Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
112-Hilangnya Katrin


__ADS_3

Karla dan yang lainnya masih terus mencari keberadaan Katrin mereka menyusuri sekitar, dan benar saja mereka menemukan mobil Katrin yang menabrak pohon, mereka segera mencari Katrin berharap dia selamat dari kecelakaan tersebut. Dafa segera memeriksa mobil bersama dengan Farhan, tapi sayangnya tidak ditemukan sosok Katrin, bisa saja dia masih terkapar di mobilnya, tapi mereka tidak benar-benar menemukan Katrin.


"Sepertinya Katrin sudah meninggalkan mobil ini, ayo kita cari kedalam hutan." kekhawatiran mulai timbul di hati mereka, berharap Katrin bisa segera ditemukan, dan pastinya Katrin memang sudah berlari ke dalam hutan.


Farhan sangat kalut dia tidak mau Katrin terluka, apalagi sampai hilang, Arsya dan Karla juga tidak bisa membiarkan hal tersebut terjadi, terlebih jika Dinar tahu pasti akan memperburuk keadaan. Mereka terus menyusuri hutan, tapi Katrin masih belum ditemukan, malam semakin larut, tapi tidak ada tanda keberadaan Katrin, mereka hampir putus asa.


"Bagaimana ini Kar....? kita masih belum menemukan Katrin."


"Kita cari lagi..... jangan menyerah, Katrin pasti akan segera di temukan." Dafa yakin Katrin baik-baik saja, dia gadis pemberani, meski memang tidak selincah Karla, tapi kenyataannya Katrin memang tidak suka kekerasan apalagi sampai main fisik.


"Sudahi saja Dafa..... kita akan cari besok, aku akan mengirimkan bawahan ku untuk mencari Katrin.... " ucap Arsya dengan wajah yang sudah berubah dingin, dia akan menyuruh bawahannya untuk menyusuri setiap inci hutan.


"Sudahi bagaimana kak? kita tidak bisa membiarkan Katrin di luar sendirian.... apa kakak tidak memiliki perasaan?." kesal Dafa dengan yang baru saja Arsya putuskan.


"Karena bisa saja ini jebakan." terka Dhafi yang sudah curiga akan hal ini, seperti bukan kebetulan, tapi sudah direncanakan. Dan mereka tidak boleh lengah dengan hal semacam ini.


"Kita bisa segera menemukan markas mereka, jadi lebih baik kita siapkan semuanya, kita akan berantas mafia Red Heart, ini bisa jadi peluang kita." jelas Karla, ini bisa jadi petunjuk mereka untuk menemukan markas.


"Tapi kita tidak bisa mengorbankan Katrin begitu saja....." Dafa masih belum yakin, bukankah ada cara agar tidak melibatkan Katrin? dans sebenarnya apa rencana Karla dan Arsya.


"Aku tidak mengatakan bahwa aku mengorbankan putriku, tapi jika sudah begini aku juga tidak akan tinggal diam." Arsya juga sudah muak dengan masalah yang belum terselesaikan, bagaiaman keluarganya akan hidup tenang jika masih ada pengusik yang terus mengganggu ketentraman keluarganya.


Terlebih robot pelacak milik Karla yang dibawa Katrin tiba-tiba mati, dan tidak bisa memberikan sinyal padanya, ini yang membuatnya semakin rumit, tapi waktu sudah memasuki malam, hal ini hanya akan dilakukan oleh bawaha Arsya ataupun bawahan Dafa, dan mereka mungkin akan mencari dengan mengandalkan anjing, karena memasuki wilayah hutan akan sangat beresiko.


"Bisakah kalian tidak berdebat? ini masalah sedang genting, kita harus segera cari solusi." Karla pusing mendengarkan kedua orang dewasa beradu mulut, rasanya dia ingin mengamuk, bisa-bisa nya mereka berdebat dikala masalah sedang rumit.


