Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
25 Aksi dua K bagian 02


__ADS_3

Sesampainya di taman sekitar pukul delapan siang, pekerjaan hotel mulai di lakukan dan keberuntungan ternyata berpihak pada mereka, karena Aryan sudah kembali ke Jepang. Taman yang di tuju keduanya harus melewati pembangunan hotel dan tidak menyebrang jalan, jadi mereka mudah untuk sampai di sana.


"Paman Aryan sudah kembali, ini kesempatan kita kak." ujar Katrin dengan senang karena Aryan sudah kembali.


"Benar, ya sudah ayo berjalan seakan tidak melihatnya." rencana mulai berjalan, meraka akan berpura-pura tidak melihat Aryan, yang kini sedang meneliti bangunan yang sudah separuh terbangun.


Karla dan Katrin berjalan bergandengan tangan, dan tanpa melihat Aryan. Aryan berjalan dan memperhatikan bangunan, tapi netra matanya menangkap kedua kembar imut yang berjalan melewati koridor bangunan. Dia yang melihat keduanya pun segera menyusul mereka dan mengikuti Karla dan Katrin, karena Arsya sudah menugaskan padanya untuk mengawasi keduanya dan mencaritahu tempat dimana mereka tinggal.


Karena pekerjaan proyek meski di hari weekend sekalipun pasti akan selalu ada yang bekerja, atau hanya sekedar memeriksa kekurangan bangunan, begitu juga dengan Aryan yang sedang memeriksa kualitas bangunannya.


"Itu nona kecil aku akan ikuti mereka."Aryan berjalan dengan cepat untuk mengejar mereka, dan membawa sesuatu untuk di berikan kepada mereka atas permintaan Arsya. Dia juga mengingat ucapan Aryan untuk berbicara seperti biasa agar keduanya tak curiga.


"Berbicara lah seperti biasa agar kedua putriku tak curiga, dan jangan panggil mereka dengan embel-embel nona kecil atau apalah itu, apa kau mengerti?. " Arsya sudah menitahkan, karena dia ingin membuat kejutan untuk mereka bertiga, dan juga agar Dinar tak melarikan diri lagi.


Aryan menemukan Karla dan Katrin yang sedang duduk berbincang dengan senyum yang terpancar di wajahnya. Aryan mendekati mereka, dia tak menyangka jika tuannya sudah menjadi seorang ayah, dan kini dia berhadapan dengan putri atasannya.


"Hai.... boleh paman duduk bersama kalian?." izin Aryan.


"Eh... paman Aryan... kemana saja? kenapa lama sekali perginya?." tanya Katrin dengan sandiwaranya. Aryan mendudukkan diri di sebelah mereka, dia menggaruk rambutnya yang tak gatal.


"Anu.... ada urusan penting yang harus paman kerjakan." ucapnya sambil tersenyum kikuk.


"Ohhh." Keduanya hanya ber 'oh' ria.


"Oh ya bagaimana keadaan Karla?." tanya Aryan yang melihat jika Karla sudah membaik.


"Aku baik." jawab Karla singkat dengan wajah datarnya.


"Jiplakan tuan Arsya..... datar sekali anda nona Karla, aku jadi tidak sabar melihat tuan Arsya mendapat jawaban dingin dari putrinya." batin Aryan yang melihat wajah datar Karla yang sangat mirip Arsya.


"Syukurlah kalau begitu.... kalian disini sedang apa? kenapa hanya berdua, dimana ibu kalian?." tanya Aryan, karena tak melihat ibu si kembar.


"Kita di sini ya mau bermain, kalau bunda lagi banyak pekerjaan di rumah." jelas Katrin.

__ADS_1


"Oh jadi begitu, paman boleh bertanya sesuatu pada kalian?." tanya Aryan, membuat keduanya mengernyitkan dahi mereka.


"Bertanya apa paman?."


"Paman belum pernah bertemu bunda kalian, boleh paman tahu siapa namanya?." tanya Aryan dengan sedikit ragu, karena Karla menatapnya dengan tatapan tajam, persis dengan Arsya.


"Untuk apa menanyakan nama bunda kami?." akhirnya kini Karla buka suara, sebelum Katrin berbicara.


"Anu.... paman hanya ingin tahu saja karena sudah lama tak melihat kalian bersama dengan bunda kalian." jawab Aryan asal, dia gelagapan akibat tatapan Karla yang menusuk.


"Jika paman ingin berkenalan dengan bunda kami datanglah di weekend minggu depan ke rumah kami." ucap Karla, dia sudah tak bisa menundanya lagi, dan ini adalah kesempatan bagus.


"Wah.... memangnya boleh paman berkunjung?." tanya Aryan untuk menyakinkan ucapan Karla.


"Boleh lah paman, aku akan menuliskan alamatnya." ucap Katrin dan mengambil buku kecil di saku pakaiannya. Dia memang selalu membawa buku kecil serta bolpoinnya. Tanya mungilnya menulis sesuatu di kertas.


