Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
23 Mereka berdua anakku?


__ADS_3

Beberapa hari sebelumnya.....


Hasil tes DNA sudah muncul setelah Arsya tahu kebenaran tentang Lena, Aryan sudah mengambil hasil tesnya dan kini tinggal memberitahukan kepada tuannya. Aryan sudah berada di halaman luas mansion milik Arsya, karena dia tak mau satu rumah dengan orang tuanya, Arsya lebih suka sendiri.


"Semoga hasilnya adalah benar, jika benar maka kedua kembar imut itu adalah putri dari tuan Arsya." gumamnya dia berharap jika Karla dan Katrin adalah putri tuannya, Aryan sudah tahu banyak tentang keduanya karena rencana dari mereka berjalan lancar hingga membuat keduanya dekat dengannya, tapi Aryan tak curiga, jika ternyata keduanya sedang bersandiwara.


Aryan berjalan menuju ruang pribadi milik Arsya, dia juga ingin cepat mengetahui kebenarannya. Aryan mengetuk pintu ruangan tersebut.


"Masuk." Aryan membuka pintu dengan perasaan tak menentu.


"Langsung saja." ucapnya Arsya juga sudah tak sabar untuk mengetahui kebenarannya, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, namun dia berusaha menutupi apa yang sedang dia rasakan.


"Baik tuan saya akan bacakan hasilnya." Aryan membuka hasil tes DNA milik si kembar. Mata Aryan membelalak tak percaya dengan hasilnya.


"Nona Karla dan Katrin 99,9% adalah putri kandung anda dan ini adalah hasil yang nyata bukan rekayasa." jelas Aryan.


Seketika jantungnya serasa berhenti berdetak, mengetahui jika memang keduanya adalah putrinya, hatinya merasa sangat bahagia mengetahui kebenaran yang tak terduga.


"M-mereka berdua anakku?..... apa ini tidak salah Aryan. " ucapnya dengan terbata, dia tak menyangka sudah menjadi seorang ayah.


"Benar tuan mereka berdua adalah putri kandung anda dengan nona Dinar..... selamat atas keberhasilan anda tuan, nona yang anda cari selama delapan tahun akhirnya sudah di temukan, bahkan sudah memiliki dua berlian." Aryan senang akhirnya tuannya bisa bertemu dengan wanita yang selama ini dia cari.


Arsya tersentuh dengan perkataan Aryan, ini baru pertama kalinya dia merasa sangat bahagia, karena sejak dulu Arsya tak pernah merasakan kebahagiaan seperti saat ini, karena dia sibuk dengan dunianya hingga tak ingat dengan kebahagiaan keluarganya.


"Akhirnya kutemukan dirimu, aku akan segera membawamu kemari dan juga kedua putri kita, tunggulah aku datang." ucapnya dengan binar bahagia, Aryan pun tak menyangka seorang berdarah dingin bisa sampai terharu.


"Semoga dengan adanya nona Dinar dan juga kedua nona kecil, bisa mengubah kehidupan tuan Arsya dan bisa membuat tuan Arsya selalu tersenyum." batin Aryan penuh harap, karena dia tahu penderitaan yang di alami oleh Arsya, dan dia juga sudah menjadi saksi semua yang di lakukan oleh tuannya.

__ADS_1


Menjadi pembunuh, pendendam dan juga menjadi pria yang tak tersentuh. Aryan adalah saksi bisu atas segala yang terjadi di masa lalu hingga sekarang. Masa lalu yang membuat dia menjadi psychopath yang sangat menakutkan. Namun hari ini semuanya seakan hilang dari Arsya, kini dia tersenyum penuh kebahagiaan bahkan Aryan tak percaya akan hal itu.


"Apa kau tahu di mana mereka tinggal?." tanya Arsya yah sudah tak sabar bisa menemui mereka.


"Saya pernah di beritahu, karena setiap pagi nona Karla dan nona Katrin selalu berangkat melalui rute dekat dengan pembangun hotel." jelas Aryan, yang memang biasa mengantar keduanya agar tak terluka, karena sedang ada pembangunan.


"Kau mengantarkan mereka? kemana Dinar apa dia tak mengantarkan kedua putriku?." tanya Arsya tak percaya jika kedua anaknya tak diantar sampai ke sekolah.


"Kedua nona selalu bercerita pada saya tuan, mereka sudah mandiri dan tidak akan selalu merepotkan bundanya, dan juga kedua nona adalah gadis mandiri tuan." Aryan sedikit membicarakan keduanya, karena di kagum dengan kedua anak tuannya.


