
Arsya menancap gas mobilnya untuk segera mengejar penculik Dinar dan juga Katrin. Karla terlihat sangat tenang di saat seperti ini, tapi di balik sifat ketenangannya dia sedang menganalisis musuhnya, dia melihat bagaimana cara dia tadi menarik paksa bunda dan juga saudaranya.
Jangan lupakan jika Karla adalah detektif handal, dia tidak bisa melewatkan hal sekecil apapun. Arsya masih belum tahu kelebihan dari kedua putri kembarnya, yang dia tahu mereka hanyalah anak kecil pada umumnya.
"Dad.....sepertinya ini adalah penculikan yang sudah di rencanakan....pasti mereka ada maksud tertentu. Apa daddy memiliki musuh?." menurut analisis Karla, penculikan bunda dan juga Katrin adalah sebuah rencana yang sudah tersusun rapih.
Arsya kaget dengan apa yang di ucapkan Karla, Arsya tidak pernah bercerita pada siapapun tentang permusuhannya. Dan Karla cepat dalam menyimpulkan masalah, bahwa semua ini adalah rencana yang memang sudah di susun.
"Bagaimana kamu bisa tahu sayang? daddy belum memberikan penjelasan sama sekali." Arsya masih tidak menyangka Karla bisa memahami hal yang seharusnya belum dia ketahui.
Apalagi jika anak seumuran dengannya pasti mereka akan menjerit ketakutan, tapi Arsya tidak melihat di raut wajah putri nya ini. Karla hanya memasang wajah datar dan dingin, dengan menatap serius ke depan tepat pada mobil penculik.
"Aku sudah menganalisisnya dad.....semua sesuai dengan perkiraan ku." ucapnya singkat dan jelas.
"Sepertinya kamu benar manis....mereka musuh lama daddy, dan ini adalah kesempatan emas untuk membalas perbuatan mereka." senyum psycopath nya mulai muncul, dia sudah lama menunggu musuhnya bergerak, dan hari ini adalah kesempatannya membalaskan apa yang pernah mereka lakukan.
Arsya jadi ingat dengan kejadian dulu, dimana dia masuk dalam jebakan Alan, hingga akhirnya dia terpaksa meniduri Dinar. Dan kali ini Arsya tidak akan melepaskan musuhnya begitu saja. Ini adalah misi penyelamatan pertama mereka sebagai ayah dan anak.
💕💖💕💖💕💖💕
Sementara Dinar yang sudah berada di dalam mobil penculiknya bersama dengan Katrin, Dinar terus memeluk Katrin agar putrinya tidak ketakutan. Katrin bisa membaca situasi, dia pun bersikap tenang karena tahu jika bundanya sedang mengkhawatirkan keadaannya.
"Kakak pasti akan datang bersama daddy, aku yakin mereka tidak akan tinggal diam.....kamu akan mendapatkan akibatnya."batin Katrin, dia tahu jika kakak dan daddynya akan menyelamatkan mereka.
__ADS_1
"Sayang.....kamu tidak usah khawatir, bunda akan menjagamu."bisik Dinar, dia akan selalu menjaga putrinya. Dinar memeluk erat tubuh Katrin.
"Bunda tidak usah khawatir..... kita akan selalu bersama, daddy pasti datang untuk menyelamatkan kita." Katrin mencoba menenagkan bundanya, dan itu membuat Dinar sedikit lega.
"Iya sayang kita akan selalu bersama....kita tidak akan terpisahkan." mereka saling menguatkan satu sama lain, kini mereka hanya bisa menunggu bantuan dari Arsya, dan semoga mereka bisa segera menyelamatkan keduanya.
Dinar juga tidak tahu siapa yang menculiknya saat ini, karena Alan menutup wajahnya agar tidak di kenali. Rencana mereka berhasil dan Alan akan membawa keduanya ke markas tersembunyi dan setelahnya tinggal menjalankan rencana kedua.
Arsya dan Karla masih berusaha mengejar mobil penculik tersebut, tapi karena jalanan terlalu ramai, berkali-kali Arsya hampir kehilangan jejak mobil tersebut.
"Sial...!!! kita kehilangan jejak meraka...." umpat Arsya, karena pada akhirnya mereka kehilangn jejak mobil yang menculik Dinar dan Katrin, Arsya juga khawatir karena membawa Karla ikut bersamanya. Karla tahu akan kekhawatiran sang ayah, dia juga tahu jika daddy nya mengkhawatirkan dirinya, namun dia tetap dalam mode tenangnya.
"Dad.....tenanglah kita pasti bisa menemukan bunda dan juga Katrin, jangan menyerah begitu saja.....apa daddy meragukan kemampuanku? sekarang kita fokus saja dalam penyelamatan ini dad......percaya padaku dad, aku pasti akan baik-baik saja." Arsya takjub dengan apa yang baru saja di katakan Karla, dia bisa menenangkan di saat situasi genting.
