Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
58- Sepupu tampan


__ADS_3

Pagi pun menjelang......


Dinar sudah sadarkan diri tadi malam, Arsya dengan setia menemani istrinya yang masih dengan tubuh lemahnya, di tambah wajah pucatnya yang belum hilang.


"Pagi sayang..... " sambut Arsya dengan senyum manisnya.


"Pagi dad.... " jawabnya dengan membalas senyuman suaminya, meski masih belum bisa melupakan kepergian ayahnya, setidaknya senyuman pagi suaminya bisa lebih menenangkannya, walau dia tahu hatinya belum sepenuhnya mencintai Arsya.


Arsya mengecup kening Dinar lembut, sekarang Dinar sepenuhnya menjadi milik dia, dan tidak boleh dimiliki oleh siapapun. Arsya berjanji akan selalu ada untuk keluarganya, dan tidak akan membiarkan siapapun mengusik.


"Jangan bersedih lagi ya sayang.... kamu masih punya aku dan juga putri kembar kita, ayah pasti sudah bahagia disana." Arsya tidak kuasa melihat Dinar yang terus bersedih. Dinar menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, saat ini dia sangat membutuhkan pelukan, agar bisa lebih ikhlas menerima kenyataan.


"Terima kasih dad." singkat Dinar, dia makin menenggelamkan wajahnya di dada Arsya, merasakan hal itu Arsya merengkuh tubuh Dinar, bisik isak tangis terdengar jelas, membuat hati Arsya perih. Arsya mengeratkan pelukannya karena tubuh Dinar gematar, dia berusaha menenangkan Dinar.


Tapi Arsya senang, tanpa di minta Dinar sudah memanggilnya dengan panggilan dad, meski kurang mesra, tapi begitu berarti baginya, yang artinya Dinar sudah mengakuinya sebagai ayah si kembar imut.


Tok.... tok.... tok....


Suara ketukan kecil terdengar, Dinar tersadar dan melepas pelukan Arsya, dia mengusap air matanya yang sudah luruh. Arsya membukakan pintu, dan terlihatlah senyum indah seperti mentari dari putri kecilnya yang sudah memakai setelan seragam sekolah.


"Dad..... bagaimana keadaan bunda?." tanya nya, karena Katrin begitu merindukan sang bunda. Arsya berlutut di hadapan putri manisnya, dia tersenyum sambil memgusap pucuk rambut kapala putrinya.


"Bunda sudah baik-baik saja sayang, nanti pasti akan menemani kalian sarapan, sekarang Katrin tunggu disana bersama Karla ok, bunda dan daddy akan segera bersiap." Arsya menjelaskan dengan baik, agar Katrin bisa paham maksudnya.


"Ok dad kami akan tunggu di meja makan..... " ucapnya mengerti dan tersenyum manis pada daddy nya. Katrin pun pergi menemui kakaknya yang sudah duduk menunggu.


"Kak..... bunda sudah baikan." ucapnya dengan senang, dan duduk di sebelah Karla.


"Bunda sudah baik dek." Katrin lega akhirnya bundanya sudah baikan.


Sekitar sepuluh menit, Dinar dan Arsya turun, mereka sudah siap, Dinar juga sudah lebih baik, dia tersenyum agar kedua putrinya tidak terlalu mengkhawatirkan nya. Karla dan Katrin senang melihat bunda nya sudah membaik.


Mereka menyantap sarapan dengan khidmat, tanpa ada obrolan, setelah selesai Karla dan Katrin akan bersiap berangkat menuju sekolah. Tapi terdengar suara klakson mobil dari halaman, ternyata Devan dan Haya datang lebih awal ke mansion, bersama dengan Asfi dan Ivy begitu juga Rayhan.


Karla dan Katrin yang melihat itu, menunggu keluarga dari daddy mereka turun. Haya langsung menghampiri kedua cucunya, Arsya dan Dinar juga ikut keluar melihat siapa yang datang.


"Nenek.... "senang Katrin melihat sang nenek datang.


"Wah cucu nenek sudah cantik." Haya senang melihat keceriaan di wajah cucu nya.


"Iya dong nek.... cucu siapa dulu." Katrin bertingkah sangat manis kepada neneknya. Devan dan yang lainnya juga menyusul kesana.


"Bagaimana keadaanmu sayang?.... mamah khawatir dengan keadaanmu."Haya langsung menanyakan keadaan Dinar, karena dia begitu khawatir.


"Aku sudah baikan mah, maaf malah jadi merepotkan mamah dan yang lain."

__ADS_1


"Tidak sayang, mamah justru khawatir, mamah takut terjadi hal tidak baik padamu."tetap saja seorang ibu akan mengkhawatirkan anaknya, meski Dinar hanya menantu, tapi baginya dia sudah menganggap Dinar sebagai putrinya.


