Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
60-Keberhasilan Misi Si Kembar


__ADS_3

Dafa masih menunggu informasi dari para mata-mata dan hacker yang telah dia perintahkan untuk mencari tahu keberadaan Alan dan juga sebesar apa rencana mereka terhadap keluarga Azhar. Bukan hanya itu sebenarnya, mereka belum tahu detail tentang perusahaan besar miliknya, apakah perusahaan tersebut hanya kedok atau benar-benar perusahaan resmi.


"Bagaimana? apakah sudah ada informasi nya?." telpon Dafa kepada salah satu hacker nya.


"Belum ada tuan, keamanan dari wuxia group sangatlah sulit untuk di tembus, jadi butuh beberapa waktu sampai bisa di hack olehku." jelasnya, mereka juga masih kesulitan untuk membobol keamanan perusahaan wuxia group.


"Ok segera selesaikan.... " Dafa langsung memutus sambungan telpon nya. Dia pun pergi untuk menemui Arsya.


Sementara Arsya sedang berusaha mencari tahu semuanya, dia memeriksa perusahaan wuxia group, dan juga yang bekerjasama dengan perusahaan tersebut. Karena banyak sekali perusahaan yang mengajukan kerja sama dengan wuxia group. Namun tak ayal banyak juga yang bangkrut dalam sekejap hanya karena mencari gara-gara dengan perusahaan itu.


"Brengsek.... dia sudah bermain sejauh ini, aku lengah dengan apa yang dia lakukan, dan aku tidak memperhatikan garak-geriknya." Karena Arsya sedang fokus pada pembenaran dalam keluarga nya, dia malah lengah dengan apa yang Alan lakukan hingga sudah sejauh ini.


Arsya terus mengorek dan mengorek sebenarnya apa motif di balik perusahaan tersebut. Hingga notifikasi pesan masuk membuat Arsya berhenti. Dia heran siapa yang mengirim pesan lewat surel pribadi nya, dengan nama pengirimnya Srikandi. Arsya mengeryitkan dahinya heran, karena tidak ada yang tahu web ataupun surel miliknya, dia sudah membuat keamanan yang sangat sulit sekali untuk di tembus, tapi baru kali ini ada yang bisa membuka bahkan sampai mengirim sebuah pesan.


"Pesan dari siapa ini? kenapa ada yang bisa mengirim pesan ke dalam web ku?." dia bertanya-tanya, siapa yang bisa mengirim pesan ke dalam web pribadi perusahaannya.


Karena penasaran dia pun segera membuka isi pesan tersebut yang ternyata adalah informasi penting yang sedang dia cari.


"Informasi wuxia group?." gumam Arsya, melihat isi file tersebut, dia membuka semuanya, dan semuanya sudah tercantum di file tersebut. Dia memang sedang mengorek perusahaan tersebut, tapi ada yang mengirimkan informasi penting padanya dengan secara cuma-cuma.


Informasi yang begitu lengkap, bahkan sampai ke dalam nya, tak hanya tentang perusahaan, namun sisi gelap nya pun ada di file tersebut.


"Lengkap semua dan aku tidak perlu repot-repot untuk mengorek nya lagi, karena semuanya sudah tercantum."sebenarnya Arsya bisa saja menemukan info penting mengenai musuhnya itu.


"Tapi tunggu, aku akan periksa data pengiriman nya, ini bisa saja jebakan ku harus lebih waspada lagi." Arsya berfikir kembali, dan dia memeriksa data pengiriman tersebut.


Hingga beberapa menit kemudian, Arsya berhasil menyelesaikan nya, data tersebut bukan jebakan, melainkan data penggunaan bersih, dan bukan sekedar kebetulan tapi kesengajaan, si pengiriman memang sengaja mengirimkan file tersebut.


"Huft ternyata aman.... ini bukan jebakan, tapi kesengajaan yang telah di lakukan oleh si pengirim." gumam Arsya setelah tahu kebenarannya.


Arsya menyimpan file tersebut dan memberikan kode agar aman, karena ini adalah informasi penting, tak lupa dia memberitahu kepada Dafa via chat, untuk membahas hal ini malam nanti. Setelah beres, Arsya beranjak dari duduknya, dia pergi dari perusahaan dan pulang ke mansion, dia sudah merindukan sang istri, sebentar lagi dia juga akan menjemput kedua putrinya.


Sampailah Arsya di mansion, dia segera mencari Dinar, karena keadaannya masih belum pulih total.