"Terima kasih sayang .....daddy sekarang sudah bisa berfikir lebih tenang. " Ucap Arsya sambil mengusap lembut rambut putrinya. Karla kembali memasang mode dinginnya.
Kini Arsya menjadi lebih tenang, saat ini mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga Karla mengingat sesuatu, jika dia pernah memasangkan alat penyadap di gelang pemberian daddy mereka, karena Karla tahu jika Katrin memiliki sifat ceroboh, dan itu membuat Karla khawatir jika sedang tidak ada di dekat saudara kembarnya.
"Dad.....aku ingat pernah memasang GPS di gelang Katrin yang pernah daddy beri untuk kami berdua." Arsya terkejut dengan kata GPS yang di keluar dari bibir mungil Karla. Dia tidak tahu jika Karla sudah melakukan sejauh itu.
"Karena Katrin anak yang ceroboh jadi aku pasangkan itu diam-diam, karena aku khawatir akan terjadi sesuatu padanya, jika dia tidak bersamaku." jelasnya seperti orang dewasa, membuat sang ayah melongo namun Arsya berusaha menutupinya.
"Karla apa kamu melakukan itu sayang? kamu memang putri daddy...daddy bangga padamu, baiklah sekarang kita caritahu lokasi nya sekarang." Arsya menjadi bersemangat karena ini adalah celah untuk bisa menemukan Dinar dan Katrin.
__ADS_1
Arsya menjadi tidak sabar untuk melihat kemampuan hebat apa saja yang di miliki keduanya, namun Arsya belum melihat kemampuan Katrin, tapi dia yakin Katrin tidak kalah hebat dari Karla.
Karla membuka tablet miliknya, dan mencari koneksi GPS yang terpasang di gelang milik saudara kembarnya. Beberapa saat kemudian Karla telah menemukan lokasinya, dan itu cukup jauh dari jangkauan lokasi Arsya dan Karla saat ini.
"Hebat sekali mereka....penculik itu sudah membawa jauh bunda dan juga Katrin, berarti mereka bukan penculik, tapi ini adalah rencana yang sudah di atur dengan sangat mulus." batin Karla yang semakin yakin jika ini sudah di rencanakan dengan sangat baik.
"Aku menemukannya dad....mereka berada cukup jauh dari jarak kita saat ini. Mungkin sudah memasuki kawasan terlarang."Jelasnya karena GPS nya mengarah ke tempat yang jauh dari keramaian. Arsya melihat ke tablet milik Karla, dia tahu itu adalah kawasan mafia terlarang, Arsya sudah sangat paham kawasan itu karena sering membantu adiknya.
Tiba-tiba saja Arsya berhenti, membuat Karla terheran. Arsya mengambil ponsel miliknya dan menghubungi seseorang. Karla mencari tahu lebih detailnya sebenarnya wilayah yang di beri tanda peringatan itu wilayah apa. Karla mengotak-atik tabletnya dan berhasil menemukan faktanya, bahwa lokasi itu adalah kawasan para mafia.
"Mafia.....apa daddy sudah tahu kalau tempat itu adalah kawasan para mafia?." Karla bertanya-tanya apakah daddy nya sudah mengetahui sejak awal tentang wilayah peringatan itu, tapi yang membuat Karla semakin heran adalah kenapa wilayah itu terlihat mencolok, karena mafia itu adalah gabungan rahasia dan sangat tersembunyi.
Arsya telah selesai menghubungi adiknya, dia meminta bantuan Dafa dan juga mafiosonya. Arsya bisa saja menyelesaikan masalahnya sendiri, tapi yang membuat dia khawatir adalah kedua putrinya dan juga Dinar, dia tidak mau jika mereka bertiga terluka, atau menjadi sasaran para musuhnya, karena dia juga tidak tahu apakah musuh membawa pasukan atau tidak, jadi dia membutuhkan bantuan Dafa.
Kenapa di sebut kawasan mafia, karena dulu di situlah berkumpulnya para mafia kelas kakap, tapi karena ada suatu tragedi membuat kawasan itu meledak dan terbakar habis sehingga banyak memakan korban, dan sekarang di sebut sebagai kawasan mafia terlarang. Namun terkadang tempat tersebut masih digunakan untuk pembantaian, dan itu yang membuat Arsya semakin khawatir.
Arsya kembali melajukan mobilnya, sambil memikirkan rencana penyelamatan. Karla juga memikirkan hal yang sama dengan sang daddy. Mungkin nantinya dia akan ikut berkelahi, dan membantu Arsya.
"Apa rencana daddy...? apakah mungkin disana banyak musuh yang akan menghadang?." tanya Karla, dia sudah siap untuk berperang kapan saja.
"Mungkin disana akan ada banyak musuh, jadi Karla harus tetap berada di samping daddy. Jika masalah rencana daddy sudah mengaturnya." jelas Arsya, kemungkinan besar musuh akan sangat banyak disana.
Karla hanya mengangguk, mereka pun bergegas kesana untuk misi penyelamatan Dinar dan Katrin.
__ADS_1
"Tunggu kami .....!!!."