Putri Kembar Sang Psychopath

Putri Kembar Sang Psychopath
31 Bertemu lagi


__ADS_3

Kembar imut sangat senang karena ini pertama kalinya mereka di jemput sangat ayah. Katrin berceloteh riang dan sangat bersemangat karena Arsya akan pergi ke rumah mereka, rencana mereka memang tak berjalan mulus, namun dengan membawa Aryan ke rumah mereka membuat Dinar dan Aryan bertemu kembali, dan tanpa di sangka sekarang sang ayah yang datang menjemput mereka.


"Daddy kita akan pergi kemana?." tanya Katrin yang ingin tahu mereka akan pergi kemana.


"Kalian ingin kemana? ayah akan ajak kalian berdua pergi sebentar bagaimana?." Arsya ingin membelikan beberapa mainan untuk kedua putrinya sebagai hadiah.


"Kita ke toko mainan boleh dad?." Katrin sangat bersemangat, sedangkan Karla seperti biasanya datar dan dingin meski itu bersama dengan ayahnya.


"Boleh.....kalian boleh membeli mainan apapun." ucap Arsya, dia senang melihat kebahagiaan di wajah keduanya, meski di wajah Karla terlihat biasa saja, tapi Arsya merasakan hal itu.


"Lalu bagaiamana dengan Karla? kamu ingin kemana sayang?." tanya Arsya menawarkan sesuatu pada Karla, karena sedari tadi Karla tak banyak bicara.


"Aku ikut kamana daddy dan Katrin pergi." jawab ya dengan wajah datar. Arsya tak menyangka jika sifat datar dan dinginnya merasakan urin pada salah satu putrinya.


"Tapi jangan terlalu lama, bunda pasti akan mencari kita." ucapnya lagi, karena mereka pergi tanpa seizin bundanya.


"Baiklah kita akan pergi sebentar saja, setelah itu daddy akan mengangkat kalian." Arsya juga merasa tak enak jika membawa Karla dan Katrin tanpa seizin Dinar.


Mereka pun pergi mall ternama di kota Jepang dan mereka memilih beberapa mainan. Katrin sangat gembira bisa membeli mainan yang dia inginkan, sedangkan Karla hanya mengambil beberapa boneka, Karla sedikit menyukai boneka, jadi dia memilih boneka saja.


"Daddy... aku ingin ke toko buku, aku ingin membeli beberapa buku. " Sedangkan Katrin sangat menyukai buku pelajaran dan berbagai macam buku cerita.


"Ayo... " mereka beralih ke toko buku, Arsya memperhatikan Karla yang diam tanpa meminta sesuatu yang di sukainya.


Katrin membawa keranjang dan memilih buku yang belum dia miliki, Arsya pun berinisiatif menawarkan sesutu pada Karla.


"Karla sayang.... apa kamu tidak mau memilih barang kesukaanmu? apa saja yang Karla sukai pasti akan daddy belikan." Arsya menawarkan kepada Karla. Mendengar Karla yang belum memilih apa yang di sukai selain boneka, Katrin pun akhirnya yang mengatakan pada Arsya.

__ADS_1


"Oh daddy belikan kakak kamera keluaran terbaru dan juga tab, aku juga ingin tab untuk belajar." Katrin pun memberitahukan jika Karla ingin membeli kamera terbaru dan juga tab.


"Oh ya ampun sifatku menurun pada Karla... dia persis sepertiku.... aku merasa melihat diriku padanya sewaktu kecil." batin Arsya ketika tahu jika salah satu putrinya menuruni sifatnya, dan dia seperti melihat dirinya pada waktu kecil.


"Oh ternyata itu baiklah setalah selesai membeli buku Katrin kita ke toko kamera dan juga toko alat komunikasi, membeli yang kalian inginkan." Arsya tak tahu jika kedua putrinya sangat menyukai belajar, tapi pengecualian untuk Karla, dia membeli tab hanya untuk memasang keamanan keluarganya dan juga untuk menjadi mata-mata rahasia, jika ada yang membutuhkan bantuannya. Sedangkan Karla untuk belajar dan juga untuk berbisnis, biasanya Katrin menjual hasil strategi bisnis yang dia rancang sendiri, pada para pengusaha.


Mereka membeli semua yang di inginkan, tab, camera, buku dan beberapa mainan. Setelah selesai menjelajah mall mereka pun pulang dengan diantar oleh Arsya, dan ini adalah kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya dengan Dinar dia juga ingin tahu apa keputusan Dinar kedepannya.


"Daddy.... apakah daddy mau mengantar kita sampai rumah?." tanya Katrin, gadis kecil itu menginginkan agar ayahnya bisa mengantar mereka ke rumahnya agar bisa bertemu ibu mereka.


"Tentu saja sayang.... daddy akan mengantar kalian sampai rumah, dan bisa bertemu dengan bunda kalian." ucap Arsya senang, dia sudah tak sabar bertemu dengan seseorang yang sudah mengisi hatinya entah sejak kapan. Arsya juga tak menyangka kini dia sudah di panggil daddy, dan ini bagaikan mimpi baginya.