"Sayang..... " panggil Arsya sambil berjalan memasuki mansion. Langkah Arsya terhenti karena melihat Dinar yang melamun di balkon kamar dengan tatapan kosong. Sedih melihat sang istri terus bersedih karena kehilangan orang yang di sayangnya.


Arsya mendekati tubuh lemah Dinar yang belum pulih total, dia memeluk tubuh Dinar, membuat dia tersadar dari lamunannya. Dia menatap lelaki tampan yang kini sudah menjadi suami sahnya, meski masih terasa belum begitu yakin dengan keputusan nya, tapi semua ini demi kedua putrinya.

__ADS_1


"Sayang ada apa? kenapa melamun terus?." tanya Arsya, dia masih khawatir dengan keadaan Dinar. Dinar tersenyum tipis, dia juga tahu jika Arsya khawatir padanya.


"Tidak ada apa-apa dad, pekerjaan mu sudah selesai di kantor?." Dinar mencoba bersikap tenang, dan mencoba baik-baik saja. Dia juga belum terbiasa memanggil sayang pada suaminya, jadi dia lebih akrab dengan memanggil Arsya dad, sama seperti kedua putrinya.


"Sudah beres sayang makanya aku pulang ke mansion, dan bersiap menjemput anak-anak." ucap Arsya dengan tersenyum manis, membuat Dinar salah tingkah.


"O-oh iyaa, kenapa ingin menjemput mereka berdua?." tanya Dinar penasaran.


"Aku mau mengajak mereka berjalan-jalan." Arsya ingin bersenang-senang bersama kedua putri nya dan juga Dinar. Mereka belum melakukan honeymoon, karena keadaan Dinar belum pulih, nanti jika sudah pulih dia akan langsung mengajak nya berbulan madu.


"Jangan memanjakan mereka terus dad, aku tidak mau Karla dan Katrin terlalu manja." Dinar lebih menyukai si kembar yang mandiri dan tidak manja, karena dia ingin mendidik anaknya dengan baik.


"Tidak apa sayang, mereka pasti ingin menghabiskan waktu bersama daddy nya, sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama." Arsya sudah melewatkan delapan tahun tanpa mereka, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk hal itu.


"Baiklah sesekali tidak apa, tapi jangan terlalu memanjakan mereka." Dinar hanya tidak mau Karla dan Katrin bersikap manja, dia hanya ingin melihat Karla dan Katrin tumbuh menjadi anak yang mandiri, tapi juga tidak hilang pengawasan. Boleh saja di manja asalkan tidak berlebihan.


"Tidak sayang, tapi biarkan mereka menikmati masa anak-anak, dimana mereka mendapatkan kasih sayang orang tua, dan juga perhatian." Arsya hanya tidak ingin Karla dan Katrin kehilangan masa kecil mereka, si kembar harus mendapatkan kasih sayang dan juga perhatian dari nya dan juga Dinar.


"Iya aku mengerti.... " ucapnya sambil tersenyum.


"Ya sudah ayo berangkat, kamu bersiap aku akan tunggu di bawah." Arsya beranjak dari duduk dan pergi ke bawah, sementara Dinar bersiap, dia tidak boleh terus terpuruk dalam kesedihan, biarkan semua berlalu dengan sendiri nya, dan biarkan semua berjalan sesuai dengan dengan semestinya, karena semesta sudah mengatur semua alur kehidupan.


Beberapa menit kemudian....


Di depan gerbang sekolah terlihatlah si kembar yang sedang duduk di kursi bawah pohon, mereka sudah menunggu jemputan, padahal bisa saja mereka menggunakan bus antar jemput sekolah, tapi karena pagi tadi sebelum mereka berangkat Arsya mengatakan akan menjemput, jadi mereka memilih menunggu, dan benar saja sang daddy menjemput.


"Kak daddy sudah datang.... ayu kesana." Ajak Katrin yang tahu itu mobil milik daddy mereka. Karla pun ikut kesana berjalan santai di belakang Katrin.


Arsya keluar mobil untuk menyambut kedua nya, melihat wajah manis keduanya membuat rasa lelahnya hilang. Arsya menekuk kakinya mensejajarkan dengan tinggi keduanya, Katrin dengan senyum manisnya mendekati pipi daddynya dan mengecupnya.


