Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
102-Mengunjungi Kediaman Si Kembar


__ADS_3

"Eh ada kabar nihh.... "


"Kabar apaan? apa penting?." tanya Dafa penasaran dengan apa yang baru saja dikatakan Dhafi.


"Siswi sekolah Bhimasena, sekolahan Karla dan Katrin, katanya ada kabar, banyak siswi yang menghilang secara misterius." jelas Dhafi sambil mengisap rokoknya.


"Jangan canda lo.... " Dafa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Dhafi.


"Gue gak bercanda, ini serius, kita harus memperhatikan keponakan lo itu, jangan sampe lengah, bisa-bisa nanti salah satu dari mereka hilang."Dhafi khawatir akan keselamatan mereka berdua, dan itu memang cukup berbahaya, dan harus diwaspadai.


"Iya gue paham kok, gue juga bakal waspada.. emang iya gue curiga mereka adalah mafia yang dulu pernah hilang, apa lo inget?" Dafa memang mengingat sesuatu yang sudah lama terlupakan, kejadian seperti dulu beberapa tahun lalu.


"Oh ya gue inget namanya kalau gak salah Red Heart, mereka mafia pembunuh yang dulu ngilang, inget gak lo?." Dafa dan Dhafi berusaha mengingat, kejadian lalau, yang memang menjadi tragedi besar-besaran yang dilakukan oleh mafia Red Heaert, dan mereka secara misterius hilang, dan kejadian sekarang sama seperti itu.


"Benar itu mafia yang hilang, dan kasusnya memang benar-benar sama seperti sekarang ini, kita tidak tahu motif terselubung yang sedang mereka rencanakan." Dafa belum bisa memastikan apa sebenarnya yang mereka rencanakan.


"Kita harus mewaspadai itu, untuk jaga-jaga biar gue selidiki secara menyeluruh, inget lo juga harus kasih tahu Arsya untuk mewaspadai kedua putrinya." Dhafi pergi setelah mengatakan hal tersebut, dia harus segera bersiap-siap untuk mengatur penyelidikan tersebut.


"Ah ada aja masalah baru.... kesel gue jadinya." keluh Dafa, baru saja beberapa tahun aman, kini sudah timbul masalah baru lagi, terlebih sekarang dia sedang disibukkan dengan perusahaan, karena masalah ini bisa mengancam kedua keponakannya, maka dia harus melakukan apapun demi keamanannya.


Dafa menghubungi mafia nya untuk mewaspadai masalah yang akhir-akhir ini terjadi, dan mulai memantau sekolah Bhimasena, untuk melihat pergerakan yang mencurigakan.


💕💖💕💖💕💖💕


"Jadi hari ini kita akan ke kediaman keluarga Azhar? wihh gue udah gak sabar pergi ke mansion lo Kar." oceh Zea, ya sepulanh sekolah mereka di undang oleh Dinar untuk mampir.


"Bener emangnya Trin, ini gak papa?."Irma tidak menyangka akan mendapatkan undangan dari orang tua Katrin, terlebih dengan kepopuleran dari keluarga si kembar yang sangat masyhur.


"Bener Ir.... bunda kami yang ngundang Zea sama kamu untuk kesana, katanya mau kenalan sama dua sahabat baru kita berdua." jelas Katrin, mereka semangat untuk bertamu ke mansion milik orangtua si kembar.


"Kalian berdua dijemput atau gimana?. " tanya Katrin, karena biar sekalian ikut mobil si kembar, karena terkadang Karla menyetir sendiri.


"Ya biasanya dijemput, tapi nanti gue chat supir biar gak jemput."


"Iya gue juga udah tenang aja."


"Ok jadi kita pulang semobil sama kakak." Mereka menunggu bel pulang, karena masih dalam pelajaran terakhir, dan Katrin juga sedang tidak ada jadwal kumpulan OSIS.

