
Setelah Kepergian Devan, Amora terdiam di tempat duduknya. Otaknya sedang berpikir keras kenapa aset Devan bisa berdiri seperti itu.
Dia bukannya tidak tau tentang aset lelaki itu, hanya saja dia tadi terkejut dan tidak sengaja meremmas benda pusaka milik Devan.
"Tapi, kenapa bisa berdiri gitu? Apa itunya normal?"
"Nona!"
Amora tersentak saat mendengar panggilan Lucas, dia lalu melihat ke arah lelaki itu yang juga sedang melihatnya.
"Ada apa? Apa anda bertengkar dengan Tuan Devan?"
Amora menggelengkan kepalanya. "Tidak, Tuan! Maaf karna saya melamun." Senyum manis tidak pernah hilang diwajahnya walaupun dia sudah merasa sangat pegal.
"Tidak perlu minta maaf, melamun itu kan bukan kejahatan!"
Lucas tersenyum ke arah Amora, entah kenapa wajah gadis itu sangat familiar dimatanya. Dia seperti pernah melihat wajah itu, apalagi senyumnya. Persis sama dengan ...
Tiba-tiba Lucas teringat dengan seseorang, yah, wajah Amora sangat mirip dengan seseorang dimasa lalunya.
"Maaf Nona Amora, apa-"
Belum sempat Lucas menyelesikan ucapannya, tiba-tiba terdengar dering ponselnya.
"Maaf, saya permisi sebentar!"
Lucas sedikit menjauh dari tempat itu saat sudah mendapat anggukan dari Amora, dan langsung mengangkat panggilan dari asisten pribadinya.
"halo!"
"maaf mengganggu, Tuan! Saya ingin melaporkan hal penting pada anda!"
"katakan!"
"begini Tuan, baru saja ada beberapa server yang mencoba untuk membobol sistem pertahanan perusahaan! Setelah kami berhasil menahannya, rupanya mereka juga menyerang sistem persenjataan kita, menyebabkan sebagian besar senjata hilang dari perdagangan!"
"kau bilang apa?" teriak Lucas penuh emosi.
"segera hentikan mereka, dan cari tau siapa yang berani bermain-main denganku!"
"Ba-baik, Tuan!"
Tut, Lucas langsung mematikan panggilan itu dengan geram. Tangannya terkepal kuat sampai kukunya memutih menahan segala amarah yang mulai merasukinya.
"Brengs*ek, si*alan! Siapa yang berani bermain-main denganku? Awas saja kalian, aku akan menghancurkan kalian sampai menjadi debu!"
__ADS_1
Dari kejauhan, Amora terus melirik ke arah Lucas dengan senyum sinis diwajahnya. Dia tau apa yang sedang terjadi pada laki-laki itu saat ini, dan dia juga tau siapa yang melakukannya.
"Ini baru permulaan, Lucas! Kau akan merasakan kehancuran yang sesungguhnya!"
Amora lalu mengalihkan pandangannya saat melihat kedatangan Devan, laki-laki itu langsung duduk di sampingnya tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Kau baik-baik saja?"
Sekilas Devan melihat ke arah Amora, dia lalu menghela napas kasar dan menganggukkan kepalanya. "Saya baik-baik saja, Nona!"
"Panggil aku seperti tadi!"
Devan mengernyitkan keningnya. "Maksud Nona?"
"Panggil aku dengan bahasa non-formal, kita ini kan kekasih!"
Devan menganggukkan kepalanya. "Baiklah, Amora!"
Amora tersenyum tipis saat mendengarnya, sementara Devan juga ikut tersenyum saat melihat wanita itu tersenyum.
"Maaf, kalau saya meninggalkan kalian terlalu lama!"
Lucas kembali duduk di hadapan Amora dan Devan, dia lalu menuang anggur untuk mereka bertiga.
Kemudian mereka bersulang untuk pertemuan terakhir mereka, dan meminum anggur yang ada digelas itu sampai kandas tak bersisa.
