
Beberapa tahun berlalu.....
Kini Karla dan Katrin sudah lulus dari sekolah dasar dan menuju sekolah menengah pertama, Arsya dan Dinar senang dengan prestasi keduanya yang memuaskan, sementara Kalandra kini sudah menginjak umur empat tahun.
Keduanya tumbuh menjadi remaja cantik dan banyak sekali yang menyukai mereka, Karla dan Katrin sudah menemukan sekolah menengah pertama mereka, yaitu sekolah berasrama yang lumayan jauh dari kediamannya, keduanya memilih untuk tinggal di asrama dan mengenali banyak teman dari berbagai kota.
"Sudah beres atau belum? besok kalian sudah harus pergi ke sekolah asrama, bunda pasti akan sangat rindu kalian." ini pertama kalinya setelah sekian lama Dinar berpisah dengan si kembar.
"Hanya tiga tahun bunda tidak usah khawatir." Katrin mencoba menghibur bunda nya, agar tidak khawatir pada mereka.
"Kita akan izin seminggu sekali untuk weekend bunda, jadi tidak perlu khawatir ok." Karla juga terkadang berbicara banyak pada bunda nya, itu untuk menenangkan bunda nya yang super over pada mereka.
"Wah bener kata kakak, kita akan pulang setiap seminggu sekali, jadi kita bisa berkumpul bersama Andra dan juga daddy." jelas Katrin, dia juga sependapat dengan Karla.
"Kakak..... " teriak bocah kecil berlari masuk ke kamar.
"Eh Andra..... kemari dek." Andra adalah Kalandara, mereka semua memanggil dia dengan nama Andra biar tidak kepanjangan.
"Masih bersiap-siap untuk ke sekolah asrama, daddy pasti akan sangat merindukan kalian.... " Arsya ikut berkumpul disana, karena ini malam terakhir untuk keduanya di mansion, karena besok mereka sudah tidak ada. Rayhanjuga memilih sekolah asrama yang sama dengan si kembar, besok dia akan datang dan berangkat bersama ke sekolah tersebut.
"Kami juga akan merindukan daddy dan bunda begitu juga dengan Andra." mereka berbincang bersama, sambil mengemasi barang-barang Karla dan Katrin untuk dibawa kesana.
"Bunda sudah bertanya kepada guru yang nantinya akan menjadi wali kelas kalian, katanya boleh membawa alat komunikasi, tapi harus bermain di waktu yang tepat, jika sedang belajar kalian tidak boleh membawa nya ke kelas, begitu katanya, jadi kalian bawa salah satunya." jelas Dinar.
"Baik bunda aku bawa tablet saja, dan kakak tadi bilang padaku mau membawa android saja." ucap Katrin memberitahu kepada bunda mereka.
"Ok semuanya sudah beres... apa masih ada yang tertinggal?."
"Sudah lengkap bunda..... "
__ADS_1
"Baiklah sekarang kalian istirahat, besok kita akan berangkat jam delapan bersama dengan Rayhan." Karla dan Katrin pun beristirahat. Selama beberapa tahun ini Karla dan Katrin tidak menemukan petunjuk apapun tetang perusahaan kakeknya, meski sudah ada datanya, tapi mereka tidak akan berhenti sampai selesai.
"Sudah beberapa tahun ini kita belum menemukan apapun." Katrin membuka pembicaraan setelah Dinar keluar dari kamar mereka.
"Benar, pasti ada sesuatu yang salah, kita harus tetap mencari tahu, aku yakin semuanya akan terungkap." ucap Karla dengan yakin, meski beberapa tahun memang tidak terjadi sesuatu yang aneh di keluarga besar mereka, namun tetap saja Karla selalu merasakan kejanggalan dan merasa jika keluarga Azhar berasa dalam belenggu sesuatu yang belum di sadari, mungkin bisa di katakan yang sadar akan hal itu adalah Karla dan Arsya, sebenarnya ingin rasanya Karla berbincang dengan daddy nya tentang kejanggalan tersebut, tapi Karla masih belum bisa berbicara dengan Arsya.
"Iya kak."
"Sekarang kita fokus saja sekolah, selebihnya kita awasi dengan teliti dan bersikap biasa saja." Karla juga belum memberitahukan jika daddy mereka sadar akan hal tersebut, karena jika mengatakan dengan Katrin, dia pasti akan langsung memberitahu Arsya.
"Tentu saja....kita akan bersikap seakan kita tidak tahu apapun, itu adalah cara terbaik." Katrin tahu jika itu adalah cara agar tidak di curigai oleh si penjahat.
Setelah pembicaraan selesai mereka pun terlelap, agar besok tidak terlambat bangun.
💕💖💕💖💕💖💕
Sementara di tempat lain tersenyum penuh misterius, karena keamanan mereka tidak bisa di tembus, bahkan oleh hacker sri kandi sekalipun, dia sudah tahu ke geniusan keduanya yang melebihi rata-rata, dia hanya membuat mereka tidak teliti, sehingga si kembar selalu salah dalam memeriksa data tersebut.
