
Setelah Dinar memutuskan untuk ikut dengan Arsya kembali ke negara kelahirannya, tempat dimana dia selalu mendapat luka dan sesak di dalam hati, rasanya jika dia mengingat maka luka itu akan semakin menganga, namun demi kebahagiaan kedua putrinya di rela kembali.
Keberangkatan mereka sudah terjadwal satu hari lagi, karena Arsya berencana mengajak Dinar juga kedua putrinya berkeliling Jepang sebelum mereka pergi. Arsya sudah memerintahkan Aryan untuk memindahkan barang-barang penting milik mereka, tak lupa semua piagam dan juga berkas kejuaraan milik mereka berdua, sebenarnya Arsya tidak tahu jika itu milik kedua anaknya, yang dia tahu itu hanya sebuah pajangan.
Arsya membawa mobil sendiri agar bisa menikmati momen kebersamaan. Sebenarnya Dinar tak ingin ikut tali Karla dan Katrin mendesaknya hingga dia terpaksa ikut.
"Ayo putri daddy sekarang kalian masuk ke dalam mobil.... kita akan bersiap berangkat mengelilingi negeri anime ini.... kalian pasti akan senang." ucap Arsya dengan semangat kepada kedua putri imutnya.
"Yeay.... kak akhirnya impian kita berkeliling Jepang tercapai.... aku sangat senang." ujar Katrin dengan gembira.
"Tentu saja doa kita sudah terkabul, dan kini kita sudah di pertemukan dengan daddy." Karla juga sangat bahagia kehadiran seorang ayah adalah dambaan setiap anak, apalagi mereka baru di pertemukan setalah beberapa tahun lamanya.
Mereka memasuki mobil mewah milik Arsya, sungguh ini adalah pertama kalinya mereka menaiki mobil mewah, Karla dan Katrin sangat senang tenyata ayah mereka orang yang sangat kaya. Mata kedua gadis kecil itu berbinar saat melihat kemewahan yang ada di dalam mobil tersebut.
"Wah daddy mobilnya indah sekali... apa ini mbil daddy?. " tanya Katrin dengan suara khas anak kecil.
"Tentu sayang.... ini milik daddy, dan sekarang ini milik kalian, apa kalian suka dengan mobil ini hem?." Arsya senang karena kedua putrinya menyukai mobilnya.
"Benarkah daddy ini sekarang milik kami, kami sangat menyukai mobil ini benarkan kak?." celoteh Katrin dengan gembira, dia tak bisa berhenti berbicara.
"Iya Katrin aku juga menyukainya." jawab singkat Karla, sejak tadi Karla hanya diam sambil memperhatikan dalam mobil. Sedangkan Dinar duduk di samping Arsya, sebenarnya dia tak nyaman, dan lagi-lagi si kembar lah yang memaksanya. Dinar hanya tersenyum melihat tingkah Katrin yang berceloteh terus menerus.
Arsya melajukan mobilnya tempat tujuan mereka yang pertama adalah Tokyo Disneyland di sana terdapat wahana permainan yang sangat indah dan juga menyenangkan, jangan lupa film-film yang di produksi oleh Walt Disney.
"Wah.... Tokyo Disneyland ini adalah taman hiburan yang ingin aku datangi.... " girang Katrin karena ini pertama kali dia menginjakan kaki di taman hiburan ini, karena Dinar belum bisa mengajak mereka kemari, jika Kenzo yang mengajak Karla dan Katrin akan langsung menolak, dan alasannya sangat sederhana yaitu ingin pertama kali kesini dengan daddy nya dan semua itu sudah terkabul.
__ADS_1
Arsya sudah menyiapkan tiketnya lebih awal, jadi mereka tinggal memasuki kawasan tersebut. Arsya memang tidak pernah tertarik dengan berlibur karena waktunya dia habiskan untuk bekerja dan mencari uang, tanpa ada rencana untuk menghabiskannya untuk berlibur atau apapun itu, namun setelah bertemu wanita yang di carinya dan juga putri kembarnya, ada rasa ingin terus bisa membahagiakan mereka, seperti menghabiskan waktu bersama dan masih banyak lagi.
"Akhirnya aku bisa merasakan indahnya kebersamaan, beginilah rasanya.... berlibur bersama keluarga." batin Arsya dengan hati yang menghangat, karena setiap kali keluarganya mengajak untuk berlibur Arsya selalu menolak dengan berbagi macam alasan.
"Bunda bahagia melihat kalian terus tertawa dan tersenyum bersama.... maafkan bundamu ini sayang yang belum sepenuhnya bisa membahagiakan kalian... mungkin ini adalah jalan terbaik agar kian berdua bisa bahagia." batinnya menatap kedua putrinya, sedari dulu Dinar memang tidak pernah mengajak mereka berlibur, jika liburan pun Dinar hanya mengajak mereka ke pantai atau hanya sekedar piknik di taman kota.
Mungkin jalan kebahagiaan Karla dan Katrin akan di mulai dari sekarang, dengan ayah dan ibu mereka dan juga beserta keluarga besar dari Arsya, karena Dinar tak berencana untuk memperkenalkan si kembar pada keluarganya. Dinar tidak mau jika Karla dan Katrin hidup seperti dirinya yang harus merasakan sakit dalam kehidupannya, dan dia berharap ini adalah kebahagian yang bisa di rasakan olehnya.
