
Dafa dan Dhafi sudah berhasil meringkus kedua markas cabang, Dhafi sedang mencari tahu apakah masih ada markas cabang lainnya, Dafa mendapatkan pesan dari Arsya, jika mereka bertiga akan lebih dulu pergi ke markas utama Red Heart, karena Karla sudah menemukannya. Arsya memilih menggunakan mobil jeep yang sudah ada di markas Dafa, karena mereka akan memasuki hutan, dan mobil ini yang cocok untuk rutenya.
"Baiklah kak beritahu kami lokasinya, aku dan yang lainnya akan menyusul berhati-hatilah... " balas Dafa, lalu Farhan mengirimkan lokasi markas utama Red Heart yang sudah Karla bagikan.
"Dad tolong lebih cepat lagi, Katrin sedang dalam masalah besar." ucapnya dengan nada dingin, entah apa yang terjadi, tapi jika Katrin sudah berada di markas musuh, sudah pasti dia tidak aman.
"Masalah apa Kar...?." tanya Farhan yang ikut khawatir sebenarnya sedang terjadi masalah apa.
"Lo bakal tahu nanti.... " singkatnya, Karla sedang malas berbicara, yang dia pikirkan adalah adiknya, keselamatan Katrin lebih utama.
Arsya melajukan mobilnya dengan sangat kencang, dia tahu putrinya sedang dalam masalah besar, Arsya sudah tahu situasinya dari apa yang Karla bicarakan, yang pasti Katrin sedang tidak aman. Hingga dalam waktu sepuluh menit Arsya telah sampai di tempat dimana mobil Katrin menabrak, dan Karla mulai mencari sinyal lanjutan kearah mana sebenarnya Katrin dibawa pergi, tapi keuntungan sedang berpihak pada Karla, dia melihat rumput yang terlindas oleh ban motor sport, di paham betul dengan hal semacam ini.
"Kita ke bagian utara hutan ini.... " Karla dengan cepat menyiapkan kompas untuk berjaga-jaga, karena arah ban motornya menuju utara, mungkin bisa saja di titik akhir ada rute yang rumit, tapi Karla akan menerobos kesulitan apapun.
Arsya dengan mudah mengendarai mobilnya, meski rerumputan hutan yang sudah meninggi, di tambah dengan kelekatan malam yang sudah menelusup, karena tidak ada pencahayaan, pasti nya mereka harus tetap waspada karena hutan selalu menyembunyikan banyak misteri.
💕💖💕💖💕💖💕
"G-gala...... " akhirnya Katrin tahu pelaku sebenarnya, firasat Karla memang benar adanya, tapi pertanyaannya adalah dimana Gala menyimpan para gadis yang sudah dia culik? sudah berapa lama dia melakukan hal semacam ini, hal yang membuat Katrin ingin muntah, wajah sesayu itu bisa melakukan hal diluar nalar.
"Selamat malam Katrin....... " sapanya dengan tatapan iblisnya, itu membuat Katrin gemetar takut, biasanya Gala akan menampakkan senyum tulusnya, yang membuat kaum hawa terpikat, tapi saat ini hanya ada wajah iblis yang sedang menatapnya.
"Flare.... lo hebat bisa ngelabuhi Katrin, gue pernah denger kalah Katrin sangat sulit untuk di bohongi, tapi lo berhasil berakting jadi penguntit rahasia, gue akan beri lo kompensasi nanti... " puji Gala puas, dia sangat menyukai cara kerja Flare yang tanpa banyak bicara, tapi dengan hasil yang memuaskan.
__ADS_1
"Saya akan terima dengan senang hati leader..... kalau begitu saya permisi." Flare beranjak pergi, Katrin terkejut setelah tahu jika mereka juga menjebak dengan berakting, meski keduanya memang sama-sama tidak tahu kalau saling menjebak, tapi Gala selangkah berada di depan Karla dan Katrin.
"Bagaimana? kejuatanku sungguh bundah bukan, ayo sekarang temani aku.... " Gala menarik Katrin ke sebuah ruangan, ya ruangan dimana dia akan bermain dengan para gadis pilihannya, mungkin Katrin akan menjadi salah satunya.
"Lepaskan aku....!! jangan lakukan apapun, atau kau akan menyesalinya... " teriak Katrin, namun Gala semakin kuat menarik lengan Katrin. Dia memekik kesakitan, Gala terlalu kasar dalam memaksa.
Brukkk......
