
Flashback On
"Aku yang akan menjadi umpan kak? ini pasti bisa mengungkap siapa sebenarnya dia, dan akan kupastikan actingku tidak di curigai." ucap Katrin serius, dia kesal dengan hilangnya para siswi akhir-akhir ini, dan ya Katrin ingin segera membongkar kejahatannya.
"Lo bego apa gimana? ini serius gue gak main-main, bisa-bisanya gak mikir duluu." kesal Karla, ini misi serius, bahkan Karla belum yakin jika Gala pelakunya, ini hanya perasaannya saja, karena dilihat dari gelagat Gala yang memang benar-benar mencurigakan.
"Ih kak percaya dong sama aku, aku bakal ati-ati kok, gak akan ceroboh, beneran aku janji kak." ide Katrin memang gila, tapi bagaimanapun juga itu yang paling efektif, terlebih memang Gala yang tiba-tiba mendekati Katrin, ini sangat menguntungkan.
Karla masih berfikir keras, dia tidak tahu apakah hal ini bisa menjadi cara ampuh untuk menangkap pelaku, dan mengungkap mafia Red Heart. Mereka merencanakan ini pada saat perseteruan palsu itu, sebenarnya mereka sudah merencanakan ini dengan matang, mereka berdua harus akting dengan sangat natural, mereka harus benar-benar meyakinkan jika Karla dan Katrin sedang berdeteru, hal ini pasti bisa memancing Gala, karena pada saat Karla dan Katrin berdebat, Karla melihat Gala berjalan melewati mereka, tapi dia berpura-pura tidak melihat perdebatan keduanya.
Akhirnya dengan berat Karla menyerahkan tugas itu pada Katrin, dan mereka memulai rencana mereka, sampai perseteruan mereka terlihat oleh Gala.
"Yes sesuai rencana kak..... kak ini pasti akan berhasil, kita harus tetap marahan.... maaf kalau ngomongnya terlalu kasar."
"Udah pergi sekarang, jangan ngobrol, kita obrolin besok." mereka berpura-pura berseteru agar Gala percaya jika Karla dan Katrin sedang ada masalah, dan ini mungkin bisa menjadi peluang bagi Gala untuk terus mendekati Katrin. Zea dan Irma belum mereka beritahu, karena Karla dan Katrin ingin rencana ini berhasil, dan mereka berdua tidak mau melibatkan kedua Zea dan Irma, karena bisa saja misi ini membahayakan nyawa mereka, jadi cukup Karla dan Katrin, dengan dibantu oleh Dafa dan juga daddy mereka.
Flashback Off
Sampai pada pertemuan Karla dan Farhan, Karla memiliki ide baru, dia juga akan meminta bantuan Farhan, dan tetap dalam misi awal, mereka akan tetap terlihat sedang marahan.
"Gue ketemu Farhan.... dan dia minta ikut gue ke mansion, lo harus dateng bareng sama Gala, jangan sampe gagal." pesan yang membuat Katrin terkejut, karena sudah lama sejak kepindahan mereka berdua, mereka belum bertemu dengan Farhan lagi.
"Wihh pasti kakak punye ide baru kan? tumben Farhan antusias banget main ke mansion." balas Katrin, biasanya Farhan akan membanggakan diri karena dia playboy.
"Biarin aja, kita bisa minta tolong sama dia, udah gue tunggu kedatangan lo sama Gala di mansion."
__ADS_1
"Siap kak.... "
Karla tahu jika Farhan menyukai adiknya, dan ini bisa jadi peluang, Karla yakin jika Farhan pasti mau membantunya. Sejak saat itu Farhan akhirnya mau diajak bekerjasama, dan Karla sudah menjelaskan situasinya, mereka berdua masih dalam actingnya masing-masing, tanpa ada yang curiga dengan perseteruan mereka termasuk Gala.
Gala semakin dekat dengan Katrin, ya meski harus berpura-pura Katrin harus bisa terlihat menyukai Gala bahkan sangat tertarik dengan Gala, ini bisa membuat Gala berfikir jika Katrin sangat mudah ditipu. Hari demi hari Karla dan Katrin selalu berhubungan diam-diam.
"Kak ada yang terus nguntit aku, dia cewe tapi gerak geriknya buat aku risih, kayaknya dia obesesi deh sama Gala, dia kayak gak terima gitu aku deket sama Gala." Katrin akhirnya bisa menemukan Karla lagi, dan dia mengadukan keluhannya tentang gadis yang selalu mengikutinya.
"Owhh gitu rupanya, lo hati-hati dulu, tahan sampe semua informasi Gala terungkap, gue sama Farhan bakal pastiin kalau informasi itu beneran akurat." sedikit lagi Katrin, dia harus bisa bertahan sampai semuanya terungkap, hanya tinggal selangkah lagi Karla dan Farhan menemukan bukti kuatnya.
"Aku tunggu kak, aku udah gak bisa lama-lama lagi sama Gala, aku takut dia membahayakan Zea sama Irma." Katrin ingin segera menyelesaikan ini, dan kembali hidup tenang.
"Ya udah aku pulang dulu, keburu Farhan dateng bisa gawat rencana kita." Katrin pun beranjak pergi, sebelum Farhan datang, karena sehabis ini tidak hanya Farhan, Dafa dan yang lainnya juga akan datang, ini akan mereka selesaikan, karena mafia Red Heart selalu membuat kekhawatiran dan kehaduhan masyarakat, dan harus benar-benar dibasmi hingga sampai ke akarnya.
