
Beberapa bulan berlalu.......
Pagi itu Dinar dan Dania pergi weekend seperti biasa, mereka menghabiskan waktu bersama, sebenarnya Dinar kesal dengan Arsya, karena beberapa bulan terakhir ini dia begitu amat sibuk, Dinar ingin tahu sebenarnya apa kesibukan Arsya itu sehingga dia begitu mementingkan di banding keluarganya, bahkan pada saat weekend pun hanya beberapa kali Arsya mengajak keluarganya.
"Aku merasa ada sesuatu yang sedang Arsya lakukan, beberapa bulan ini dia sangat sibuk Nia." keluhnya, Dinar berharap tidak akan terjadi hal buruk pada keluarga nya.
"Apa kamu tidak mencoba menanyakan langsung pada suamimu itu? mungkin dia akan menjelaskan padamu." Dania juga penasaran, karena yang dia tahu Arsya sangat perhatian pada Dinar dan juga anak mereka, tapi memang yang di katakan Dinar benar adanya.
"Baiklah aku akan menanyakan kepadanya minggu depan." Dinar sudah tidak bisa menahan lagi, sebenarnya apa yang di lakukan suaminya akhir-akhir ini.
"Iya Nar, semua pasti baik-baik saja, tidak usah khawatir." Dania mencoba menenangkan pikiran sahabatnya itu.
💕💖💕💖💕💖💕
Flashback on
Satu bulan setelah pertemuan dengan si kembar....
"Dinar.... " panggil seseorang membuat lamunan Dinar buyar. Matanya membelalak sempurna setelah dia melihat sosok yang sudah lama tidak bertemu.
Wajah gagah dan sipit dengan setelan jas nya, berjalan kearahnya sesekali dia merapihkan dasi yang betengger di lehernya, membuat penampilannya semakin cool.
"T-tuan Kenzo..... " kagetnya, tidak menyangka akan bertemu dengan mantan atasannya.
Kenzo mendudukkan dirinya di hadapan Dinar, wanita yang sudah lama ingin dia temui, karena tahu Dinar sudah menjadi istri dari salah satu perusahaan ternama, Kenzo jadi tidak bisa seenaknya meminta bertemu, tapi kali ini adalah sebuah kebetulan yang mungkin tidak terduga.
Dinar memang sedang berada di pusat perbelanjaan, untuk membeli kebutuhan rumah dan lainnya, jadi dia memutuskan berbelanja sendiri, karena menyuruh pelayan rumah kadang tidak memuaskan Dinar, dia juga sekalian membeli keperluannya.
"Tidak usah memanggilku dengan formal Dinar." Kenzo tidak mau pertemuan ini berantakan hanya karena Dinar pernah bekerja di bawah pimpinan nya.
"Ohh baiklah Kenzo." jawabnya dengan tersenyum. Sebelum melanjutkan pembicaraan, Dinar tidak lupa untuk memesankan makanan, karena kebetulan Dinar baru saja selesai berbelanja, dan istirahat sejenak di cafe mall tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan mu dan juga keluargamu?." tanya nya.
"Semua baik-baik saja, bagaimana dengan mu sendiri?."
"Aku juga baik Dinar..... "
"Syukurlah, apa kamu sudah menikah?." tanya Dinar dengan wajah ragu, sebenarnya dia takut menanyakan hal ini pada Kenzo, tapi dia juga penasaran.
"Aku masih sibuk dengan pekerjaan ku, masih banyak yang harus ku urus dahulu." penjelasan yang amat monoton untuk kelas pembisnis yang sangat memprioritaskan perusahaan mereka.
"Ohh semoga lancar selalu." Dinar tidak bisa berkata apapun lagi, karena ucapan Kenzo seakan membuatnya bungkam seketika.
"Iya semoga saja." beberapa saat suasana menjadi canggung.
"Oh ya apa sekarang ada yang sedang kamu urus di Indonesia?." tanya Dinar untuk membuyarkan suasana canggung mereka.
"Ada bisnis penting yang sedang aku urus, dan ini sangat penting, jadi aku memutuskan untuk kesini sendiri." jelasnya, Dinar hanya mengangguk mengerti.
Karena jam sudah menunjukkan sore hari, Dinar harus bergegas pulang, dia pun berpamitan dengan Kenzo.
"Baiklah berhati-hati lah di jalan, sampai jumpa lagi." Kenzo tidak bisa mencegah Dinar, karena bagaimanapun dia sudah menjadi milik orang lain.
Kenzo terus memperhatikan punggung Dinar hingga hilang dalam keramaian, dia masih mencintai Dinar, meski dia bukan miliknya, hatinya masih belum melepaskan, sehingga Kenzo sulit untuk mencari pengganti nya. Mungkin perlahan Kenzo akan mulai melepaskan meski berat, karena dia juga harus tetap melanjutkan hidup.
"Kebahagiaan akan selalu bersamamu Dinar.... doaku akan selalu ada untukmu." gumam nya, kini yah bisa dia lakukan adalah melihat kebahagiaan orang yang dia cintai, meski tidak bersamanya.
Flashback Off
Sementara bisnis keduanya lancar, dengan cara mereka sendiri yang tidak di ketahui satu sama lain, begitu juga dengan Arsya yang tidak tahu jika si kembar sudah berhasil menjadi pembisnis, meski masih dalam tahap awal.
