Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
44 Melakukan Rencana part 01


__ADS_3

Semenjak pembicaraan kemarin Dinar lebih suka diam, karena dia memikirkan apakah dia akan setuju atau tidak. Arsya menjadi khawatir karena Dinar belum berbicara padanya seharian penuh. Karla dan Katrin tahu jika orang tua mereka sedang dalam masalah, karena sedang weekend Arsya sedang sibuk dengan kedua putrinya.


"Dad.... ada apa dengan bunda? kenapa dari kemarin bunda diam terus?." tanya Katrin karena dia menyadari sikap bundanya. Meski Dinar menutupinya itu akan tetap terlihat oleh kedua kembar genius.


"Iya dad.... kenapa bunda diam saja sejak kemarin?." Karla juga ikut bertanya.


"Ohh.... bunda tidak apa-apa, bunda hanya sedang lelah, jadi kalian tidak perlu khawatir." ucap Arsya untuk menenangkan kedua putrinya.


Karla dan Katrin hanya mengangguk mengerti, mereka tahu ada masalah di antara kedua orangtuanya, tapi mereka memilih untuk diam agar kedua nya bisa leluasa dalam menyelesaikan masalah orang dewasa.


"Daddy mau menemui bunda kalian dulu, oke... " Karena Arsya ingin segera menyelesaikan semua, dia pun pergi untuk menemui Dinar.


"Oke dad." ucap mereka serempak. Karla dan Katrin pun pergi ke kamar mereka, karena daddy mereka sudah pergi. Arsya berjalan ke taman yang berada di belakang mansion pribadi milik Arsya.


Di lihatlah Dinar sedang melamun di kursi taman sambil memandang lurus ke depan. Arsya menjadi merasa bersalah telah mengatakan hal itu pada Dinar. Arsya berjalan menuju taman yang jaraknya beberapa meter dari mansion. Arsya mengatakan hal kemarin adalah agar Dinar cepat menyetujui menjadi istrinya.


Perkataan Dinar yang tidak mau menjalin hubungan lebih jauh dengan dirinya, membuat dia takut kehilangan Dinar lagi, karena dia sudah mencarinya selama delapan tahun tanpa henti. Arsya hanya ingin semuanya berjalan dengan lancar, Dinar mau menyetujui menikah dengannya dan menjadi bagian dari hidupnya.


"Aku akan terus membujuk mu, sampai kamu mau menjadi istriku.. setelah itu aku akan segera membuatmu sah secara agama dan negara." batin Arsya dengan menatap Dinar. Baru saja akan melangkahkan kakinya untuk menemui Dinar, Arsya berhenti melangkah.


"Aku tidak boleh mengganggunya, dia pasti sekarang sedang ingin sendiri, maaf telah membuatmu terbebani, tapi ini demi kebaikan kita semua... anak-anak pasti ingin kita bersatu." Arsya pun beranjak pergi, karena Dinar pasti sedang membutuhkan waktu sendiri, agar nantinya dia bisa mengambil keputusan yang tepat, dan tidak menyakiti banyak pihak.


💕💖💕💖💕💖💕


Sementara Lena akan melakukan rencananya besok, dia akan menjebak Arsya. Dia sudah memikirkannya dengan sangat matang dan dia menjamin jika rencana ini akan berhasil. Lena akan membuat wanita pilihan Arsya yaitu saudara tirinya menjauh sejauh mungkin dari Arsya, dan membuat Arsya menjadi miliknya.


"Kita lihat saja saudara tiriku.... aku akan membuat hidupmu lebih menderita dari hidupmu yang dulu, itu semua karena kau telah merebut Arsya dariku." Lena tidak akan pernah terima jika Dinar hidup bahagia, Lena akan membuat Dinar terus menderita.

__ADS_1


Keesokan harinya......


Lena sudah tahu letak perusahaan Arsya, dan dia akan melakukan rencananya di sana. Dengan berdandan yang sangat menggoda dan juga sexy, Lena mengendarai mobilnya menuju perusahaan ternama milik Arsya.


Sementara di mansion utama milik Arsya, Dinar masih belum berbicara dengan Arsya, tapi dia sudah memikirkan dengan matang dan hal itu adalah keputusan dari hatinya, dan juga demi kedua putrinya. Karla dan Katrin sudah di antar ke sekolah mereka, sedangkan Arsya sudah berada di perusahaan nya.


Arsya sempat mengatakan bahwa hari ini Dinar harus memberikan jawabannya, dan dia harus berbicara di kantor Arsya. Dinar berangkat dengan di antar oleh supir yang sudah Arsya sediakan.


Lena sudah sampai di perusahaan Arsya lebih dulu di bandingkan Dinar, Lena berjalan dengan melenggokan tubuh indahnya, bahkan sampai menjadi pusat perhatian. Banyak karyawan yang berbisik-bisik melihat tingkah Lena. Lena tidak menghiraukan ocehan para karyawan di kantor itu, yang di pikirannya adalah menjauhkan Dian dari Arsya.


