Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
97- Awal baru


__ADS_3

Karla dan Katrin sudah resmi pindah sekolah, begitu juga dengan Rayhan, dia tidak mau berada di sekolah asrama sendiri, jadi dia memutuskan ikut pindah bersama sepupu kembarnya. Pagi ini mereka sudah bersiap berangkat kesekolah baru mereka.


"Karla.... Katrin..... Andra ayo sarapan sayang..... " teriak Dinar, karena ketiganya masih belum ada yang sampai di meja makan.


"Iya bunda....... " jawab mereka bersamaan, dan keluarlah ketiganya dari kamar mereka, dan menuju meja makan, daddy mereka sudah menunggu ketiganya.


"Ayo sarapan sebelum sekolah, ingat belajar yang rajin ok, agar kalian bisa membantu bisnis daddy." candanya, kini keluarga mereka sudah kembali seperti biasanya, saling bercanda dan menghabiskan waktu bersama, intinya tidak boleh sibuk, harus ada waktu luang dalam satu minggu. Sibuk boleh tapi ingatlah jika kita punya orang tersayang yang harus diperhatikan.


"Ishh daddy kami itu masih anak-anak, jalan kami masih panjang... " sungut Katrin, padahal mereka sudah punya bisnis masing-masing, tanpa diketahui oleh Dinar ataupun Arsya.


"Iya sayang..... daddy hanya becanda." mereka semua tertawa bersama, Karla dan Katrin bersyukur akhirnya keluarga mereka sudah kembali normal lagi. Keduanya hanya berharap awal baru ini bisa menjadi awal yang baik hingga seterusnya.


Mereka sudah menyelesaikan sarapan dan berangkat kesekolah, diantar oleh supir pribadi, pertama akan mengantar Andra karena jaraknya yang tidak terlalu jauh, nanti baru mengantarkan si kembar.


"Kak aku duluan bye..... " Andra berpamitan, dengan semangat seperti biasanya. "Ok dek hati-hati yaa.. " teriak Katrin, Karla seperti biasa hanya memandang tanpa ekspresi, supir berlanjut mengantarkan si kembar kesekolah baru mereka, mungkin Rayhan sudah berada disana, dia juga termasuk anak disiplin sama seperti Andra.


Sesampainya disana benar saja Rayhan sudah menunggu sepupu kembarnya, dengan wajah kesal, mungkin sudah menunggu sejak tadi, dasar si rajin mah gak ada lawan.


"Baru sampe kalian berdua? duhh udah siang tahu gak sihhh." cerocos Rayhan, kesal karena sedikit keterlambatan si kembar, Katrin hanya tersenyum melihat kelakuan Rayhan yang sedang merajuk.

__ADS_1


"Idih siapa juga yang nyuruh kak Ray nungguin kami, ya kan kak... " Katrin tak mau kalah, dia memang tidak menyuruh Rayhan untuk menunggu Karla ataupun Katrin. "Iya benar kami tidak menyuruhmu." singkat Karla dengan wajah datarnya.


"Iya aku salah, ya udah yok ke kelas, aku nunggu kalian karena ya kita bertiga sekelas. " Rayhan malu-malu, dan apa yang dikatakan Katrin benar. "Iya iyaaa... sepupu tampan ku. " memasuki gerbang guru sudah menjemput disana, jadi ketiganya langsung mengikuti guru tersebut.


Karena kami terlambat, jadi suasana sekolah sudah sepi, karena mereka sudah berada dalam kelas masing-masing, dan kami masuk kelas delapan, tentu mendapatkan kelas terbaik, karena kecerdasan mereka bertiga.


"Duduk ke tempat masing-masing.... kita kedatangan murid pindahan.... coba beritahu kami nama kalian." semuanya memperhatikan ketiganya.


"Baiklah saya yang pertama, perkenalkan nama saya Katrina Luana Azhar dan ini kakak kembarku Karla Louisa Azhar, senang bisa berkenalan dengan kalian." Katrin tersenyum manis, karena tahu jika Karla tidak akan mau berbicara, jadi Katrin mewakilinya.


"Wih kembar mereka..... lihat mirip banget, cantik pula wajahnya. " bisik salah satu dari mereka. "Lanjutkan." wali kelasnya menunjuk Rayhan yang belum memperkenalkan diri.


