
Seminggu berlalu.....
Karla dan Katrin sangat senang dan mulai terbiasa tinggal bersama daddy nya bahkan mereka tidak ingin pergi jauh dari ayahnya, yang mereka inginkan adalah ayah dan ibu mereka menikah dan bersatu. Semantara kamar keduanya sudah separuh terbangun, mungkin dalam waktu satu bulan maka semua akan beres.
Sedangkan semua barang berharga milik si kembar, sudah di sediakan tempat khusus untuk menyimpan hal tersebut, Arsya takjub melihat begitu banyak penghargaan milik keduanya, namun dia belum memiliki waktu untuk bertanya pada kedua putrinya.
"Kak.... aku ingin bunda dan daddy bisa bersatu, dan kita akan menjadi keluarga yang untuh." keluh Katrin melihat jika Dinar sangat menjaga jarak dengan Arsya, padahal dengan sangat jelas Arsya sudah membuktikan keseriusannya.
"Iya benar.... bunda sangat menjaga jarak dari daddy.... bahkan banyak usaha yang sudah daddy lakukan untuk membuat bunda percaya... tapi tetap saja tidak ada hasil." Karla juga hal itu. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, hingga terbesit rencana untuk menyatukan bunda dan daddy mereka.
"Bagaimana kita rencanakan untuk menyatukan mereka kak.... aku yakin dengan bantuan kita daddy akan mudah mendapatkan hati bunda." usil Katrin dia sudah tidak tahan melihat seminggu ini Dinar tidak merespon Arsya.
"Itu ide bagus..... kita harus bicarakan ini pada daddy..... dan kita akan bekerja sama." Karla juga sependapat dan mereka akan merencanakan nya bersama Arsya.
Mereka pun sepakat untuk merencanakan semuanya dengan daddy nya, karena Arsya belum kembali dari perusahaan Karla dan Katrin menunggu kepulangan ayahnya mereka. Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, Dinar sudah menyiapkan makan malam seperti biasa, dia juga mulai terbiasa di mansion tersebut, ya meski dia tidak telalu menyukainya, tapi demi kedua putrinya dia rela.
Dinar juga sudah yakin dan percaya, bahwa Arsya akan membuktikan bahwa dia memang benar-benar bertanggung jawab, dan dia juga berusaha keras untuk mendapatkan hati Dinar selama satu minggu penuh. Namun hati Dinar masih belum bisa menerima Arsya sepenuhnya, karena dia masih khawatir keluarga dari Arsya tidak mau menerimanya, dan akan menganggap dia wanita penghibur, berlebihan memang tapi itulah yang kini dia pikirkan.
Apalagi Arsya belum memberitahukan yang sebenarnya tentang dirinya, dan juga si kembar kepada semua pihak keluarga Arsya. Karla dan Katrin sudah menunggu ayah mereka pulang di ruang tamu.
Satu jam berlalu, Karla dan Katrin bosan mereka sudah menunggu satu jam tapi daddy mereka belum juga menampakkan diri. Dinar juga sudah selesai membersihkan diri dan menuju meja makan.
"Kemana dia...? kenapa belum pulang?." pikirannya bertanya-tanya biasanya sebelum perang Arsya akan pulang dengan membawakan buket bunga anyelir untuknya.
Selama satu minggu lamanya Arsya sudah mengorek apa yang di sukai Dinar kepada Karla dan Katrin, jadi dia tahu jika Dinar menyukai bunga anyelir. Apalagi jika itu berwarna pink karena bunga anyelir memiliki banyak makna. jika berwarna pink yang dia sukai bermakna kelembutan wanita dan kasih sayang seorang ibu, karena dulu pada saat ibu Dinar belum meninggal selalu mengajarkan tentang makna tersembunyi dari bunga tersebut.
Hingga dia menyukainya dan menanam bunga tersebut untuk mengenang sang ibu. Bahkan dulu sebelum dia menetap di Jepang selama delapan tahun, setiap satu bulan dia akan pergi ke makam ibunya dan memberikan bunga kesayangannya, dan saat ini dia belum ke makam selama delapan tahun.