Meski Dinar tahu bahwa hatinya tak mencintai siapapun kecuali kedua putrinya, jika memang dia akan di paksa untuk menikahi Arsya demi anak-anaknya maka dia akan melakukannya walau itu adalah sebuah keterpaksaan, karena bagaimanapun juga kebahagiaan anaknya adalah kebahagiaan nya juga.
"Daddy.... bunda... ayo kenapa malah melamun? aku dan kakak ingin segera bermain." celetuk Katrin di saat melihat kedua orangtuanya malah sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Oh iya sayang.... ayo maafkan daddy karena melamun, baik sekarang kita akan puas bermain." ucap Arsya dan menggendong kedua putrinya.
"Putri imut daddy, kalian boleh minta apapun yang kalian suka."
"Oh ya ampun putri ku.... dia sangat mirip denganku.... aku mereka melihat diriku sendiri." gumam Arsya sambil memandang kedataran wajah putrinya.
"Sayang jangan terlalu banyak mintanya ya, secukupnya saja." tegur Dinar, mereka memang sudah diajari hemat di waktu kecil, dan juga di ajari untuk tidak manja.
"Tidak apa Dinar... biarkan mereka meminta apa yang mereka mau... kamu jangan khawatir." ucap Arsya, karena baginya sesekali kedua putrinya boleh di manja, karena mereka juga masih anak-anak, asal jangan berlebihan ketika memanjakan anak.
"Lihatkan bunda.... daddy memberi kami izin, jadi boleh ya bunda.... " mohon Katrin, ingin sekali dia membeli apa yang dia mau sedari dulu dia selalu menahan diri untuk tidak meminta apapun.
"Iya bunda sesekali ini saja." Karla juga angkat bicara, baginya anak-anak seumurannya pasti ingin membeli ini dan itu.
__ADS_1
"Huft.... baiklah kalian boleh membeli apapun, tapi ingat jangan berlebihan. " Dinar pun mengalah, tapi tak lupa dia juga mengingatkan agar jangan berlebihan.
"Asyiaap...... bundaku sayang... " ucap mereka serempak, membuat Arsya terkejut dengan kekompakan keduanya, namun dia berusaha menutupinya, bisa hancur martabat nya jika kedua putrinya melihatnya, apalagi ada wanita pujaannya.
"Ok sekarang mau bermain dulu atau membeli apa yang kalian mau?."
"Tentu saja kita akan bermain dulu daddy iyakan kak?." Katrin tak ingin melewatkan ini dan ingin segera bermain.
"Iya kita bermain dulu saja." Mereka pun bersiap untuk menaiki wahana, mereka bermain sepuasnya, sehingga lupa waktu untuk mengelilingi Jepang, dan semuanya tidak sesuai dengan rencana Arsya.
"Oh ya ampun kalian bermain terlalu lama, jadi kita tak bisa mengelilingi Jepang." keluh Arsya karena gagal dengan rencananya.
"Tak apa daddy, kami juga menikmati ini meski kita tak bisa berkeliling kota ini tapi kami bahagia bisa jalan-jalan bersama daddy dan bunda."
"Iya tak apa aku juga bersenang-senang disini." Mereka tak keberatan jika tidak jadi berkeliling kota Tokyo, bagi mereka yang terpenting bisa bersama itu lebih dari cukup.
"Lain kali saja, jika kamu ingin mengajak mereka pergi lagi kita bisa berkeliling lain kali." ucap Dinar, dia tahu keinginan Arsya yang masih ingin bersenang-senang bersama kedua putrinya, karena ini pertama kali baginya.
Mendengar penjelasan dari Dinar entah mengapa membuat dia berbunga-bunga, seakan Dinar telah menyalakan lampu hijau untuk bisa hidup bersamanya. Hatinya tersenyum sumringah, Arsya tahu suatu saat Dinar pasti mau menikah dengannya, dan Arsya akan mengusahakan dengan segala cara agar Dinar mau menyetujuinya.
"Baiklah..... lain kali daddy pasti akan mengajak kalian berkeliling di negara ini, ok sekarang bagaiamana jika kita makan? apa kalian sudah lapar?. " tanya Arsya kini saatnya dia mengajak mereka makan bersama, dia tak boleh melewatkan momen spesial ini.
"Wah iya dad.... aku sangat lapar...lets go kita pergi makan."
"Iya aku juga sudah lapar." saat ini kedua kembar imut sedang bertingkah seperti anak kecil pada umumnya, padahal itu agar ayah mereka tak tahu bahwa pikiran merekaa sudah seumuran orang dewasa. Suatu saat Arsya aja tahu jika kedua putrinya menuruni bakat alami miliknya, apalagi Arsya dan Dinar juga sama-sama genius, jadi tak salah jika bibit mereka sangat unggul.
__ADS_1
Mereka pun pergi menuju restoran yang sudah di booking oleh Arsya, karena untuk hari ini adalah hari spesial, dia akan membuat mereka semua bahagia setelah sekian lama berpisah, dia juga ingin bisa lebih mendekatkan diri dengan Karla dan Katrin, begitu juga dengan ibu mereka.