"Sebenarnya saya berharap kalau ini bukan pertemuan terakhir kita, karna saya sangat senang dengan pertemuan singkat ini!"
Lucas kembali menuang minuman ke gelas, dan meminumnya sampai habis. "Semoga kita bisa bertemu lagi!"
Amora dan Devan juga mengangkat gelas mereka. "Ya, semoga kita bisa bertemu lagi!" Mereka lalu meminum anggur itu sampai habis.
"Anggur ini sangat nikmat, saya belum pernah meminum anggur senikmat ini sebelumnya!"
Lucas tertawa mendengar ucapan Amora. "Tentu saja, karna anggur ini adalah racikan perusahaan saya!"
"benarkah?" ucap Amora dengan mata berbinar-binar penuh kagum, yang langsung diangguki oleh Lucas.
"Saya bisa memberi beberapa botol untuk anda, anggap saja sebagai ole-ole!"
Lucas beranjak dari tempat itu dan berjalan ke arah lemari, sementara Amora langsung mencubit paha Devan membuat laki-laki itu langsung melotot.
"sudah kukatakan untuk tetap sadar!"
"Aku masih sadar kok, buktinya aku masih bisa melihat wajah cantikmu!"
__ADS_1
Blush, untuk pertama kalinya wajah Amora merona mendengar ucapan Devan sementara lelaki itu malah tersenyum lebar ke arahnya.
Amora memalingkan wajahnya ke arah samping, sekuat tenaga dia menahan rasa ngantuk dan mabuk yang datang secara bersamaan. Belum lagi rasa panas yang menjalar diseluruh tubuh akibat ucapan Devan.
"Lihat, saya masih ada 2 botol di sini!"
Lucas meletakkan 2 botol anggur di atas meja, kemudian kembali menuangkan anggur untuknya dan mereka.
2 jam sudah berlalu dengan cepat, terlihat Amora dan Devan tergeletak di atas karpet. Begitu juga dengan Lucas, dia tertidur dengan kepala tergeletak di atas meja.
"Tuan!"
Dua orang anak buah Lucas segera menghampirinya, dan berusaha untuk membangunkan laki-laki itu membuat Lucas mengerjapkan kedua matanya.
"Mereka sudah mabuk, Tuan!"
Lucas melihat ke arah Devan dan Amora yang sudah terkapar di atas karpet, walaupun dia masih merasa mabuk, tetapi dia dapat melihat jelas bahwa kedua orang itu sudah tidak sadar.
"Bagus, cepat periksa ponsel mereka!"
Dua orang lelaki itu segera mencari ponsel Devan dan Amora, setelah berhasil menemukannya. Mereka langsung mengutak-atik ponsel itu untuk mencari sesuatu.
Lucas yang merasa sangat ngantuk kembali membaringkan kepalanya, tetapi dia masih mencoba untuk tetap sadar dan mengawasi Devan dan Amora.
Tanpa mereka semua sadari, sebenarnya Amora dan Devan masih sadar dan hanya pura-pura tidur saja. Amora sedikit membuka ekor matanya, dan melihat ke arah dua orang lelaki yang sedang memeriksa ponselnya dan Devan. Tanpa mereka sadari, Amora memasukkan sesuatu ke dalam saku mereka.
Devan yang sadar akan apa yang Amora lakukan berusaha untuk mengalihkan perhatian mereka, yaitu dengan berguling ke sana kemari.
"Kami sudah berhasil mengcopy semua data mereka, Tuan!"
Kedua lelaki itu kembali menyimpan ponsel Devan dan Amora ke tempat semula, lalu mereka menyerahkan sebuah flashdisk ke tangan Lucas.
"Kerja bagus, sekarang kalian bisa pergi!"
Lucas merasa senang karna berhasil mendapatkan apa yang ingin dia dapatkan, termasuk semua identitas Amora dan juga Devan.
"Baiklah, kita lihat siapa kalian sebenarnya!"
•
•
•
Tbc.
__ADS_1