
Seminggu penuh adalah waktu yang tidak sebentar, setelah penetapan tanggal pernikahan yang di umunkan oleh pihak keluarga Azhar, mereka langsung mempersiapkan segala yang akan di dibutuhkan dari mulai dekorasi, undangan dan lainnya.
Sementara Dinar pergi bersama Haya ke butik yang sangat terkenal di kota ini, yang ternyata itu adalah butik milik calon mertuanya. Mereka akan memilih gaun pengantin yang akan di kenakan oleh Dinar dan juga Arsya, begitu juga dengan aksesoris nya.
"Mamah senang akhirnya Arsya akan segera menikah, mamah juga kaget mendengar dia sudah memiliki anak kembar, tapi dia sudah menjelaskan semuanya, jadi kamu tidak perlu merasa bersalah dengan kejadian masa lalu." ucapnya, Haya tidak mau jika Dinar merasa bersalah.
Haya hanya tidak mau ini menjadi rumit, Haya yakin dan percaya, jika Dinar adalah wanita baik-baik, dia yakin Dinar bisa merubah Arsya menjadi seperti dulu lagi, yang ceria.
"Terima kasih untuk semuanya mah...aku hanya berharap Karla dan Katrin di akui oleh ayahnya, dan tidak menginginkan hal yang lebih." Jelas Dinar, dia hanya ingin kedua anaknya mendapat kasih sayang dari ayahnya, meski dia tidak menikah dengan Arsya, dengan di akui keduanya itu sudah lebih dari cukup.
"Tidak sayang... mamah harap kalian bisa bersatu, agar tidak ada korban anak dalam keluarga kalian, meski mungkin kamu belum mencintai Arsya, tapi mamah yakin kalian akan saling mencintai." Haya hanya tidak mau jika Karla dan Katrin kekurangan kasih sayang, hanya karena kedua orang tua mereka tidak bersatu.
"Iya mah.... sekali lagi Dinar berterima kasih." ucap nya lagi, mungkin ucapan terima kasih masih belum cukup untuk membalas kebaikan keluarga Azhar, yang sudah mau menerima nya dan juga kedua putrinya. Haya tersenyum bahagia, mereka pun melanjutkan sampai ke tempat tujuan.
Sampailah mereka di butik megah dengan nuansa modern, dan sekitar tiga lantai tingginya, sungguh butik yang sangat besar dan memang benar ini adalah butik terkenal di kota ini, Dinar juga ingin sekali masuk ke dalam butik tersebut, tapi karena uang yang dia miliki tidaklah banyak, tapi dia malah di persilahkan masuk dan memilih berbagai macam gaun dan pakaian yang dia suka, namun saat ini yang paling di penting kan adalah gaun pernikahannya.
Haya menuntun Dinar ke dalam memasuki butik, sambutan para karyawan karena mereka tahu pemilik butik tersebut sedang berkunjung. Mereka saling menatap, karena hari ini Haya membawa seorang wanita cantik, namun berpakaian sederhana, dan bukan dari kalangan atas.
"Zoya.... " panggil Haya pada salah satu karyawan, dia memilih Zoya karena dia adalah anak yang tidak banyak bicara saat bekerja, dan juga sangat jujur dan disiplin.
"Iya ibu.... " sahut Zoya dan langsung mendekat kepadanya, para karyawan memang di perintah untuk memanggil Haya ibu daripada sebutan nyonya.
__ADS_1
"Ikut aku ke ruang gaun pengantin, karena saya dan calon menantu saya akan memilih gaun." titah Haya pada Zoya, dia sedikit menekankan kata calon menantu, agar semua karyawan disana tidak ada yang boleh menyukai atau memiliki Arsya. Para karyawan tercengang mendengar penuturan atasan mereka, belum pernah ada yang bisa meluluhkan hati Arsya, tapi kali ini ada seorang wanita sederhana yang bisa melakukannya, dan bahkan akan menjadi pendamping Arsya.
"Baik bu, akan saya antar mari.... " Zoya mempersilahkan mereka, dia mengantar kan sampai kesana. Tempat gaun pengantin lengkap dengan aksesoris nya berada di lantai tengah. Dinar takjub dengan semua yang ada di sini, pakaian dengan model yang bermacam-macam, dan desain yang sangat indah.
"Pilihlah yang kamu suka sayang... mamah akan mencari pakaian yang akan di kenakan oleh keluarga agar serasi. " ucap Haya dan pergi ke tempat pakaian yang di buat khusus untuk pakaian keluarga.
"Iya mah.... " Haya pun beranjak pergi, sementara Dinar memilih gaun yang selama ini dia khayalkan, dulu sewaktu dia masih bekerja, dia berkeinginan menikah dengan menggunakan gaun yang dia pilih, dia berharap hal itu terjadi, dan akhirnya semua terjawab.
Dinar tidak terlalu menyukai hal yang mencolok, dia lebih suka yang sederhana namun mewah, meski dia belum terlalu paham masalah gaun atau aksesoris pelengkap lainnya, tapi karena ini adalah hari spesialnya, dia harus bisa memilih yang terbaik.
💕💖💕💖💕💖💕
"Aku tidak mau tahu.... kamu harus bisa menemukan dimana putri kurang ajar mu, aku tidak terima karena dia perjodohan antara Lena dan pengusaha kaya itu gagal total." umpat Siska ibu tiri dari Dinar, ternyata Lena sudah mengetahui jika Dinar lah wanita yang di pilih Arsya sebagai istrinya, dan dia mengadukan hal itu pada ibunya.
