Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
111-Kebejatan Gala


__ADS_3

"Hahaha...... lagi terus layanin gue budak." teriaknya didalam sebuah ruangan yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun, dia sedang menikmati permainan indah dari budak nya.


Dia terus melayani meski tamparan dan siksaan menghujami tubuh dan wajahnya, laki-laki itu tidak puas jika tidak melakukannya dengan kekerasan. Gadis itu terus melayaninya dengan telaten, meski rasa sakit sudah menjalar keseluruhan tubuhnya.


Galaksi Askandar adalah putra dari Rafi Askandar yang dikenal sebagai pemimpin utama mafia Red Heart, pada masanya mafia miliknya sangat terkenal dengan kekejamannya, hingga membuat Rafi besar kepala, yang pada waktu itu dia memiliki istri yang baru saja melahirkan anak laki-laki yang Rafi beri nama Galaksi Askandar, dia bangga bisa memiliki seorang putra.


Hingga beberapa tahun berlalu Gala sudah banyak berlatih bela diri, dia ingin bisa menjadi kuat seperti ayahnya, dan dia ingin bisa menjadi pengganti yang kayak untuk ayahnya, dunia hitam memang menyeramkan, dan mereka harus kuat bersaing. Suatu ketika Rafi melihat Gala berlatih dengan keras, dia bangga anak laki-laki nya berusaha sambat keras.


"Bagus nak..... suatu saat kamu bisa menjadi pengganti ku menjadi leader mafia Red Heart." harapan seorang ayah pada putra pertamanya.


"Tentu saja ayah.... aku akan menjadi kuat dan membantu ayah dalam memajukan mafia ayah." ucapnya dengan bersemangat.


Hingga memasuki sekolah menengah atas, mafia Red Heart akhirnya diketahui oleh mafia lain, karena mereka mulai berbuat senonoh pada para gadis, dan dijadikan budak ****, tidak hanya itu bahkan banyak terjadi pembantaian yang sangat merugikan banyak orang, hingga semua dunia hitam memusuhinya, banyak yang ingin menghabisi mafia Red Heart dan menghancurkannya, Gala tidak tahu apapun tentang masalah yang dihadapi oleh ayahnya.


Dan pada akhirnya mafia Red Heart dinyatakan hilang tanpa jejak, mereka semua masih tidak percaya akan hal tersebut, banyak yang mengira jika mafia tersebut menghilang begitu saja, dengan markas yang masih utuh. Dan sekarang Gala lah yang meneruskan tekad tersebut, dia membangun ulan mafia Red Heart, dia mulai mengumpulkan kawanan, hal itu terjadi pada saat setelah kematian orang tuanya.


"Aku akan membalaskan dendam orang tuaku, mereka harus merasakan hal yang sama, aku tidak akan membiarkan mereka hidup tenang." ternyata kenyataannya adalah mafia Red Heart bukanlah hilang tanpa jejak, tapi pemimpin mereka Rafi terbunuh bersama dengan ibu Gala, mereka mati dengan cara diberi racun hingga orang kepercayaan Rafi menutup secara misterius mafia tersebut.


Jika mengingat masa lalu kelam itu, membuat darah Gala mendidih, dia sangat marah dan ingin segera membalaskan dendamnya, dendam yang sangat kuat di hatinya, dia tidak akan melupakan wajah kedua orang tuanya yang meninggal karena racun.


"Terus lebih nikmat lagi..... " Gala terus meracau, dia ingin terus menikmati ini, setelah itu dia baru menyiksa budak-budak **** nya. Gadis itu hanya menangis dalam diam, dia tidak akan bisa kembali pada orang tuanya.

__ADS_1


"Jangan menangis aku muak melihatnya.... cepat selesaikan jangan sampai aku tidak menikmatinya." gadis itu diam, dia sudah lama melayani Gala, tapi belum kunjung Gala melepaskannya, terlebih dia melakukannya dengan tubuh tanpa sehelai benang pun.


Dengan sangat lihai, dia mulai memberi kenikmatan pada Gala, dan membuat Gala tidak bisa menahan gairahnya, hingga akhirnya dia membawa gadis itu ke atas ranjang dan mulai penyatuannya, Gala terus mengkungkung tubuh indah sang gadis hingga puas.


"Kau memang sangat ahli dalam hal ini, itulah yang kusukai darimu." Di antara banyaknya gadis yang dia culik, gadis yang saat ini bersamanya lah yang mampu memuaskan nya, jadi dia sering menggunakan gadis tersebut. Tapi terkadang dia juga menggunakan gadis yang lain untuk memenuhi gairahnya.


Hingga sekitar satu jam kemudian Gala terbaring di ranjang dengan mata yang sudah terpejam. Gadis itu segera memunguti pakaiannya, dia sudah tidak kuat untuk melayani Gala, dia menangis kembali.