Sementara beberpa jam lalu Dinar sedikit terlambat sepuluh menit sampai di sekolah Karla dan Katrin. Dinar mencari kedua putrinya di sana namun tak dia temukan, biasanya jika belum di jemput kedua putrinya menunggu di tempat biasa. Dan sekarang dia tak menemukan kedua putrinya, hatinya tiba-tiba di selimuti rasa takut, takut jika kedua putrinya di bawa oleh orang asing. Pikirannya menjadi kalut, dia mencari kesana kemari namun tak kunjung ketemu.


"Maaf nona anda mencari siapa?." tanya salah satu orang yang melihat kebingungan di wajah Dinar.


"Ah iyaa.... tadi ada seorang lelaki tampan menggunakan mobil mewah yang menjemput mereka, mungkin dia ayah nya." jelas ibu tersebut, karena lelaki itu ada kemiripan dengan si kembar.


Jantungnya tiba-tiba saja berdetak hebat mendebat jika kedua anaknya sudah di jemput oleh seorang lelaki, pikiran Dinar langsung tertuju pada Aryan ataupun pada atasannya.


"Oh... baiklah terima kasih sudah memberitahukan ku, kalau begitu saya permisi." Dinar pun pamit dan langsung masuk ke dalam taksi dan menuju rumahnya, dia akan menunggu kedua putrinya di rumah. Hatinya tak bisa tenang memikirkan kedua putrinya, dan sedang apa yang mereka lakukan.


"Dia membawa Karla dan Katrin tanpa seizinku, apa yang dia rencanakan? apa dia ingin membawa keduanya dariku? tapi aku tak akan membiarkan itu terjadi." gumam Dinar, dia tak akan membiarkan Arsya membawa kedua putrinya begitu saja.


Sesampainya di rumah Dinar langsung mencari kedua putrinya di kamar mereka, dan ternyata mereka belum kembali dan itu malah membuat Dinar semakin khawatir. Dia pun menghubungi Dania untuk membantunya mencari Karla dan Katrin. Mereka pun mencari si kembar, namun tak juga di temukan.


"Bagaimana ini Nia... mereka tak bisa kita temukan?." keluh Dinar dengan mata yang sudah memanas.

__ADS_1


"Hey..... Dinar jangan khawatir, jika dia lelaki yang kemarin pasti dia akan mengantarkan si kembar pulang, lebih baik kita kembali dan tunggu mereka di rumah." jelas Dania, dia yakin jika Karla dan Katrin bersama lelaki yang baik.


Dinar hanya menganggguk, mereka pun kembali ke rumah dan masih tetap sama saja keduanya belum kembali, Dinar pun akan mempercayai perkataan Dania. Mereka berduaenunggu si kembar di ruang tamu, Dinar masih saja tak tenang dia masih memikirkan keduanya.


Beberapa jam kemudian, dan sudah hampir pukul tiga sore, terdengar lah suara pintu terbuka dan masuklah kedua kembar imut.


"Bunda..... " panggil Katrin, yang melihat ada Dinar dan Dania. Dinar pun berlari menuju Katrin berada di susul Dania di belakangnya.


"Sayang.... " Teriak Dinar, dia langsung memeluk Katrin, sedangkan Karla berada di samping Katrin karena baru saja masuk rumah. Dinar yang juga melihat Karla langsung membawa keduanya dalam dekapannya.


Setelah cukup lama Dinar melepas pelukannya, dia memegang pundak keduanya dan menatap sendu kepada Karla dan Katrin.


"Kalian berdua kemana saja hem? bunda dan aunty sudah mencari kalian kemana saja, tapi kami tak menemukan kalian." tanya Dinar langsung, ada rasa keresahan dalam pertanyaan nya.


"Kami pergi berjalan-jalan bunda.... " celoteh Katrin.


"Dan ada yang ingin bertemu bunda, bunda pasti senang bisa melihat nya." tambahnya membuat Dinar mengernyitkan dahinya.


"Siapa yang ingin bertemu bunda?."


"Iya siapa dia...?." Dania juga ikut bertanya.


Arsya pun menampakkan diri di depan pintu, Dinar dan Dania melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu. Matanya membuatkan sempurna dikala melihat lelaki yang sudah delapan tahun silam tak di temuinya, lelaki yang telah menyelamatkan hidupnya dari obat biadab, yang membuat dirinya menjadi wanita liar.


Dinar menatap tak percaya, dia masih memandang tanpa berkedip. Begitu juga dengan Arsya yang menatap wanita yang selama ini dia cari, dia tidak percaya akan bertemu lagi dengan wanita yang pernah dia tiduri meski dengan niat menolong, hingga tanpa sengaja benihnya hidup di dalam rahimnya.


"Akhirnya kita bertemu lagi..... "

__ADS_1


__ADS_2