menyuruh Irma agar rileks saja tidak usah terburu-buru, karena pasti bakalan cape banget.
"Iya deh, gue mau beli minum dulu ya Trin, lo mau sekalian nitip gak?." tawarnya.
"Boleh deh, aku nitip jus alpukat aja ya, yang kentel tapi, ini uangnya." Katrin memberikan selembar uang merah miliknya, Katrin bisa menghabiskan banyak uang untuk bekal sekolahnya, tapi itu tidak sulit untuknya, apalagi dia seoarang pemilik perusahaan, yang sekarang sudah tersebar beberapa cabang.
"Wih merah-merah nih, ya udah gue beli dulu ya." Irma beranjak pergi, ddan membeli makanan dan minuman. Mereka berdua memang sangat rajin, dan selalu belajar ditaman belakang sekolah yang memang jarang ada orang lewat, karena Katrin sangat menyukai suasana tenang, jadi dia memilih tempat tersebut.
Sedang asyik memandang sambil memikirkan soal kimianya, karena masih ada beberapa soal lagi yang belum dia kerjakan, Katrin melihat seseorang yang sedang duduk seorang diri, yang tidak jauh dari Katrin duduk, dia sedang menikmati musik melalui headsetnya, dan terlihat terpejam matanya. Katrin memperhatikan laki-laki itu dengan fokus, tanpa mengalihkan pandangannya.
"Siapa ya dia? aku baru melihatnya."entah kenapa ada perasaan tertarik pada laki-laki tersebut, tapi itu mungkin hanya perasaannya saja.
Tanpa disengaja laki-laki tersebut menoleh kearah Katrin, wajah tampannya terpampang jelas sekarang, tapi Katrin belum pernah melihat sebelumnya. Apa kakak kelas? ataukah seangkatan?.
Pandangan mereka mengunci satu sama lain, di detik kemudian, laki-laki tersebut tersenyum manis, membuat Katrin salfok dengannya, Katrin terlihat tersipu malu, dia berusaha mengalihkan pandangannya, dengan rasa canggung. Katrin berusaha bersikap tenang, dan mencoba bernafas seperti biasa, rasanya baru pertama kalinya dia merasakan debaran jantung seperti ini.
Tanpa disadari Katrin laki-laki tersebut berjalan kearahnya, dan duduk beralih disampingnya, betapa terkejutnya Katrin dengan sikap laki-laki tersebut. Kini mereka berjarak dekat mungkin sekitar beberapa centi saja sekarang.
"Sendirian aja nihh?." tanyanya dengan suara berat khasnya, Katrin berusaha biasa saja seperti kepada yang lain, ingat Katrin ini hanyalah percakapan basa-basi.
"Ehh nggak kok, tadi sama temenku, tapi dia pergi beli minum." jawab Katrin sedikit tergugup, laki-laki itu baru dia lihat, wajahnya tenang dengan pandangan sayu, dia tampan, tubuhnya tinggi, ya intinya dia laki-laki idaman.
__ADS_1
"Ohh gitu kukira cewek seimut kamu sendirian disini." ucapnya sambil tersenyum, baru kali ini dia melihat Katrin, wajah cewe blasteran yang jarang di temui.
"Nggak kok." Katrin tersenyum kikuk, padahal biasanya dia barbar, tapi entah kenapa saat jantung Katrin berdegup kencang.
"Oh ya boleh dong kenalan? buat lebih akrab aja hehe." dia ingin mengakrabkan diri dengan Katrin, ya karena memang dia sering sendiri disini, dan beberapa hari dia memang melihat dua gadis yang sering belajar bersama.
"Boleh kok... namaku Katrina Luana, lalu kakak siapa?." Dia nampak tersenyum tipis, padahal diakan seangkatan, tapi berbeda kelas, ini juga kali pertama laki-laki itu melihat Katrin.
"Namaku Galaksi Askandar, panggil saja Gala, senang berkenalan denganmu, tapi jangan panggil kakak ok, aku masih seangkatan kok." ucapnya santai, Katrin hanya nyengir kuda, dia tidak tahu kalau Gala seangkatan.
"Oh seangkatan ya, maaf kukira kamu kakak kelas." mereka tersenyum bersama.
"Iya gak papa kok, emang suka dikira kakak kelas aku." Gala menggaruk kepalanya yang tidak gatal, emang terkadang banyak yang menganggap Gala senior.