"Mamah tidak usah khawatir Dinar akan selalu aman bersamaku." Arsya juga tidak mau Haya terlalu mengkhawatirkan Dinar, dia akan selalu menjaga dan menemani istrinya. Arsya juga tidak mau jika kesehatan Haya terganggu.


"Itu memang yang harus kamu lakukan sayang, mamah menitipkan menantu dan cucu mamah padamu, karena sekarang kamu sudah bertambah tanggung jawab." Jelas Haya, kini putranya sudah dewasa.


"Benar apa yang katakan mamah Sya.... jangan seperti waktu kau masih sendiri." ucap Asfi dengan nada mengejek, membuat Arsya kesal.


"Sudah ayo kita berbicara di dalam saja." Dinar mencairkan suasana karena tahu raut wajah Arsya yang sudah kesal.


Mereka memasuki mansion bersama, Dinar melihat istri dari sang kakak ipar, terlihat pendiam, dan tidak banyak bicara, tapi wajahnya tetap cantik, dengan perut nya yang sudah sedikit membuncit, karena usia kandungannya.


Rayhan melirik kilas si kembar dengan tatapan yang sulit di artikan, membuat Katrin mendengus kesal, tapi Karla berusaha agar Katrin tidak berbicara dahulu.


"Kak dia ngeselin banget, sepupu kita berarti?." tanya Katrin dengan wajah kesal nya, namun terlihat sangat imut.


"Iya dia sepupu kita, dan keponakan dari daddy." jawab Karla santai seperti biasa. Rayhan juga terlihat sangat pendiam, tidak banyak berbicara, ini adalah sifat Ivy yang menurun padanya.


Mereka semua berkumpul di ruang tamu, sementara Karla Katrin juga ikut, karena masih sangat awal untuk berangkat ke sekolah, jadi mereka ikut bergabung dengan keluarga yang lain, sekalian ingin berkenalan dengan uncle dan tante mereka.


"Bagaimana keadaanmu Dinar?." tanya Ivy membuka pembicaraan, dengan suara lembutnya.


"Aku sudah baikan kak." jawab Dinar, dia menatap Ivy dengan mata berbinar, wajah Ivy begitu cantik, sama dengan tutur katanya.


"Syukurlah kalau begitu." lega Ivy, dia memang tidak banyak berbicara, tapi sesekali dia akan bertanya.


"Iya mah, aku akan menjaga hubungan baik dengan semua keluarga." Dinar sungguh bahagia bisa mendapatkan keluarga yang baik, setelah banyaknya rasa sakit yang di terima di masa lalu.


"Iya jadi akan ada yang mengajak Ivy ngobrol." Asfi juga senang karena akan ada yang menemani istrinya.


"Memangnya Ivy akan tinggal di sini?." tanya Devan, karena tidak biasanya mereka akan lama di sini.


"Iya yah, aku telah memindahkan perusahaan utamaku di sini bisa di katakan aku dan Ivy pindah kesini, aku sudah mengurus semua kepindahan negara." jelas Asfi, mereka sudah memutuskan untuk pindah lagi ke Indonesia.


"Memangnya ada apa Fi? ayah tidak tahu rencana kepindahan mu." Devan tidak tahu jika putranya sudah pindah ke Indonesia.


"Tidak ada apa-apa yah... hanya saja aku dan Ivy ingin bisa dekat dengan keluarga." tidak ada hal yang terjadi, keinginan pasangan suami istri ini sudah bulat, mereka hanya ingin dekat dengan keluarga.


"Kukira karena hal apa.....sehingga sampai pindah ke Indonesia." Arsya mulai mengompori.


"Berisik sekali kau, sudah tak usah ikut campur." kesal Asfi, mereka jika sudah bertemu pasti akan banyak saling mengejek.


Arsya terkekeh, dia paling suka melihat wajah kesal sang kakak, meski Arsya orang yang dingin, jika bersma dengan Asfi dia akan saling mengejek.


"Dad berarti sepupu tampan itu akan ada disini?." celetuk Katrin di kala perdebatan daddy dan uncle nya, membuat semua mata tertuju padanya.

__ADS_1


Semua tersenyum melihat kelakuan lucu Katrin, di antara mereka Katrin lah anak yang paling ceria, yang pasti akan bisa mencairkan suasana tegang. Sementara Rayhan menunduk malu, karena di sebut tampan. Rayhan memang sangat tampan, dengan wajah blaster dari ayah dan juga ibunya, jadi terlihat seperti orang barat, namun matanya lebih dominan asia. Dan itu membuat dia terlihat tampan.


"Tentu saja sayang..... dan kalian akan bersekolah bersama." ucap Haya ikut mencairkan suasana.


