
Enam bulan berlalu....
Hari ini adalah acara kenaikan kelas si kembar dan juga Rayhan, begitu juga dengan penerimaan siswa baru di sekolah dasar Nida dan juga Andra. Katrin ikut penampilan bernyayi dia begitu indah menyanyikan lagu nya, semua takjub dengan penampilan indah Katrin. Dinar sangat bangga dengan putrinya, ternyata Katrin dapat rangking pertama dan menjadi siswa terbaik nomor satu di sekolah tersebut. lalu rayhan dengan rangking dua di bawah Katrin, dan Karla di urutan sepuluh.
Sementara Karla juga mendapat predikat siswa paling kreatif dalam sekolahnya, Karla memang tidak sehebat katrin dalam hal akademi sekolah, tapi dia sangat kreatif dalam membuat sebuah karya, dan kemarin dia berhasil dalam membuat karya baru di sekolahnya, ternyata Karla membuat sebuah robot yang bisa melacak siswa yang kabuur dan bolos dari sekolah asrama tersebut Karla sengaja membuat robot tersebut seukuran dengna capung.
Lalu Karla mencobanya dan menerbangkan robot tersebut layaknya capung, dan percobaan pertamanya berhasil total, akhirnya Krala memulainya dan menyambungkan nya dengan CCTV milik sekolah. Sekolah mengakui kehebatan Karla dengan karyanya.
"Selamat untuk para siswa yang berprestasi tahun ini, kami bangga dengan kemampuan kalian, semoga kedepannya kaliaan akan lebih membenggakan lagi," ucap kepala sekolah dengan bangga, dia memberikan penghargaan berupa sertifikat dan juga piala kepada mereka yang memasuki sepuluh besar rangking terbaik sekolah.
Semua bertepuk tangan meriah dengan hal tersebut, namun disaat penting Arsya malah berpamit pergi kepada Dinar setelah dia menerima telpon dari seseorang.
"Sayang aku harus pergi, ada hal penting yang harus aku urus....."
"Apa tidak bisa di tunda dad? ini acara penting kedua putri kita." Dinar hanya ingin Arsya menunggu sampai acara beres.
"Ini sangat penting sayang, akan ada rapat penting di perusahaan." Arsya tetap kekeuh untuk meninggalkan sekolah. Dinar sudah tidak bisa menghetikan suaminya ,dia pun akhirnya mengizinkan dengan terpaksa.
Lagi dan lagi Arsya membuatnya kecewa, Dinar harus perlu lebih tahu kesibukan Arsya, Dinar sebenarnya sudah sedikit demi sedikit menyelidiki kesibukannya, dia bertanya pada Aryan dan Dafa, tapi ya mereka hanya sekedar menjawab seperlunya, dan hanya memberitahu kesibukan perusahaan saja, dan itu masih belum meyakinkan Dinar.
"Kemana dia akan pergi?." tanya Asfi yang melihat Arsya pergi di acara penting ini.
__ADS_1
"Katanya ada rapat penting." hal itu sontak membuat Asfi heran, setahunya hari ini tidak ada jadwal penting.
"Tapi setahuku sekarang tidak ada rapat, kemarin Aryan menbritahuku." jelas Asfi, karena kemarin dia sempat bertenya pada Aryan prtihal jadwal hari ini.
Deg......
Jantung Dinar serasa berhenti, memang akhir-akhir ini Asfi juga melihat betapa sibuk adiknya, sampai terkaang tidak pulang ke mansionnya, dan sekarang dia melihat dia pergi di acara penting kedua putrinya. Ini adalah hal aneh yang baru Asfi lihat, biasanya Arsya akan menunda pekerjaannya jika ada hal penting mengenai orang yang dia sayangi, dan akan menyuruh Aryan menggantikannya, tapi sekarang hal itu seakan tidak penting bagi Arsya.
"Benarkah kak? hari ini tidak ada rapat." Dinar masih belum percaya dengan apa yang dikatakan Asfi.
"Benar Dinar hari ini sedang kosong jadwal."Asfi sangat yakin jika sekarang memang bukan jadwalnya. Ivy langsung mendekat untuk menenangkannya.
"Tenanglah Dinar, kita hubungi dulu Aryan untuk memastikanya lagi." lebih baik bertanya dulu benar atau tidaknya pada Aryan. Asfi langsung menelpon aryan dan memastikannya kembali. Raut wajahnya seketika berubah setelah menelpon Aryan.