"Akan aku buat mereka sadar, jika mereka hanyalah kroco pengganggu." ucapnya dengan tersenyum smirk, dia akan menjatuhkan si kembar, jika Karla ataupun Katrin tidak menyadari keteledoran mereka, karena jika sudah di jebol keamanan milik Srikandi maka mereka juga tidak akan menemukan titik temu kejanggalan dari data perusahaan kakeknya tersebut, dan malah akan membahayakan mereka.
💕💖💕💖💕💖💕
Keesokkan harinya
Karla dan Katrin sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah asrama, semua barang bawaan mereka sudah di rapih kan ke dalam mobil, Aryan sudah menyiapkan dia mobil seperti yang sudah di titah kan oleh Arsya, karena dia akan ikut mengantarkan si kembar. Bersamaan itu Rayhan sudah datang bersama orang tuanya, Ivy dan Esa juga ikut mengatar tak lupa dengan adik cantik Rayhan yaitu Nida.
"Wah ya ampun sepupu ku tambah ganteng banget." celetuk Katrin melihat ketampanan dari sepupunya yang semakin hari semakin tampan.
"Ih berisik amat sih bisa biasa aja kan." kesal Rayhan, dia sebenarnya malu selalu di puji oleh sepupunya satu ini, meski begitu dia juga ingin Karla memujinya seperti Katrin, tapi melihat wajah dingin nya membuat Rayhan mengurungkan keinginan nya.
__ADS_1
"Udah ayo bersiap berangkat sekarang." mereka pun memasuki mobil, dan melesat menuju sekolah asrama.
Sampailah mereka di sekolah asrama yang lumayan terkenal di Indonesia tersebut, nama sekolah itu adalah SMP Bhumi Pertiwi dengan berbasis nasional, dan akreditasi yang sangat bagus, Karla dan Katrin sudah lulus ujian masuk begitu juga dengan Rayhan, mereka memang sangat genius, bahkan bisa memasuki sekolah tenama.
Semua barang mereka langsung di bawa ke kamar yang sudah di tentukan oleh pihak sekolah, satu kamar berisi dua orang, Rayhan bergegas menuju kamar asrama putra yang berada di sebelah kiri, sementara si kembar ke asrama putri yang berada di sebelah kanan.
"Yeay aku sekamar dengan kakak..... seneng banget." senang Katrin karena sekamar dengan Karla, mereka memasuki kamar di lantai dua, yaitu kamar bunga edelweis, di asrama tersebut terdapat empat lantai yang sudah di atur oleh sekolah.
Lantai pertama adalah lantai yang di gunakan untuk kantin, dan ruang makan, lantai kedua di huni oleh siswa kelas satu yaitu kamar Edelweis, lantai tiga di huni oleh kelas dua yaitu kamar Bougenville, dan lantai empat di huni oleh siswa kelas tiga yaitu kamar Camelia.
Lalu disana sudah juga di sediakan tempat perbelanjaan untuk perlengkapan sekolah dan juga kebutuhan para siswa, karena masih siswa SMP jadi mereka tidak menyediakan tempat untuk nongkrong, jadi sehabis kegiatan mereka tidak boleh terlalu menghabiskan waktu di tempat perbelanjaan. Sekolah asrama itu sudah sangat lengkap dan kualitas yang terjamin.
"Bunda titip pada kalian, jaga sikap dan jangan nakal ya, jadi siswa teladan dan jangan buat kegaduhan ok." ucap Dinar memberi wejangan pada keduanya, dia tidak mau kedua anaknya di penuhi masalah ketika bersekolah, apalagi sekarang mereka jauh dari pantauan nya.
"Baik bunda kami akan jaga sikap." ucap mereka bersama.
"Iya kalau ada apa-apa bilang saja pada bu asrama, atau langsung telpon saja daddy." Arsya hanya khawatir kepada si kembar, dia takut terjadi sesuatu hal buruk.
"Tenang saja dad, kami akan jaga diri." jawab Karla dengan wajah dinginnya.
"Ok daddy percaya pada kalian." Arsya hanya bisa menjawab itu, karena melihat keyakinan pada mata Karla. Mereka pun menyalam perpisahan, dan berpamitan, Karla dan Katrin mengantar keduanya keluar dari sekolah.
Sementara Rayhan sudah menempati kamarnya di lantai dua karena dia masih kelas satu, yaitu kamar Semanggi, lantai tiga dan empat adalah lantai seniornya, yaitu kamar Dandelion dan kamar Higanbana. Rayhan sekamar dengan laki-laki yang belum dia kenali, dan mungkin akan sulit baginya untuk berkomunikasi dengan nya, karena Rayhan adalah anak laki-laki yang pendiam.
Masa remaja mereka akan di mulai di sekolah asrama ini.
"Kenalin nama gue Farhan Shin Adijaya." ucapnya memperkenalkan diri, dia adalah teman sekamar Rayhan. Rayhan masih diam tanpa menanggapi nya.
"Setidaknya beritahu nama lo." tambah Farhan lagi.
__ADS_1
"Rayhan Maulana Azhar." singkat Rayhan, dan kembali menyibukkan diri, membereskan barang-barangnya.
"Ok sekarang kita teman." Farhan juga kembali membereskan barang bawaan nya.