"Wahh bener nek, akhirnya Katrin bisa bersekolah dengan sepupu tampan." Katrin masih saja menyebutnya tampan, membuat Rayhan semakin malu.


Semua tertawa mendengar celotehan Katrin, dia mendekati Rayhan dan duduk di samping nya. Sementara Karla seperti biasa duduk dengan tenang seakan tidak peduli.


"Nanti kita sekolah bersama oke, aku akan panggil kak Ray, bolehkan?." tanya Katrin sambil tersenyum manis, membuat Rayhan tidak bisa menahan diri untuk tidak berbicara.


"Terserah saja.... " jawabnya dengan wajah memerah.


"Wah keponakan ku malu-malu nihh.... "goda Arsya melihat raut wajahnya pemalu dari keponakannya. semua tertawa lagi melihat tingkah lucu mereka berdua.


"Makasih manis, besok kalau sudah bersama di sekolah aunty titip Ray yah.... " Ivy juga senang, putranya memang belum bisa berteman dengan baik, karena dia seorang yang pendiam dan tidak banyak bersosialisasi.


"Tentu saja aunty, serahkan saja padaku." Semuanya ikut tertawa lagi.


Katrin tersenyum penuh arti, dia senang bisa memiliki keluarga yang selalu menopang satu sama lain. Karena hampir menjelang siang Karla dan Katrin pamit untuk berangkat sekolah.


"Oh ya daddy bunda kami akan berangkat sekolah dulu, sudah siang, takut kami berdua terlambat." Katrin tahu jika Karla sudah memberikan isyarat.


Karla dan Katrin pun menyalami semuanya dan pergi ke sekolah di antar oleh supir mereka. Sementara pandangan mata Rayhan tertuju pada Karla, hingga sampai tak terlihat.


"Dia sama seperti mu, tapi lebih dingin." Arsya tahu tatapan Rayhan. Rayhan tidak peduli dan malah bertanya pada Dinar.


"Siapa namanya aunty?." tanya Rayhan, dia penasaran dengan sepupunya satu ini, meski kembar sifat mereka berbanding terbalik.


"Ohh dia Karla, kakak dari Katrin, mereka hanya berbeda beberapa detik." jelas Dinar, Rayhan pasti akan bertanya, karena sedari tadi Karla hanya memperhatikan tapi tidak berbicara.


"Tapi seperti nya sifat Arsya yang menurun padanya, benarkan Dinar?." tanya Asfi yang sudah tahu sifat siapa yang menurun pada keponakannya satu ini.


"Mungkin kak, tapi Karla lebih memperhatikan jika sedang bersama dengan orang lain, meski tidak berbicara." jelas Dinar yang tahu akan sifat dari Karla yang dingin.


"Oh begitu, aku lebih menyukainya, di bandingkan sifat dari ayahnya." ucap Asfi sambil melirik Arsya, sifat Arsya dingin namun dia tidak peduli dengan keadaan sekitar.


"Diam kau kak... " ucapnya dengan wajah datar, membuat Asfi terkekeh.


Mereka mengobrol bersama, membahas tentang kepindahan Ivy dan juga Asfi ke sini, begitu juga membahas sekolah Rayhan. Rayhan memutuskan untuk bersekolah bersama si kembar, banyak yang ingin dia tahu tentang kedua sepupunya yang kembar, masih ada rasa penasaran terlebih pada Karla.


💕💖💕💖💕💖💕


Sementara Karla dan Katrin pergi ke sekolah, mereka juga masih mengamati perusahaan wuxia setiap jam nya, dan dugaan mereka benar, dalam setiap jam mereka berganti identitas setelah menjual berbagai macam barang ilegal.


"Benar mereka adalah perusahaan gelap yang sangat terkenal, namun sangat mahir menyembunyikan identitas, mereka akan bekerja seperti pegawai biasa, tapi bersamaan dengan hal itu mereka adalah orang yg handal dalam menyelundup." Jelas Karla, dia juga sudah membobol informasi paling rahasia, yang sulit untuk di tembus.

__ADS_1


"Wah hebat kak, dalam semalam kamu sudah membobol rahasia besar perusahaan wuxia. Jadi tinggal kita cari tahu keberadaan CEO nya, pasti dia juga mahir menyamar dan berpindah tempat, sampai daddy dan uncle Dafa kesulitan."kini mereka tinggal mencari tahu tentang pemiliknya dan juga tempat utamanya yang selalu dia gunakan untuk mwnyusun siasat.


"Ok kita akan segera menemukannya." mereka selalu bekerja sama untuk memecahkan setiap masalah, meskipun itu hal yang mustahil mereka lakukan, terlebih mereka hanyalah anak-anak, tapi mereka percaya pada kelebihan mereka, dan juga mereka percaya dengan berusaha maka akan mendapatkan hasil yang baik.


__ADS_2