Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
57 Rencana Balas Dendam


__ADS_3

"Brengsek!!....Wanita itu tertangkap, kita harus segera membuat rencana baru lagi, jika tidak Arsya pasti akan menemukan kita."Kesal Alan, yang tahu jika Lena tertangkap, mereka berhasil kabur lagi setelah tahu jika Lena malah nekat membunuh Dinar.


"Benar tuan, kita harus ubah rencananya." Ferdi juga sependapat, sekali lagi mereka berhasil kabur dari Arsya, mereka tidak akan mudah tertangkap jika segera membuat rencana baru.


Kini mereka sudah berada jauh dari mansion utama keluarga Azhar, rencana mereka gagal total akibat Lena yang berbuat seenaknya. Mereka juga tahu jika Lena sudah di tahan, yang pasti tidak lama lagi Arsya akan menghancurkan keluarga Lena dan tidak akan membiarkan mereka hidup tenang.


Hari sudah semakin malam, keriuhan di mansion utama sudah teratasi, semua sudah kembali seperti semula. Haya dan Devan kembali kesana karena keadaan sudah aman.


"Apa menantu kita baik-baik saja yah?." tanya Haya yang mengkhawatirkan keadaan Dinar menantu barunya.


"Dia pasti baik-baik saja ada putra kita yang menjaganya, besok kita kesana untuk melihat keadaannya." Devan tahu jika Haya mengkhawatirkan Dinar, karena baru saja dia kehilangan orang yang dia sayangi.


"Iya yah besok kita harus kesana."


💕💖💕💖💕💖💕


"Kirim mata-mata ke semua tempat di kota ini jangan sampai ada yang terlewat, dan kirim lima hacker terbaik untuk mencari tahu keberadaan si sampah itu." Arsya sudah muak dengan permainan Alan dan kini saatnya dia yang bermain, meski ini terjadi karena adanya dendam, tapi mereka melibatkan Dinar dan juga seluruh keluarga Azhar, dan itu yang membuat Arsya muak.


"Baik aku akan persiapkan hal itu." Dafa juga sudah kesal dengan kelakuan Alan.


"Sekarang kau urus wanita itu dengan sisa keluarganya, jangan biarkan mereka mendapat ampun." Arsya juga tidak akan membiarkan Lena dan juga sisa keluarga nya hidup bahagia.


"Beres kak.... aku sudah siapkan semua." dengan senang hati Dafa ingin melihat wanita tak tahu diri itu hancur.


"Sekarang kita bisa mulai rencana nya, jangan sampai ada yang lolos lagi." Arsya tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja.


"Itu tidak akan terjadi, mereka sudah mengusik hiu yang ada di kedalaman laut, jadi jangan sampai mereka lepas dari samudra." Prinsip keluarga Azhar, mereka tidak akan melepaskan manusia yang berani bermain dengan mereka.


"Tentu saja. " singkatnya dengan senyum smirk nya.

__ADS_1


Setelah perencanaan balas dendam yang hanya di ketahui oleh Dafa dan Arsya, Dafa mulai menghubungi matah-mata dan hacker handal andalannya. Namun siapa sangka Karla mendengar semuanya, si detektif kecil itu sudah mendengar semua.


"Oh yes dad... aku akan membantu menemukan dia." gumamnya dengan seringai menyeramkannya. Meski Karla ataupun Katrin tidak tahu menahu wajah musuh dari daddy mereka, tapi pasti mereka akan mudah mendapatkan informasi. Ini adalah hal yang paling di sukai Karla, mencari tahu.


Karla berlari ke kamar untuk memberitahukan misi penting. Semua akan di temukan oleh mereka berdua sebelum mata-mata dan hacker andalan Dafa yang menemukan.


"Katrin..... " panggilnya, mereka masih berada di kamar Dinar, karena dia masih belum sadar.


"Sttt kak berisik, liat bunda masih beristirahat." Tak biasanya dia melihat kakaknya berteriak.


"Ohh maaf.... " ucapnya santai dan berjalan mendekat ke Katrin.


"Ada apa sih kak sampe berteriak?." tanya Katrin sambil menatap keanehan pada kembarannya.


"Kita akan bantu daddy." katanya langsung, membuat Katrin bingung.


"Membantu apa kak? bicara yang jelas saja."ucap Katrin yang belum konek dengan pembicaraan kembarannya.


"Begini kita secara rahasia akan membantu daddy dan uncle Dafa menangkap penjahat yang mengusik keluarga Azhar, apa kamu setuju?." jelas Karla dengan antusias. Katrin nampak berfikir, hingga di beberapa detik dia ikut tersenyum.


"Wah ide yang hebat, ok kita akan melakukan misi rahasia, seperti nya seru." senang Katrin, dia juga sudah ingin melakukan hal itu bersama kembar nya. Sudah lama mereka tidak melakukan hal itu semenjak bertemu daddy mereka.


"Sudah jangan keras-keras, nanti kita bahas lagi dikamar." ucap Karla menyudahi berbincangan rahasia mereka.


