Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
86-Rencana berlanjut


__ADS_3

"Aku akan bertindak sekarang uncle... kita sudah tidak bisa lagi menunggu." Karla sudah tidak bisa diam saja, perasaan nya mulai terasa tidak enak.


"Buktinya belum cukup kuat, dan lagi kita juga harus memastikan keluarga aman."


"Aku sudah membawa nenek dan yang lainnya ke tempat yang aman, uncle tenang saja, masalah bukti aku sudah mendapatkan nya." jelas Karla yang gerak cepat, dia sudah muak dan ingin segera mengakhiri semuanya. Asfi kaget bukan main, sejak kapan keponakan nya begitu lihai dalam bertindak, bahkan soal keamanan keluarga dia sudah jamin semuanya aman.


Karena Karla membawa nenek dan juga keluarga lain ke villa pribadi miliknya, Karla telah menjelaskan semuanya pada Haya, dan Ivy untuk situasi saat ini, dan untung nya mereka percaya, karena ini juga rencana Haya untuk segera mengakhiri drama menyedihkan di keluarga besar nya. Tapi Karla mengatakan jika ini adalah villa baru milik daddy nya, jika mereka tahu yang sebenarnya, maka akan menjadi masalah, karena dia ingin memberitahu di waktu yang tepat.


Begitu juga dengan Andra yang langsung di jemput oleh orang kepercayaan Karla, karena Andra tadi masih di mansion, Karla juga mengirim beberapa bawahannya untuk menjaga sekitar mansion, karena disana masih ada pelayan, dia tidak mau ada yang terluka, meski itu hanyalah pelayan rumah.


Sementara Katrin masih di perusahaan miliknya bersama dengan Kenzo untuk melakukan pemeriksaan saham dan juga pendapatan dari perusahaan Azhar yang di pegang oleh Devan.


Tapi masih ada satu yang mengganjal pikira Karla, GPS bundanya tidak bisa terdeteksi dan jauh dari jangkauan drone capung miliknya, ini sudah sekitar beberapa jam dari selesai sarapan pagi tadi, hingga saat ini yang menjelang sore.


"Pasti ada sesuatu sedang terjadi uncle, kita harus menyusul daddy." Karla tidak bisa tinggal diam, dia harus menyusul Arsya, dia merasa ada hal buruk sedang terjadi.


"Baiklah ayo kita berangkat." Asfi dan Karla akhirnya memutuskan untuk menyusul Arsya, tak lupa Karla menerbangkan lagi drone capung miliknya.


"Kita akan kemana?." tanya Asfi yang belum tahu arah tujuan nya.


"Ke kampung pelosok uncle, jembatan perbatasan." ucap Karla setelah setengah jam perjalanan, karena dia melihat mobil daddy nya terparkir di sebuah desa, sebelum akhirnya batas drone nya yang belum mencukupi jaraknya.


Asfi melesat dengan kecepatan sedang agar segera sampai disana. Karla masih memperhatikan sekitar dengan drone nya, hingga Karla melihat Dania dengan wajah panik nya.


"Uncle kita berhenti di warung makan ujung jalan, aku melihat ada mobil daddy terparkir." tanpa basa-basi Asfi langsung menuju kesana.

__ADS_1


Arsya berhasil meraih tangan Dinar, untung saja masih sempat dan beruntung nya saat ini sungai sedang surut, dan ombaknya tidak terlalu deras, Dinar hanya tenggelam, karena dia memang tidak mahir berenang. Arsya segera membawa Dinar ke daratan, Dania langsung berlari untuk melihat keadaan Dinar.


Terlihatlah kening Dinar mengeluarkan darah, akibat benturan dengan batu, hal itu membuat Arsya semakin panik, Dania juga belum bisa tenang melihat keadaan Dinar. Arsya mencoba menyadarkan Dinar dengan menekan dadanya, dia juga memberi nafas buatan, tapi Dinar masih belum sadarkan diri, meski air sudah banyak keluar dari mulutnya.


"Kita bawa sekarang ke rumah sakit Sya ayoo..... " Dinar harus segera di tangani oleh medis.


Arsya membopong tubuh Dinar menuju ke atas, untungnya Arsya kuat membawa istrinya sampai ke atas, dan segera membawanya ke mobil. Asfi dan Karla terkejut melihat keadaan Dinar, Karla sangat khawatir.


"Bunda... ada apa dengan bunda dad.....?." Karla tidak bisa melihat keadaan bundanya yang tidak sadarkan diri dengan darah yang masih keluar dari keningnya, robekan nya lumayan panjang dan cukup dalam, yang membuatnya terus mengeluarkan darah.


"Ada apa dengan bunda aunty...? kenapa keadaannya tidak baik?." Karla masih bertanya-tanya.