Semenjak Arsya menjadi ayah, dia cenderung lebih cerewet, padahal dulu dia sangatlah dingin dan irit bicara, memang ketika menjadi orang tua banyak yang mereka khawatirkan.

__ADS_1


"Lalu apa rencana kita kali ini Karla? pasti kami akan membuat rencana gila seperti biasanya." Dafa tahu jika Karla sudah muak dan kesal, dia pasti akan membuat rencana yang tidak masuk akal, persis seperti Arsya waktu sebelum menikah.


"Gue yakin Katrin baik-baik aja..... dia pasti tahu apa yang harus dia lakukan, kita atur rencana ulang, percuma juga sepertinya Katrin sudah tidak ada di hutan ini...... " Karla sangat yakin kembarannya sudah keluar dari hutan ini, dan pastinya baik-baik saja.


"Lalu kemana dia pergi? bukannya hutan ini sangat luas?." Farhan tidak habis pikir Karla akan mengatakan hal tersebut, padahal mereka tidak tahu apakah keadaan Katrin baik atau tidak.


"Lo diem aja.... hutan ini sangat kami kenal, terlebih Katrin tahu jalan keluar yang aman, dia pasti bakal cari cara buat kasih sinyal ke gue melalui robot pelacak." insting Karla tidak pernah melesat, Katrin tidak bisa diremehkan, meski dia tidak mahir berkelahi, tapi dia sangat hebat dalam menemukan solusi disaat genting.


"Jadi sekarang kita balik?." tanya Dafa lagi.


"Iya kita pulang, dan bawahan daddy yang akan mengawasi sekitar hutan, karena bisa saja ada penjahat yang sedang mencari Katrin.


Akhirnya mereka semua menuruti perkataan Karla, mereka keluar dari sana dan pulang ke markas Dafa untuk rencana lanjutan. Sebenarnya Dafa tidak yakin dengan hal tersebut, tapi jika Karla sudah mengatakannya maka dia akan percaya, Dafa juga ikut mengerahkan bawahannya.


💕💖💕💖💕💖💕


Beberapa menit sebelum kedatangan Karla dan yang lainnya......


"Sial.... tapi kayaknya aku bisa langsung tahu sebenarnya siapa gadis ini, dan apa rencananya, bisa saja gadis ini bersekongkol dengan Gala." gumamnya, kini rasa takut itu berubah jadi rasa penasaran, dan Katrin ingat jika robot pelacak yang Karla pasang padanya masih menempel di telinganya.


"Jangan lakukan apapun, gue gak akan segan-segan buat lo terluka." ancam Flare, tapi Katrin tidak peduli. Dengan perlahan dia mulai mengaktifkan robot pelacaknya, tadi sempat mati akibat dari benturan dan membuatnya mati, tapi untungnya tidak rusak.


Katrin dibawa entah kemana oleh Flare, dan menjauh dari jalan ramai, Katrin tidak kenal dengan rutenya mungkin karena kurangnya pencahayaan lampu di sekitar jalan, suasana menjadi makin sepi dan senyap, tidak ada kendaraan yang berlalu lalang, Katrin mulai khawatir sebenarnya dia akan dibawa kemana oleh Flare.


"Sebenarnya kau mau bawa aku kemana?." tanya Katrin, namun Flare hanya diam, dan itu membuat Katrin kesal.


"Ckkk." Katrin mendecakkan lidahnya, sebenarnya apa yang mau Flare lakukan pada Katrin? sampai-sampai dia menculiknya, ini melanggar aturan dan hukum dan dia masih dibawah umur.

__ADS_1


"Kita akan segera sampai." singkatnya, motornya berbelok kearah selatan dan terlihatlah bangunan yang cukup besar, dan terlihat terurus rapih.


"Ehh... kami tuh melanggar aturan menculik aku, lepasin aku ok.... aku gak ada urusan sama kamu, aku gak akan deketin Gala lagi." pintanya, entah kenapa sekarang perasaannya mulai tidak enak, terlebih dengan respon Flare yang datar dan terkesan dingin, dia jadi ingat Karla.