Katrin memberikan alamat lengkap rumah mereka, misi kali ini berhasil dan sukses, tanpa susah payah keduanya bisa membawa Aryan untuk bertemu bunda mereka.


"Makasih karena memperbolehkan paman mampir ke rumah kalian." senang Aryan, dia juga tak perlu repot mencari keberadaan Dinar, kedua putrinya malah memberikan alamatnya tanpa di minta oleh Aryan.


Keduanya sempat berfikir untuk menerima atau menolak, akhirnya Karla mengangguk memperbolehkan Katrin menerima pemberian Aryan.


"Baiklah kami terima pemberian paman, terima kasih banyak kemarin paman membantu kami." Ucap Katrin dan menerima pemberian Aryan, dia tersenyum dengan begini maka Arsya akan senang. Arsya membelikan sepasang gelang berbeda warna, biru dongker dan merah muda karena Arsya tidak tahu apa kesukaan kedua putrinya.


Aryan pun beranjak pergi karena masih banyak urusan, sedangkan Karla dan Katrin langsung pulang, karena aksi mereka telah beres dan berhasil, tinggal menunggu kedatangan Aryan ke rumah mereka, untuk bertemu dengan Dinar.


πŸ’•πŸ’–πŸ’•πŸ’–πŸ’•πŸ’–πŸ’•


Sementara Arsya akan menyelesaikan semuanya dalam satu atau dua hari, karena dia juga sudah tak sabar bertemu dengan wanitanya dan juga kedua putri kembarnya. Kini dia sedang berada di ruangan pribadi keluarga Azhar, kali ini Arsya akan menunjukkan bukti kuat agar perjodohan nya di batalkan.


"Ada apa memanggil kami ke ruang pribadi?." tanya Devan yang aneh dengan permintaan Arsya agar mereka berkumpul di ruang pribadi.


"Ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada kalian berdua." ucapnya tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Hal penting apa? ya sudah kami akan mendengarkan." Haya pun menyetujui permintaan putranya.


"Aku ingin membatalkan perjodohan bodoh ini Mah, Yah.... " ucapnya membuat Haya terlonjak dengan ucapan Arsya.


"Apa?! membatalkan perjodohan? tidak bisa sayang memangnya alasan apa yang membuatmu berubah pikiran?." tanya Haya yang tek habis pikir dengan jalan pikir Arsya.


"Dia buka wanita baik-baik Mah, Arsya bisa jamin itu." elaknya.


"Tahu apa kamu tentang wanita pilihan Mamah." marah Haya, karena putranya menghina wanita pilihannya. Devan mencoba menenangkan Haya agar mau mendengarkan apa yang di katakan Arsya.


"Mah tenang, kita dengarkan apa yang di katakan Arsya."


"Ayah kenapa bela dia terus? dia itu sudah menghina wanita." Haya masih saja marah.


"Terserah mamah, aku sudah punya bukti kuat mengenai dia, mamah pasti akan menyesal menjodohkan aku dengannya." Kini Arsya tak peduli dengan omelan Haya.


"Buktikan jika omonganmu benar, tapi jika kamu berbohong mamah akan langsung menikahkan kamu dengan dia hari ini juga. " ancam Haya.


"Baiklah, tapi jika aku yang benar mamah jangan paksa aku untuk menikahi gadis pilihan mamah." Arsya juga mengajukan syarat, agar nantinya Haya tak mencarikan wanita untuk di jodohkan dengannya lagi, karena dia akan membawa Dinar ke Indonesia dan memperkenal pada keluarganya.


Sebenarnya Haya tak mau menyetujui apa yang di ucapkan Arsya, karena dia sudah ingin mendapatkan menantu lagi, karena menantu yang satunya tinggal di luar negeri bersama anak pertamanya. Dan itu yang membuat Haya selalu kesepian.


"Baiklah mamah setuju asalkan kamu juga segera memperkenalkan wanita pilihanmu pada kami. " dengan berat hati Haya menyetujui syarat Arsya.


"Ayah juga setuju dengan syaratmu, tapi berjanjilah segera bawa wanita pilihanmu, kami akan menerima menantu kami apa adanya. " Devan juga menyetujuinya, kelurahan mereka tak pernah membedakan orang lain berdasarkan stastus sosial, karena yang terpenting adalah adab dan sopan santun.


"Aku berjanji akan membawa wanita pilihanku secepatnya." ucapnya dengan keyakinan kuat di hatinya.


**Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca karyaku dengan memberi dukungan like, vote dan comment β˜ΊπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™


don't forget guys πŸ˜Šβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™


Maaf jika upnya tidak tentu karena saya juga menulis karya yang lainβ˜ΊπŸ˜ŠπŸ™πŸ™

__ADS_1


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk mampir di karya novel kuπŸ™πŸ™πŸ˜Š


Ikuti terus kelanjutannya semoga terhiburπŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Šβ˜Ίβ˜Ί**


__ADS_2