
Pagi ini matahari sedang tidak ingin menampakkan dirinya, dia tertutup oleh sekumpulan awan kelabu yang akan menggelap, rintik gerimis sudah mulai tampak, sekarang sudah memasuki waktu musim hujan.
"Sejuk banget hawa pagi ini, kayaknya mau turun hujan kak." Katrin memandangi langit gelap dari balik kaca mobil, mereka sedang dalam perjalanan menuju sekolah.
"Karena sekarang sudah memasuki musim hujan, jadi wajar." ucap Karla dengan fokus menyetir. Setelahnya mereka hanya saling diam dengan pemikiran mereka masing-masing.
Sampailah mereka disekolah, Karla memarkir mobilnya sebelum memasuki sekolah. Terlihatlah laki-laki dengan motor sportnya yang berwarna navy, dia baru saja sampai dan sedang membuka helmnya. Katrin seperti mengenalnya, dia turun dari mobil sambil memperhatikan laki-laki itu dengan serius. Dan benar saja Katrin mengenal laki-laki tersebut setelah membuka helm miliknya.
"Ehh Gala.... "
"Katrin kebetulan ketemu nihh." basa-basinya, Karla turun dari mobilnya, dia menatap penuh selidik, ternyata itu laki-laki yang kemarin dia lihat bersama dengan adiknya.
"Udah buruan telat nanti." datar Karla dan menarik tangan Katrin untuk segera pergi dari sana.
"Gala aku duluan bye..." salam perpisahan yang membuat Karla berdecih kecil. Dia tahu jika Gala bukanlah laki-laki baik, meski tidak tau seperti apa sebenarnya dia, tapi Karla merasakan hawa tidak mengenakan dari cara dia menatap Katrin.
Kalian tahu itu tatapan seseorang yang haus akan hasrat dan ambisi, dan Karla tidak mau adiknya terlalu dekat dengan pria seperti itu.
"Buru-buru banget sih kak... kenapa?." tanya Katrin setelah mereka sudah memasuki sekolah.
"Bawel banget, udah jangan banyak tanya, gue ada urusan penting tahu." bohongnya, tidak mungkin Karla mengatakan yang sebenarnya.
"Ohh gitu kirain ada apa." sesampainya dikelas Karla dan Katrin langsung duduk ditempat masing-masing, dan beberapa menit kemudian pelajaran pun dimulai. Semua fokus dalam pelajaran, terkecuali Karla, yang sedari tadi tidak mendengarkan penjelasan, tapi jika ditanya pasti dia akan bisa menjawabnya dengan benar.
"Bu saya izin ke toilet.... "Izin Karla, padahal dia haya bosan dikelas, dan ingin keluar kelas. Guru pengajar mengizinkan Karla, dia pun bergegas keluar, Katrin memandang curiga Karla, sepertinya memang ada yang dia sembunyikan darinya dan juga sahabatnya.
"Gue gak akan lengah sama tuh cowok." gumamnya, Karla tahu ada hal buruk yang akan terjadi disini, mungkin akan lebih butuh dari dugaan Karla.
__ADS_1
Karla memang nakal, dia benar-benar tidak kembali sampai bel istirahat berbunyi, Katrin kesal dengan apa yang kakaknya lakukan, bisa-bisanya dia bolos dipelajaran matematika yang amat sangat penting.
"Ishh kakak kemana sihh? malah bolos segala lagi, bunda bisa marah kalau tahu." kesal Katrin, dia terus mengomel di depan Irma dan Zea, mereka tahu kelakuan Karla yang memang sangat menyebalkan.
"Udah Trin nanti juga balik, dia mungkin lagi butuh menenangkan diri, karena sejak dua hari lalu dia bersikap lebih waspada, dan itu memang selalu dia lakukan, terlebih masalah kasus yang baru-baru ini muncul. " Irma berusaha menenangkan Katrin, karena kasus saat ini membuat semuanya ketakutan terlebih para siswi perempuan.
"Bener kata Irma, sekarang tenang dulu ok." Zea juga tidak mau suasana semakin parno. Sedang asyik mengobrol tiba-tiba Gala mendatangi Katrin dengan senyuman mautnya, siapa saja yang melihatnya pasti akan langsung terpesona, dia begitu tampan tidak kalah dengan sepupu si kembar.
"Boleh gabung gak nihh...?."
"Eh boleh kok Gala."Katrin mempersilahkan Gala duduk, dan ikut duduk disana. Rayhan melirik kilas, ada tatapan tidak suka darinya, terlebih dia duduk didekat Katrin, karena biasanya Karla yang ada disebelah Katrin.
"Oh ya dimana kembaran kamu? tumben gak bareng?." tanya Gala berbasa-basi, padahal aslinya dia lega tidak ada kembaran Katrin, karena yang harus sangat diwaspadai adalah Karla, dia itu diam-diam tapi sangat memperhatikan, jadi Gala tidak boleh gegabah.