Tapi semuanya sudah tidak ada artinya, Abbas termakan omongan Siska, dia juga mengikuti alur yang di buat oleh istri barunya, sehingga dia terbutakan dan menganggap Dinar adalah anak pembawa sial, sungguh Abbas ingin meminta maaf pada Dinar putrinya, meski dia tahu luka yang di berikan seorang ayah pada putrinya adalah hal yang paling menyakitkan.
"Hah kasihan...? apa kamu tidak mengaca, kau bahkan sudah menyiksa dan mengusir putrimu sendiri, pokoknya aku tidak terima jika dia harus menikah dengan putra keluarga Azhar, hanya Lena saja yang pantas bersanding dengannya." Desis Siska, dia tidak peduli dengan Dinar, dia hanya menganggap Dinar hanyalah penghalang baginya.
"Aku menyesal telah melakukan itu padanya, sudah cukup, aku ingin putriku Dinar bahagia, dan aku akan meminta maaf padanya atas perlakuan ku padanya, dan aku sekarang telah sadar semua yang kamu lakukan adalah untuk kesenangan mu sendiri." Abbas sudah menyadari semuanya, dia akan memohon maaf kepada putri nya, dan berharap bisa memperbaiki hubungan antara ayah dan anak.
"Terserah kau mau berbicara apa... aku tidak akan peduli, aku akan mencari cara agar Lena lah yang menikah dengan Arsya bukan malah anak mu yang tidak tahu diri itu." umpat Siska, dia sungguh membenci Dinar sampai akarnya.
__ADS_1
"Sudah cukup....!! aku muak mendengar hinaan yang keluar dari mulut kotormu ituu." sentak Abbas, suaranya dia sedikit di tinggikan, dia sudah muak dengan Siska yang selalu merendahkan Dinar. Abbas pun berlalu pergi, dia sudah tidak mau mendengar ocehan Siska.
"Dasar tua bangka.... aku tidak akan tinggal diam, aku akan berbuat sesuatu agar pernikahan itu tidak terjadi. " Siska tidak akan diam saja, dia akan melakukan hal licik agar Dinar tidak menikah dengan Arsya.
Abbas yang mendengar umpatan Siska hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia sudah tidak mau berurusan dengan Siska lagi, dia tidak akan menuruti perkataan Siska lagi, sudah dia tidak mau hal buruk itu terulang lagi pada putri nya.
"Maafkan ayahmu ini nak.... ayah akan selalu mendoakanmu dan juga mendoakan laki-laki yang nantinya akan menjadi suamimu. Maaf ayahmu kini sangat menyesal, ayah tidak akan mengulang kesalahan yang sama." Abbas sungguh menyesal, semenjak kepergain istri pertama nya, dia bukannya menyenangkan Dinar, tapi malah membuat goresan luka di hati putri nyanya semakin dalam.
💕💖💕💖💕💖💕
Dinar sudah memilih gaun dan juga perhiasannya, dan tak lupa berterima kasih kepada karyawan yang telah membantunya. Bersamaan itu Haya juga sudah selesai memilih baju untuk keluarga yang akan di kenakan. Haya mengajak Dinar untuk ke ruangannya beristirahat sejenak sebelum menyiapkan hal lainnya.
"Mah.... ada yang ingin Dinar katakan.... " ucap Dinar, entah kenapa sudah dua hari ini dia terus memikirkan ayahnya. Mereka duduk bersebelahan di ruangan Haya.
"Kamu ingin membicarakan apa sayang.....?. "Tanya Haya, dia melihat Dinar begitu serius hari ini.
"Begini mah.... sudah dua hari aku kepikiran dengan ayahku, sudah lama aku tidak bertemu dengannya, dan aku belum tahu kabarnya. Apalagi sebentar lagi aku akan menikah, aku ingin ayahku yang mewakilinya karena bagaimana pun itu dia tetap ayah ku." permintaan Dinar, meskipun Haya tahu jika ayahnya pernah berbuat buruk padanya, tapi bagaimanapun juga dia tetaplah ayahnya, yang akan menjadi wali nikah dari calon menantunya.
"Mulia sekali hatimu sayang..... mamah akan menyetujuinya, nanti mamah akan suruh Dani untuk menemui ayahmu dan juga keluarga mu." ucap Haya menyetujui permintaan Dinar. Dia akan menyuruh orang kepercayaan keluarga Azhar.
"Terima kasih mah..... aku sangat berterima kasih mah, maaf permintaan ini terlalu berlebihan." Dinar sangat bersyukur memiliki calon mertua yang sangat baik, bahkan mau menerima permintaannya.
__ADS_1
"Tidak sayang.... tidak apa, itu hal wajar, karena bagi setiap anak perempuan pasti ingin di dampingi sosok ayahnya di acara pernikahannya." jelas Haya, dulu dia ingin sekali ayahnya berada di sampingnya, tapi sayangnya ayahnya sudah tiada, jadi dia tidak melarang Dinar untuk tidak di wakili ayah nya.
"Sekali lagi terima kasih mah..... " Dinar tersenyum lembut kepada Haya. Mereka pun meneruskan pembicaraan dan juga langkah selanjutnya untuk persiapan acara pernikahan.