"Nanti aunty ceritakan semuanya ok, sekarang ayo kita ke rumah sakit dahulu." Dania ikut mobil Arsya untuk bersama Dinar, Asfi dan Karla segera menyusul di belakang mobil Arsya. Hati Karla gelisah tapi dia juga sangat marah, dia tidak terima dengan apa yang menimpa bundanya.


Sesampainya di rumah sakit, Arsya segera memanggil perawat dan membawanya ke ruang UGD untuk tindakan. Mereka semua menunggu di luar ruangan, berharap keadaan Dinar baik-baik saja. Dania menceritakan detailnya seketika Arsya di penuhi kemarahan, Karla juga tidak menduga mereka akan membahayakan keluarga yang lain.


Karla hanya diam wajahnya dingin dengan tatapan membunuhnya, mu ngkin sekarang saatnya dia menghabisi dalang, Karla tidak mau nyawa keluarganya terancam, hanya karena permainan licik nya.


💕💖💕💖💕💖💕


"Kau gagal dalam misi..... " Devan sangat marah karena Ferdian gagal dalam misinya begitu juga dengan Hayfa, Ferdian sudah sadar dari pingsannya kemarin, karena Devan tahu jika Asfi dan Haya sudah memberitahu kebenarannya, Devan segera memerintahkan bawahannya untuk menghabisi Dinar.


"Maaf tuan... anda boleh menghukum saya kerena kecerobohan yang saya lakukan." Ferdian tidak tahu jika dia bisa ceroboh dan meremehkan Dafa.


"Bahas saja itu nanti, aku sudah mengirim bawahan untuk menghabisi Dinar, tapi mereka belum ada kabar." kesal Devan karena bawahannya belum juga melaporkan atas terbunuhnya Dinar.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba saja bawahannya mengirim sebuah foto, jika Dinar berhasil di jatuhkan dari jembatan dan hanyut terbawa arus. Devan tersenyum miring, satu penghalang telah dia bereskan, tinggal menghancurkan mereka secara perlahan.


"Kita akan atur strategi baru, untuk menghancurkan keluarga Azhar, dan semua kekuasaannya akan jadi milikku." Devan sudah tidak sabar untuk mengambil alih semua milik keluarga Azhar, pembalasan dendamnya akan dia tuntaskan saat ini, dan akhir tahun dia akan merayakan kemenangan nya.


Devan mengatur semua strategi ulang, dan membuat rencana penyerangan untuk semua keluarga Azhar, dengan begini mereka pasti akan menyerah, tapi tanpa di sadari Devan, dia meremehkan keluarga Azhar, karena dia tidak tahu ada pembunuh tersembunyi yang sedang mengintainya, hal yang tidak di ketahui itu adalah sebuah kehancuran baginya.


💕💖💕💖💕💖💕


"Bagaimana keadaan istri saya dok...?. " Arsya segera bertanya dengan keadaan istrinya.


"Istri tuan harus segera mendapatkan transfusi darah sekarang, dan itu sangatlah di butuhkan." karena luka di keningnya membuat Dinar harus mendapatkan donor darah segera.


"Golongan darahnya O apakah tuan memiliki golongan darahnya?." ternyata golongan darah Arsya bukan O melainkan AB, Karla juga bukan karena dia sama dengan daddy nya, yang tersisa hanyalah Dania dan Asfi.


"Biar aku saja yang mendonor, golongan saya O dokter." ucap Asfi yang langsung menawarkan diri.


"Baiklah ikut dengan saya." Asfi di bawa ke ruangan untuk di periksa. Arsya masih sangat khawatir, terlebih keadaan Dinar yang masih belum pasti. Karla hanya diam menunggu tanpa berbicara apapun, rasanya ingin sekali dia menghancurkan dalang nya saat ini juga.


Setelah setengah jam Asfi selesai melakukan tranfusi darah, semuanya masih belum tenang karena dokter masih belum memberikan keterangan yang pasti.


"Aku akan pergi sekarang uncle, tolong jaga daddy, aku akan pergi menemui uncle Dafa." bisik Karla, dia harus segera membuat rencana selanjutnya dengan Dafa di markas utama miliknya, ya meski ada banyak orang disana, karena demi keamanan semuanya.


"Akan uncle antar... " Asfi tidak bisa membiarkan keponakan kesayangan nya pergi seorang diri.


"Tidak perlu uncle, aku sudah meminta tolong pada paman Aryan untuk menjemput ku." Aryan lah yang akan menjembut Karla, karena dia juga sibuk mengurus perusahaan, dan tahu jika keadaan saat ini memang sedang rumit.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, berhati-hati lah, nanti uncle akan kabari semuanya tentang keadaan bundamu."


"Siap uncle, aku serahkan yang disini padamu."


__ADS_2