Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
26 Pembatalan...


__ADS_3

Aryan begitu senang bisa mendapatkan alamat rumah si kembar, dia pun memberitahu Arsya tentang hal ini Arsya juga sangat senang jika rencana Aryan berhasil, kini tinggal menunggu datang ke rumah Dinar.


Si kembar imut pulang dengan membawa barang pemberian Aryan, mereka pun menuju kamar unyuk membukanya, mereka juga tak memberitahu Dinar akan hal tersebut, karena merka takut jika Dinar akan marah. Katrin membuka hadiah itu dan berisi dua gelang cantik.


"Wah kak.... lihat dua gelang untuk kita, bahkan warnanya adalah warna kesukaan kita." binar Katrin bahagia gelang indah sesuai dengan warna yang mereka sukai.


Karla sangatlah menyukai biru dongker,


sedangkan Kartrin menyukai warna pink. Katrin mengambil gelang berhiaskan dengan warna pink, kedua gelang itu adalah gelang asli, dan jika di jual maka akan mahal harganya nya.


"Kakak ambilah gelangnya, ini milikmu." Katrin memberikan gelang satunya pada Karla, dia pun menerimanya.


Gelang milik Karla berhiaskan batu biru dongker cantik di tengahnya dengan beberapa permata kecil yang berkilauan di samping batu birunya. Sedangkan milik Karla permata berkilau berwarna pink di tengah dengan mutiara di sampingnya.


"Kak bantu aku memakainya." Karla pun mengangguk dan memakaikan gelang di tangan mungil Katrin dan sangat cocok untuk nya.


"Wah cantik sekali, sini sekarang kakak." Kini tinggal Karla, sebenarnya dia enggan memakai pernak pernik seperti gelang, tapi karena desakan Katrin akhirnya dia mau memakainya.


"Pas sekali dengan tanganmu kak, lihatlah indah sekali dan sangat sempurna." celoteh Katrin, Karla hanya menanggapi dengan senyuman tipis.


πŸ’•πŸ’–πŸ’•πŸ’–πŸ’•πŸ’–πŸ’•


Arsya pun membuka berkas tentang kejelekan Lena pada kedua orang tuanya, untuk membuktikan jika Lena tak pantas di jadikan sebagai menantu keluarga besar Azhar. Haya dan Devan membaca detail berkas tersebut bergantian.


Haya membelalakkan matanya tak percaya jika calon menantunya adalah wanita yang suka menghasut kalangan orang-orang kaya dan juga pembisnis entah itu muda atau tua, Lena menggoda semuanya.


"Benarkah ini nak? apa dia wanita seperti ini?." Haya masih saja ragu dengan bukti tersebut.


"Ayah percaya dengan Arsya Mah, karena beberapa hari lalu ayah melihat dia bermesraan dia cafe bersama pria hampir berkepala empat." Devan percaya jika bukti ini adalah benar adanya.


"Mamah mau bukti kuat lainnya." Haya tetap ingin bukti yang lebih ekstra kuat, karena hal seperti ini bisa saja di sabotase oleh Arsya.


"Baik.... aku akan perlihatkan pada mamah, jika dia memang bukan wanita baik." Arsya membuka laptop miliknya dan membuka berkas rekaman CCTV cafe dan restoran yang pernah di gunakan Lena untuk bertemu dan bermesraan dengan kekasih-kekasihnya.


Arsya pun membuka file dan memutar videonya, Haya dan Devan melihat dengan serius tanpa melewatkan apapun. Haya tercengang melihat kelakuan murahan Lena, di tak percaya wajah polos Lena yang menyimpan sejuta kemunafikan di dalamnya.

__ADS_1


Di video tersebut terlihatlah Lena sedang bersama pembisnis yang umurnya sudah empat puluh, dan Lena duduk di pangkuannya sambil mengelus rahang dan pipinya, membuat Haya jijik dengan kelakuan Lena di restoran ruang pribadi.