"Nggak tahu tuh kakak, sejak sebelum istirahat dia belum kembali ke kelas, apa kamu liat dia?." Katrin berbicara dengan ekspresi yang belum pernah terlihat sebelumnya, ini karena Katrin mulai tertarik pada Gala.
"Gue sahabat Karla sama Katrin, kenalin Zea dan ini Irma." ketus Zea, sedangkan Irma hanya tersenyum kaku. Zea menatap kesal lelaki yang sok ganteng di hadapannya, dia melihat laki-laki itu seperti ada maunya, berharap agar Katrin tidak terlalu meresponnya.
"Eh bukannya dia itu murid pindahan kemarin itu? kayanya baru beberapa hari dia sekolah." bisik-bisik para siswa mulai terdengar.
"Ganteng banget sihh dia.... gue juga mau dong dideketin." tambah mereka lagi, Gala tersenyum iblis, mereka semua memang akan menjadi mangsanya, dan incaran terakhir untuk penutupan dari rencana ini.
Gala menoleh ke sumber bisik-bisik itu bermula, dan tersenyum indah, semua menatap dengan penuh kilauan dimatanya, seakan melihat permata yang indah. Zea dan Irma memandang jijik, ada ya laki-laki kepedean model Gala.
"Dihh dasar ondel-ondel.... kepedean banget jadi cowok." batin Zea kesal, bisa-bisanya dia bersemangat dengan situasi menjijikkan itu.
"Oh ya ampun jauh-jauh sini njir, gak usah sama kita hus... hus.... hus..... " Irma juga tidak kalah jijik dengan hal tersebut, berbeda dengan Katrin yang berbinar, dia memang tipe cewek yang suka sama cogan, liat aja sama Rayhan, Katrin akan terus menggoda sepupu tampannya itu, padahal Gala berbeda jauh dengan Rayhan, yang selalu menjaga image, sementara Gala sangat terang-terangan.
__ADS_1
"Aduhh dia ganteng banget sihh, kaya sepupuku, boleh gak sih deket sama dia?." batin Katrin senang, lagi-lagi dia mulai terpesona tanpa pikir panjang.
"Huft dia ini, kalau udah liat yang ganteng aja reaksinya seneng banget tuh bocah."
"Cihh apaan sih Katrin, cari aja yang bisa jaga image ke perempuan, eh dia malah tertarik, bego banget sih sahabat gue." Zea dan Irma kesal melihat ekspresi Katrin yang bahagia, pandangan keduanya pada Gala sangatlah buruk, tapi ya memang dia buruk, hanya saja Gala pandai berakting.
Dari jauh Karla sudah memperhatikan Gala dan Katrin, tangannya mengepal kuat, dia tidak suka Gala mendekati adik kembarnya, terlebih dengan ucapan lembutnya, Katrin paling tidak bisa menolak dengan laki-laki yang tutur katanya soalnya dan lembut.
"Brengsek tuh laki-laki, ngapain deket-eket adek gue." gumamnya dengan memandang tajam Gala yang masih tersenyum manis.
"Ekhemmmm." dehem Karla, membuat Gala melihat kearah nya.
"Ehh ada Karla." Gala berpura-pura tersenyum pada Karla, yang sudah menatapnya dengan tatapan sinis nya, seluruh siswa di kantin langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah lain.
"Minggir gue mau duduk." usir Karla dingin. Zea dan Irma memandang senang Karla, dengan kedatangan Karla, Gala gak akan macem-macem.
"Iya ini juga mau pergi kok." Gala segera beranjak dari duduknya, Katrin merasa tidak enak dengan Gala.
"Ih kakak bisa kan gak usah ngomel."Karla hanya memandang datar adiknya, dia melirik ke pergelangan tangan adiknya yang tidak memakai jam digital itu lagi.
"Maaf ya Gala, kakakku emang suka gitu, ngomel terus." What Katrin meminta maaf, ini sudah dipastikan Katrin mulai menyukai Gala, sial Katrin bisa-bisa terjebak dalam perangkap lelaki buaya ini.
"Iya gak papa kok, namanya juga seorang kakak, pasti bakal khawatir kalau ada yang tiba-tiba deketin adiknya, apalagi kan kita baru kenal." Zea dan Irma memandang tidak suka, apalagi dengan tutur kata yang lembut nya itu, dia sungguh menjijikkan.
"Ya udah aku permisi ya, nanti lanjut lagi." Gala pun pergi, suasana itu tak luput dari tatapan Rayhan, pandangan yang mengatakan jika ada sesuatu yang akan dilakukan Gala.
"Kita harus waspada Karla..... "
__ADS_1