
Hari sudah menunjukan sore hari, mereka baru selesai berkeliling mall dan kini mereka sedang berada di parkiran, Karla ataupun Katrin tidak bercerita tentang kejadian tadi kepada ayah dan ibu mereka, karena bagi mereka hal itu tidaklah penting, karena Karla dan Katrin lebih suka menyelesaikan masalah mereka sendiri. genius mah beda....
Tanpa sengaja ternyata Lena dan juga Lusi juga berada di sana, selesai memasukkan barang ke dalam bagasi mata Lena tak sengaja melihat Arsya bersama wanita dia kaget melihat hal tersebut.
"Hei kak ada apa? kenapa melamun?." tanya Lusi yang melihat kakanya melamun, Lusi mengikuti kemana mata Lena melihat, betapa terkejutnya melihat Arsya dengan seorang wanita dan dua anak kecil.
"Hah bukankah kak Arsya yang telah menolak perjodohan denganmu?." Lusi tak percaya dengan yang dia lihat.
"Jadi dia wanita itu, brengsek..... tak akan aku biarkan kalian bahagia.... " marah Lena, namun beberapa saat setelah mengatakan hal itu, Dinar menoleh sehingga terlihat jelas wajahnya oleh Lena dan Lusi.
"Kak lihat wanita yang bersama kak Arsya dia Dinar.... " Lusi memperhatikan dengan seksama bahwa yang di samping Arsya adalah saudara tirinya. Lena juga ikut melihat ke arah wanita yang ada di samping Arsya.
"Apa?! Dinar....bagaimana bisa dia bersama dengan Arsya..... jadi wanita pilihan Arsya adalah dia.... awas kau Dinar aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang, selama aku masih bernafas jangan harap kau bisa bahagia." Tekad Lena yang tidak akan membiarkan saudara tirinya hiduo bahagia.
"Lalu apa kakak punya rencana? aku jadi penasaran ada hubungan apa Dinar dengan kak Arsya." Lusi jadi penasaran ada hubungan apa Arsya dan juga Dinar.
"Aku selalu ada cara untuk menghancurkan Dinar, kamu hanya perlu membantuku, dan antara Dinar dan Arsya aku bisa tebak jika itu adalah wanita yang dia bicarakan saat menolak perjodohan ku dengannya." jelas Lena karena Arsya mengatakan sudah menemukan wanitanya, Lena mengepalkan tangannya karena sekarang dia tahu bahwa wanita impian Arsya adalah saudara tiri nya.
Mobil Arsya keluar dari parkiran, Dinar tidak tahu jika kedua saudara tirinya melihat dia bersama dengan Arsya, Lena tidak terima akan hal tersebut dia masih sakit hati dengan penolakan Arsya di tambah sekarang dia tahu siapa wanita pilihan Arsya yang ternyata adalah saudara tirinya.
"Ayo kita pulang.... aku akan segera merencanakan sesuatu untuknya." Lena berencana memberitahukan Alan dan juga Ferdi bahwa Arsya telah kembali dari Jepang. Lena dan Lusi pun beranjak pergi kekesalan di hati Lena bertambah, dia sudah ingin segera membalaskan sakit hatinya pada Arsya.
Lena mengantarkan Lusi pulang, dia tidak memberitahukan kepada adiknya tentang kerjasama nya dengan Alan, Lena mungkin suatu saat akan membutuhkan bantuan Lusi agar rencananya bisa berjalan mulus.
Sampailah Lena di paviliun yang dulu pernah dia datangi, dia memang belum menjalankan rencananya karena Arsya pergi ke Jepang, dan dia baru melihatnya hari ini, paviliun bukan markas utama, karena Alan tidak akan seenaknya memberitahu markas utama meski Lena adalah pionnya.
Ferdi yang akan keluar dari sana tidak sengaja melihat Lena, dia pun menghampiri nya mungkin akan ada kabar baik mengenai musuh tuannya.
