
Karla masih belum kembali ke mansion, dia juga belum masuk kesekolah, Zea merasa bosan, dikarenakan Karla tidak mengajaknya, terlebih dia kesal karena ponselnya tidak bisa dihubungi.
"Ih kesel banget... Karla pasti bukan berlibur, ini pasti pelacakan rahasianya, dia nggak ngasih tahu gue.... padahalkan kemarin mau ngajak." sungutnya, Zea terus mengomel, padahal Karla baru izin dia hari.
"Udah napa nggak usah ngomel terus, berisik banget, Karla juga baru izin dua hari, bentar lagi juga beres dia." Irma juga penasaran sebenarnya apa yang dilakukan oleh Karla.
"Trin lo kok diem aja sihh...? ada masalah sama Karla?." tanya Irma yang melihat Katrin melamun, akhirnya dia mau lagi kumpul sama sahabatnya.
"Eh nggak kok, biarin aja kakak emang suka begitu, besok juga udah balik." Ucapnya, dia tidak mengatakan apapun tentang perseteruan dia dengan Karla.
"Katrin gue penasaran, sebenernya lo ada hubungan apa sama Gala? kita liat lo jadi makin deket aja sama tuh cowok." tanya Zea yang sudah benar-benar penasaran, dan ya Zea gak bisa nahan kalau masalah ini. Katrin terdiam, dia berfikir jawaban apa yang akan dia katakan pada Zea.
"Owhh ya aku sama dia gak ada hubungan spesial kok, cuma sekedar deket aja gak lebih, jugaan cuma temen kok." Katrin memang tidak terlalu berharap bisa bersama dengan Gala, tapi ya jujur saja Katrin memang tertarik padanya.
"Kirain lo ada hubungan yang kita gak tahu.... kalau ada apa-apa kasih tau kita yaa... " Irma hanya khawatir akan terjadi hal buruk pada Katrin, mereka juga sebenarnya lebih suka jika diberitahu jika ada masalah, karena kan sekarang mereka bersahabat.
"Gak ada Ir..... makasih udah peduli sama aku." ucapnya sambil tersenyum manis. Mereka melanjutkan ngobrol ria, tapi ada lirikan tajam dari penjuru kantin yang sedang memperhatikan ketiganya.
Dia tidak suka melihat Katrin tersenyum bahagia, terlebih tanpa beban sekalipun, tangannya menggenggam kuat, ingin rasanya dia menjambak dan mencabik muka sok polosnya.
"Sialan.... gue gak akan biarin lo hidup tenang mulai detik ini." gumamnya dengan senyuman membunuhnya, dia tidak segan mengganggu hidup orang lain yang berani mendekati seseorang yang disukainya.
Setelah menatap kesal ketiganya, dia pun beranjak pergi, rasanya muak melihat keceriaan mereka, dia sudah terbiasa dengan kesepian dalam hidupnya, bahkan disekolah keberadaannya tidak mencolok, tapi hati-hati terkadang yang tenang akan menenggelamkan. Selesai dari kantin Katrin berpamitan untuk ke toilet, dan mereka berpisah di lorong menuju kelas, karena toilet berada di ujung lorong dekat dengan UKS, dia berjalan dengan memikirkan hal yang ada dikepalanya.
Toilet yang cukup besar, karena sekolah yang memang elit, terlihat sepi karena memang sudah masuk jam pelajaran, jadi tidak ada siapapin di toilet. Katrin memasuki menuju westafel untuk mencuci tangan dan merapihkan rambutnya, tapi tanpa disangka ada seseorang yang sedang berada disana, Katrin acuh dan tidak peduli dengan seseorang itu, dia melanjutkan kegiatannya.
Tapi Katrin lega karena dia perempuan, dia hanya takut jika seseorang itu adalah laki-laki mesum, tapi bukan, ya itung-itung buat temen, serem juga ke toilet besar apalagi udah sepi. Perempuan itu berambut pendek seperti Karla, dia bertubuh tinggi dan kulitnya kuning langsat, tapi Katrin tidak bisa melihat wajahnya karena dia menggunakan masker, dan matanya tertutup oleh poni rambutnya.
"Duhh serem banget sih nih cewek..... dia kayaknya introvert deh, aku belum pernah ketemu sama siswi ini, ah udah deh gak usah kebanyakan mikir." dia sebenarnya agak takut melihat hal seperti ini, apalagi Katrin belum pernah melihat dia sebelumnya.
__ADS_1
Katrin keluar dari toilet dan langsung menuju kelas, sudah bel sejak sepuluh menit, pasti kelasnya sudah dimulai. Gadis tadi juga ikut keluar, dia memandang sinis Katrin, sampai punggungnya tidak terlihat lagi.
💕💖💕💖💕💖💕
Sementara Karla kini sedang berada jauh dari markasnya, ya dia juga sedang mencari petunjuk lain tentang mafia Red Heart, sedikit sudah dia ketahuilah, ternyata dulunya mafia Red Heart adalah penjual wanita untuk budak ****, bisa dikatakan mafia yang sangat meresahkan dan sudah banyak yang tahu tentang kejahatan kriminal mereka, tidak hanya itu mereka juga melakukan banyak sekali kejahatan yang tidak bisa dimaafkan.
"Bagus, aku akan lanjutkan penyelidikan, kalian juga tetap waspada, kita tidak tahu kapan mereka akan melanjutkan kejahatannya." Karla harus bisa menyelesaikan semuanya, karena daddynya yang memberi tugas tersebut.
