Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
24 Aksi dua K


__ADS_3

Kini keadaan Karla semakin membaik dan sudah boleh untuk pergi ke sekolah, Dinar juga menjadi lebih waspada agar kejadian kemarin tak terulang. Meski sesibuk apapun Dinar akan mengantarkan kedua putrinya dan menjemputnya jika sempat, jika tak sempat dia meminta bantuan Dania.


"Kak.... gimana misi kita mau berlanjut jika bunda selalu mengantarkan kita?." keluh Katrin, karena misi mereka menjadi berantakan karena Dinar selalu mengantar jemput mereka.


"Iya benar juga, baiklah besok weekend kan."


"Iya besok libur, memangnya kita mau apa kak?." tanya Katrin yang belum mengerti apa rencana Karla.


"Nanti malam kita buat misi baru dan lebih akurat, firasat ku mengatakan jika kita semakin dekat dengan daddy, dan itu pasti akan menjadi kenyataan." ucap Karla dengan penuh keyakinan.


"Ok baiklah....aku juga setuju, kita harus perbaiki misi kita, jika tidak kita akan lama bertemu dengan daddy. " Katrin pun menyetujui saran Karla, berhubung besok weekend jadi ketika mereka bangun siang Dinar tak akan memarahi mereka.


Sepulang sekolah ternyata Dinar sudah menunggu Karla dan Katrin. Dan itu menghambat rencana mereka. Oleh karenanya keduanya akan melakukan rencana baru, dan pastinya agar cepat bertemu dengan daddy mereka.


Malam pun tiba seperti biasa setelah makan malam mereka kembali ke kamar, Karla dan Katrin mengerjakan tugas sebelum merencanakan misi baru. Selesai mengerjakan tugas, mereka langsung berbaring di atas ranjang, karena Dinar pasti akan memeriksa mereka. Mereka tidur dalam kamar yang sama namun berbeda ranjang dan lemari, karena agar di rumah sewa mereka hanya ada dua kamar saja.


Mereka berpura-pura menutuo mata dan mematikan lampu agar Dinar mengira mereka sudah tertidur. Dan benar sana bunda mereka membuka pintu dan memeriksa apakah keduanya sudah terlelap atau belum. Setelah yakin jika kedua putrinya tertidur dia pun beranjak pergi.


"Huh.... kak ayo bangun bunda sudah keluar." Karla pun bangkit dari tidurnya.


"Ok ayo kita lakukan, dan jangan nyalakan lampu nanti bunda tahu." ucap Karla, dia tak ingin jika rencana mereka berantakan dan ketahuan oleh sang bunda.


Mereka berdua duduk di lantai dengan alat yang sudah mereka siapkan, seperti buku tulis dan yang lainnya. Keduanya mulai memikirkan ide baru agar mereka bisa tetap bisa kesana. Karla dan Katrin mulai berfikir dengan tenang di keheningan malam, mereka sibuk dalam pemikirannya masing-masing.


Beberapa menit kemudian......


"Apa kakak sudah selesai?. " tanya Katrin, dia sudah menemukan ide, ya meski dia masih sedikit ragu apakah rencananya akan berhasil.


"Hemm, sudah." jawabnya.


"Baik aku dulu.... begini beberapa hari ini aku tak melihat paman Aryan dan juga atasannya, yang berarti mereka sedang kembali ke negara asal mereka." Katrin menyadari jika Arsya dan Aryan sudah beberapa hari ini tak ada di sini, tepat setelah menolong Karla dari kecelakaan.


"Lalu?."

__ADS_1


"Apa kakak tahu yang membawa kakak ke rumah sakit dan mendonorkan darah?." tanya Katrin memastikan apakah Karla tahu jika Arsya lah yang menolong mereka. Karla menggeleng karena memang belum ada yang memberitahukan dirinya.


"Dia atasan paman Aryan, ternyata darah kaka dan lelaki itu sama." Katrin juga terkejut jika ternyata darah Karla dan Arsya sama.


"Dan apakah kakak tahu jika matanya sangat mirip dengan kita berdua." tambahnya, dia juga kaget saat pertama kali memandang warna bola mata milik Arsya yang ternyata sangat mirip dengan mereka, dan persis seperti yang Karla foto secara diam-diam.


"Benarkah? apa itu tidak bohong Katrin?." kaget Karla yang baru tahu jika yang menolong mereka adalah lelaki yang mereka yakini adalah ayah mereka.


"Ya kak karena tak ada pilihan lain, dan tanpa sengaja aku bertemu dengan paman Aryan dan aku juga kaget ternyata di mobil ada atasannya. " Katrin menceritakan semuanya.


"Dan selesai mendonorkan darah, aku tak Senegal tidur di sebelah brankar nya, tapi setelah bangun ternyata dia sudah tak ada." sedih Katrin berharap dia bisa berbicara pada Arsya, kamu mereka sudah tak ada di rumah sakit.


"Sudahlah jangan sedih, kita pasti bertemu dengan daddy." ucap Karla meyakinkan, dia tak bisa melihat kembarannya bersedih.