"Sedang apa kau disini?." tanya Ferdi membuat Lena terlonjak kaget.
"Kau.... membuatku terkejut saja." ucapnya sambil memegangi dadanya.
"Aku kesini karena ada kabar baik tentang Arsya." jelasnya, Ferdi pun mempersilahkan Lena masuk, dia tidak jadi pergi.
__ADS_1
Alan yang sedang bersantai sambil memeriksa beberapa pekerjaan melalui laptopnya, dia melihat Ferdi kembali bersama Lena membuat dia bertanya-tanya.
"Maaf tuan Lena datang memberi kabar baik tentang musuhmu." ucap Ferdi memberitahukan kedatangan Lena yang tiba-tiba.
Alan mempersilahkan Lena duduk dan menjelaskan detailnya, Ferdi juga ikut mendengarkan sebenarnya kabar baik apa yang di bawa wanita itu.
"Katakan... " singkat Alan dengan wajah tanpa ekspresi membuat Lena gugup seketika, wajah datar Alan membuat Lena sedikit merinding, karena wajahnya sama seperti Arsya yang selalu menatapnya dingin.
"Anu.... aku melihat dia telah kembali dari Jepang, dan yang membuat rencana ini menjadi mudah adalah dia bersama seorang wanita dan juga dua anak perempuan." jelas Lena, dia memang belum tahu pasti siapa dia anak perempuan tersebut, tapi dia yakin keduanya ada hubungan dengan Arsya.
"Memang siapa wanita itu?." tanya Alan.
"Aku bisa tebak jika dia adalah wanita nya, tapi kedua anak itu aku tidak tahu memiliki hubungan apa dengan Arsya."jelas Lena, Alan hanya manggut-manggut mendengar penuturan Lena, hingga di otaknya ada ide cemerlang untuk melancarkan rencananya.
"Berita baik.... Ferdi cari tahu siapa perempuan yang bersama dengannya dengan detail begitu juga dengan kedua anak perempuan itu."
"Dengan begitu jika kita sudah mengetahui kebenarannya, maka itu akan memudahkan rencana kita." titah Alan, kini dia juga akan bergerak mencaritahu dengan detail semua tentang Arsya, bisa saja wanita dan juga kedua anak perempuan itu menguntungkan baginya dan juga rencananya.
"Baik tuan saya akan segera laksanakan." Ferdi pun pergi untuk memberitahukan titah Alan pada mata-mata mafia tuannya.
"Beri waktu aku satu minggu, aku akan segera membereskannya." Lena yakin dalam waktu satu minggu Arsya akan menjadi miliknya.
"Ok akan ku beri waktu satu minggu, dan jika kamu gagal maka kau harus menuruti apa yang aku inginkan." Alan tidak ingin melewatkan wanita seperti Lena, dia bisa menikmati tubuh seksi Lena, sebelum dia buang.
Lena sedikit ragu dengan permintaan Alan, tapi rasa sakit hatinya yang mendorong dia agar mau menurutinya. Akhirnya dengan terpaksa dia menyetujuinya.
"Baik aku setuju.... kalau begitu aku akan pergi, dan segera akan ku rencanakan segalanya. " Alan mengangguk mengerti, senyum iblisnya terbit di bibirnya, namun Lena tidak menyadarinya. Lena pun beranjak pergi dia harus menyusun ulang rencananya agar tidak salah dalam bertindak, karena Arsya bukanlah lelaki yang mudah untuk di bodohi.
"Heh..... aku yakin kau akan gagal Lena.... aku akan menikmati tubuhmu sebentar lagi, kau harus menjadi pelayan ku.... " gumam Alan, dia memang berencana menikmati tubuh Lena, memang benar siapa yang tidak tergoda dengan tubuh indah Lena, meski dia tidak menyukai gaya dia bermake-up yang membuat pandangannya bosan, tapi tidak dengan tubuhnya.
