Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
73- Bertemu Kenzo


__ADS_3

"Kak PR kakak sudah beres?."tanya Katrin yang melihat kakaknya hanya bersantai dari tadi.


"Belum aku malas dek.... " ucapnya enteng tanpa beban.


"Aduhh kerjakan sekarang kak.... besok guru killer itu yang akan mengajar di kelas, apa kakak tidak takut?." kebiasaan Karla sedang kumat, dan ini yang membuat Katrin kesal.


"Sudah lahh kan ada adikku tersayang."


"Eh nggak bisa ya kak.... ini udah ke sepuluh kalinya kakak nyuruh aku kerjain PR kakak, jadi sekarang kakak yang harus kerjain tugas itu sendiri." tolak Katrin dengan memajukan bibirnya.


"Harus tidak ada bantahan." ucapnya penuh tekanan. Katrin hanya menghela nafas panjang.


"Huft... baik-baik." Katrin pun fokus pada tugas mereka. Hingga tak terasa sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Katrin akhirnya selesai mengerjakan tugasnya. Dia membereskan buku tugasnya, tak lupa langsung menaruhnya di dalam tas mereka masing-masing.


"Oh ya kak besok hari libur sekolah bagaimana kalau kita izin pulang?." ajak Katrin sudah seminggu sejak mereka datang ke sekolah asrama ini, rasanya mereka amat merindukan keluarga mereka.


"Boleh juga." Karla juga setuju dengan adiknya, karena peraturan sekolah asrama ini memperbolehkan siswa dan siswinya pulang jika hari libur mingguan.


"Ok aku akan hubungi bunda agar menyuruh orang rumah menjemput mereka." Katrin amat bersemangat dengan hal itu, dia sudah ingin bertemu dengan Andra.


Katrin pun menghubungi sang bunda dengan sangat antusias. Hingga panggilan mereka selesai.


"Bunda akan menyuruh orang rumah menjemput kita, asyik kita pulang, oh ya kita juga harus katakan ini pada kak Ray."


"Besok saja di kelas, ini sudah malam." Katrin pun menurut, dia kembali ke tempat tidur, karena sudah waktunya tidur.


Karla masih memperhatikan layar ponselnya, sampai saat ini dia masih mencari tahu tentang Ferdian, banyak teka-teki yang sulit untuk di tebak oleh pemikiran nya.


"Dalang ini bermain sangat rapih, dan sekarang aku harus lebih berhati-hati dan waspada, karena bisa saja ini jebakan." gumam nya, di lihat dari profil Ferdian tidak mungkin seorang bos akan membuka semua tentang bawahnnya secara cuma-cuma, pasti ada hal lain, yang mungkin lebih penting.


"Baiklah sekarang kita mulai beraksi, dalam waktu dekat semua ini pasti akan terungkap." tambahnya lagi, Karla yakin hal ini akan segera terungkap.


Keesokan harinya....


Seperti biasa Karla dan Katrin memasuki kelasnya, dengan tampilan yang begitu menyejukkan mata, dengan kecantikan alami mereka. Karla lebih menyukai rambut pendek terurai nya dengan tanpa aksesoris, sementara Katrin dengan rambut panjangnya yang tidak pernah dia potong, dengan pita di kedua sisi rambutnya, dan meninggalkan sedikit uraian rambut di tengah kepangannya.


Sungguh perbedaan yang amat jauh, meski dengan wajah kembar, tapi karakter dan juga penampilan mereka juga berbeda.


"Kak Ray.... " panggil Katrin dan langsung mendekat padanya. Semua yang melihat itu menjadi iri, pasalnya sejak seminggu Rayhan sudah banyak penggemar nya, dan yang lebih membuat para fans Rayhan syik adalah bahwa dia adalah sepupu si kembar imut itu.


"Duh boleh kan ikut panggil kak Ray? ganteng banget sih dia..... "


"Boleh lah di coba nanti panggilnya Ray... " mereka saling saut menyaut, ingin rasanya mereka sedekat Karla dan Katrin, tapi apalah daya mereka hanya bisa berteriak dan memandang dari jauh.


"Apaan sihh...? nggak usah panggil sambil teriak bisa kan?." kesal Rayhan, sebenarnya dia tidak terlalu suka menjadi populer, hal itu sungguh merepotkan nya, Rayhan terkejut karena tahu banyak yang fans kepadanya.


"Ih ya ampun kak Ray kalau marah tambah cute aja." goda Katrin, membuat Rayhan mememarah wajahnya. Katrin tahu jika sepupunya ini anak introvert dan super pendiam, tapi wajahnya terlihat amat tenang, berbeda dengan Karla yang sifatnya dingin dan berwajah datar.


"Sudahlah aku duluan." Rayhan tidak bisa menutupi kegugupan nya, dia tidak menyukai keramaian dan lebih menyibukkan diri dengan bukunya.