"Kata Aryan tidak ada jadwal rapat hari ini." seketika tubuhnya lemas, jantungnya berdetak keras, ternyata Arsya membohonginya, hal itu sangat membuat Dinar kecewa. Asfi juga kesal bisa-bisanya Arsya berbohong pada istrinya, sebenarnya ada hal apa yang membuat dia berbohong.
"Dinar tenanglah ...." Ivy mencoba menenangkan Dinar, dia memberikan minum pada Dinar. Sementara Asfi mencoba menghubungi Arsya, namun naas dia tidak mengangkat telponnya.
"Sial!!...kenapa tidak dia angkat.....?!." gerutunya kesal, Asfi benra-benar ingin menghajar adiknya yang bodoh.
Sebenarnya Asfi tidak tahu menahu tentang rencana Arsya dan yang lainnya, begitu juga dengan penangkapan dalang pembunuhan, karena dia sedaang sibuk mengurus perusaan miliknya, dan dia harus berbolak-balik luar negeri, untuk kepindahan perusaan pusat yang masih dalam proses, jadi dia belum tahu pasti masalah sebenarnya.
__ADS_1
"Dia tidak mengangkat ponselnya, tenanglah aku akan menyuruh orang mencari keberadaannya." Asfi segera menghubungi Hanan orang kepercayaanya, dia menyuruh untuk mencaritahu keberadaan Arsya.
"Bunda lihat aku menjadi juara satu...."ucap Katrin sambil menunjukkan sertifikat dan juga pialanya. Namun hal itu langsung dia alihkan karena Dinar terlihat bersedih.
"Bunda ada apa? Bunda bersedih?." Katrin memang anak yang sangat peka dengan apa yang sedang di rasakan bunda mereka.
"Tidak sayang bunda baik-baik saja, bunda hanya terharu melihat keberhasilan kalian berdua."Dinar mencoba agar terlihat baik saja, tapi dia gagal karena ketiiga anaknya sangatlah peka dan peduli padanya. Namun ya itu ketiganya terkadang juga mencoba agar tidak terlihat mengkhawatirkan dia, karena pasti bunda mereka akan berpura-pura kuat. Memang itu sifat dari seorang ibu.
"Syukurlah kalau bunda baik-baik saja, kukira memang benar sedang bersedih. Oh ya daddy mana bunda?." tanya Katrin yang tidak melihat ada daddy mereka.
"Daddy sedang ada urusan kak, katanya rapat penting." jawab Andra, dia tahu jika bunda tidak akan menjawab.
"Oh begitu...kenapa ya daddy sekarang sangat sibuk? tapi ya sudahlah mungkin pekerjaannya sedang banyak di perusahaan.
"Biarkan daddy fokus kerja pasti jika sudah beres daddy akan berkumpul bersana lagi." Katrin tahu sebenarnya Arsya kemana, dan dia sengaja memasang GPS di mobil sang daddy kemarin malam, dan ya dia sedang menemui Hayfa, Karla tahu rencana itu masih berjalan, tapi dia juga yakin daddy nya pasti akan ketahuan oleh sang bunda.
"Iya pasti daddy akan kembali jika sudah beres bekerja." tambah Andra.
Lambat laun bunda mereka pasti akan menaruh kecurigaan besar pada Arsya, bahkan mungkin sudah semenjak ada perubahan pada suaminya. Apalagi sekarang Karla maupun Katrin sudaah tahu tentang niat jahat wanita itu. Meski sahabat kecil sang daddy, tapi mereka tahu jika Hayfa adalah serangga dalam rumah tangga orangtua mereka, si kembar juga itu Hayfa adalah perusak. Ya satu bulan lalu Karla memberitahukan pada Katrin tentang Arsya dan itu membuat Katrin amat sangat kesal.
Asfi sudah mendapatkan laporan dari Hanan, dia menemukan jika Arsya berada di sebuah villa yang jaraknya jauh dari perusaan utama miliknya. Asfi terkejut dengan laporan Hanan, dan dia mengirimkan lokasi nya. Karena anak-anak sudah selesai dalam acara, akhirnya Asfi memutuskan untuk segara berkemas membereskan barang si kembar dan juga Rayhan, karena waktu nya liburan seluruh siswa akan di pulangkan. Asfi sengaja belum meberitahu Dinar agar semuanya bisa kembali dengan tenang, dan akan di bicarakan lagi nanti di mansion.
__ADS_1
Setelah selesai berkemas mereka langsung meluncur pulang, sebenarnya Karla sudah tahu jika Hanan orang kepercayaan unclenya sudah memberi tahukan lokasi keberadaan ayahnya. Dan itu memang lokasi villa barunya yang sedang Karla caritahu, sebenarnya apa saja yang di lakukan Arsya ketika sedang bersama Hayfa.