
Mereka sudah sampai di sekolah, banyak mata yang memandang mereka, karena kecantikan si kembar imut. Mereka berjalan menuju kelas yang sudah di beritahu kan, Karla dan Katrin masuk kelas unggulan, meski masih sekolah dasar tapi sekolah ini sangatlah bergengsi, banyak anak-anak dengan kepintaran di atas rata-rata yang masuk dalam sekolah tersebut.
"Selamat pagi anak-anak.... hari ini ibu akan memperkenalkan dua murid pindahan, semoga kalian bisa berteman dengan baik." ucap guru pembimbing, memberitahu kepada siswa lainnya.
"Perkenalkan nama saya Katrina Luana, dan ini adalah saudari kembar saya bernama Karla Louisa, kami pindahan dari Jepang." Katrin sekalian memperkenalkan Karla, yang tahu jika dia pasti tidak akan berbicara.
"Salam kenal Katrin, Karla.... " teriak salah satu siswa perempuan dengan rambut panjangnya.
"Wah Jepang, pasti kalian selalu melihat bunga sakura setiap tahun kann?." tanya siswa lain, yang sangat menyukai negeri sakura. Katrin hanya mengangguk tersenyum pada dia.
"Ya sudah kalian boleh duduk di kursi tengah sana." guru memepersilahkan si kembar untuk duduk, karena pelajaran akan segera di mulai.
Sedari tadi ada sepasang mata yang melihat nya dengan tatapan tidak sukanya, namun tidak diidahkan oleh si kembar. Hingga bel istirahat berbunyi, mereka berlarian menuju kantin, sementara si kembar masih berdiam diri di kelas, ada banyak kegiatan baru bagi mereka. Katrin memeriksa koneksi di jam tangannya, apakah ada kabar terbaru apa belum mengenai Alan dan juga para pengikutnya.
Sementara Karla juga masih mengawasi GPS milik Alan yang sudah dia hack, belum pernah ada yang mampu menembus pertahan keamanan milik perusahaan wuxia, tapi bagi Karla itu mudah. Memang wuxia group terlihat seperti perusahaan pada umumnya, tapi jika di korek lebih dalam, pasti akan terlihat menjijikkan.
"Ada pergerakan..... kita harus bisa menangkapnya, sebelum mereka pergi dari negara ini." ungkap Karla, sambil memperhatikan GPS Alan yang sedang melakukan pergerakan.
__ADS_1
"Wah bisa gawat kak jika mereka berhasil lolos lagi, bagaimana jika kita kirim web beserta link pada daddy, agar mereka segera di bersihkan?." Katrin memiliki cara lain agar mereka bisa di tangkap secepatnya.
"Bisa saja, tapi kita harus cari komputer, agar lebih mudah, apalagi kita hanya anak-anak, kita tidak bisa bertindak lebih jauh." Karla sadar jika mereka hanyalah anak-anak kecil yang masih bersekolah di bangku sekolah dasar. Mereka tidak bisa berbuat lebih jauh, karena pasti hal itu akan membahayakan mereka, jadi keputusan mereka adalah memberikan semua informasi, serta web yang menyangkut Alan dan juga perusahaan wuxia, agar orang dewasa saja yang menyelesaikan sisanya.
"Kamu benar kak, ya sudah kita harus bergegas, aku yakin daddy dan uncle Dafa belum menemukan bukti akuratnya, mungkin sudah dapat tapi pasti masih ada yang kurang." mereka tahu hal ini pasti terjadi, karena dalam informasi rahasia nya, mereka akan segera pergi jika rencananya gagal, mereka akan membuat rencana baru, terlebih daddy nya baru menyuruh uncle Dafa kemarin, pasti mereka belum tentu telah menemukan informasi akuratnya.
"Ya sudah kita harus segera mengirim, tapi gimana caranya kak? kita kan di larang membawa tab." Katrin bingung harus bagaimana mengirim situs kepada daddy mereka.