__ADS_1


Hingga pelajaran terakhir pun beres, Zea dan Irma tidak sabar melihat kemegahan dari mansion si kembar, yang dari keluarga konglomerat, karena pada saat pertemuan pertama mereka divilla milik daddy dari si kembar, Zea dan Irma dibuat melongo, karena keindahan dan kebesaran villa milik keluarga Azhar, lalu bagaimana dengan mansionnya? pasti lebih megah lagi.


Mereka keluar dari kelas menuju parkiran, tapi Katrin mengingat sesuatu yaitu sepupunya Rayhan. sudah duan hari dia izin sakit, mungkin mereka akan pergi kesana untuk menjenguknya.


"Oh ya kak gimana kalau kita jenguk kak Rayhan? udah dua hari dia kan gak masuk sekolah." inisiatif Katrin, yang di angguki oleh putri dingin.


"Ya udah nanti mampir ke alfamart dan toko buah, buat bawa jenguk kesana. "


"Oh pantesan gue gak liat si ganteng Rayhan, ternyata sakit ya." Zea memang tidak pernah peduli dengan kelas, bahkan jika tidak ada yang absen Zea pasti akan ketinggalan info.


"Yaelah Zea, dia kan udah gak masuk dua hari, lo gimana sih padahalkan si genteng sekelas sama kita." Irma tak habis pikir dengan cara kerja otak Zea yang kadang baik kadang sinting.


"Ya maaf kan gue kadang gak merhatiin." ucapnya dengan wajah tidak bersalahnya.


"Ya udah kan kita mau kesana jengukin dia, jadi ya biar tahu keadaannya."


Mereka berempat memasuki mobil milik Karla, dia sudah bisa membeli mobil sendiri, dengan alasan kalau dia sudah menabung lama, padahal itu uang penghasilan dari detektif rahasia, karena memang Karla biasa membantu membuatkan sistem keamanan atau sebagai hacker, dan uangnya ber nominal sangat banyak, sehingga dia bisa membeli mobil.


Karla menghentikan mobilnya di mansion milik unclenya, yang jaraknya tidak jauh dari kediaman si kembar, Ivy menyambut kedatangan mereka dengan senyum indahnya, dan mempersilahkan merka masuk.


"Iya demamnya belum turun, jadi aunty tidak mengizinkan Ray untuk sekolah, dia kelelahan karena terlalu banyak kegiatan, maaf jadi ngerepotin kalian." Ivy khawatir jika Rayhan bersekolah, keadaannya takut memburuk, jadi Ivy meminta izin lagi untuk Rayhan kepada wali kelasnya.


"Eh nggak kok aunty.... kaki seneng bisa jenguk Rayhan." Zea ikut bicara, dia memandang Ivy dan tersenyum, dia takjub betapa cantiknya bibi dari si kembar, sungguh keturunan keluarga yang perfect.


"Oh ya pasti kalian berdua temen sekelas Ray kan, ini mamahnya Rayhan, panggil aja tante." Ivy senang jika putranya punya kenalan, karena dia terlalu introvert.


"Iya tante kenalkan nama aku Zea dan ini Irma, seneng kenalan sama tante." Zea tersenyum ramah pada Ivy, mereka pun masuk untuk melihat keadaan Rayhan.


Dia sedang berbaring dengan mata terpejam, ya karena memang Rayhan sedang tertidur, dengan wajah tampannya, membuat Zea dan Irma salting, kalau dilihat dari dekat Rayhan sangat mempesona, karena jarak bangku Rayhan itu berada di pojok dan dia duduk dibangku paling depan.


Selesai membesuk Rayhan mereka berempat pamitan kepada Ivy, kebetulan Asfi sedang tidak ada dirumah karena pekerjaan, sementara Nida sedang belajar, jadi mereka cuma sekedar mampir saja.


"Ya sudah aunty kami pamit ya... soalnya bunda udah nunggu, besok kalau ada waktu kami mampir lagi." pamit Katrin mewakili semuanya.