"Ok kak."Arsya kembali ke kamar Dinar setelah perbincangan mereka selesai.


"Dad.... kapan bunda bangun?." tanya Katrin, melihat sang bunda masih terpejam.


"Sebentar lagi bunda pasti bangun, jadi sabar yaa."

__ADS_1


"Iya dad aku dan kakak hanya khawatir bunda kenapa-kenapa."


"Iya daddy mengerti sayang, kalian berdua selalu menjadi obat untuk daddy dan bunda." Arsya senang kini keluarga nya sudah berkumpul dan selamanya akan seperti ini, karena Arsya tidak mau kehilangan mereka lagi.


"Ya sudah, kalian berdua istirahat ini sudah malam, besok kalian harus bersekolah, daddy sudah memasukkan kembali kalian ke sekolah." jelas Arsya, dia sudah mendaftar ulang kedua putrinya ke sekolah mereka.


"Wah terima kasih dad.... ayo kak kita harus persiapkan untuk sekolah besok." girang Katrin akhirnya mereka kembali lagi ke sekolah.


"Em.... " Karla hanya mengangguk, mereka pun pergi ke kamar mereka untuk beristirahat dan menyiapkan untuk sekolah besok. Karla dan Katrin beranjak pergi karena hari sudah malam, dengan pikiran mereka yang akan membantu daddy mereka.


Sesampainya di kamar Katrin langsung mengambil tab miliknya, begitu juga dengan Karla. Sistem tab mereka sudah sangat canggih, Karla sudah membuat GPS buatannya untuk semua anggota keluarga nya, dia juga menyimpan penyadap secara diam-diam pada saat beberapa waktu lalu, dan juga keamanan sistem detektif nya, sementara tab milik Katrin tidak kalah canggih, Katrin sudah mencaritahu semua perusahaan yang ada di indonesia, entah itu perusahan kecil atau besar bahkan sampai yang ternama, dia sudah mengumpulkan berbagai informasi penting dari semua perusahaan hingga akarnya.


"Bagaimana sudah ketemu?." tanya Karla pada Kqtrin tentang perusahaan tersebut.


"Sebentar." singkat nya, matanya masih fokus pada layar tab miliknya. Hingga dia menemukan nama perusahaan besar yang lumayan terkenal, yaitu Wuxia Group.


"Kak kemari lihat ini." Katrin menunjukan perusahaan yang menurut nya aneh, karena datanya tidak lengkap dan banyak sekali yang di rubah dari bulan ke bulan, bahkan pemasukan nya terbilang sangat besar perharinya.


"Perusahan Wuxia group, perusahan ini selalu berganti identitas setiap jam nya, bahkan pemasukan setiap harinya sangatlah banyak, padahal di lihat dari kerja sama dengan perusahaan lain tidaklah banyak." Katrin menjelaskan dengan detail perusahaan wuxia yang benar-benar membuat dia curiga.


Karla mengamati informasi mengenai perusahaan tersebut, dia akan menggali lebih dalam tentang kecurigaan adiknya, dia juga sependapat dengan Katrin, apalagi dia adalah hacker jenius, bahkan perusahaan gelap pun bisa dia temukan titik terangnya.


"Ok kirim filenya padaku adik, aku akan mengorek perusahaan ini." Katrin pun segera mengirimkan file perusahaan wuxia pada web pribadi milik Karla. Mereka sama-sama memiliki web yang tidak di ketahuilah oleh siapapun, bahkan Arsya sendiri juga tidak mengetahuinya, banyak perusahaan yang meminta bantuan pada mereka melalui web yang mereka buat.


Selesai mengirimkan file, Karla mulai mengorek informasi lebih dalam lagi mengenai perusahaan tersebut, dia mencari siapa CEO yang sebenarnya, dan mencari wajah dari pemilik perusahaan tersebut.


Hingga sekitar sepuluh menit berkutat dengan fokus pada tab nya, Karla berhasil menemukan titik temu, dia berhasil menghack akun serta data-data penting perusahaan wuxia, tak lupa dengan wajah dan juga nama nya.


"Alan Septian, dan tangan kanannya bernama Ferdian, mereka adalah pembisnis dunia gelap, dan hasil yang besar dari perusahaan tersebut adalah narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya." jelas Karla, dia tersenyum puas akhirnya penjahat itu telah mereka temukan.

__ADS_1


"Termasuk senjata ilegal juga mereka perjual belikan, semua tertulis jelas di data informasi akurat ini, bahkan semua daftar-daftarnya sangatlah lengkap, kita bisa membantu daddy dan uncle Dafa." Katrin juga ikut melihat data tersebut. Mereka akhirnya bisa melihat bukti kejahatan mereka, bahkan ini bisa jadi alat penting dalam rencana balas dendam mereka.


"Kita lihat seberapa mahir mereka akan terus bermain?." seringai iblisnya tertampak jelas, Karla dan Katrin sudah tidak sabar melihat permainan ini hancur dan pindah kendali.


__ADS_2