"Dad kita akan jalan-jalan kan? aku ingin beli makanan manis." celetuk Katrin setelah mengecup daddynya. Tapi berbeda dengan Karla, dia memilih mengabaikan keduanya dan masuk ke mobil, hal itu membuat Arsya menghela nafas, sifat dingin dan cuek Karla sangat mirip dengan dirinya.


"Iya sayang kita akan jalan-jalan dan membeli apa yang Katrin mau." ucapnya dan mengajak Katrin masuk ke dalam mobil.


Beberapa jam kemudian.....


Setelah puas jalan-jalan dan berkeliling kota, Arsya memutuskan pulang, karena kasihan melihat Dinar yang keadaannya masih belum pulih, dan masih harus banyak istirahat, begitu juga dengan Katrin yang sudah terlelap, sementara Karla masih terjaga.

__ADS_1


"Apa daddy akan bertemu dengan uncle?." tanya Karla dengan nada datarnya. Dia tahu jika adik dan bundanya sedang terlelap. Arsya melongo dengan pertanyaan putri dinginnya, di benaknya tersirat pertanyaan kenapa Karla bisa tahu.


"Iya... karena ada hal penting yang mau daddy bicarakan. Kenapa bertanya hal itu sayang?." tanya Arsya penasaran dengan pertanyaan Karla.


"Tidak dad... aku hanya menebak saja."


"Ohh baiklah putri manisku, kenapa tadi tidak membeli makanan kesukaan Karla hem." tanya Arsya, karena sedari tadi dia melihat Karla tidak memakan atau membeli apapun.


Karla menggeleng, dia tidak terlalu suka jika makan di luar, dia lebih suka jika bundanya yang memasak, jadi dia tidak memakan atau membeli makanan yang dia suka.


"Tidak apa dad." singkatnya.


"Ya sudah, nanti kalau Karla mau makan apapun katakan saja pada daddy." Karla hanya mengangguk, tentang putri nya yang satu ini sungguh di luar perkiraan nya, bahkan bisa di bilang Karla adalah anak yang penuh misteri, dan membuat Arsya penasaran seperti apa putri dinginnya itu.


Karla hanya mengangguk dan kembali dalam mode datarnya. Sesampainya di rumah, Dinar terbangun dan melihat jika Katrin sudah tertidur.


"Maaf dad aku ketiduran."


"Tak apa sayang, sekarang istirahat lah ayo."ajak Arsya sambil menggendong tubuh kecil Katrin, dan turun dari mobil, sementara Karla sudah lebih dulu memasuki mansion.


Dinar memasuki kamar terlebih dahulu, karena Arsya mendesak nya, padahal dia ingin melihat kedua putrinya terlelap seperti biasa dia akan mengawasi keduanya sebelum tidur. Tapi karena Arsya mendesak nya, dia tidak bisa melawan.


Arsya menurunkan Katrin ke ranjang tidurnya, sementara Karla memperhatikan sang daddy sambil duduk di ranjangnya.


"Dia memang manja, tapi aku menyayanginya." gumam Karla yang masih bisa di dengar Arsya.


"Karla tidak tidur sayang?." tanya Arsya.


"Ada yang masih harus Karla urus dad."jawabnya dengan wajah datar.


"Jangan terlalu malam, besok kan masih bersekolah." Karla hanya mengangguk dan berlalu pergi ke kamar mandi untuk ritual sebelum tidur.


"Putriku satu ini sungguh dingin.... " keluhnya melihat Karla pergi. Arsya keluar kamar dan pergi ke kamarnya menemui Dinar. Terlihatlah jika Dinar sudah terlelap, padahal dia ingin meminta ciumannya sebelum dia pergi bertemu Dafa, tapi mau bagaimana lagi Dinar masih harus beristirahat.


"Baiklah satu kecupan tak apa kan... " dia mendekati tubuh Dinar yang sudah terlelap, dan mengecup bibir indah istrinya. Dinar menggeliat, tapi tak sampai bangun.


"Selamat malam sayang, nanti akan ku tagih setelah kamu pulih." Arsya beranjak pergi dari kamarnya.

__ADS_1


Sementara Karla sudah beres membersihkan diri, dia melirik ranjang Katrin yang sudah terlelap ke dunia mimpinya.


"Misi kita berhasil Katrin, semua pasti akan beres." gumamnya, misi mereka telah berhasil, dia memakai earphone di telinga nya, itu adalah salah hal rutin yang selalu dia lakukan sebelum tidur.


__ADS_2