"Aduh ganteng banget sihh, kenalan dong sama aku. " celetuk salah satu kaum hawa yang ada di situ, Rayhan tidak menyaut, dia bahkan tidak peduli. "Ok kalian boleh duduk di kursi yang kosong." Karla dan Katrin ternyata duduk agak jauh jaraknya, karena bangku kosongnya hanya itu saja.


"Ok kita mulai pelajarannya. " Rayhan memperhatikan siswi yang duduk disebelahnya, dia memakai kacamata dan sangat kalem, dengan rambut kuncir kudanya, entah kenapa Rayhan tidak bisa fokus dengan pelajaran. Tapi sebisa mungkin dia tidak terlalu memperhatikan, namun tetap saja teralihkan.


💕💖💕💖💕💖💕


Pov Farhan

__ADS_1


"Farhan...... " suara familiar milik seseorang yang gue kenal, ya siapa lagi kalau bukan si pengganngu Katrin, semenjak bersekolah sama tuh anak gue jadi sering digangguin, tapi ya gue gak merasa kerepotan sih, toh gue jadi gak kesepian.


"Eh kok gak pake seragam sihh lo?." tanya gue penasaran, karena terlihat mereka tidak menggunakan seragam sekolah seperti biasa. "Oh iya aku sama kakak mau pindah sekolah. " deg... entah kenapa gue merasa gak mau kalau mereka pindah sekolah, yaelah tiga tahun gak lama kok, kenapa malah pindah segala sihh, greget gue.


"Owhh kalian mau pindah, berarti Rayhan juga? atau Rayhan akan tetap disini?." aku penasaran apakah Rayhan juga ikut pindah. "Iya kak Ray katanya mau ikut saja pinda bersama kami... " wajahku kecewa, tapi aku berusaha menutupinya, lalu aku melihat Katrin mendekat padaku, aku sedikit mundur, jantungku sudah berdebar saja sejak tadi.


Karla hanya diam dengan wajah tanpa ekspresinya, dia tidak berniat nyapa gue atau sekedar basa-basi, tapi karena gue tahu itu sifatnya, jadi gue gak merasa aneh. "Ohh jadi kalian pindah semua... syukur deh kalau gitu, jadi gak ada yang gangguin gue lagi, lo itu berisik kalau deket sama gue. " Katrin manyun setelah gue ngatain seperti itu, ya mungkin karena gue suka becanda aja sama tuh anak.


"Ih awas ya kamu kangen sama aku Farhan....huh ayo kak . " oh ya ampun rajukan lo manis banget sihh, gue jadi pengin karungin tuh anak. "ya udahh ati-ati disekolah baru... " teriak Farhan, mungkin itu adalah salam perpisahan dari lo Katrin yang manis dan imut.


Semenjak saat kepindahan mereka bertiga gue kesepian, gak ada yang gangguin gue, dan gue bener-bener ngerasa kehilangan, apa mungkin gue suka sama Katrin, tapi masa iya gue kan masih bocil, bisa aja cuma cinta monyet, karena kan masih kecil juga, tapi anehnya sejak kejadian itu aja gue merasa ada yang kurang, dan yang pasti pikira gue tiba-tiba aja penuh sama nama dia, ya Katrin sudah bertahta disana, dan setiap hari gue merasa ada rasa yang aneh dalam diri gue akhir-akhir ini.


"Sekarang lo lagi apa Trin? kayaknya lo sama kakak lo udah masuk sekolah baru lo, apakah mungkin gue bisa ketemu lo lagi suatu saat nanti?. " ah entahlah itu cuma harapan gue aja bisa ketemu sama Katrin lagi, kayaknya bakal banyak yang mau geu ceritain sama lo Trin.


Ehh kenapa gue jadi ngelantur begitu, apa jangan-jangan gue udah bener-bener jatuh hati sama Katrin? ahh tapi nggak mungkin juga, gue masih SMP, dan julukan gue playboy yang suka ngajak cewe ngobrol atau sekedar bermain, dan ya itu pasti bisa merubah perasaan gue ke cewe lain, tapi entahlah gue tambah pusing kalau mikirin hal beginian.


"Jika suatu saat aku menemuimu dengan perasaan cinta apakah kamu akan benar-benar menerimaku? apakah perasaanmu sama seperti perasaanku padamu? ah memikirkannya saja sudah membuat jantungku berdegup kencang......


#Farhan

__ADS_1


__ADS_2