Pembangunan markas hacker milik Karla telah berhasil di bangun dalam waktu satu bulan, dan dia sudah memindahkan semua keperluannya disana, markas tersebut bisa di bilang villa pribadi miliknya, jangkauannya yang amat sulit, dengan rute yang tidak di mengerti oleh orang biasa, mungkin hanya segelintir orang yang bisa melewati rute menuju villa rahasia miliknya.
__ADS_1
Karla sengaja membuat villa yang jauh dari jangkauan manusia, dan dari keramaian. Sementara Katrin sudah memiliki saham yang cukup besar, bisa di katakan ini adalah kemajuan bisnis mereka dalam waktu beberapa bulan mereka berhasil dalam membangun bisnis.
"Mungkin nanti jika sudah berhasil akan ku beritahukan hal ini pada kakak... " gumamnya Katrin pasti akan memberitahukan hal tersebut pada Karla dan juga keluarga yang lain, tapi sebelum itu adalah perencanaan pembangunan perusahaan miliknya, Katrin juga sudah punya orang yang bisa dia percaya, dan bahkan pembangunannya sedang di lakukan.
"Halo paman.... bagaimana pembangunan nya?." tanya Katrin dari sambungan telpon.
"Tenang saja Katrin, paman sudah memulainya dia bulan terakhir ini, dan sekarang tinggal beberapa ruangan yang masih dalam proses." jelasnya, Katrin sangat terbantu dengan adanya paman tersebut.
"Wah paman terima kasih banyak atas bantuannya, dengan ini nantinya kita akan bekerja sama, kalau tidak ada paman mungkin aku tidak akan bisa membangun perusahaan ku sendiri." Katrin sangat-sangat berterima kasih, karena gadis kecil seperti dia mana mungkin bisa membangun dan merintis perusahaan dari nol.
"Tidak Katrin paman sangat tulus membantumu, kita sudah bekerja sama, jadi kamu sudah menjadi rekan bisnis paman. " Kenzo kaget bukan kepalang ketika tahu jika Katrin sangat mahir dalam berbisnis, hingga akhirnya mereka bekerjasama, dan dalam waktu dekat saham mereka melonjak naik dengan sangat drastis, dan itu membuat Kenzo syok.
Ya paman yang membantu Katrin dalam membangun dan perusahaan adalah Kenzo, tapi dana tetap dari Katrin, karena uang Katrin cukup untuk membangun kantor, dan Kenzo menyarankan untuk membangun kantor dengan ukuran dua lantai, dan tidak terlalu besar, karena ini adalah perusahaan baru.
"Baiklah paman, sekali lagi aku ucapkan banyak terima kasih, tapi aku katakan satu kali lagi paman, ini adalah rahasia antara aku dan paman, biarkan orang menganggap perusahaan milikku adalah milik paman, identitas ini akan aku buka setelah umurku di atas tujuh belas tahun, jadi sambil menunggu aku serahkan semuanya pada paman..... " Katrin sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena dia yang masih di bawah umur belum bisa membuka identitas aslinya.
"Tenang saja manis.... paman janji akan jaga rahasia ini dengan baik, serahkan sisanya pada paman." Kenzo sebenarnya sangat senang bisa membantu Katrin, ini adalah masalah mudah, Kenzo hanya melakukan hal yang belum bisa Katrin lakukan, yaitu menjadi CEO dari perusahaan milik Katrin, dan mengikuti rapat dengan kolega, dan masalah pengurusan perusahaan adalah bagian pekerjaan Katrin. Semua sudah di atur oleh Katrin.
Dan sebagai bayarannya Katrin harus bekerjasama dengan perusahaan milik Kenzo. Dengan begitu masalah sudah teratasi, sementara identitasnya harus tetap di sembunyikan sampai Katrin sudah cukup umur.
"Paman tidak keberatan membantu kamu manis, percayalah pada paman. Sekarang kamu harus mulai fokus pada sekolah. " Kenzo merasa tidak keberatan atas hal tersebut, yang terpenting adalah dia bahagia. Kenzo percaya jika Katrin sangat berpotensi dalam hal bisnis, oleh karena nya dia percaya jika perusahaan nya akan maju.
"Aku akan percaya pada paman.... " ucapnya dan mengakhiri panggilan telpon mereka.
"Akhirnya semuanya berjalan lancar, dengan begini aku bisa sedikit bersantai dan kembali fokus sekolah." Karena selama ini Katrin begitu memikirkan perkembangan bisnisnya, tapi dia juga tidak lupa untuk fokus pada sekolah.
"Disini rupanya kamu.... " suara datar membuat Katrin terlonjak kaget.
"Eh kakak..... selalu saja mengagetkan." gugup nya, dia berharap Karla tidak mendengar obrolan nya dengan Kenzo.
"Ayo kembali ke kelas, ini sudah jam masuk." keduanya pun kembali ke kelas.
__ADS_1
Sebenarnya Karla sudah amat curiga dengan apa yang Katrin lakukan, terlihat Katrin yang amat sibuk, hal itu tidak terlewat dari perhatian Karla, tapi dia tetap diam, karena ingin Katrin yang memberitahukan sebenarnya kesibukan apa yang sedang dia rintis.
Jadi Karla tinggal menunggu Katrin berbicara, dan Karla yakin Katrin pasti akan memberitahukan nya, dia paling tahu jika adiknya itu tidak bisa menyembunyikan rahasia darinya.