Keduanya jadi ngobrol ringan, sambil tertawa dan bercanda, tapi disaat seperti itu Irma datang dengan membawa minuman yang baru dibelinya.
"Udah santai aja Ir..... oh ya ini kenalin Gala, laki-laki yang biasa kita lihat di samping sana." Katrin mengenalkan dengan senyum manisnya, duhh mungkin gula bakal kalah manis sama Katrin sekarang.
"Eh iya, gue Irma temen Katrin salam kenal." Irma memperkenalkan diri, dibalas senyuman oleh Galaksi.
"Aku Gala salam kenal juga." Irma memberikan jus alpukat pesanan Katrin, dan lanjut mengerjakan tugas mereka, tidak lupa sambil ngobrol ringan. Hingga tiba-tiba saja Irma keinget, kalau Karla menunggu Katrin dikelas.
"Ya ampunn Trinn gue lupa.... kakak lo bilang nunggu lo dikelas katanya mau ngomong sesuatu." Irma kelepasan sampai melupakan Karla.
"Eh gila kamu ya... aduhh kakak pasti bakal marah ini, ya udah yuk cepet kita kesana, aku gak mau kena amuk kakak." bisa-bisanya dengan santai Irma malah lanjut kerjain tugas, Karla tidak suka menunggu, bisa kena amuk Katrin kalau begini.
"Gala aku minta maaf ya, kakakku udah nunggu bye.. besok kita lanjut lagi." maaf Katrin karena tidak bisa berlama-lama bersama Gala, padahal Katrin nyaman ngobrol sama Gala, berasa nyambung aja gitu.
__ADS_1
"Eh ternyata kamu punya kakak ya... ya udah samperin dulu, siapa tahu penting." Gala tidak keberatan dengan hal itu.
"Ok makasihh, bye Gala..... " pamitnya Irma dan Katrin pun beranjak pergi, Gala tersenyum tipis, seakan baru saja mendapatkan sesuatu yang bagus.
"Tuh cewe boleh juga.... gue harus bisa ambil hatinya." gumam Gala sambil melihat kepergian gadis incarannya. Gala tidak akan melepaskan begitu saja Katrin, ini adalah kesempatan bagus.
💕💖💕💖💕💖💕
"Kalian telat... bukannya udah gue bilang jangan telat!!." tegas Karla, padahal hal penting ini tidak boleh terlewatkan.
"Maaf Kar.... gue yang salah, gue bener-bener lupa, karena tugas kimia gue masih numpuk." Irma membela diri, dia memang benar-benar lupa.
"Iya kak maaf ya kita telat..." Katrin juga meminta maaf atas keterlambatannya.
"Lain kali aku akan hukum kalian... paham kan maksudku." Irma dan Katrin tidak bisa menyangkal hal tersebut, Karla sangat menakutkan jika sedang serius.
"I-iya kak... paham kok... " keduanya hanya tersenyum kikuk. Zea hanya tersenyum mengejek, melihat keduanya yang sedang kena omel.
"Makanya kam gua udah bilang jangan telat Irma..... " Irma lagi Irma lagi.
"Iya bawel banget sih lo... diem napa.. " kesal Irma mendengar ejekan Zea. Zea adalah teman dekat Karla, mereka biasanya latihan bela diri bersama, Zea memang sefrekuensi sama Karla, tapi Zea tidak dingin, dia termasuk si friendly yang suka manfaatin cowok, tapi ya bisa dibilang dia mudah bersosialisasi dan juga ramah banget, the best deh pokoknya.
"Buat aja bawel, bair lo berdua gak telat mulu kerjanya." Zea tak mau kalah, Karla melirik keduanya dengan tatapan mengintimidasi, membuat keduanya langsung diam, suasana hening seketika.
"Terus ada apa panggil kita berdua kak? aku lagi sibuk kerjain tugas tahu." kesal Katrin, padahal lagi seru-seruan sama cowok ganteng tadi, upps tugas hanya untuk dalih saja. Hehehe.....
"Ok semua sudah kumpul kita akan mulai, ini menyangkut keamanan yang mulai terbongkar, ada yang diam-diam mencaritahu tentang group kita."
__ADS_1
Semua mendengarkan tanpa ada yang menyela....