"Iya ya sudah salam buat bunda kalian ya..... hati-hati dijalan." mereka berempat bersalaman dan beranjak pergi.


Sepuluh menit kemudian, mereka telah sampai dimansion megah milik si kembar, dan benar dugaan Zea dan Irma, rumah mereka sangat besar dan mewah, terlihat beberapa penjaga di gerbang utama tadi, mereka benar-benar konglomerat, benar-benar Sultan.

__ADS_1


"Wih megah banget mansion lo berdua.... ini bener gak papa kita bedua masuk Kar?." tanya Zea lagi untuk memastikannya kembali. Mereka takjub dengan kemewahan mansion keluarga Azhar, meski mereka juga termasuk kaya, tapi keluarga ini kekayaannya berada diatas mereka.


"Iya bener gak papa santai aja." jawab Karla enteng.


"Iya gak papa bunda sama daddy pasti senang kalian datang." mereka turun dari mobil, dan memasuki mansion.


"Bunda kami pulang..... " teriak Katrin setelah memasuki mansion.


"Iya sayang.... bersih-bersih dulu, ajak juga temen kalian bebersih ya, bunda lagi masak buat makan malam." ucap Dinar yang sedang berada di dapur menyiapkan makan malam dan beberapa cemilan.


"Kalian denger kan, yuk kita kekamar kami berdua."


"Kamar kalian berdua atau masing-masing?." tanya Irma penasaran, mansion keluarga si kembar sangat memusingkan karena banyaknya ruangan dan juga lorong, berasa masuk kedalam kastil.


"Kami sekamar karena memang itu kemauan kita, kalau ruang belajar berada di ruang berbeda yang berdekatan dengan kamar kami, yang terpisah hanyalah kamar adik laki-laki kami, yang berada di lantai atas."


Semenjak ada pembangunan ruang belajar baru milik Karla dan Katrin, mereka berdua memilih lantai bawah bertukar tempat dengan Andra, mereka bertiga memiliki ruang belajar masing-masing agar bisa fokus dengan kegiatan masing-masing. Mereka berempat membersihkan diri, Zea dan Irma dipinjami pakaian ganti milik Karla dan juga Katrin, setelah itu mereka keruang makan untuk bersiap makan bersama.


"Sore tante... "Sapa Zea ramah bersamaan dengan Irma, mereka menyalami Dinar.


"Sore kalian berdua..... udah jangan sungkan ya, makasih udah jadi temen putri kembar tante, seneng banget akhirnya mereka punya temen deket." Mereka mengobrol ria sambil menunggu kedatangan Arsya dan Andra.


"Bunda masak apa untuk makan malam?." tanya Andra yang berjalan dengan coolnya menuju meja makan. Zea dan Irma melongo berapa tampannya Andra baru saja melihat sangat sepupu, sekarang adiknya benar-benar keluarga dengan keturunan sempurna.


"Eitss ada tamu sayang, ayo sapa mereka dulu." Andra menatap dengan malu, dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Eh ada temen kakak, selamat datang di rumah kami, saya adik dari kedua kakakku, panggil aja Andra." salam Andra dengan malu-malu. Irma dan Zea menahan tawa, dia begitu gemas.


"Iya gak apa-apa kok, kenalin juga aku Zea dan ini Irma."


Mereka melanjutkan makan bersama Arsya yang menyusul datang. Mereka makan dengan khidmat, hingga selesai makan.


"Oh ya gimana kalau minggu depan kita diskusikan masalah yang akhir-akhir ini terjadi?." usul Zea, mereka sekarang sudah berada di ruang belajar milik Katrin.


"Boleh juga... gimana kak?."


"Iya minggu depan kita harus mulai mendiskusikan hal yang sedang terjadi." mereka berempat sepakat untuk kumpul group minggu depan.

__ADS_1


__ADS_2