Tapi tak hanya berwarna pink, Arsya menambahkan warna putih di buket nya, dan membuat variasinya menjadi menawan, anyelir putih juga melambangkan kesetiaan dan juga perasaan cinta yang tulus dan murni dengan penuh rasa syukur. Karena Arsya mencintai Dinar dengan tulus dan bersyukur bisa mendapatkan wanita sebaik Dinar, meski dia mengakui jika Dinar wanita yang egois dan keras kepala.
"Bunda....kenapa daddy belum pulang?." Katrin bertanya karena yang di tunggu belum juga kembali.
"Sebentar lagi pasti daddy akan pulang, jadi bersabar ya sayang." Dinar mencoba menenangkan Katrin agar tenang.
__ADS_1
"Bunda telepon saja daddy." Karla mencoba mendekatkan Dinar dengan Arsya melalui tahapan yang kecil. Dinar tampak ragu dengan apa yang di katakan Karla, Dinar belum pernah sekalipun menghubungi Arsya, meski Arsya sudah memberikan ponsel merek terbaru. Tapi dia juga tidak membuang ponsel lamanya, karena banyak nomor penting, dan dia belum menyalinnya di ponsel barunya.
"Iya bunda.... ayo telepon daddy.... " pinta Katrin dengan suara imutnya. Membuat Dinar tidak tega, dia tahu jelas seberapa dekat Karla dan Katrin dengan Arsya, bahkan bisa di katakan lebih dekat Arsya di bandingkan dirinya.
Katrin mengedipkan satu matanya karena dengan rayuan imutnya mereka yakin Dinar akan mau menghubungi Arsya meski terpaksa.
"Ayo bunda.... kenapa lama sekali?." Katrin mendesak agar Dinar segera menghubungi.
"Baik sayang bunda akan menghubungi daddy kalian." Senyum tipis terbit di bibir mungil keduanya usaha kecil mereka berhasil. Dinar mencari nomor Arsya dan menyambungkan panggilan.
Namun sayangnya nomor Arsya tidak bisa dihubungi, Dinar mencobanya beberapa kali tapi tetap saja tidak dapat dihubungi. Tiba-tiba saja hatinya di landa kekhawatiran, entah perasaan apa ini tapi Dinar sungguh khawatir. Dia terpikir untuk menghubungi Aryan, tapi sayangnya dia tidak memiliki nomor milik Aryan.
"Aduhh.... kenapa nomornya tidak bisa di hubungi? kemana sebenarnya dia?." keluh Dinar dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan.
"Bagaimana bunda?."tanya Katrin.
"Daddy sulit di hubungi sayang.... tunggu ya bunda akan cari nomor paman Aryan, dan akan menanyakan padanya." Dinar menuju tempat kerja Arsya dan mencari nomor Aryan. Setelah mencari akhirnya Dinar berhasil mendapatkan nomor Aryan. Dinar segera menghubungi Aryan, panggilan pun tersambung.
"Selamat malam nona..... " sapa nya dari balik telepon
"Nona tuan Arsya sudah tidak ada di kantor. Dia sudah pulang beberapa saat lalu." jelasnya, yang dia tahu jika tuannya sudah pulang.
"Memang ada apa nona?." Aryan pun bertanya, karena Dinar akan cuek dan tidak peduli jika ini menyangkut Arsya, seminggu ini Aryan melihat jika Arsya sangat berusaha untuk mengambil hati Dinar, namun Dinar belum bisa menerima dan itu membuat Arsya sedikit banyak pikiran.
"Dia belum kembali.... apakah aku boleh meminta bantuan mu? Tolong cari dia Karla dan Katrin menunggu dia kembali, mereka sangat khawatir." Dinar hanya bisa meminta bantuan kepada asisten pribadi dari Arsya.
"Baik nona... saya akan mencari tuan kalau begitu saya pamit."
"Baiklah saya mengandalkan mu Aryan." panggilan pun di sudahi, tampak jelas jika Karla dan Katrin sangat mengkhawatirkan daddy mereka.
"Daddy pasti akan kembali, sekarang kalian makan malam dulu ok... setelah itu kerjakan PR." Dinar menyuruh kedua putrinya untuk makan malam, sepertinya Arsya akan pulang terlambat.
"Tapi bunda..... kita mau menunggu daddy." keluh Katrin, mereka hanya ingin menunggu daddy mereka datang. Karla juga ikut mengangguk, Dinar pun menjelaskan jika Arsya akan pulang terlambat.
