
Seluruh tubuh Amora langsung lemas saat mendengar semua cerita dari Jessy, sungguh dia sudah tidak bisa lagi mengetahui kebenaran yang terjadi saat ini.
"Kenapa? Kenapa Bibi melakukan semua itu, hah?" teriak Amora, "tidak tau kah Bibi ada banyak orang yang menderita karna semua itu, hah?" teriakannya menggema di tempat itu membuat orang-orang yang berdiri tidak jauh darinya melihat dengan sedih.
Ya. Samy, Lucas, Devan, dan juga Justin saat ini juga ada di tempat itu. Mereka sengaja melihat dari kejauhan karena tidak mau menganggu Amora, mereka juga yang membawa Jessy untuk bertemu dengan gadis itu setelah mendengar cerita tentang semuanya.
"Maafkan saya, Nona. Sungguh saya terpaksa melakukan semua itu untuk melindungi Nyonya." Jessy tertunduk dengan rasa bersalah yang cukup besar.
"Kenapa selama ini Bibi tidak mengatakannya padaku? Kenapa selama ini kau diam saja?" Amora murka, dia menatap Jessy dengan tatapan nyalang.
"Saya sudah bersumpah pada tuan Simon untuk menjaga semua rahasia itu dari siapapun. Bahkan saat tuan Simon dalam masa kritis, dia kembali meminta saya untuk tetap diam."
Amora mendessah frustasi. "Harusnya kalian tidak melakukan itu, sehingga semua ini tidak terjadi."
"Tidak, Amora. Aku sangat berterima kasih karna Jessy sudah melakukan hal yang benar."
Amora kembali terkejut saat melihat keberadaan semua orang di tempat itu. Dia tau kalau Justin yang mengantarnya dan memilih untuk menunggu dimobil, tetapi tidak disangka kalau semuanya ada di tempat ini.
"Hal yang benar kau bilang? Apa semua yang terjadi ini adalah benar?"
__ADS_1
Lucas menggelengkan kepalanya. "Semua yang terjadi pada kalian itu tidak benar, tetapi yang Jessy dan Simon lakukan adalah benar. Jika saja saat itu Alice tetap bersamaku, pasti dia sudah dibunuh oleh mereka."
Keluarga Lucas adalah seorang mafia tingkat tinggi, di mana semua orang sangat takut pada mereka terutama pada ayah Lucas. Sosok yang sangat kejam dan tidak manusiawi, itu sebabnya Lucas kabur dari rumah karena tidak sanggup dengan semua aturan dari sang ayah.
"Aku kabur dari rumah bahkan dari negara itu, lalu bertemu dengan Simon saat memutuskan untuk kuliah. Sejak itu aku sangat menikmati hidup yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya, dan semua itu berkat Simon. Dia sampai memberikan sesuatu yang sangat berharga untukku, yaitu Alice." Lucas tersenyum saat pertama kali laki-laki itu mengenalkannya pada Alice dan dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Aku mengira kalau keluargaku tidak lagi peduli atau menganggap keberadaanmu, tetapi aku salah. Mereka langsung menemuiku setahun setelah aku dan Alice menjalin hubungan, mereka bahkan berencana menikahkanku dengan wanita lain. Itu sebabnya aku langsung melamar Alice, agar mereka tau kalau aku sangat memcintainya." Suara Lucas terdengar getir.
"Bukannya menyerah, mereka malah semakin gencar untuk memisahkanku dengan Alice. Mereka bahkan berniat untuk membunuhnya, itu sebabnya aku memutuskan untuk kembali pergi ke tempat yang paling terpencil di dunia ini bersama dengannya."
Semua orang mendengarnya dengan khusyuk, mungkin inilah akhir dari sesuatu yang terjadi di masa lalu.
"Aku memberitahukan semuanya pada Simon, dan dia akan membantu kepergian kami. Tapi, dua hari setelahnya. Dia malah menjebakku dengan seorang wanita, yang rupanya berhasil menciptakan bibit kecebong seperti Devan." Dia tertawa dengan getir, ada rasa sakit dan senang yang tercampur dalam hatinya saat mengingat semua itu.
Amora semakin tidak tau lagi harus mengatakan apa saat ini, lalu tiba-tiba tubuhnya dipeluk dengan sangat erat oleh Samy. "Kenapa, kenapa semuanya seperti ini, Kak? Kenapa Tuhan melakukan semua ini pada kita?"
"Tenanglah, Amora. Semua itu sudah berakhir. Sekarang semua sudah baik-baik saja, mama dan papa juga sudah tenang di sana." Samy terus memeluk tubuh Amora dengan erat, mencoba untuk menangkan sang adik walau batinnya sendiri sangat terguncang.
"Tapi kenapa? Ke-kenapa kita merasakan semua ini? Dan, dan kenapa papa marah saat mengetahui kalau kau, kau adalah anaknya Lucas?" tanya Amora dengan terputus-putus.
__ADS_1
"Tentu saja papa terluka, Amora. Setelah semua pengorbanan yang dia lakukan, takdir tetap saja tidak berpihak padanya. Dia menjadi sangat marah dan langsung menghubungi Lucas, aku sendiri masih ingat bagaimana marahnya papa saat mengetahui semua itu."
Ya, takdir benar-benar berhasil mempermainkan mereka semua. Hingga akhinya semua menjadi hancur tidak bersisa akibat rasa sakit dan amarah yang sudah tidak bisa dikendalikan lagi.
Akhirnya semua kebenaran terungkap, saat ini tidak ada lagi yang tersisa di masa lalu. Tinggallah mereka di masa sekarang, yang harus berusaha keras untuk melupakan semua yang sudah terjadi dan membuka lembaran baru dalam hidup.
"Ketahuilah, Tuan. Tuan Simon tidak benar-benar membenci anda, dia malah sangat merasa bersalah dengan apa yang sudah beliau lakukan. Namun. Dia sendiri tidak bisa mengendalikan kemarahan dan kekecewaannya pada semua yang terjadi, hingga tanpa sadar malah menghancurkan segalanya."
Lucas tersenyum dengan apa yang Jessy katakan. "Aku tau, Jessy. Jika dia benar-benar membenciku, mungkin dia tidak akan melindungiku dari keluargaku sendiri. Ya walaupun ide kalian itu sangat buruk, aku cukup tersiksa karnanya." Lucas memegang kepalanya sambil menggeleng beberapa kali. "Jangan diulangi lagi. Jantungku ini sudah tidak sekuat dulu, aku tidak akan sanggup jika tiba-tiba ada orang lain lagi yang mengaku sebagai anakku."
"Benarkah? Bukannya Anda sampai melakukam tes DNA pada putra saya? Mungkin Anda juga harus melakukan tes pada semua orang, jangan-jangan masih ada benih Anda yang tertinggal?" sindir Jessy.
"Apa? Hey, aku bukan laki-laki murahan ya. Dasar kau! Devan, Samy. Kalian sudah tau kan siapa musuh kalian yang sebenarnya?" Lucas bertolak pinggang ke arah Devan dan juga Samy membuat kedua anaknya itu menatap heran. "Lihat wanita tua renta itu, kalian harus membalas semua yang sudah dia lakukan padaku. Cepat masukkan dia ke dalam hotel, lalu sewa gigolo tampan yang harus menemaninya sepanjang malam."
"Hahaha, kalau itu saya tidak akan menolaknya, Tuan."
•
•
__ADS_1
•
Tbc.