Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
28 Kumohon ikutlah nona....


__ADS_3

Bibir Dinar bergetar dia belum siap, bahkan tak akan pernah siap berpisah dengan kedua putrinya, jerih payahnya untuk merawat dan membesarkan si kembar sangatlah sulit, apalagi tanpa adanya seorang suami.


"Aku hanya ingin memastikan bahwa anda adalah wanita itu, wanita yang pernah tuan Arsya tolong di hotel delapan tahun silam." Aryan mencoba mengingatkan kembali kejadian waktu itu. Dinar berusaha tenang dan berfikir positif, dia akan menyelesaikannya.


"Dania bawa Karla dan Katrin ke kamar mereka, aku akan berbicara empat mata dengannya." ucap Dinar menyuruh Dania membawa kedua putrinya ke kamar mereka, karena ini adalah masalah serius.


Dania pun mengangguk dia menggandeng Karla dan Katrin, dan membawanya ke kamar mereka. Tinggalah Aryan dan Dinar, kini Dinar sudah tak bisa mengelak lagi jika bawahan Arsya sudah menemukan tempat tinggalnya.


"Apa maumu?." tanya Dinar dan menatap dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Begini nona.... apakah anda tahu jika tuan Arsya mencari anda sejak kejadian itu? tuan ingin bertanggung jawab, tapi kenapa anda pergi?." Aryan melontarkan pertanyaan karena Dian tak habis pikir dengan jalan pikir Dinar.


"Aku tidak pedulikan hal itu, kau tahu karena dia aku di jebak, dan kau pikir aku yang bersalah atas semua ini? aku pergi karena aku tak mau berurusan dengan dia, sudah cukup mahkota ku di renggut walaupun itu dengan niat menolong." Dinar sudah tak bisa menyimpan rasa sakit karena telah di jebak yang membuat dia kehilangan keperawanannya yang sudah dia jaga.


"Tapi nona kami juga tak tahu jika anda telah di jadikan alat olehnya, itu semua di luar ketidaktahuan kami, tuan Arsya juga korban hingga dia terpaksa menolongmu, jadi jangan beralasan jika anda adalah satu-satunya yang tersakiti." Aryan tak terima karena keduanya juga sama-sama korban.


"Tapi tetap saja aku masih tak bisa memaafkan kalian semua.... aku yang notabene tak tahu apapun dijadikan korban atas permusuhan kalian." Dinar tetap tidak terima dengan hal itu, dia masih bersikukuh bahwa hanya dia yang tersakiti.


"Terserah anda saja nona, tapi ingat satu hal bahwa tuan Arsya tak pernah berhenti mencari keberadaanmu karena dia merasa sangat bersalah, dia sudah mengerahkan semuanya hanya demi wanita seperti anda." Aryan sudah muak dengan semua alasan Dinar.


Dinar bungkam seketika mendengar jika Arsya mencarinya karena merasa bersalah dengan merenggut kehormatan nya. Dinar sudah tak bisa berkata lagi, dia mencerna semua perkataan Aryan.

__ADS_1


"Dan taun Arsya tak pernah berhenti selama delapan tahun untuk mencari tahu keberadaan mu, dia hampir putus asa karena sangat sulit menemukanmu. Dia bahkan tak memikirkan cinta ataupun menikah dengan yang lain." Aryan memberitahu semuanya tentang Arsya.


"Tak satu detikpun dia ingin berhenti, karena wanita yang bisa menyentuh nya hanyalah dirimu, bahkan tak pernah ada yang mampu menjadi kekasih nya, karena hanya anda yang sudah tersimpan di dalam hati dan pikirannya." Aryan berhenti sejenak, Arsya mengeluhkan semuanya pada Aryan, hati dan pikirannya sudah tertuju pada Dinar dan Arsya tak akan merubah hal itu.


"Setelah mengetahui bahwa kedua nona kecil adalah putrinya kandungnya, tuan sangat bahagia dia tak menyangka jika hubungan tanpa sengaja itu telah membuatnya menjadi seorang ayah. Anda tahu nona tuan Arsya sangat mencintaimu meski dia selalu menyembunyikan nya." Aryan menarik nafas dalam, Dinar mencerna satu per satu semua yang di ungkapkan Aryan padanya.


Tak menyangka jika semuanya menjadi rumit, bahkan Dinar berfikir jika semua yang di lakukan dia adalah benar, tapi kenyataannya Arsya begitu bahagia mengetahui semunya.


"Kenapa kalian seyakin itu jika kedua putriku adalah anak dari tuanmu?." Dinar masih saja menyangkal, dia juga ingin tahu darimana mereka tahu jika kedua anaknya adalah putri dari Arsya.