"Sayang..... daddy akan pulang terlambat, kalain tahu kan jika daddy sekarang sedang sibuk bekerja, jadi Karla dan Katrin harus menurut ya." jelas Dinar.
__ADS_1
"Tapi bunda..... "
"Ayo Katrin kita harus makan sekarang, dan harus mengerjakan tugas sekolah, jadi kita harus menuruti ucapan bunda, daddy pasti akan pulang." Karla pun angkat bicara, dia tahu jika bundanya juga merasa khawatir, namun Dinar berusaha menutupinya hal itu membuat Karla senang karena rasa khawatir jika sudah tumbuh pasti nantinya akan hadir rasa perhatian, karena nantinya Dinar akan selalu memperhatikan keselamatan Arsya.
Akhirnya Katrin pun mengangguk, mereka berdua pun makan malam tanpa Arsya. Dinar juga tidak berselera makan entah apa yang terjadi tapi itu adalah kenyatannya. Setelah selesai makan Karla dan Katrin pergi ke kamar mereka untuk mengerjakan tugas, sementara Dinar menunggu kabar dari Aryan.
Perasaan khawatir Dinar semakin menjadi karena Aryan masih belum memberinya kabar, entah perasaan apa yang kini melanda nya seperti rasa khawatir bercampur dengan gelisah, dan itu tergambar jelas di wajahnya.
"Ada apa denganku....? kenapa gelanyar aneh seperti sedang memacu di dalam hatiku? huft... tenang Dinar dia pasti baik-baik saja." Gumamnya dia berusaha berfikir positif dan tetap tenang dia percaya jika Arsya pasti dalam keadaan baik saat ini.
πππππππ
Sementara Aryan sudah dalam perjalanan mencari tuannya, dia tahu bahwa Dinar tadi sangat khawatir terlihat dari nada bicaranya.
"Aku tahu nona Dinar sudah sedikit membuka hati untuk tuan Arsya.... semoga saja kalian berdua segera meresmikan hubungan.... tapi dimana tuan Arsya bukankah dia sudah pulang?." Aryan berharap tuan dan nona mudanya segera menikah dan meresmikan hubungan mereka.
Tempat pertama yang dia datangi adalah apartemen pribadi milik Arsya, karena bisa saja dia berada di sana. Sesampainya di sana ternyata tidak ada, Aryan pun pergi ke tempat lain yang pasti Arsya harus segera di temukan.
"Aduh..... tuan dimana anda sebenarnya? apa anda tidak khwatir dengan mereka yang sedang menunggumu." keluh Aryan, padahal mereka tadi keluar dari kantor bersama dan berpisah. Namun tiba-tiba saja dia teringat sesuatu jika Arsya akan pulang terlambat karena ada hal yang harus dia lakukan.
"Iya... aku ingat tuan bilang akan urusan dan pulang terlambat... oh ya ampun aku melupakan hal penting." Aryan membuka ponselnya dan mulai mencari dengan GPS, akhirnya di temukan lokasi Arsya sekarang.
"Ketemu akhirnya....tuan kenapa anda menyusahkan ku." Tanpa basa-basi Aryan langsung meluncur menuju lokasi tuannya sekarang
Membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai di sana, kini Aryan sudah sampai di lokasi Arsya saat ini, betapa terkejutnya ternyata dia sekarang ada di depan club malam, dan dia juga melihat mobil mewah milik Aryan terparkir disana.
"Hah.... apa-apaan ini tuan?! club apa anda sedang bergurau... oh ya ampunn apa lagi ini." dia tak menyangka jika Arsya pergi kesana, karena biasanya jika Arsya akan pergi ke club pasti dia mengajak Aryan.
Namun Aryan merasakan ada kejanggalan, tuannya pergi ke club sendiri itu adalah hal yang jarang dia lakukan, dengan cepat Aryan pun masuk untuk memeriksa benar atau tidak tuannya ada di sana.
**Like..... comment.... vote....
don't forget readers......βΊπ
Maaf jika up nya lama..... karena sedang menyelesaikan novel pertama saya, jadi mohon di maklumiπππβΊπ
__ADS_1
Tapi jika sudah rampung saya akan rajin up.... Terima kasih masih menunggu kelanjutannya πππππ**