"Ih tunggu kak Ray..... " Katrin pun mengekor di belakangnya, di ikuti Karla yang berjalan dengan santai dan wajah datarnya.

__ADS_1


"Wih pagi-pagi udah ada hawa dingin menusuk nihh...." sindir Farhan yang sudah ada di dalam kelas, dia yang melihat wajah Karla yang amat dingin. Karla melirik tajam pada Farhan kilas, namun tidak menggoyahkan ketakutan dalam dirinya.


"Uhh tajam sekali nona atlantik." Farhan masih saja menyindir Karla, dia hanya memasang wajah datarnya, apalagi dengan tatapan tajamnya yang semakin menusuk.


"Ok nanti lanjut lagi ya nona dingin." entah kenapa nyalinya semakin menciut, Farhan beralih untuk tidak terus mentap Karla, yang semakin lama semakin menyeramkan , hawa keberadannya seperti pembunuh berdarah dingin.


"Kak Ray apakah kamu mau ikut kami pulang hari sabtu besok?." tanya Katrin dengan wajah yang senyumnya seperti biasa. Rayhan hanya mengehela nafas panjang, lalu menatap sepupu nya.


"Akan kau pikirkan nanti....." jawabnya dengan wajah malas, dan itu membuat Katrin kesal.


"Ih kak Ray harus jawab sekarang, gak bolehb nanti-nanti." ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya ,membuat siapa saja yang melihatnya gemas dengan kelakuan Katrin. Ayp karungin dia.


"Huft....ok Katrin iya aku ikut pulang jadi tidak usah bertanya lagi." Rayhan akhirnya pasrah, tapi tak apa lah, karena dia juga rindu pada kaluarganya.


"Hore akhirnya kak Ray ikut pulang." senangnya karena Rayhan menyetujui ajakan libur nya.


"Oh ya kak nanti habis pulang sekolah langsung berkemas, karena kita akan pulang sore, akan ada yang menjemput dari mansion."jelasnya panjang lebar.


"Iya Katrin aku sudah dengar." kesabaran Rayhan hanya setipis tisu, namun dia berusaha menahannya, karena dia tahu karakter sepupunya satu ini, apalagi dengan yang satunya Rayhan harus extra sabar.


"Ok kak Ray." Katrin berlalu pergi dengan senyuman indahnya. Beberapa saat kemudian guru pun masuk. Mereka belajar sangat fokus, karena sekolah tersebut adalah sekolah yang mewajibkan nilai bagus, begitu juga dengan sopan santun serta perilaku.


Pada dasarnya sekolah tersebut sangatlah populer, jadi tidak heran jika berisi anak-anak berbakat dan banyak anak orang berada, jika ada yang memasuki dengan beasiswa atau semacamnya bisa di katakan dia sangat hebat.


Hingga tak terasa sudah menunjukkan waktu pulang, semua berkemas dan berlanjut dengan kegiatan lainnya, seperti ekstrakulikuler. Sementara Karla dan Katrin langsung menuju kamar mereka, karena mereka akan pulang, sebelum itu mereka izin terlebih dahulu kepada wali kelas, serta pengurus asrama mereka. Banyak sekali siswa ataupun siswi yang meminta izin, tapi itu di perbolehkan jadi tidak ada pembatasan, dan karena itu juga weekend.


"Akhirnya kita pulang, aku rindu bunda dan yang lainnya."


"Aku akan segera berkemas, jadi kalian juga langsung jangan malah bersantai." Rayhan tidak suka menununngu lama, apalagi dengan para gadis.


"Suadah jangan banyak mengheran....." tanpa menunggu jawaban Katrin, Rayhan langsung berjalan menuju kamarnya.


"Sudah ayo bergegas." mereka pun bergegas berkemas, Karla hanya tersenyum kilas melihat kelakuan sepupunya yang bersikap seperti kakak bagi mereka, tapi memang Rayhan lebih tua beberapa bulan dari si kembar.


Sesampainya di kamarya, Rayhan melihat Farhan sedang berkemas, tanpa berbasa-basi Rayhan langsung bergegas menggnati pakaiannya. Farhan yang melihatnya pun bertanya, sebenarnya sulit sekali mengajak bicara Rayhan, tapi karena Farhan ingin berteman jadi dia berusaha mendekatinya.


"Lo balik hari ini?." masih diam membisu, itu sudah dia sering dapatkan ketika berbicara pada Rayhan.


"Em iya aku pulang, karena Karla dan Katrin mengajakku, jadi aku ikut."jelasnya sambil membereskan apa yang akan dia bawa.


"Oh gitu...boleh dong sekali-kali gue berkunjung ke rumah lo?...." entah kenapa itu membut Farhan penasaran dengan kediaman keluarga teman sekamarnya.