"Apa-apaan dia.... menjijikkan sekali jika ini buktinya maka mamah akan percaya bahwa dia memang wanita murahan." ucap Haya dengan wajah kesal karena telah di bohongi oleh teman sosialita nya.


"Dasar penipu aku tak sudi jika dia menjadi istri dari putraku, Arsya batalkan perjodohan ini, temui dia setelah ini." kini Haya sudah tak mau menerima Lena lagi.


"Iya nak..... batalkan saja dan jika mereka menolak maka paksa saja." Devan juga tak mau nama keluarganya jelek akibat dari ulah Lena.


"Itu yang ingin aku lakukan sejak lama, karena aku curiga dengan wanita macam Lena." Akhirnya dia berhasil mebuat kedua orang tuanya percaya, dan bahkan mereka ingin segera membatalkan perjodohan.


"Bagus kalau begitu, dan ingat janjimu membawa wanita pilihanmu, mamah dan ayah akan menunggunya." ucapnya lagi, Haya hanya memastikan kembali jika janji Arsya benar.


"Tenang saja pasti akan aku beritahu secepatnya." ujar Arsya, dia juga sudah tak sabar menyelesaikan semuanya dan bertemu dengan Dinar dan juga kedua putrinya.


"Ya sudah lanjutkan saja pekerjaanmu mamah akan kembali ke kamar, ayo yah." Haya dan Devan pun beranjak pergi urusan Lena akan segera di urus oleh Arsya. Mereka berdua percaya semua nya akan beres dengan cepat, jika Arsya yang melakukannya.


Sementara Lena yang mendapatakan pesan notifikasi dari Arsya begitu kegirangan, akhirnya dia akan mendapatkan jawaban dari Arsya. Dia berdandan secantik mungkin menggunakan pakaian mahal, agar Arsya terpana akan penampilannya.


"Lihatlah akhirnya dia bertekuk lutut padaku." gumamnya sambil bercermin, dan menyeringai karena Arsya pasti akan menyetujui perjodohan ini. Lena beranjak dan keluar dari kamarnya, wajahnya terus tersenyum, bagaimana tidak seorang Arsya yang tak pernah tersentuh, tiba-tiba saja mengajak pertemuan, apalagi yang meminta adalah Haya sang ibu.


"Iya sayang." teriak ibunya, karena Dias emang sibuk di dapur.


Lena berangkat menggunakan mobilnya, dan bergegas ke tempat dimana Arsya sudah menentukan. Arsya berdecak kesal pasalanya Lena sangatlah lama, dia sudah menunggu sepuluh menit, Arsya tidak suka keterlambatan.


"Sial.... mana wanita itu? berani sekali dia terlambat.... " kesal Arsya, hingga datanglah Lena dengan berjalan sedikit melenggok untuk memamerkan pesonanya.


Arsya yang melihat pemandangan itu hanya menatap datar tanpa ekspresi. Dia bahkan tak sudi untuk menatap gadis di depannya, membuatnya mual. Lena pun duduk di hadapan Arsya sambil tersenyum centil, lipstik merahnya sangatlah merona, bahkan sedikit lebih menor.


"Kau terlambat." ucap dingin Arsya, sambil melihat jam tangannya. Senyum Lena langsung pudar seketika, mendengar perkataan dingin Arsya yang seperti pertama kali mereka bertemu.


"Itu hanya sepuluh menit dan kamu tahu aku...... "


"Aku tidak suka kata terlambat." potong Arsya sebelum Lena melanjutkan pembicaraan nya.


"Maafkan aku." ucapnya sambil menunduk, karena takut melihat tatapan tajam Arsya dan sangat menusuk, tiba-tiba saja hawa menjadi terasa mencengkam.

__ADS_1


"Kau akan membayar semuanya, kau telah membuat wanitaku tersiksa, kita lihat saja dengan perlahan, kau dan juga keluargamu akan merasakan akibatnya." batin Arsya, dia sekarang tahu jika Lena adalah saudara tiri dari Dinar.