Karla berfikir, mungkin dengan meminjam komputer mereka bisa mengirim web. Yang harus mereka lakukan adalah pergi ke ruang lab komputer, karena ini sekolah elit, pasti ruang komputer sudah ada.
"Kita harus ke ruang komputer."singkat Karla, tapi dia juga berfikir jika mereka ke ruang komputer, pasti akan ada yang curiga, terlebih mereka baru saja masuk sekolah.
"Kita harus segera pikirkan caranya kak, jangan sampai mereka berhasil kabur lagi, kita harus beri tahu daddy dan uncle Dafa." Katrin juga tidak mau menyia-nyiakan hal sepenting ini.
"Udah sekarang kita kesana, ruang komputer jaraknya tidak jauh dari ruang kesenian... ayo kita segera kesana." Karla langsung menggandeng tangan Katrin dan segera pergi ke ruang komputer. Karena masih jam istirahat, suasana masih terlihat ramai, tapi karena waktu tidak bisa di undur lagi, mereka tetap akan menjalankan misi mereka.
Sampailah mereka di depan ruang komputer, terlihat sepi, karena waktu masih istirahat, dan ini kesempatan mereka bisa segera melancarkan misi. Karla dan Katrin melihat keadaan sekitar, dan memasuki ruangan secara perlahan, karena mereka tahu akan ada orang kapan saja datang.
__ADS_1
"Cepat kita harus pindahkan berkas." Karla dan Katrin segara membuka komputer dan segera mengirimkan berkas serta informasi penting mengenai wuxia group, Karla dan Katrin mengirimkan surel dan web nya, mereka sudah menyalin di jam tangan mereka yang kemarin baru saja di belikan oleh daddy mereka, jam digital keluarkan terbaru.
Jam tangan tersebut bisa di gunakan sebagai ponsel, jadi Karla dan Katrin sudah menyalinnya lewat tab kemarin, karena mereka tahu akan kelicikan Alan.
Dengan cekatan Katrin mencari web perusahaan daddynya karena setiap detik pasti Arsya memeriksa perusahaan miliknya, begitu juga dengan Karla yang sedang mencari apa saja yang harus di kirimkan.
"Sudah kak kirimkan sekarang."Karla segera mengirimkan semua informasi penting dan juga web milik perusahaan wuxia serta yang paling rahasia di balik perusahaan tersebut.
Karla mengirimkan semuanya dengan teliti namun cepat, dan semuanya telah terkirim dengan rapih. Katrin juga langsung mengirimkan ke surel perusahaan daddy nya, karena dengan begini misi mereka berhasil, karena agar tidak di ketahui oleh daddy mereka, Katrin memyamarkan surel dan web miliknya, karena ini adalah misi rahasia mereka.
"Beres... " ucap Katrin dengan lega, akhirnya semuanya sudah terkirim ke surel milik daddy mereka. Bersamaan dengan hal itu bel masuk berbunyi, Karla dan Katrin pun segera pergi, tak lupa mereka menghapus dan membersihkan data yang tadi di kirimkan, agar tidak ada yang mengetahui. Karena apapun yang di gunakan mereka, harus bersih setelah mereka memakai, karena mereka tidak mau ada yang tahu sang pengusaha dan hacker handal. Karla dan Katrin menamai web kerjasama misi rahasia mereka dengan sebutan Srikandi group. Mereka baru saja mengubah namanya.
Sedangkan Karla dan Katrin juga mempunyai surel dan web pribadi milik mereka, karena banyak yang menggunakan jasa mereka, dan tidak lupa menyamarkan nama mereka.
"Ayo kak kita kembali ke kelas, sebelum ada orang yang datang kemari." Katrin dan Karla segera pergi dari ruangan tersebut, mereka bergegas ke kelas karena sudah bunyi bel.
Sesampainya di kelas, untung saja belum ada guru yang mengajar, mereka berdua bernafas lega, dengan begini misi rahasia berhasil di laksanakan.
__ADS_1
"Kami serahkan semuanya padamu dad, uncle. "batin Katrin, kini tinggal orang dewasa yang mengurus sisanya.