Ya Alan dan yang lainnya sudah mulai menjalankan rencana mereka, seminggu lalu Ferdi sudah mendapatkan informasi penting mengenai Dinar dan juga kedua putrinya, Ferdi telah menyelidiki semuanya, yang membuat terkejut adalah bahwa Karla dan Katrin adalah kedua putri Dinar dan juga Arsya. Akhirnya mereka memutuskan untuk segera melakukan segera rencana yang mereka bertiga buat. Lena masih tidak terima karena tahu jika ternyata Dinar


Lena berjalan menuju ruangan CEO yang berada di lantai atas, dengan menggunakan lift sampailah Lena di tempat tujuan, bersamaan dengan hal itu Dinar sampai di tempat resepsionis, dia pun bertanya kepada resepsionis tersebut.


"Bolehkah saya bertemu dengan atasan anda?." tanya Dinar.


"Saya Dinar Syakilla, saya sudah ada janji dengan atasan anda."jelasnya, karena Arsya mengatakan jika Dinar harus datang ke kantor.


"Oh nona Dinar silahkan duduk terlebih dahulu, saya akan menghubungi atasan saya." ucapnya, karena Aryan yang sudah menyuruhnya. Dinar pun duduk untuk menunggu.


Aryan pun datang untuk menjemput Dinar karena di perintah oleh Arsya, Aryan tidak tahu jika Lena datang ke ruangan CEO, karena dia tidak berpapasan dengan nya.


"Nona anda sudah datang.... mari ikuti saya." Tanpa berbicara Dinar langsung mengikuti Aryan, mereka menaiki lift khusus CEO, membuat resepsionis bertanya-tanya sebenarnya siapa wanita yang bernama Dinar itu.


Lena masuk ke ruangan Arsya tanpa menggunakan tata krama, Arsya yang mendengar pintu ruangannya terbuka tanpa izin darinya, dia pun melihat siapa yang datang, dan ternyata Lena. Arsya tidak suka di usik di saat jam kerja dan itu membuatnya muak.


"Wanita brengsek... mau apa dia kemari? cihh menjijikan sekali." umpat nya dalam hati, melihat Lena yang datang tanpa sopan santun sedikitpun.

__ADS_1


"Mau apa kau kemari?!." ucapnya dengan menatap tajam Lena. Tanpa menjawab Pertanyaan Arsya, Lena langsung bergelayut manja di lengan Arsya, membuatnya semakin emosi.


"Oh ya ampun sayang...... kenapa kamu marah." ucapnya dengan manja. Arsya masih bersikap dingin, dan tidak menghiraukan ocehan Lena.


"Lepaskan....!!." ucapnya dingin, bersamaan dengan hal itu Aryan mengetuk pintu.


Lena semakin mengertkan tangannya pada lengan Arsya, hal itu membuat Arsya semakin emosi, dia tahu jika Aryan pasti membawa Dinar kemari. Arsya menatap tajam dan menusuk kepada Lena, membuatnya sedikit begidik.


"Apa kau tuli hah?! jika kamu masih menyayangi nyawamu." gertak Arsya dengan aura membunuh yang kental di sertai senyum iblisnya, membuat Lena semakin begidik ngeri, dia pun langsung melepas lengan Arsya.


"Masuklah Aryan." titahnya, Aryan pun masuk begitu juga dengan Dinar.


Dinar terkejut melihat ada saudara tirinya di ruangan Arsya, begitu juga dengan Aryan, karena tadi sebelum dia menjemput Dinar tidak ada siapapun selain Arsya di ruangan tersebut. Lena akan memulai aksinya.


"Wah siapa yang datang....??. "Ucapnya dengan menatap remeh Dinar. Dinar masih tak menyangka akan bertemu kembali dengan kakak tiri yang telah merebut kebahagiaan keluarganya.


"Kau masih tidak berubah adik menyedihkan ku." Dinar masih diam, dia tidak menanggapi perkataan Lena yang selalu merendahkannya.


Berbeda dengan Arsya yang sudah naik darah, Arsya tidak suka ada yang mengatakan Dinar seperti itu, namun Arsya masih diam, Aryan juga sama dia kesal melihat wanita lintah itu di sini.


"Mau apa lagi wanita lintah ini.... tidak tahu malu, dia pasti akan mendapatkan balasan dari taun Arsya karena berani merendahkan nona Dinar." ingin rasanya Aryan merobek bibir ember Lena, dia sudah membangunkan kemarahan Arsya.


"Kenapa diam saja hah?! jangan mengabaikan aku dasar ******, demi menjadi kaya kau merebut Arsya dariku dan bahkan sampai memiliki anak, kau tahu Arsya adalah tunangan ku, dasar wanita tidak tahu malu." ucapnya sambil menunjuk wajah Dinar. Arsya yang mendengar Lena mengatakan jika Dinar ****** membuatnya semakin naik pitam.


Plaaakkkkkk.....


Suara tamparan keras menggema di ruangan tersebut, hingga Lena tersungkur di lantai akibat dari tamparan keras itu.

__ADS_1


__ADS_2