"Kita langsung saja." ucapnya dengan nada serius. Jantung Lena berdetak dua kali lebih cepat, dia tak tahu apa keputusan Arsya, yang pasti dia ingin menjadi menantu keluarga Azhar yang sangat kaya.


"Aku membatalkan perjodohan ini, dan kau bisa mencari pasangan lain." tegas Arsya, dia kini bernafas lega satu masalah sudah teratasi.


Lena membelalak tak percaya dengan keputusan Arsya, membatalkan perjodohan dan itu akan menghancurkan impiannya menjadi nyonya. Suara nya seakan tersangkut di tenggorokan.


"Apa?! tidak bisa seperti ini.... kanapa kau malah memutuskan sepihak." teriak Lena tak terima, sambil menggebrak meja, Arsya masih bersikap santai bahkan terkesan tak peduli.


"Harusnya kita bicara dengan hati ke hati." sarkasnya lagi, dia masih bersikukuh untuk mendapatkan Arsya.


"Heh .... itu tidak perlu karena aku sudah menemukan wanita impianku." seringai nya, dan menatap sinis Lena.


"Dasar bajingan kau.... aku akan membalasmu atas penghinaan ini, dan akan aku buat wanita itu menyesal karena telah merebutmu dariku. " ucapnya tak kalah sinis, dengan berdecak pinggang.


Arsya bangkit dari duduknya dengan masih berwajah dingin, dia hanya tersenyum remeh dan menatap nyalang Lena, ternyata gadis di hadapannya hanyalah sampah yang tampak dengan kekayaan.


"Heh, jika kau berani mengusiknya aku pastikan kau akan mati bersama dengan keluargamu." bisiknya dengan suara psychopath nya, membuat bulu kuduk Lena meremang, seakan baru saja mendengar kabar mengerikan.


Tubuh Lena menegang mendengar ancaman Arsya, meski terkesan hanya omongan tapi Lena merasa jika Arsya tidak main-main. Arsya pun beranjak pergi tanpa peduli pada Lena yang masih mematung, dia hanya tersenyum iblis, karena dia tahu jika Lena telah terhipnotis oleh omongan nya.


Karena siapapun yang mendengar ancaman Arsya akan merasakan hawa pembunuh yang sangat kental, hingga membuat siapa saja akan takut jika mendengar pembicaraan Arsya yang mengandung unsur pembunuhan.


Dia pun tersadar dan marah karena Arsya telah mempermainkan nya, sekarang dia melupakan ancaman Arsya, Lena tak akan tinggal diam dia pasti akan mencari siapa wanita yang telah berani merebut Arsya darinya.


"Brengsek..... awas saja selama aku masih hidup, maka aku pastikan wanita itu tak akan hidup damai." geramnya, dia tak rela jika Arsya menjadi milik orang lain, apalagi Arsya adalah target bagusnya.


"Cih..... aku tak takut akan ancaman bodohmu, jika kau berani berulah maka bersiaplah perutmu aku belah, dan akan aku rontok kan semua organ dalammu." Ucap Arsya yang kini berada di dalam mobil.


Ancaman Lena bukanlah hal menakutkan, dia tak takut sama sekali malah dia semakin bersemangat untuk mencabik mereka semua, jika Lena berani melakukannya pada Dinar dan juga keluarganya.


**Jangan Lupa tinggalkan jejak setelah membaca karyaku, dengan memberikan dukungan like, vote, dan comment β˜ΊπŸ˜ŠπŸ˜‰πŸ™πŸ™


Don't Forget guys ☺☺

__ADS_1


Tetap ikuti trus kelanjutannya semoga terhibur dan Terima kasih atas waktunya β˜ΊπŸ˜ŠπŸ˜‰πŸ™πŸ™**


__ADS_2