"Lalu? apalagi yang kau tahu? beritahu semuanya padaku." Arsya jadi ingin tahu semuanya tenang kedua putrinya.


"Anu..... keduanya juga mendapat julukan kembar imut di daerah tempat tinggalnya dan juga di sekolah, karena wajah mereka berbeda dari yang lain, apalagi mata hijau keduanya."


Arsya senang mendengar jika kedua putrinya memiliki julukan sama seperti dirinya yang sedari kecil mendapat julukan, bahkan sampai saat ini.


"Huh.... tapi anda tetap arogan tuan." batin Aryan dengan senyum yang di paksakan.


"Iya tuan.... dan keduanya sangat berbeda sifatnya... jika nona Katrin adalah yang paling ceria dan ramah sifatnya sedikit pemalu persis seperti nona Dinar.... sedangkan nona Karla sifatnya persis dengan anda, sifat tuan menurun padanya." tambahnya lagi, karena sering bersama Aryan bisa melihat perbedaan keduanya.


"Benarkah? maksudmu putriku yang mengalami kecelakaan beberapa hari lalu?." Arsya tak percaya jika salah satu putrinya menuruni sifat dingin dan datarnya, padahal Arsya berharap keduanya seperti ibunya, pasti nantinya dia akan kesulitan untuk membujuknya.


"Benar tuan, sedikit bicara dan tak suka berbasa-basi jadi yang selalu berbicara adalah nona Katrin."


"Huh.... ya ampun kenapa harus sifatku yang menurun... semoga saja dia tak mengikuti jejak ku yang berdarah dingin. " ucapnya, dia hanya berharap jika Karla tak mengikuti jejaknya yang suka dengan kebrutalan dalam menghukum manusia. Arsya juga sadar jika memang dia sangat tragis dan tanpa belas kasihan, saat membunuh manusia.


"Saya juga berharap begitu tuan." Aryan pun sama tak ingin melihat pembunuhan, dia sudah kenyang melihat semua orang matin dengan sangat keji dan sadis.

__ADS_1


Namun tak menyangka jika Arsya akan berbicara banyak hal padanya, dan ini sungguh di nantikan oleh Aryan.


"Hari ini anda sudah banyak bicara tuan, tidak seperti biasanya." mendengar ucapan Aryan seketika Arsya memasang wajah dinginnya dan menatap tajam dan sangat menu duk ke arah Aryan.


Dengan cepat Aryan membekap mulutnya dengan satu tangan, dia sadar jika ucapinnya telah membuat mood Arsya menjadi buruk.


"I'm dead.... aduh keceplosan.... ni mulut harus di sekolahin dulu.... " batinnya merutuki kebodohannya.


"Itu bukan urusanmu.... " ucapnya dengan dingin.


"Maaf tuan saya tidak bermaksud_"


"Diam kau jika kau membuka mulut lagi akan aku robek mulutmu." ancam Arsya membuat Aryan begidik ngeri.


"Karena aku sedang bahagia maka aku ampuni." ucapnya membuat Aryan lega.


"Saya tak akan mengulangi nya lagi tuan.... " ucapnya sambil membungkukkan badannya.


"Ok.... cari tahu alamat rumah Dinar di Jepang sekarang, dan segera selesaikan tugasmu, aku akan menyusul mu jika masalah di sini selesai." titahnya, dia menyuruh Aryan kembali ke Jepang, dengan tanpa ekspresi dia pun pergi meninggalkan Aryan tanpa menunggu jawaban nya.


"Huh.... aku selamat keceplosan gue.... untuk lagi bahagia si bos, kalau gak udah mati gue... " ucapnya bernafas lega setelah Arsya pergi.


"Nona Dinar dan kedua putrinya bisa menjadi penyelamatku.... aku yakin seratus persen jika tuan Arsya akan berubah berkat mereka." gumamnya yang ikut bahagia, jika nantinya Dinar dan juga kedua putrinya akan membuat perubahan besar dalam hidup Arsya.


**Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberi like, vote dan comment sebanyak-banyaknya β˜ΊπŸ˜ŠπŸ™πŸ™


don't forget guys☺😊😊 kau selalu menantikan dukungan kalian😊😊

__ADS_1


Ikuti terus kisahnya dan jangan lupa tambah ke tak buku favorit πŸ’– Terima kasih telah mampir ke karyaku semoga terhibur πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™**


__ADS_2