Salah Masuk Kamar Pengantin

Salah Masuk Kamar Pengantin
Bab. 75. Pertumpahan Darah.


__ADS_3

Amora merasa terkejut dengan apa yang Lucas katakan, begitu juga dengan Justin yang pernah beberapa kali mendengar kalimat tersebut.


"sungguh, Amora! Aku sangat mencintai Alice, dan aku juga sangat menyayangi Simon! Tapi laki-laki itu, laki-laki itu dengan teganya menghancurkan semuanya!"


"cukup, aku tidak mau mendengar apapun lagi darimu!"


"kenapa? Inilah cerita yang sesungguhnya, Amora! Ayah yang kau banggakan itulah yang telah memantik api hingga berkobar seperti saat ini!" ucap Lucas dengan menggebu-gebu.


"Apa kau tau kenapa selama ini aku diam dengan semua permainan yang kau lakukan? Itu karna kau telah salah jalan, kau salah menilai orang. Kau menyalahkanku atas kematian Ayahmu, tanpa kau tau masalah apa yang terjadi diantara kami!"


Amora tersenyum sinis. "Masalah apa kau bilang? Jelas-jelas kau melihatku ada dikamar itu, Lucas! Kamar yang kau jadikan tempat untuk memadu kasih bersama Ibuku!"


Benar, itu adalah kesalahan yang dia dan Alice lakukan saat itu. Namun, dibalik semua itu. Ada sosok Simon yang menyebabkan semuanya terjadi, laki-laki itu terus memancing keributan di antara mereka.


"Kenapa? Kau tidak bisa membantahnya?" Amora terkekeh pelan melihat laki-laki itu. "Terlepas kau ini kekasih Ibuku atau apapun itu di masa lalu, yang jelas kau sudah menusuk Ayahku dengan berselingkuh dengan wanita itu!"


"Hah!" Sepertinya tidak ada jalan lain untuk menyelesaikan masalah mereka selain perang, Lucas juga sudah tidak tau lagi harus bagaimana mengatakannya pada Amora yang keras kepala itu.


"Baiklah, kau sudah tidak sabarkan ingin membalas dendam denganku. Jadi, ayo kita lakukan!"


Lucas langsung menarik dua pistol dari saku sebelah kanan dan kirinya lalu menembaki anak buah Amora, sontak semua orang terkejut dan langsung membalas apa yang dia lakukan.


Dor


Dor


Dor


Suara tembakan terus menggema di tempat itu, baik pihak Lucas dan Amora terus saling serang saat ini.


Lucas melompat ke sana kemari untuk membabat habis anak buah Amora, dia tampak seperti hewan buas yang baru saja lepas dari kerangkeng.


Amora sendiri juga tidak kalah buas dari Lucas, dia terus berguling ke sana kemari sambil menembaki mereka. Terkadang Amora akan melemparkan pisaunya dan menancap tepat dileher atau tubuh lain dari anak buah Lucas.


Dia merangkak ke dalam semak belukar untuk masuk kedalam formasi yang Lucas ciptakan, sehingga Amora berhasil membunuh para anak buah laki-laki itu.


Justin sendiri sedang berada di balik pohon, matanya berkilat penuh amarah dan terus menembaki semuanya.


Dor

__ADS_1


Dor


Dor


"Aku akan maju, Kak!"


Justin menganggukkan kepalanya dan langsung berdiri di belakang Amora, dia harus menghalangi tubuh wanita itu dari serangan lawan.


Amora langsung menunduk saat ada sebuah pisau yang melayang ke arahnya, tangannya menarik baju Justin hingga laki-laki itu juga menunduk sama sepertinya.


"Lucas ada di sebelah kanan, Nona!"


Amora mengangguk paham, setelahnya dia melompat ke atas tangki lalu membidikkan pistolnya ke arah Lucas.


Cres. "Sssh!" Sangking fokusnya membidik Lucas, Amora tidak sadar kalau ada sebuah pisau berbentuk bulan sabit yang melayang ke kakinya, dan menancap tepat dipaha sebelah kirinya.


"Si*alan!" Dia segera mencabut pisau itu lalu kembali melompat ke tanah, dia merobek ujung bajunya untuk membalut luka itu.


"Aarrgh!"


Amora langsung memalingkan wajahnya ke arah Justin. "Kak!"


Terlihat Justin meringis menahan sakit saat sebuah peluru berhasil menembus lengannya, dia terpaksa merelakan tangannya agar bisa membunuh asisten Lucas. Namun, usahanya ternyata gagal.


Salah satu anak buah Lucas mengeluarkan sebuah senjata yang biasa digunakan oleh seorang penembak jitu. "Habisi mereka semua, sisakan Amora dan tangan kanannya saja!"


"Baik, Tuan!"


Laki-laki itu langsung menjalankan semua perintah dari Tuannya, dia menembaki semua anak buah Amora dari jarak yang lumayan jauh.


Dor


Dor


Dor


"Nona, awas!" Justin langsung menarik tubuh Amora sampai mereka berdua terjerembab ke dalam sebuah lubang.


"Si*al! Kalau terus seperti ini, kita akan kalah!" Amora segera bangun dan bergegas keluar dari lubang itu dengan menaiki tubuh Justin, sementara laki-laki itu merangkak naik dengan berpegangan dengan sebelah tangan.

__ADS_1


Dengan cepat Amora menyalakan sebuah korek dan melemparkannya tepat ke arah Lucas.


Duar!


Sebuah ledakan terjadi membuat anak buah Lucas porak poranda, untung saja laki-laki itu segera melompat jadi tidak terkena bom rakitan yang Amora siapkan.


Amora tersenyum lalu kembali melempar api ke arah anak buah Lucas yang sedang berlarian.


Duar!


Untuk sekali lagi terjadi sebuah ledakan yang sama seperti sebelumnya, tetapi hanya ada beberapa anak buah Lucas saja yang terluka.


"Awas kau!"


Dor!


Amora langsung tiarap untuk menghindari tembakan Lucas, kedua tangannya kembali menyerang laki-laki itu.


Tanpa terasa, satu jam sudah berlalu begitu saja. Banyak korban berjatuhan atas apa yang sudah terjadi, baik dari kubu Amora maupun kubu Lucas.


Dor. "Aargh!" Kali ini Amora tidak dapat menghindar membuat sebuah peluru bersarang di lengannya.


Lucas yang melihat semua itu tentu tidak tinggal diam, dia segera berlari dan menendang tubuh Amora sampai gadis itu terpental beberapa meter ke belakang.


"Tidak, Nona!"


Buak. Justin yang akan menolong Amora juga terpukul mundur saat ada 4 orang yang menghadangnya. Perkelahin pun tidak bisa dielakkan, dia harus menghadapi mereka agar bisa membantu Amora.


Amora sendiri berusaha untuk bangun, dia lalu menyerang Lucas dan mereka adu kekuatan bela diri.


Kekuatan Lucas benar-benar hebat, bahkan Amora saja tidak berkutik saat ini. Tubuhnya sudah babak belur dengan darah yang menetes dari lengan dan kakinya, tetapi dia masih berusaha untuk melawan laki-laki itu.


Amora yang akan melayangkan pukulannya di tahan oleh tangan Lucas, dengan cepat dia mencengkram tangan Amora dan memelintirnya ke balakang.


"Lepaskan adikku!"



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2