Gala melempar tubuh Katrin kasar, membuat keningnya berdarah akibat dari benturan tembok. Gala mendekat ke arah Katrin yang masih menahan sakit. Gala tersenyum smirk, dia akan menghancurkan Katrin, entah apa yang akan diperbuat oleh Gala.
"Lo cantik..... gue suka karena kecantikan lo yang gak gue liat dari cewe lain..... terlebih lo populer, dan gue muak melihatnya, lo tahu gue menginginkan lo... hahaha...... " gema tawanya membuat Katrin semakin takut. Dengan kuat Katrin menahan tangis, dia tidak ingin dianggap lemah, meski nantinya Gala melukainya.
"Aku tidak akan peduli dengan apa yang kau katakan, jika aku tahu sejak awal kau sebejat ini, aku pasti akan menolong para gadis itu.. " ucapnya, meski dia ketakutan, karena sekarang dia sedang di dalam kadang harimau, yang bisa kapan saja menerkam nya.
"Rupanya lo udah tahu... tapi tak apa, karena sebentar lagi giliran lo yang akan gue nikmati..... " jatung Katrin tiba-tiba seakan tertancap besi panas, apa maksud menikmati? apa jangan-jangan dia akan diperkosa? Katrin hampir gila memikirkan itu.
"A-apa maksudmu?." tanya Katrin dengan wajah yang sudah berkeringat dingin, rasanya lebih baik mati daripada harus dinikmati oleh bedebah seperti Gala.
Dengan gerakan cepat Gala berhasil mengkungkung tubuh Katrin, dan sekarang Katrin berada di bawah tubuh Gala. Dia berusaha memberontak, namun hasilnya nihil, tenaga Gala begitu besar, terlebih Gala sudah mengunci pergerakannya.
"Lepaskan aku...... lepaskan aku..... " teriaknya, namun Gala tidak menggubris nya.
"Lo gak akan gue lepasin...." Gala menampar pipi mulus Katrin dengan kasar, membuat tubuhnya terhuyung ke lantai. Katrin meringis kesakitan, pipinya terasa sangat panas.
__ADS_1
"Gue akan mulai siksaannya.... nikmatilah neraka ini, dan setelah itu aku akan menikmati mu.... " Katrin sudah tidak bisa melawan, karena di sudah kehabisan tenaga. Tapi bagaimanapun caranya Katrin harus bisa bertahan, sampai Karla datang, dia yakin saudara kembarnya akan segera datang.
Gala memulainya tanpa memandang jenis kelamin, dengan kasar dan bengis Katrin dilukai, meski tidak dengan senjata atau semacamnya, tapi tetap saja siksaan Gala sangat menyakiti nya. Hingga baru beberapa menit Katrin sudah menjerit kesakitan di sekujur tubuhnya.
"Hebat juga.... mau sampai kapan lo nahan Katrin, gue tahu lo udah gak kuat...... " hingga di akhir siksaannya Gala meninggalkan hasrat di bibir Katrin, sungguh pelecehan yang tidak termaafkan. Dengan tubuh lemahnya Katrin mengusap bibirnya, dia merasa jijik dengan sentuhan itu, ingin rasanya dia merobek bibirnya daripada di sentuh oleh pria brengsek.
"Kau akan membayar semua luka yang aku terima, itu mutlak akan terjadi setelah ini." bisiknya lirih, wajahnya sudah di penuhi luka lebam, dan bagian ujung bibirnya sudah berdarah.
"Aku harus bertahan..... "
"Dengan senang hati....hahaha.... " Gala segera membawa Katrin ke atas ranjang, saatnya dia menikmatinya. Katrin benar-benar tidak bisa berbuat apapun, dia sekarang tidak bisa melawan Gala.
"Aku akan menikmatimu sekarang...... "
"J-jangan lakukan itu aku mohon... " lirihnya, apakah hidupnya akan berakhir seperti ini? kenapa takdir begitu kejam? air mata Katrin kini sudah membanjiri wajahnya semuanya akan berakhir dengan trauma dan luka untuk Katrin terima.
"Hah? aku tidak bisa mendengarmu? ohh akhirnya aku melihatmu menangis bebi.... " wajah nya begitu senang, melihat penderitaan Katrin. Dengan kasar Gala merobek pakaian bagian atas milik Katrin, dan terlihatlah bra miliknya.
Gala mulai meraba milik Katrin, ingin Katrin berteriak, tapi siapa yang akan mendengarnya? semuanya sudah berakhir.
"Kak.... bunda....... daddy.... Andra....... maafkan kakakmu ini..... "
Semuanya akan hancur seketika
__ADS_1