"Kami sudah melakukan tes DNA dengan sempel rambut milik nona Katrin, kami mengambilnya saat nona Karla kecelakaan, dan tuan Arsya juga mendonorkan darahnya pada nona Karla, karena mata dari kedua nona kecil sangat mirip degan tuan Arsya, jadi tuan Arsya ingin memastikan kebenarannya." jelas Aryan dia tak bisa menyembunyikan semua ini lagi, Dinar harus tahu agar dia tak bisa mengelak.


"Anda tak bisa mengelak lagi nona, bahwa tuan Arsya adalah ayah biologis dari kedua nona kecil." ucapnya lagi, Dinar tak percaya jika Arsya sudah melakukan sejauh ini. Ketakutan Dinar semakin besar karena bagaimanapun juga semua ini pasti akan terkuak oleh Arsya, karena dia berhak tahu kalau dia sudah memiliki anak.


"Tolong pikirkan lagi nona..... pikirkan perasaan nona Karla dan Katrin mereka pasti ingin bertemu degan ayah mereka, mereka pasti ingin merasakan kehadiran seorang ayah, jadi jangan bersikap egois hanya karena anda belum bisa memaafkan. Semua itu hanyalah masa lalu dan kita jadikan semua itu sebagai pelajaran, bukan hanya terus menghindar." Aryan berusaha meyakinkan Dinar agar bisa melupakan masa lalu.


"Saya tahu kebimbangan anda, tapi yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan kedua nona kecil, saya tahu ini berat bagimu dan juga sulit.... tapi percayalah hanya itu jalan keluar satu-satunya. Tuan Arsya pasti senang bertemu dengan kedua putrinya, jadi anda tak perlu khawatir jika tuan Arsya tak mengakuinya." Aryan terus memberikan alasan yang masuk akal, agar Dinar bisa berdamai dengan keadaan.


"Tapi aku tak bisa mempertemukan kedua putriku dengan dia..... pasti dia akan mengambilnya dariku." Dinar masih tak bisa membuat keputusan begitu saja.


"Saya mengerti lebih baik nona bicarakan ini dengan tuan Arsya, kalian adalah orang tuanya dan saya tidak akan ikut campur, tapi jika nona bersikeras tak ingin mempertemukan mereka maka itu adalah hal yang salah, mungkin saja tua Arsya akan bersikap tegas tentang hal ini." Aryan tetap bersikukuh agar Dinar bisa memberikan izin.

__ADS_1


"Atau bagaiamana jika anda kembali ke Indonesia? dan menyelesaikan di sana, jika nona setuju maka akan aku beritahu tuan Arsya." tawar Aryan untuk mengajak kembali ke Indonesia dan pasti Arsya sendiri yang akan menjemputnya.


"Aku tak mau kembali ke sana, ada banyak alasan aku meninggalkan negaraku jadi kau tidak berhak memaksaku kembali ke sana." tegas Dinar, dia tak mau betermu dengan keluarga nya rasa sakit yang dia derita tak akan bisa memaafkan perlakuan keluarganya.


"Kumohon nona ikutlah....tuan Arsya yang akan menjamin semuanya, keselamatan anda dan juga kedua nona kecil tuan Arsya sendiri yang akan menjemputmu dan membawamu kembali kesana." pinta Aryan memohon agar Dinar mau kembali ke negaranya.


Dinar bangkit dari duduknya, Aryan sudah berbicara terlalu jauh dan Dinar tak mau membahas apakah dia akan kembali atau tidak, Dinar tak tertarik dengan hal itu.


"Pergilah..... katakan pada tuanmu aku menolak untuk kembali ke negara asal ku... hidupku damai disini... jadi jangan pernah memaksaku." ucapnya penuh penekanan, Dinar tak suka dengan paksaan.


"Tapi nona..... "


"Diam.... tak usah berbicara lagi lebih baik urusi saja urusanmu, ini adalah masalahku dengan tuanmu. " potongnya dia pun beranjak pergi tanpa berbicara lagi pada Aryan, biarkan dia yang menyelesaikan masalahnya dengan Arsya.


Aryan sudah tak bisa membujuk Dinar, yang bisa hanyalah Arsya seorang, mereka memang perlu berbicara berdua agar bisa mendapat solusi terbaik, dan tak akan ada yang akan di rugikan. Aryan pun pergi tak ada gunanya terus membujuk atau meyakinkan Dinar.


"Aku harus segera menghubungi tuan Arsya, hanya dia yang bisa membujuk wanita keras kepala seperti nya." gumam Aryan yang sudah berada di mobilnya, Aryan segera mengubah Arsya, Aryan sudah kehabisan kata-kata karena Dinar terlalu keras kepala. Aryan sudah kesal dengah sifat nonanya, biarkan mereka berdua menyelesaikan masalahnya sendiri.


**Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca karyaku, dengan memberikan like, vote dan comment agar semangat upnyaπŸ˜Šβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™


Don't forget guys πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


Ikuti kisahnya semoga terhibur dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir, jangan lupa tambahkan ke rak buku favorit β˜Ίβ˜ΊπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™**


__ADS_2