"Akan sampai kapan aku begini.....? aku ingin segera pulang.... aku takut ayah ibu..... " jeritnya dia sudah sangat lelah, dia ingin kembali, dia sangat takut dengan perlakukan Gala terhadapnya, dia tidak mau dijadikan budak **** laki-laki bejat ini, yang dia inginkan sekarang adalah kembali ke kedua orang tuanya.


Dia berjalan gontai keluar dari ruangan pribadi Gala, dia memakai kembali pakaiannya, masa depannya sudah hancur akibat dari penculikan ini, dia sekarang hanya bisa pasrah, karena melawan pun percuma, mafia Red Heart sangat kejam, jika dia melawan maka nyawa lah yang akan jadi taruhannya.


Katrin masih takut, dia bersembunyi dibalik pohon besar, suasana hutan mulai mencengkam, gelap dan sunyi, gadis penguntit itu masih mencari keberadaannya, dia berharap ada yang menolongnya.


"Aku harus bagaimana? hp ku mati karena baterainya habis..... kak aku mohon tolong aku." tubuh Katrin gemetar hebat, gadis itu terus mengejarnya, tapi Katrin tidak bisa melakukan apapun.


Karla dan yang lainnya masih dalam perjalanan, rasa cemas dan khawatir bercampur menjadi satu, terlebih Arsya, dian tahu bagaimana Katrin, dia gadis yang tidak paham daerah sepi, yang ditakutkan adalah jika terjadi hal buruk pada Katrin. Robot pelacak nya memang sudah menemukan dimana Katrin berada, tapi emang jaraknya menuju ke hutan, hak tersebut yang membuat mereka semakin khawatir.


"Sial kemana gadis itu pergi....!? aku tidak akan membiarkan kamu lolos Katrin. " Gadis itu bernama Kamila Flare, sahabat dekat Galaksi, mereka sudah menjadi sahabat sejak kecil, dan Flare selalu bersama dengan Gala, tapi tiba-tiba saja Gala dekat dengan Katrin dan membuat Flare cemburu, ya Flare sudah lama memendam perasaannya pada Gala.


Tapi Flare tidak tahu menahu tentang mafia Gala, apalagi dengan kebejatan yang Gala lakukan, yang dia tahu Gala adalah sahabatnya, dan mereka juga terkadang masih ngobrol seperti biasanya. Karena dia tidak menyukai Katrin, Flare akhirnya ingin membuat Katrin tidak tenang ya dengan cara menjadi penguntit. Flare terus mencari dan mencari kemana Katrin pergi, hingga dia sekarang berada di depan pohon besar, diaman Katrin bersembunyi. Katrin membungkam bibirnya, agar Flare tidak menemukan keberadaannya.

__ADS_1


Flare memutari daerah sekitar, dia yakin jika Katrin belum jauh masuk ke dalam hutan, ditambah suasana yang gelap dan mencengkam, Flare tahu Katrin tidak seberani itu untuk masuk ke dalam hutan.


"Aku tahu kau masih disini Katrin...... keluarlah, jangan terus bersembunyi.... " teriak Flare dengan lantang, Katrin masih diam, dia malah semakin takut, karena suara Flare penuh dengan tekanan.


"Ayolah jangan terus bersembunyi kucing penakut..... " tambanhnya lagi, dia berjalan menuju pohon besar tersebut.


"Aku tidak akan membiarkanmu lolos Katrin, karena kau sudah mengganggu hubunganku dengan Gala...... siapapun yang mendekati nya, maka akan aku buat dia menyesal." Flare terus berteriak, dia seperti orang gila saat ini. cintanya kepada Gala membuat dia buta akan kewarasan, dan hampir membuatnya gila, tapi itu bukanlah cinta melainkan obsesi semata.


"Sial....dia sudah gila..... bagaimana ini aku takut." Katrin tidak bisa melakukan hal apapun, gadis penguntit itu sudah gila. Langkahnya terus menuju pohon besar, dan terdengar sangat jelas di telinganya.


"Aku sudah menemukanmu Katrin..... hahaha..... bersiaplah aku akan menangkapmu..... " kepala Flare sudah berada di di samping pohon besar tersebut, dia sudah menemukan Katrin.


"Aaaaaaa...... " teriak Katrin keras, dia berusaha kabur, tapi sayangnya dia terlambat dengan tangan Falre yang sudah menggenggam erat lengannya.


"Lepaskan aku... lepaskan aku..... aku mohon..... " Katrin mulai memberontak, dia juga sudah mulai menangis, dia sangat takut.


"Aku tidak akan melepaskanmu Katrin.... " ucapnya dengan senyum miring nya, Flare terlihat sangat menyeramkan sekarang.


"Aku mohon lepaskan aku...... " bisiknya, dengan gerakan cepat Flare membekam mulut Katrin, hingga membuat dia tidak bisa berteriak.


"Aku akan membawamu...... "

__ADS_1


__ADS_2