Flare memberhentikan motornya, mereka turun dari motor, kini rasa takut Katrin semakin besar, Flare melepaskan helm nya, dengan cepat dia langsung menggandeng tangan Katrin, mereka berjalan menuju bangunan besar tersebut. Cahaya disana tidak terlalu terang, karena hanya menggunakan lampu temaram, Katrin tahu sepertinya gadis tersebut menyimpan rahasia, dan feeling nya mengatakan untuk segera menjauh dari bangunan besar itu.


"Aku tidak mau masuk.... lepaskan aku.... " bisik Katrin dengan suara bergetar, perasaannya sangat tidak tenang, namun Flare sengaja menutup pendengarannya, bahkan dia masih menggandeng tangan Katrin.


"Lepaskan aku..... " Katrin berusaha menarik tangannya, tapi dia tidak berhasil. Flare terus berjalan menuju pintu masuk bangunan tersebut.


Kini nampak lah dengan jelas bangunan tersebut, ada dua orang penjaga yang menunggu dipintu masuk, berwajah sangar dengan banyak tato dan tindikan dibagian tubuhnya, Katrin tahu ini bukanlah hal baik, dia memasuki sarang orang jahat, yang entah bagaimana dia akan keluar dari sini.


"Aku mohon lepaskan aku..... " pintanya lagi, dengan masih berusaha melepaskan diri.


"Heh.... melepaskan? ini akibatnya jika lo main-main sama kita, inget lo gak akan bisa lepas setelah ini." Katrin kaget setelah mendengar penuturan dari Flare, apalagi dengan menyebut nama 'kita' bisa dipastikan dia memiliki teman yang lainnya, yang Katrin tidak tahu seperti apa mereka.


"Aku harus buat cara untuk segera kabur.... "


Flare berhenti di depan pintu yang lumayan besar, pintu tersebut otomatis, dan terlihat sangat kokoh, yang mengejutkan adalah lambang yang terpampang jelas di pintunya, Flare menekan tombol untuk memberitahu kedatangannya.


"Gue udah dapetin apa yang lo mau..... " ucapnya, seketika membuat Katrin meremang, sebenarnya apa yang terjadi sekarang, kenapa mereka menginginkan dirinya. Katrin masih memperhatikan lambang tersebut dengan jelas, apakah dia salah atau benar.


Lambang yang begitu bersinar karena warna merah terangnya, berbentuk segilima dengan ranting yang menjalar disekitar seginya yang berwarna emas, dan ditengahnya terdapat gambar hati yang sangat jelas, dan jangan lupakan nama dari lambang itu, tertulis di bagian bawah gambar hati tersebut 'Red Heart' pintu itu juga ditunjukan dengan nama 'Leader' yang berarti itu adalah ruangan dari pemimpin Red Heart.


"Hah..... mafia Red Heart...... aku telah diculik oleh mafia kejam ini.... " Katrin terpaku, dia diam seketika, pada akhirnya Katrin lah yang tertangkap oleh mafia bejat ini. Sebenarnya Katrin sudah tahu tentang seperti apa mafia Red Heart, dia telah dibertahu oleh Karla atas kecurigaan besar menghilangnya para siswi sekolah.


Mata Katrin sudah memanas, bagaimana bisa dia lengah, dan gadis penguntit ini adalah salah satu bawahannya, bisa dikatakan jika Flare adalah anjing peliharaan Red Heart, Katrin tidak tahu akan berakhir seperti ini, sekarang perasaannya sangat takut.

__ADS_1


Suara pintu terbuka dengan otomatis, dan terlihatlah laki-laki berdiri di ambang pintu, dengan bertelanjang dada, wajahnya tidak terlihat jelas karena rambut bagian depannya penutupi wajahnya. Dia tersenyum iblis kearah Katrin yang masih mematung, kini nyawa Katrin sedang diujung keselamatan, dia tidak tahu akan seperti apa setelah memasuki markas ini.


"Selamat datang Katrin...... "


__ADS_2