Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
83-Kebenaran Sesungguhnya


__ADS_3

Bagian 2


Setelah dewasa akhirnya Asfi memutuskan kembali ke indonesia untuk melihat keadaan ibu dan juga adiknya, dia belum dapat kabar lagi dari keduanya, entah kenapa perasaannya begitu tidak enak seakan hal buruk terjadi.


Saat ini Asfi sudah menjadi CEO dari salah satu perusahaan ternama setelah keluarganya, akhirnya dia bisa membuktikan semuanya pada ayahnya, dan juga memberi kebahagiaan kepada sang ibu dan Arsya.


Namun kenyataan pahit yang di dapati Asfi, ketakutannya menjadi nyata, Arsya telah di beri tugas pertama untuk membunuh seseorang, ya yaitu ayah Alan. Ayah Alan sudah bekerja lama di keluarga Azhar, tapi tanpa kesengajaan dia mendengar pembicaraan Devan dengan orang di telponnya.


"Aku hanya ingin kau mengubah nama pewarisnya menjadi milikku, Haya hanyalah wanita bodoh, dan dia hanyalah alat untuk menuju pada tujuanku."


"Semua akan ku kuasai termasuk mafia milik ayahnya, dengan begitu semua adalah atas namaku." Gian terkejut setelah mendengar percakapan tuannya, yang ternyata melakukan hal keji, yang belum mengetahui sifat sesungguhnya Devan hanyalah Arsya, Haya dan Asfi masih tutup mulut mengenai hal itu.


Namun siapa sangka Devan mengetahui nya dan menyuruh Arsya untuk membunuhnya dengan dalih Gian berkhianat pada keluarga besarnya, karena prinsip yang diajarkan Devan pada Arsya adalah lindungi keluarga dari seseorang yang berkhianat, dan hal itu masih Arsya pegang.


"Arsya melakukan pembunuhan?."


"Iya nak... adikmu sudah termakan omongan ayahmu, jika terus seperti ini adikmu akan terus menurut pada ayahmu." Haya tidak tahu harus berbuat apa, di sisi lain dia tidak mau Arsya terjerumus ke jurang kegelapan yang akan menghancurkan sisi kemanusiaan nya, sementara di sisi lain Haya tidak mau kedua putranya mati di tangan ayahnya sendiri.


"Apa sebaiknya kita beritahukan hal itu pada Arsya?."


"Jangan mah... ini bukan waktu yang tepat, aku yakin suati saat akan ada waktu dimana kita bisa memberitahukan hal ini, ayah pasti akan berpura-pura baik di hadapan Arsya, jadi dia juga tidak akan menyakiti kita." semua perlu waktu, dan harus di atur dengan sangat matang, apalagi Arsya sudah begitu percaya pada ayahnya.


"Kamu benar nak.... tapi mau sampai kapan kita bungkam? ayahmu semakin berkuasa di rumah ini, mamah yakin suatu saat jika dia berhasil dengan ambisinya dia pasti akan membuang kita, dan menguasai semuanya." Haya begitu takut dengan kemungkinan besar yang akan terjadi di kemudian hari.


"Mamah tenanglah..... kita akan atasi ini bersama dan perlahan-lahan, aku yakin semua nya akan teratasi." Asfi akan lakukan apapun jika menyangkut keluarganya, dia yakin akan ada jalan keluar.


"Mamah tidak bisa tenang jika dia masih berada di sini, mamah mohon lakukan sesuatu nak... mamah mohon." pintanya dengan sangat, Haya memang mencintai Devan, tapi semenjak dia membunuh ayahnya, semuanya telah hilang, meski dia harus terus berpura-pura di depan Arsya, itu semua hanyalah topeng belaka.


Asfi hanya diam memikirkan permohonan ibunya, meski sekarang sudah mempunyai perusahaan besar, semua itu tidak akan mampu untuk menangkap dan mengungkap siapa sebenarnya Devan, dia adalah lelaki yang bersembunyi di balik wajah ramahnya, namun yang sebenarnya dia adalah lelaki yang rela melakukan apa saja untuk menuntaskan dendam dan juga ambisinya.

__ADS_1


"Aku pasti akan melakukannya mah, tapi tidak sekarang, karena kekuasaanku tidak sebesar apa yang dia miliki." batinnya, dia harap ibunya lebih bersabar.


Hingga sampai Asfi menikah dan masih berada di luar negeri, Asfi sudah banyak mendengar tentang Arsya yang kini menjadi laki-laki berdarah dingin, pembunuh tanpa ampun, sang psychopath sejati yang belum juga mengetahui kebenarannya. Dan beberapa saat setelah itu Asfi mendengar jika adiknya tidak sengaja menghamili seorang wanita yang baru dia temui, karena mungkin ini bisa menjadi kesempatan besar, akhirnya Asfi memutuskan pindah dan menetap di Indonesia lagi.


Asfi masih terus menyelidiki Devan secara diam-diam tanpa ada yang tahu sampai saat ini, ternyata Asfi berhasil menemukan hal tak terduga, Devan telah membangun markas besar bahkan lebih besar dari milik keluarga Azhar, dan tidak hanya itu anggota mafianya sudah tersebar di berbagai daerah.


Flashback Off


Selepas kepergian Haya dari mansion nya, Asfi kembali mengingat masa lalu yang begitu mengenaskan, Asfi masih bersabar untuk melihat peluang besar ketika Devan sedang lengah, hal itu pasti akan menguntungkan nya, karena Asfi tahu jika ayahnya orang yang sangat licik dan tidak berperasaan, jadi Asfi harus berhati-hati.