Alan juga termasuk pecinta wanita sexy tapi dia juga harus tahu jika wanita yang dia tiduri adalah wanita yang sehat dan tidak memiliki penyakit seksual menular, dan dia juga akan main aman karena dia tidak mau jika benihnya tertanam di dalam rahim wanita manapun.
πππππππ
__ADS_1
Sementara Kenzo sudah beberapa hari tidak melihat Dinar masuk kerja, dia menjadi khawatir terlebih Dinar tidak memberitahukan kepindahannya ke Indonesia, hanya Zeni yang tahu karena pada saat Dinar mengundurkan diri dari perusahaan Kenzo sedang berada di luar kota.
"Ya tuan ada yang bisa saya bantu?." tanya Zeni, beberapa saat lalu Kenzo memanggil nya.
"Dimana Dinar? sudah bebrapa hari aku tidak melihatnya?." Zeni tahu pasti atasannya akan menanyakan hal tersebut.
"Lalu siapa wanita yang ada di ruangan Dinar? aku tidak pernah melihat dia sebelumnya?." Kenzo juga melihat ada wanita yang sudah menggantikan posisi Dinar di ruangan nya. Zeni bernafas berat, dia pasti akan kena marah.
"Maaf tuan beberapa hari lalu pada saat anda pergi keluar kota..... sekretaris Dinar mengundurkan diri, jadi sebelum anda pulang saya sudah mencari penggantinya." jelas Zeni.
"Apa?! Dinar mengundurkan diri bagaimana bisa? kenapa kau tidak menghentikannya?." berbagai pertanyaan terlontar dari mulut Kenzo, dia bangkit dari duduk nya.
"Maaf tuan aku sudah mencegahnya tapi ada tuan Arsya yang memaksakan kehendak, jika saya menolak maka dia akan membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan, hingga saya mengizinkannya..... tolong maafkan saya tuan." Zeni menundukkan kepalanya, dia tahu jika itu adalah hal yang ceroboh, karena tanpa seizin dari atasannya dia sudah menyetujui pengunduran diri Dinar.
"Apa kau bilang Arsya ada di sini? bagaimana bisa dia berlaku seperti itu?." Kenzo tak habis pikir karena Arsya ikut dalam pengunduran diri Dinar.
"Saya juga tidak tahu pasti apa alasannya, tapi memang benar tuan Arsya yang memaksaku untuk mengizinkannya tanpa menunggu anda kembali. " Kenzo tak bisa berkutik jika berhadapan dengan Arsya pengusaha nomor satu di setiap saentaro negeri di dunia.
"Apa lagi ini.....?!." Kenzo memijit pelipisnya tidak tahu apa yang akan dia lakukan.
"Kembalilah bekerja.... aku akan pikirkan ini sendiri." Zeni pun memberi hormat dan beranjak pergi dari ruangan Kenzo.
"Huft.....kenapa Arsya? apa hubungan Dinar dengannya sehingga Dinar harus mengikuti kemauannya?." pikirannya bertanya-tanya ada hubungan apa dia dengan Arsya. Hingga terbesit di dalam pikirannya untuk mencari tahu, dia mengambil ponsel dan menelpon seseorang.
"Halo.... saya atasan Dinar bisakah kita bertemu di Cafe Tsubaki.... ada hal penting yang harus saya bicarakan..." Kenzo menghubungi seseorang, karena bisa saja dia tahu kemana perginya Dinar.
"......... "
"Baiklah.... akan aku kirim lokasinya." dia pun menutup panggilan dan langsung serlok kepada seseorang tadi. Kenzo bergegas pergi kesana, perasaan tidak tenang karena sebelum dia tahu dimana Dinar.
**Jangan lupa memberi like, vote dan comment untuk mendukung karyaku.... dan jangan lupa tambah ke rak buku favorit kalianππππ
Semoga terhibur..... maaf jika upnya terkadang lama... tapi saya akan usahakanβΊππ
__ADS_1
karena terkadang ada kendala jika akan menulis, jadi mohon di maklum para readers πππ**