Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
109-Bekerjasama


__ADS_3

Farhan masih menahan sakit melihat kedekatan Katrin dan juga Gala, kesal rasanya, tapi dia harus bisa menahannya, karena Farhan akan mengejar dengan caranya. Sudah seminggu semenjak Farhan bertemu dengan si kembar, sepertinya dia memutuskan pindah ke Indonesia, karena jika dia terus berjauhan maka peluangnya akan semakin kecil untuk bisa pendekatan dengan Katrin.


"Gue mutusin pindah Kar, gue mau sekolah di tempat lo dan Katrin bersekolah." tekadnya kuat, toh sekolah dijepang adalah keputusan orang tuanya. Tapi mulai sekarang dia harus bisa memutuskan hidupnya, dan akan menempuh jalan yang dipilihnya.


Karla melirik kilas, hebat juga dia langsung mau pindah ke Indonesia, sebenarnya ini bisa menjadi kerjasama keduanya, sebenarnya Karla memiliki kecurigaan yang cukup besar terhadap Gala, terlihat ketika dia selalu mendekati adiknya. Karla masih mendiamkan Katrin, bahkan mereka tidak saling bicara dalam beberapa hari.


"Terserah lo aja...... " singkatnya, Farhan sudah tahu perseteruan antara keduanya, karena terlihat dari tingkah keduanya seminggu ini tanpa adanya interaksi.


"Iya putri antartika, gue bakal buktiin kalau gue yang layak sama kembaran lo." Karla tersenyum tipis, dia tahu Farhan akan seperti ini, meski dia memang playboy, tapi sekarang dia sedikit berubah menurut pandangan Karla.


Dan sudah satu minggu Karla dan Farhan mulai akrab, bahkan Farhan sekarang sudah tahu mengenai markas rahasia milik Karla, dia takjub dengan buatan Karla, alat pelacak yang sangat berguna dan tidak ada yang bisa mengcopy nya, ini karya original milik Karla sendiri, dan hanya digunakan oleh dia dan bawahannya.


"Udah... gue paham kok, awas aja lo nyakitin adek gue."


"Gak akan lakuin itu sama Katrin, ini janji gue sebagai laki-laki." sebenarnya Karla diam-diam masih memikirkan adiknya, inilah kasih sayang Karla terhadapnya, dia selalu memantau Katrin dari kejauhan.


"Sebenernya lo lagi sibuk ngapain sihh? gue penasaran, karena seminggu ini lo selalu fokus sama laptop lo." seminggu ini Farhan memang memperhatikan kesibukkan Karla, yang selalu memantau laptopnya.


"Lo penasaran?." ucapnya dengan tatapan seriusnya, bisa nggak sih jangan seserius itu.


"Ya penasaran lahh lo mahh.... " Karla menunjukkan laptopnya pada Farhan, betapa terkejutnya dia melihat foto Gala yang terpampang jelas, dengan beberapa informasi.


"Heh lo mau ngapain laki-laki itu? sampe nyari informasi nya lagi, gila lo yaa." Farhan tidak menyangka Karla akan melakukan hal gila.

__ADS_1


"Hah gila? lo mau tahu kan? lo penasaran kan?." Farhan benar-benar tidah habis pikir dengan jalan pikiran Karla, gadis ini sungguh gila. Farhan memang sangat penasaran dengan hal tersebut, terlebih laki-laki itu dekat dengan Katrin.


"Iya gue penasaran." Karla akhirnya memberitahu maksud dari semuanya, ternyata Karla memang sudah curiga dengan Gala, laki-laki yang tiba-tiba muncul di sekolahnya, dan bersamaan dengan itu banyak para siswi yang menghilang secara misterius, terlebih dia mendekati adiknya, itu adalah kecurigaan besar keduanya.


"Lo gak bercanda kan Kar? lo gak bohong?." Farhan masih belum percaya dengan semua yang di jelaskan oleh Karla, mana mungkin laki-laki yang masih anak SMA melakukan hal tersebut.


"Emang gue keliatan becanda? gue serius, ini masalah yang benar-benar gak bisa kita biarin, kita harus cari tahu." Farhan melongo, mereka akan menyelidiki hal menyeramkan, apalagi target adalah mafia, tapi ini masih belum pasti, dan hanya dari spekulasi Karla saja, tapi terkadang hal tersebut benar.