Masalah ini memang sudah di bicarakan dengan daddy dan juga unclenya, tugas Karla saat ini adalah memecahkan masalah ini, dan melaporkannya jika sudah benar terbukti siapa pelaku utamanya, karena semua orang menjadi resah, padahal dulu mereka telah menghilang segera mendadak, bahkan tidak di temukan jejaknya, lalu tiba-tiba saja gempar kembali, dan membuat semuanya rusuh kembali. Entah itu memang rencana atau hanya iseng saja, tapi itu juga harus tetap diwaspadai.
Karla mampir dulu ke sebuah cafe untuk, mendinginkan kepalanya, sudah dua hari dia berkutik dalam penyelidikan yang belum Karla temukan siapa sebenarnya yang membangun kembali mafia Red Heart, yang sudah menghilang.
"Aku akan istirahat sebentar." istirahat juga penting bagi kesehatan, jadi Karla tidak mau terlalu berlebihan dalam melakukan pekerjaannya, agar bisa selesai dengan sempurna.
Karla hanya memesan cappucino dan beberapa desert untuk mengganjal perutnya yang mulai lapar, dia tidak berhenti melihat layar laptop, hingga pesanannya tiba.
"Sampai kapan ini berakhir? aku sudah lelah, aku ingin hidup lebih tenang dan bersantai lebih lama." batinnya menjerit keras, baru saja tenang dua tahun lamanya, eh sekarang sudah ada lagi masalah. Yang Karla inginkan adalah hidup dengan tenang dan menikmati keindahan dunia sebelum ajal menjemput.
"Karla...... " panggilnya, suara itu membuat Karla sadar dari lamunannya. Kini terlihat seorang laki-laki yang sedang duduk dihadapannya, dengan wajah yang sulit dijelaskan. Karla hanya memandang datar laki-laki tersebut, tangannya beralih pada cangkir cappucino nya.
"Eh beneran Karla kan...?." Dia masih bertanya.
"Hmm... " dehemnya, sebenarnya Karla tidak kaget dengan laki-laki yang ada dihadapannya ini, ya laki-laki yang dulu pernah satu sekolah asrama dengannya, siapa lagi kalau bukan Farhan.
"Wah kebetulan banget gue ketemu sama lo... duh udah lama gak ketemu, gimana kabar lo?." tanya Farhan dengan girang, sudah lama dia tidak bertemu dengan si kembar, dan tanpa kesengajaan mereka bertemu lagi.
"Bisa diem gak?!... berisik banget sih lo."dingin Karla, karena gara-gara suara Farhan yang menggebu-gebu membuat pandangan pengunjung cafe beralih pada mereka.
"Iya maaf..... "Farhan juga menyadari hal tersebut. Dia akhirnya ikut duduk satu meja dengan Karla, dan memesan makanan sekalian, ya itung-itung reuni udah lama juga.
__ADS_1
Farhan mencari sesuatu yang biasanya bersama dengan Karla, ya dia mencari Katrin, dia merindukan nya, tapi karena dia bersekolah diluar negeri, jadi baru sekarang dia kembali.
"Cari apa lo?." Karla risih dengan Farhan yang tidak bisa diam, sejak tadi dia menengok kanan dan kiri.
"Kalau lo mau cari Katrin, dia lagi gak sama gue... " juteknya, Farhan hanya nyengir kuda, dia tidak tahu kalau Katrin tidak ikut, kan biasanya mereka selalu berduaan.
"Oh gitu ya, gue kira ada bareng sama lo, kan biasanya kalian barengan mulu, sampe gak bisa ngobrol sama kembaran lo." Karla melirik tajam Farhan, dia terus saja mengoceh.
"Gak ada." singkatnya, rasanya berduaan dengan Karla membuat Farhan mati rasa, serem dan monoton banget, gak ada obrolan apapun, ya namanya juga pernah sekelas dulu pas sekolah, aneh aja kalau gak ditanya.
Sekitar sejam mereka ada disana, sampai Karla menyelesaikan pekerjaannya, entah apa sejak tadi dia hanya mengotak-atik laptopnya tanpa henti, bahkan Farhan sampai bosan.
"Lo masih disini?." Karla tidak menyangka laki-laki buaya itu masih menunggu.
"Yaelah Kar lo mah tega banget, gue tuh pengin ketemu sama sepupu dan kembaran lo, mumpung kita ketemu, dan ya biar gue tahu dimana kalian tinggal." yang sebenarnya adalah Farhan ingin tahu tempat tinggal Katrin.
"Ohhh.... "
"Jangan oh aja lo mah gak asyik..... udah ajak gue ya kerumah lo." pintanya dengan nada memaksa, ini yang membuat Karla malas. Tanpa menjawab Karla bangkit dari duduknya dan beranjak keluar dari cafe, rasanya pengap sekali dekat dengan orang rese.
"Kar tungguin.... gue ikut lo ok, plissss." pintanya dengan sangat. Karla juga sudah waktunya pulang ke mansion, pasti bundanya akan khawatir kalau dia terlalu lama.
"Huftt berisik banget lo jadi cowok.,. " Karla berjalan kearah mobilnya dengan gerakan santai, Farhan masih ikut mengejar dibelakangnya. Karla memasuki mobilnya dan memasang belt nya, dia akan segera meluncur pulang.
"Kar... boleh kan gue ikut.... " dia masih memohon.
"Lo tuh ya, bukanya kesini pake mobil, udah buruan bawa mobil lo, kaga pake lama." Dengan tersenyum Farhan langsung berlari ke mobilnya yang tidak jauh dari mobil Karla, dia mengikuti arah mobil Karla, dia sudah tidak sabar bertemu dengan sese6yang sudah sangat dia rindui.
"Gue dateng..... lo tunggu yaaa... "
__ADS_1