
Beberapa bulan kemudian.....
Setelah sembilan bulan lamanya akhirnya lahirlah anak ketiga Arsya, ya Dinar telah melahirkan anaknya yang berjenis kelamin laki-laki, kebahagiaan sekali lagi tercipta, meski keadaan Arsya masih dalam riuh yang belum berakhir.
"Akhirnya dia lahir juga, jagoan daddy lihatlah wajah manisnya.... bolehkah aku menggendong nya?." Arsya sangat penasaran dengan bayi yang baru di lahirkan, dia ingin sekali menggendong nya, karena dulu dia belum bisa merasakan kehangatan ai kembar pada saat pertama kali di lahirkan.
"Boleh, pelan-pelan ya Sya, lihat dia masih sangat sensitif." ucap Haya dan memberikan bayi tersebut pada daddy nya. Sementara Devan tidak bisa ikut, karena ada urusan mendadak.
"Wah hangat sekali.... dia tersenyum manis." ucapnya melihat putranya sudah dalam dekapan nya, dengan senyum manisnya.
"Dia pasti sedang bermimpi dad." kata Katrin yang juga melihat betapa manis senyuman sang adik.
"Lihatlah kak... ayo lihat ini." ajak Katrin, karena sedari tadi Karla sibuk dengan musiknya.
"Iya aku akan lihat." Karla pun mendekat dan melihat adiknya yang sedang terlelap dalam dekapan daddy nya.
"Manis." singkatnya tanpa sadar menyentuh pipi mulusnya, dia juga tersenyum tipis membuat Arsya senang, setelah itu Karla kembali mendudukan dirinya.
"Dia tersenyum manis juga." Ucap Arsya dengan menatap Karla.
"Siapa nama junior ku ini dad.?aku ingin dengar darimu."tanya Dinar, dia ingin Arsya yang memberikan nama itu pada anak ketiganya, karena dulu dia tidak memberikan nama pada si kembar.
"Benarkah? jadi aku boleh memberinya nama?."Arsya masih tidak percaya, ini pertama kali baginya.
"Iya dad ayo aku ingin dengar." Dinar sudah tidak sabar mendengar nama yang di berikan Arsya.
"Huft baiklah.... aku akan beri nama dia Kalandra Ryu Azhar karena dia akan menjadi penerang bagi keluarga dan masyarakat." ucapnya dengan bangga, nama Karla dan Katrin juga sekarang sudah bermarga, dan itu membuat keluarganya bahagia.
__ADS_1
Sehari berlalu akhirnya Dinar sudah di perbolehkan pulang, mereka hanya menggelar acara syukuran untuk keluarga dan sanak saja, karena Dinar yang menginginkan itu, ya sebuah ketenangan, dia tidak mau acaranya riuh karena media.
Lagi-lagi Devan tidak hadir dalam acara syukuran tersebut padahal sudah berlalu tiga hari dari kepulangan Dinar, hal itu membuat Karla sedikit curiga, tidak biasa nya kakek akan seperti ini.
"Katrin nanti akan ada yang ingin ku bicaran."
"Oke kak... memangnya pembicaraan apa? apakah tugas penting lagii? wahh akhirnya kita akan melakukannya lagi." Katrin sangat bersemangat, sudah lama semenjak kejadian Alan, mereka belum melakukannya lagi.
"Melakukan apa sayang?." tanya Arsya yang mendengar perbincangan mereka.
"Eh daddy, itu melakukan pembelajaran bersama hehehe.... "jawab Katrin dengan gugup. Membuat Arsya gemas dengan kelakuan putri nya.
"Ya sudah belajar yang pintar oke."
"Siap dad." Arsya pun berlalu karena acara masih berjalan.
"Tenang saja kak, selama kita bersama hal ini tidak akan terungkap, karena kita akan melindungi keluarga ini dari balik bayangan, bukankah itu sangat keren." Katrin juga tidak akan membocorkan apa yang telah mereka lakukan, hal itu di lakukan untuk bisa menjaga keluarganya.
"Dan jangan lupakan yang tadi." Karla pun pergi ke kamar, karena dia sangat tidak menyukai keramaian, meski itu acara syukuran adiknya, Karla hanya akan ikut sebentar untuk sekedar hadir, jika sudah terlihat oleh sanak dan keluarga nya, dia akan kembali ke kamarnya.