Farhan sudah tahu tentang masalah yang ada disekolah barunya, padahal dia pindah agar bisa lebih dekat dengan Katrin, eh ini malah keseret masalah yang dia gak tahu awalnya gimana.


"Maksud lo, gue harus bantu lo gitu?." Karla mendecakkan lidahnya, laki-laki dihadapannya sungguh lemot, jika Karla sudah mengatakan hal tersebut maka Farhan memang harus melakukan hal tersebut.


"Lo bego banget sihh, lo harus mau bantu gue, gak ada penolakan." tekan Karla, membuat Farhan tidak bisa menolaknya.


"Berisik lo." Karla melanjutkan pekerjaannya, dia masih mencari informasi lainnya tentang Gala, hdia harus bisa menemukan informasi yang lebih akurat lagi. Dugaan Karla tidak pernah salah, dia masih harus bisa menemukannya.


"Ok gue mau bantu, tapi lo janji sama gue kalau lo bakal bantuin gue buat deket sama Katrin gimana? setuju gak lo?." semua juga butuh untung, Karla untung Farhan juga untung, ya kan kalau Karla mau bantu untuk bisa menjadi peluang besar untuk bisa dapetin Katrin adeknya.


"Ok deal... gue janji kalau masalah ini uda beres, gue bakal bantu lo buat bisa deket sama adek gue." akhirnya mereka saling menyetujui, dan mulai bekerja sama.


"Terus apa langkah selanjutnya?."


"Gue masih mastiin informasi tentang Gala, kalau emang dia dalangnya, kita akan langsung bergerak." what bergerak? maksudnya nangkep gitu?.

__ADS_1


"Maksudnya? kita bakal nangkep tuh orang? wah lo emang ya Kar, emang kita bakal bisa nangkep penjahat? emang lo punya bala bantuan gitu?." Karla menyeringai, membuat Farhan merinding, ini bukan candaan Karla ayolah jangan seperti ini.


"Lo bakal tahu nanti. " Farhan hanya geleng-geleng kepala, Karla memang sangat menyeramkan, bahkan dia terlihat sangat tenang.


💕💖💕💖💕💖💕


Katrin masih dekat dengan Gala, semuanya berjalan lancar, Irma dan Zea hanya bisa melihat kedekatan mereka, Irma kesal dengan kedekatan mereka, ada rasa ingin menonjok wajah sok nya Gala.


Gadis waktu itu masih saja menguntit Katrin bahkan sekarang sedikit lebih intens dari biasanya, dan itu membuat Katrin takut, dia harus segera membicarakan ini, jika tidak si penguntit akan terus berulah, dan bisa merusak kedekatan Katrin.


"Bisa gawat kalau cewek itu tetep nguntit aku, aku harus segera berbicara dengan nya, jika tidak bisa hancur kedekatan aku sama Gala."


Rasa-rasanya dia sudah muak dengan penguntit tersebut, sudah beberapa hari dia mengikutinya, dan sekarang semakin parah saja, karena Katrin bisa melihat dia dimanapun, dan hal itu membuatnya risih.


"Gala kayaknya nanti aku pulang sendiri aja ya, ada urusan mendadak, dan aku juga sekarang mau ke kelas."


"Oh ya udah gak papa kok, mma aku antar ke kelas?."


"Eh gak usah ah, itu Irma sama Zea udah nunggu, bye Gala." Gala menatap aneh Katrin, dia bertingkah aneh hari ini, dia seakan menghindarinya.


"Lo udah gak bisa lepas dari gue Katrin, tunggu aja lo bakal gue jadiin pelayanan gue, dasar cewe gampang banget di bodoin sama gue." Gala menatap kepergian Katrin, dengan seringai seramnya, penguntit itu semakin kesal karena Gala sangat perhatian dengan Katrin, sebenarnya yang membuat cewe itu ngikut Katrin terus, dia mau Katrin jauhin Gala, karena dia sangat terobsesi oleh Gala.


"Awas aja lo Katrin, ini baru awal, lo akan merasakan neraka yang sebenarnya."

__ADS_1


__ADS_2