"Bertahanlah sedikit lagi...... "
"Belum, gue lagi nyari markas utamanya, jika markas sudah ditemukan maka pelaku juga akan mudah untuk di tangkap, dan kita akan tahu siapa king nya." jelas Karla, bersamaan dengan hal tersebut Dafa datang bersama dengan ayahnya, hal ini juga harus diselesaikan oleh orang dewasa, jadi Karla membutuhkan bantuan mereka yang berpengalaman.
Farhan terkejut melihat Arsya, dia tidak tahu jika Arsya akan ikut andil dalam kasus ini, sungguh keluarga si kembar benar-benar sangat menakutkan, Farhan harus bisa mengambil hati keluarga Katrin terlebih dahulu, ini pasti akan sulit baginya, karena melihat keluarganya saja membuat Farhan ingin bisa melakukan banyak hal.
"Bagaimana situasinya?." Karla segera menjelaskan situasi saat ini, mereka sangat serius.
"Bagus segera temukan markas utama mereka, lalu buat rencana dengan matang." mereka terlihat sangat keren, Farhan baru pertama kali melihat ayah dan anak bekerjasama memecah masalah yang menurutnya bukan masalah sepele, ini menyangkut nyawa orang lain.
Karla juga benar-benar serius dengan hal ini, Farhan akhirnya tahu jika keluarga si kembar bukanlah keluarga biasa, mereka keluarga hebat dan sangat berpengalaman, hak ini sangat terlihat jelas dari situasi sekarang, dan yang terpenting adalah mereka sangatlah tenang, dan tidak tergesa-gesa.
__ADS_1
💕💖💕💖💕💖💕
Sementara Katrin segera pulang ke mansion, perasaannya sekarang sedang tidak enak, dia merasakan akan terjadi hal buruk sekarang, tapi dia berusaha tetap tenang. Hingga di detik berikutnya Katrin melihat ada yang sedang membuntutinya, dia menggunakan motor sport berwarna merah, dan melaju mengikuti mobil Katrin.
"Sial..... dia pasti penguntit itu.... kenapa dia sampai senekat itu, sekarang apa yang harus aku lakukan?." Katrin tidak tahu harus melakukan apa, sekarang situasinya sungguh menegangkan. Tapi Katrin yakin jika yang membuntutinya adalah si gadis penguntit.
Katrin dengan cepat menghubungi Karla, ini bisa jadi hal buruk jika dia tidak dengan cepat memberitahukan hal genting ini, Katrin langsung menelpon Karla tanpa basa-basi, mungkin jika ada Karla, mereka bisa menangkap gadis penguntit Katrin, dan bisa menjadi peluang untuk mendapatkan informasi tambahan.
Tapi karena tergesa-gesa mobil yang dikendarai Katrin sedikit oleng, dan akhirnya menabrak pohon yang ada di hadapannya, dia salah jalan, bahkan dia sudah tidak dalam jalur menuju mansion nya. Gadis tadi memberhentikan motornya yang jaraknya sekitar beberapa meter dari mobil Katrin, untungnya Katrin tidak mengalami luka serius, dia segera melepas bealboat nya, dan kabur memasuki kawasan hutan, karena tanpa sadar Katrin menyetir sampai ke tempat yang tidak diketahuinya.
"Sial dia kabur..... gue harus cari tuh cewe.... bener-bener bikin emosi... " kesal gadis tadi, dia tidak berhasil menemukan Katrin di mobilnya.
💕💖💕💖💕💖💕
"Katrin..... Katrin lo bisa denger gue kan..... " teriak Karla, karena tiba-tiba saja sambungan telpon Katrin terputus, dan Karla sempat mendengar suara benturan yang cukup keras.
"Ada apa Kar.. ? ada apa dengan Katrin? dia baik-baik aja kan?." Farhan ikut panik, begitu juga dengan Arsya dan Dafa, mereka sedang sibuk membicarakan langkah selanjutnya, hingga Katrin menelpon dan terdengar sangat terburu-buru, dan setelah itu panggilan terputus sepihak.
"Dad ini gawat kita harus segera tolong Katrin." dengan cepat Arsya segera keluar dari markas dan bergegas mencari keberadaan Katrin, mereka berangkat bersama.
"Apalagi ini, gue mohon lo harus selamat Katrin...... " batin Farhan, dia berharap gadis yang dicintainya tidak terluka.
Arsya meluncur dengan kecepatan tinggi menuju Katrin, untung saja Karla memasang robot pelacak buatannya, dia sengaja menaruh itu di ponsel milik Katrin setelah dia bercerita tentang gadis penguntit. Karla berhasil menemukan lokasinya, dan lumayan jauh dari kota, Arsya pun mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Karla.
Perasaan panik bercampur kekhawatiran, Arsya juga tidak mengira akan terjadi hal seperti ini, yang pasti mereka harus segera menemukan Katrin, jangan sampai mafia Red Heart menculik Katrin, karena sekarang mereka semakin merajalela, meski belum diketahui hal pastinya.
__ADS_1
"Sial.... lagi dan lagi aku membahayakan kedua putriku, daddy akan datang sayang....tunggu dan bertahanlah."