"Iya dan rencanaku adalah, bagaimana jika kita bertanya dan mengobrol bersama paman Aryan tentang siapa sebenarnya atsannya."


"Tidak buruk kita bisa coba bicara."


"Kakak tenang saja aku sudah sedikit kenal dengan atasannya, tapi aku masih ingin lebih tahu tentang dia." Meski kemarin Katrin sempat berbicara pada Arsya, namun itu hanya sekedar berbicara hal biasa.


"Yosh.... lalu apa rencana kakak?. " tanya Katrin yang juga ingin tahu apa rencana Karla.


"Rencanaku adalah membawa paman Aryan ke rumah dan aku ingin paman melihat bunda." Karla ingin tahu apakah ibunya mengenali Aryan atau tidak.


"Bukankah itu rencana lama?." tanya Katrin karena rencana itu adalah rencana yang mereka buat dulu.


"Iya tapi kita tidak pernah berhasil, karena paman Aryan selalu beralasan tak bisa datang, dan kali ini kita akan paksa dia." Karla sudah tak ingin bermain lagi kini dia akan sungguh-sungguh agar mereka bisa segera bertemu ayah mereka.


"Benar juga, baiklah kita akan paksa paman untuk mengunjungi rumah kita, karena jika mereka sudah pernah bertemu maka paman Aryan pasti akan memberitahukan pada atasannya." Katrin juga menyetujui rencana Karla yang sempat gagal dulu.


"Ya sudah kita akan mulai besok, kota akan meminta izin pergi ke taman di dekat jalan, kita harus bisa mendapatkan izin tanpa bunda harus ikut. "


"Iya kita harus berusaha mendapat izin bunda." Mereka selesai berdiskusi, dan kembali ke tempat tidur masing-masing karena besok adalah projek penting mereka.

__ADS_1


Keesokkan paginya Karla dan Katrin sudah bersiap untuk sarapan pagi bersama. Merka makan tania berbicara, selesai makan keduanya meminta izin pada Dinar.


"Bunda boleh tidak kita pergi ke taman?." tanya Katrin dengan ragu.


"Tentu sayang, tapi nanti bersama bunda ok." jawaban Dinar membuat keduanya lesu.


"Ayolah bunda.... kita kan berhati-hati, lagi pula tidak menyebrang jalan, jadi bunda tidak usah khawatir." ucap Katrin memohon, dengan menggunakan mata andalannya.


"Iya bunda kita janji tidak akan menyebrang jalan, jadi Karla mohon ya." punya Karla yang juga sama menggunakan mode manjanya, agar Dinda luluh. Mereka menuhin dengan mata berbinar-binar penuh harap, sambil mengedipkan mata mereka.


Dinar pun tak tega jika tak mengizinkan mereka pergi, tapi tetap saja dia khawatir. Dinar mebgeheka nafas, dia paling tidak bisa jika melihat mode andalan keduanya, karena dengan begitu Dinar pasti akan luluh.


"Huft..... baiklah... bunda akan izinkan, tapi ingat berjanjilah untuk tidak menyebrang jalan, apa kalian mengerti?."


"Wah.... makasih bunda iya kami janji tidak akan menyebrang jalan, iyakan kak...."


"hemmm." dehemnya, hatinya bahagia akhirnya aksi mereka bisa berjalan lancar. Setelah mendapat izin mereka pun beranjak pergi dengan keadaan hati yang bahagia.


"Akhirnya kita dapat izin kak.... aku seneng banget..... " girang Katrin, rencana merka berhasil tinggal menjalankan aksi mereka.


"Iya aku juga senang... " seperti biasa Karla selalu bersikap datar, dan mengatakan senang tanpa tersenyum.


"Ih kakak nyebelin.... katanya senang kak malah datar wajahnya. " Katrin mencebikan bibirnya, karena kesal melihat kakanya tak tersenyum sedikitpun. Pipi cabinya menggembung karena bibir mungilnya cemberut.


Karla terkekeh melihat kelakuan adiknya yang begitu menggemaskan, wajahnya menahan kekesalan.


"Hahaha..... iya.... iya adikku ini sangat menggemaskan.... sini aku tarik bibirnya." ucap Karla sambil tertawa kecil, dan tangannya menarik bibir mungil milik Katrin.


"Ih kakak..... " teriak Katrin yang semakin kesal, dia pun merajuk dan berjalan mendahului Karla dengan menghentakkan kakinya. Karla semakin gemas melihat melakukan adiknya, dia pun berjalan cepat untuk menyusul kembarannya.


**Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca karyaku dengan memberi dukungan like, comment dan vote biar semagat upnya ๐Ÿ˜Šโ˜บโ˜บ


Don't Forget Guys๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


Maaf sedikit telat upnya, tapi insyaallah akan di udahan satu hari satu bab, ikuti terus kisah si kembar imut ... ๐Ÿ˜Šโ˜บ๐Ÿ™๐Ÿ™


Semoga terhibur dan terima kasih sudah meluangkan waktu mampir di karyaku๐Ÿ™๐Ÿ™โ˜บโ˜บโ˜บ**


__ADS_2