"Boleh saja, tapi kediamanku tidak dekat dengan kediaman sepupu kembarku."jelasnya, Rayhan yakin jika Farhan tidak hanya ingin menemuinya, mungkin juga ingin mengetahui kediaman si kembar imut.


"E-e tidak juga...untuk apa menemui mereka...? aku hanya bertanya apakah boleh atau tidak, dan tidak ada maksud lain." elaknya dengan malu, tapi tetap saja itu sangat terlihat di wajahnya, dan membuat Rayhan sedikit melengkungkan bibirnya.


"Lo senyum kan? itu kenyataanya, dan gue cuma mau berkunjung saja." Farhan tetap mengelak meski itu sudah sangat terlihat pada perubahan wajahnya yang gugup.


"Iya...iya aku tahu, tapi kamu terlihat akrab dengan Katrin, mungkin dia menyukaimu, tapi ya harus berhati-hati, kakaknya itu sangat memperhatikan adiknya, jika kamu berbuat salah, akuĀ  yakin Karla lah yang akan menghajarmu." Rayhan sang yakin akan hal itu.


"Nggak...gue sama Katrin gak deket, dia nya aja yang tiba-tiba muncul deket gue."

__ADS_1


"Oh benarkah..? tapi aku perhatikan kamu langsung salting ketika dia dekat denganmu." seketika Farhan terdiam, dengan wajahnya yang memerah.


"Sudahlah...gue udah beres berkemas." dia langsung mengalihkan pembicaraanya, namun belum sempat Rayhan bebicara teriakan Katrin membuat mereka geleng-geleng kepala.


Mereka telah sampai di lokasi penjemputan, Rayhan dan si kembar masih menunggu karena belum ada yang menjemput mereka. Sementara Katrin melihat seseorang yang tidak begitu asing, dia seperti pernah bertemu dengan lelaki tersebut.


"Paman Kenzo....?!." panggil Katrin dengan hati-hati. Sang pemilik nama pun menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. Betapa terkejutnya ternyata anak kecil yang amat dia rindui selama ini.


Belum sempat memanggil nama anak itu, Kenzo di kejutkan lagi oleh teriakan sang keponakannya.


"Uncle Ken..... " teriak nya dan langsung menghampiri pamannya itu.


"Hah.... uncle Ken? siapa yang memanggilnya begitu?." gumam Katrin yang mendengar nama Kenzo juga di panggil.


"Kak ayo kita temui paman Kenzo..... " ajak Katrin dan langsung menggandeng tangan kakaknya. Sedangkan Rayhan hanya mengikuti mereka.


"Wah ternyata kita bertemu lagi..... " ucap Kenzo dengan senyuman indahnya. Farhan menengok dan melihat sebenarnya siapa yang pamannya maksud.


"Karla... Katrin..... " betapa terkejutnya, ternyata si kembar adalah kenalan ancle nya.


"Lo kalian? kenalan paman gue?. "


"Eh ternyata Farhan.... kamu siapa nya paman Kenzo?." tanya Katrin yang penasaran.


"Dia uncle gue kenapa?." jawabnya dengan wajah sombongnya.


"Uncle?." ulang Katrin.


"Oh jadi paman Kenzo paman kamu? dan yang berarti kamu keponakannya?."


"Iyaaa bawell..... bisa nggak sih lo nggak usah banyak tanya." kesal Farhan karena Katrin terlalu banyak bertanya.


"Eh gak boleh gitu Farhan.... udah.. udah.... sini uncle jelaskan."


"Karla dan Katrin adalah kenalan uncle di jepang, dan sudah lama semenjak mereka pindah uncle belum bertemu dengan mereka lagi." ungkap nya dengan tatapan rindu dan tersenyum lembut.


Karla dan Katrin pun memberi salam kepada Kenzo, mereka bersapa ria setelah lama tidak bertemu.


"Jadi kalian satu sekolah... wah kebetulan sekali ini."


"Iya paman kami juga senang bisa saling kenal."


Sedang asyik mengobrol akhirnya tibalah mobil jemputan si kembar dan juga Rayhan. Mereka pun bergegas karena sudah tidak sabar untuk pulang.


"Karla Katrin ayo..... " panggil Rayhan yang sudah stand by di mobil.


"Paman kami permisi... ayo Katrin.... " pamit Karla dengan sopan dan di akhiri senyuman tulus, hal itu tak luput dari pandangan Farhan, yang saat itu sedang merasakan jedag jedug jantungnya.


"Wah apa ini manis sekali dia.... serasa bertemu bidadari..... " batinnya menjerit melihat senyuman Karla yang begitu langka.


"Iya ya sudah...... Hati-hati di jalan... salam untuk bunda kalian... "

__ADS_1


"Iya paman... bye....... "


Kenzo melihat kepergian si kembar dengan hati yang bahagia, rindu nya terobati meski dengan bertemu dua bocah kembar itu.


__ADS_2