
Keesokan Harinya.....
"Bunda aku tidak bisa pulang.... aku ikut uncle pergi berlibur.... ☺. " pesan singkat yang membuat Dinar tidak bisa berkata apapun, ya Karla berpamitan dengan dalih berlibur.
"Anak ini.... huftt aku harus lebih sabar dengan kedua putriku." niat ingin berbicara dengan si kembar malah gagal karena Karla malah pergi, tapi Dinar harus bilang dengan Katrin tentang kedekatannya dengan Gala, laki-laki yang selalu mengantar jemput dia.
"Iya jangan lama-lama ok.... nanti bunda ingin bicara jika kamu sudah pulang." balasnya, Dinar tidak mau Karla terlalu banyak mengambil izin sekolah, mereka baru saja masuk sekolah, ingat itu.
Mereka sudah menunggu dimeja makan untuk sarapan pagi, Arsya sudah tampan dengan setelan kemejanya, Andra juga tidak kalah ganteng, sementara Katrin nampak terlihat gusar, seperti ada sesuatu yang mau dia sampaikan.
"Ada apa Katrin?." tanya Dinar yang melihat gelagat dari putrinya.
"Ahh bunda... tidak apa kok." jawab Katrin gugup.
"Udah bilang aja ada apa? apa mau ikut liburan sama kaya Karla?." tanya Arsya, dia juga sudah tahu kelakuan Karla yang keras kepala, dan seenaknya saja, sudah sama persis seperti dirinya, tapi untungnya Andra tidak tertular Karla, bisa-bisa dia lebih mirip dengannya.
"Dad jangan malah menyuruh Katrin ikutin Karla, kamu jangan terus memanjakannya." kesal Dinar, siapa juga yang mau izinin anak teladan seperti Katrin ikut-ikutan Karla, itu tidak akan Dinar biarkan.
"Iya daddy....jangan malah izinin kakak ikut kak Karla." Andra juga ikut kesal, diantara ketiganya yang paling kalem adalah Andra, dia lemah lembut dan tidak pernah marah ataupun mengomel, intinya Andra adalah idaman wanita. Hanya saja ketika dia kesal dia akan terus berbicara sampai mereka mengerti.
"Ih siapa juga yang mau bolos... nggak bunda.... daddy, bukan itu.... tapi aku nanti sepulang sekolah mau mampir dulu jalan-jalan sama Gala, boleh ya plis.... " pintanya dengan wajah memelas, agar Dinar ataupun Arsya mengizinkan.
"Dengan Gala?....." Arsya nampak berfikir, ini baru pertama kali melepaskan anak gadisnya untuk pergi bersama laki-laki, meski dilakukan sepulang sekolah, itu sama saja apalagi karena berita gempar yang akhir-akhir ini terjadi, Arsya belum bisa melepaskan mereka begitu saja, terkecuali ada yang mendampingi.
Dinar juga nampak tidak terlalu setuju, mereka masih khawatir dengan keadaan yang saat ini sedang terjadi, apalagi tidak ada Karla, karena biasanya Karla lah yang menjaga Katrin, dan ini juga pertama kalinya mereka berpisah, padahal mereka sangat dekat.
"Boleh nggak dad....? sebentar kok Katrin janji akan pulang sebelum gelap." Katrin terus memohon agar kedua orang tuanya memberikan izin.
"Tapi janji ya? kalau misal Katrin terlambat semenit saja daddy tidak akan mengizinkan kamu keluar mansion lagi, terkecuali sekolah, dan satu lagi jika kamu melanggar daddy akan menyuruh Aryan untuk mengantar jemput kamu kesekolah. Ingat itu..." Arsya memberi izin dengan beberapa syarat, jika Katrin melanggar maka harus bertanggung jawab.
__ADS_1
"Iya dad.. Katrin janji.... "
"Nanti malam bunda mau berbicara sama kamu...bunda tunggu diruang belajar ok."
"Iya bunda, ya udah aku berangkat dulu.... muachhh.... bye dad... bunda.... " pamitnya, karena Gala sudah menunggunya didepan. Sebenarnya Gala belum tahu menahu, jika Katrin adalah putri dari keluarga Azhar, dia juga tidak tahu siapa sebenarnya Katrin, karena dia tidak peduli akan hal tersebut, yang terpenting Katrin bisa dia dapatkan.
"Gala....... " panggilnya dengan senyum manisnya, hal itu membuat Gala sedikit kesal, sebenarnya dia hanya berpura-pura senang dengan Katrin, selebihnya dia ingin segera membawa Katrin.
Tak lupa Gala memakaikan helm nya, seperti pasangan romantis bukan, bahkan Katrin begitu bahagia, karena perlakuan Gala terhadapnya, ini membuat Katrin tidak bisa berpaling dari Gala.
"Cih dia bodoh sekali.... mudah sekali membuat dia baper, padahal gue cuma modal tampang doang, lagian gue itu pinter manipulasi." batinnya melirik Katrin dengan wajah senangnya, entah kenapa dia selalu tersenyum bahagia.
Katrin tersenyum simpul, ini baru keindahan yang selama ini ingin Katrin rasakan.