"Uh dingin nyaa... aku harap suatu saat akan ada yang bisa mencairkan es mu itu kak." gumamnya setelah melihat kepergian Karla, Katrin juga merasakan sifat kakaknya yang teramat dingin tanpa senyum, tapi terkadang dia bisa melihat Karla tersenyum dan itu sungguh langka.
Katrin kembali kesana untuk berkumpul, karena dia sudah tahu sifat kakaknya yang tidak suka keramaian, semua mendoakan Kalandra agar sehat selalu. Ivy juga sudah melahirkan bayinya yang kedua dan berjenis kelamin perempuan dan bernama Nida Humaira Azhar, dia melahirkan beberapa bulan sebelum Kalandra.
Acara demi acara akhirnya telah selesai dengan tanpa kendala, semua keluarga pulang meninggalkan kediaman Arsya.
"Dia tampan sekali." ucap Arsya yang masih memandangi wajah tampan putra nya.
__ADS_1
"Tentu saja dia kan laki-laki dad, oh ya besok akan ada temanku dari Jepang akan datang kemari, apakah dia boleh menginap beberapa hati disini dad?." tanya Dinar, karena Dania akan datang kemari.
"Teman di Jepang? apakah dia si Kenzo itu?." tanyanya dia tidak mau kalau laki-laki itu datang ke mansion nya, apalagi sampai menginap.
"Eh kenapa mantan atasan ku, bukan dad dia teman perempuan kenapa jadi membawa mantan atasan ku?." Dinar terheran dengan apa yang baru saja Arsya tanya kan.
"Dia itu temanku namanya Dania, dia yang dulu di Jepang pernah rawat dan bantu aku." jelasnya agar tidak ada kesalahpahaman, dan itu membuat Arsya lega, meski perusahaan mereka bekerja sama, tapi karena Kenzo pernah memiliki rasa pada istrinya, jadi dia berfikir buruk tentang nya.
"Ohh kukira itu Kenzo, aku hanya tak mau milikku di miliki orang lain, jadi wajar saja aku bertanya." ucapnya dengan penuh penekan, dia tidak mau miliknya jatuh pada orang lain.
"Iya dad aku tahu..... " Dinar terkekeh melihat kelakuan Arsya yang begitu cemburu, padahal Dinar tidak pernah sekalipun menerima Kenzo, baginya Kenzo adalah bos yang begitu baik, yang mau membantunya dan itu sudah lebih dari cukup.
Sementara itu Katrin sudah kembali ke kamarnya, dia melihat Karla sedang sibuk berkutat di depan laptop miliknya, dia begitu serius dan membuat Katrin penasaran.
"Kak apa yang sedang kakak lihat? serius sekali."
"Cepat kemari.... lihatlah aku sedang membuka data penting tentang kakek." Karla menunjukkan nya pada Katrin, dia melihat jika akhir-akhir ini perusahaan kakeknya melonjak drastis bahkan sangat fantastis nominal pendapatan nya. Karla hanya takut jika kakeknya berkomplot dengan mafia atau lainnya.
"Wah kakak dapat darimana data ini?." tanya Katrin, dia tidak tahu jika Karla mencari data tentang perusahaan, biasanya Karla meminta bantuan adiknya untuk urusan perusahaan.
"Begini aku hanya penasaran saja, dilihat sekarang kakek sangat lah sibuk, dia bahkan tidak meluangkan waktunya untuk keluarga, tapi sekarang akan kuberikan tugas ini padamu."Karla sadar dengan kesibukan kakeknya bahkan mungkin Arsya menyadari hal tersebut, namun dia memilih diam karena sekarang keluarga masih di selimuti kebahagiaan, dan itu terlihat dari wajah nya.
"Jadi kakak menyadari hal itu? kenapa tidak katakan padaku sejak awal." kesal Katrin, biasanya mereka selalu mengerjakan bersama, tapi kali ini Karla tidak memberitahukan pada kembarannya.
"Bukan seperti itu Katrin, tapi mungkin sedang ada yang mematai keluarga kita, jadi lebih baik jangan banyak orang tahu, dan tugasmu adalah bersikap seperti biasa seakan tidak terjadi apa-apa." jelas Karla, jika menyangkut ini dia akan sangat banyak bicara, dan hanya Katrin saja yang tahu bagaimana saudaranya itu.
Karla hanya tidak mau jika Katrin terluka, jadi dia sengaja belum melibatkan adiknya. Tapi sekarang dia membutuhkan bantuan Katrin, jadi Karla akan bekerjasama bersama adiknya, dia juga akan teriak berhati-hati dalam bertindak.
__ADS_1