Tok.... tok... tok...


"Ayah Karla ingin bertemu denganmu."


"Baiklah biarkan dia masuk saja sayang."Asfi tidak menyangka keponakannya akan datang berkunjung.


"Wah keponakan uncle berkunjung nih.... tumben kamu datang sendiri, Katrin mana?." tatapan Karla seperti biasa begitu dingin dan menusuk.


"Oh begitu.... apa kamu datang sendirian?."


"Tentu saja uncle, aku ingin membicarakan hal penting denganmu."


"Hal penting apa manis?."


Karla memberikan sebuah map berwarna hitam, Asfi pun langsung melihat isi map tersebut karena penasaran, seperti nya ada hal penting yang ada di dalam map tersebut. Asfi membacanya dengan teliti, banyak yang tidak di ketahui oleh nya, tapi Karla hampir mengetahui semuanya.


"Daddy dan bunda sedang ada masalah kesalahpahaman, bunda kecewa denga daddy karena bersama wanita bernama Hayfa, uncle Dafa mengatakan jika daddy membuat rencana yang begitu ceroboh." jelas Karla panjang kali lebar, Asfi terkejut mendengar celotehan Karla yang begitu banyak, ini bukan seperti Karla yang biasanya.


"Lalu Hayfa bekerjasama dengan sang dalang? yang berarti dia bekerja sama dengan nya." dia tak habis fikir, jika Hayfa akan bekerja sama dengan ayahnya.

__ADS_1


"Dengan siapa uncle? apa uncle tahu seseorang yang menyuruh Hayfa itu?." Asfi langsung terdiam mendengar pertanyaan Karla yang begitu sat-set.


"Bukan siapa-siapa manis, lalu apalagi?." Asfi berusaha mengalihkan pembicaraan, tapi kurasa itu gagal total.


"Cepat beritahu aku uncle, waktunya sudah tidak banyak."


"Waktu apa maksudnya Karla, berbicara lah dengan jelas." Asfi tidak mengerti apa maksud perkataan Karla.


"Waktu kita tidak banyak uncle, aku tahu keluarga besar kita dalam bahaya kan? sekarang aku sudah mengetahui dalang nya, dalang di balik kehancuran keluarga ini." Asfi membelalakan matanya, Karla sudah menyelidiki sejauh ini.


"B-bagaimana kamu tahu Karla?." Asfi sudah tidak bisa berkata apapun lagi pada Karla, sejak kapan dia tahu, apa keponakan sehebat itu.


"Aku tidak tahu masa lalu seperti apa yang telah terjadi di keluarga ini, tapi pelaku sesungguhnya adalah kakek, bukankah benar apa yang kuucapkan?."


"Uncle kita harus segera bertindak, aku tahu Hayfa sudah di peralat oleh kakek, untuk membuat daddy dan bunda bertengkar, dan hal itu pasti akan membuat daddy lengah." Karla akhirnya tahu motif yang sesungguhnya, setelah mendengar pertengkaran daddy dan bunda nya Karla pergi ke villa nya untuk memastikan Ferdi.


Dan benar saja semuanya terkuak, Karla melihat dari kamera yang di pasangkan pada Ferdi. Karla syok karena kakeknya adalah dalang di balik semua kejadian yang telah terjadi.


"Baiklah mungkin saat nya kini kita bertindak, dan menangkap bedebah itu, meski kita tahu dia adalah kepala keluarga Azhar, aku tidak peduli, yang sekarang kita lakukan adalah mengeksekusi dia." akhirnya dia bertekad untuk menyelamatkan keluarga, sebenarnya Asfi takut menghadapi masalah ini, ingin rasanya dia kabur.


Tapi jika dia terus melarikan diri, maka keluarganya akan terus terbelenggu. Dan kini saatnya Asfi maju, dia tidak mau melihat ini dan adiknya terus terjerat. Dia malu dengan keberanian yang Karla lakukan, seharusnya dia lebih bisa dari seorang anak remaja.


Karla tersenyum tipis akhirnya dia bisa berguna untuk keluarga nya, dia juga tidak akan membiarkan keluarga daddy nya hancur, Karla akan membantai siapa saja yang mengganggu ketenangan keluarga Azhar, meski itu keluarga nya sendiri.


"Baiklah kalau begitu kita akan siapkan rencananya besok, semua berkumpul di markas mafia uncle Dafa jangan sampai terlambat uncle." Semuanya sudah di jadwalkan oleh Karla, hal ini harus segera di selesaikan.


"Aku pamit uncle.... " Karla pun segera beranjak, masih banyak yang harus dia kerjakan agar rencananya berjalan lancar.


"Mah ini adalah jalan kesabaran yang telah kita lalui, lihatlah ada keluarga kita yang akan membebaskan semua kesakitan kita." Asfi begitu bahagia, akhirnya setelah sekian lama dia menunggu, semuanya kesabaran nya membuahkan hasil, waktu pembebasan keluarganya akan di mulai, mimpi untuk hidup tenang akhirnya akan tercapai.

__ADS_1


Asfi percaya pada Karla semuanya akak berjalan dengan baik, meski nanti akan ada kesulitan yang menghambat, Asfi yakin setelah ini akan ada kebahagiaan.


__ADS_2