💕💖💕💖💕💖💕
Penyelidikan yang dilakukan Quin dan juga Rivan, sekarang masih dalam tahap awal, jadi mereka masih harus mencari tahu, dan mereka berdua baru menemukan mafia yang amat mencurigakan, dan ini harus segera dilaporkan pada ketua.
Sebenarnya Karla juga sudah membicarakan ini dengan Dafa dan juga Dhafi, dan benar saja, informasi ini harus benar-benar diselidiki secara menyeluruh, dan harus benar-benar teliti, jangan sampai ada haka yang terlewat.
"Red Heart?.... ini mafia yang hilang beberapa tahun lalu, dan kasusnya sangat mirip dengan kasus misterius saat ini." Karla sebenarnya sudah mendengar hilangnya mafia tersebut, pada saat pemeriksaan mafia milik Devan kakeknya, ada beberapa mafia yang hilang akibat matinya sang leader, mengakibatkan mereka membubarkan mafia, dan salah satunya adalah Red Heart.
"Ok aku simpan berkas ini." Karla menyimpannya di berkas kasus rahasia miliknya, yang hanya bawahannya saja yang mengetahui.
💕💖💕💖💕💖💕
Sementara di perusahaan....
Isya sudah berada diruang rapat yang sudah disediakan oleh perusahaan Azhar, ruangan yang sangat nyaman untuk para klien, dan juga untuk para pekerja sama yang menjalin kontrak dengan perusahaan tersebut, ini bisa menjadi contoh bagus untuk pembangunan perusahaan barunya milik Isya.
__ADS_1
Dia menunggu kedatangan dari pemilik perusahaan Azhar, karena memang ini rapat antar CEO dengan wakilnya, dan dihadiri orang kepercayaan setiap perusahaan, seperti menejer dan juga sekretaris, jadi hanya sedikit yang menghadiri rapat ini.
Akhirnya setelah sepuluh menit menunggu Arsya datang dengan gagahnya, menampakkan aura hebatnya didepan semua yang hadir, dia berdiri dengan pandangan tenang dan tegas, tidak ada gurat kegugupan dalam dirinya, Arsya adalah definisi dari seseorang yang sudah sangat berpengaruh dan berpengalaman dalam memajukan kecerdasannya dalam dunia bisnis.
"Ini adalah CEO kami, tuan Arsya Destriana Azhar, dan wakilnya Asfi Esa Azhar, perkenalkan ini adalah Tuan Isya Athfal Wirata, dia adalah CEO perusahaan Athfal yang akan menjalin kerja sama dengan anda." Aryan memperkenalkan masing-masing dari pemimpin perusahaan terbesar yang sudah sangat maju dan terkenal.
Isya dan Arsya saling menjabat tangan, tidak menyangka akhirnya dia bisa bertemu orang yang sangat hebat, dan juga ayah dari seseorang yang membuat dia jatuh hati.
"Senang bertemu dengan anda tuan Arsya..... " ucapnya sambil tersenyum.
"Saya juga terima kasih telah berkunjung ke perusahaan kami." Keduanya duduk berhadapan hanya terselingi oleh meja di hadapan mereka.
Aryan memulai rapatnya, dia membuka laptopnya dan memperlihatkan apa saja visi misi dari kerjasama yang akan kedua perusahaan laksanakan, juga membahas tentang keuntungan dan juga kerugaian yang akan didapatkan dari kedua perusahaan, semuanya tersusun dengan rapi dan mudah di pahami oleh semua yang hadir. Arya mempresentasikan nya dengan amat baik, dan di lanjutkan ke presentasi lainnya oleh sekertaris perusahaan Azhar, dan juga beralih pada presentasi perusahaan Athfal, yang juga mudah dipahami.
Semua berjalan lancar selama kurang lebih dua jam kurang, rapat selesai dilaksanakan, dan perusahaan Azhar menyetujui kerjasama tersebut, begitu juga perusahaan Athfal.
"Terima kasih mau menerima kerjasama dengan perusahaan kami, saya senang bisa bekerjasama dengan perusahaan anda." Isya sangat bersyukur, bisa bekerjasama dengan perusahaan besar.
"Kami juga senang bisa bekerjasama dengan perusahaan anda tuan Isya... " Arsya memang setuju, karena hasil pembangunan perusahaan Athfal tidak pernah mengalami kegagalan, dan ini peluang besar untuk memperbaiki proyek.
"Oh ya tuan Arsya, saya dengar anda memiliki putri kembar, apa itu benar?." tanya Isya berbasa-basi, padahal dia ingin tahu tentang Karla.
"Iya benar, mereka kembar perempuan." Arsya tidak kaget dengan pertanyaan tersebut.
"Kenapa anda bisa tahu kalau mereka putri kembar saya?." tanya Arsya penasaran.
"Oh karena sudah banyak yang tahu jika anda memiliki putri kembar, dan akhirnya saya juga tahu." Sebenarnya Isya ingin bertanya lebih dalam lagi, tapi ini masih jam kerja, jadi dia hanya berbasa-basi saja.
"Jadi begitu..... " Isya mengakhiri pembicaraan, dan beranjak pergi, dia sedikit lega, karena mengetahui siapa sebenarnya Karla.
__ADS_1
"Aku pasti bisa mendapatkannya."