Salah Masuk Kamar Pengantin

Salah Masuk Kamar Pengantin
Bab. 97. Pernikahan Bahagia (Tamat).


__ADS_3

Sama seperti Amora, saat ini Niki juga sudah terlihat sangat cantik dalam balutan gaun berwarna putih. Gaun panjang tanpa lengan itu tampak sangat pas ditubuhnya, apalagi dengan sentuhan pernak pernik yang semakin memperindah gaun itu membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona.


Memiliki warna kulit sawo matang, membuat tampilan Niki terlihat sangat eksotis sekali. Apalagi dalam balutan gaun berwarna putih, membuat kulitnya tampak bersinar indah.


"Kau benar-benar sangat cantik, Niki. Tuan Justin pasti akan sangat terpesona saat melihatmu."


Wajah Niki bersemu merah saat mendengar ucapan ibu pengurus panti. "Jangan membuatku malu, Bu. Aku tidak bisa keluar dari kamar ini nanti."


Wanita paruh baya itu tergelak mendengar ucapkan Niki membuat Niki juga ikut tertawa bersamanya.


Ya, Niki sudah tahu jika hari ini akan menikah dengan Justin. Sejak semalam dia sibuk dan terus memberontak minta pulang saat di bawa ke hotel, siapa pun pasti akan merasa takut jika dibawa ke tempat itu tanpa tahu apa yang akan mereka lakukan.


Setelah itu, Justin datang dan mengatakan semuanya pada Niki sekaligus memberikan sebuah cincin berlian yang sangat indah untuknya. Tidak lupa sebuah ungkapan cinta yang laki-laki itu lakukan saat memberikan cincin, serta ajakan untuk menikah dan untungnya Niki mau menikah dengan Justin.


Akhirnya di sinilah Niki berada saat ini, dan sudah siap menuju aula pesta untuk mengikat janji setia sehidup semati dengan laki-laki yang dicintai.


Justin dan Devan sudah terlihat rapi dan sangat tampan dalam balutan jas berwarna putih, yang selaras dengan apa yang pasangan mereka pakai.


"Apa kau tidak gugup, Kak?" tanya Devan yang sejak tadi merasa sangat gugup, bahkan keringat dingin terus mengalir di keningnya."


"Tidak," jawab Justin dengan cepat, padahal sejak tadi tangannya sibuk menyentuh ujung jasnya untuk mengurasi rasa gugup dan tidak nyaman.


Mereka lalu duduk diam di tempat itu tanpa mengucapkan apa-apa lagi. Kedua lelaki itu sedang sama-sama mencoba untuk menghilangkan kegugupan yang sedang di rasakan saat ini.


Para sanak saudara terlihat sudah berkumpul di tempat itu, begitu juga para tamu undangan yang terlihat sangat terpukau dengan dekorasi pesta bak istana kerajaan. Apalagi Justin berhasil merobohkan dinding penghalang dua aula, membuat tempat itu sangat luas dan juga indah.


Tidak berselang lama, terdengarlah tepuk tangan yang sangat meriah dari orang-orang yang ada di sana, saat kedua calon pengantin wanita menuruni tangga menuju tempat itu.

__ADS_1


Devan dan Justin beranjak dari duduk mereka saat melihat kedatangan Amora dan juga Niki. Mata mereka membulat dengan mulut terbuka saat melihat penampilan calon istri mereka, yang tampak sangat cantik bak bidadari yang turun dari kayangan.


Amora berjalan dengan menggandeng lengan Samy dan juga Jessy, sementara Niki menggandeng lengan Ibu pengurus panti dan juga suaminya.


Semua orang berdecak kagum dengan kecantikan Amora dan juga Niki, dua wanita itu benar-benar memancarkan aura yang sangat besar hingga siapa saja tidak bisa untuk memalingkan mata.


Devan dan Justin menyambut kedatangan mereka dengan uluran tangan, lalu meletakkan tangan Amora dan Niki ke lengan mereka.


Kedua pasang calon pengantin itu tampak sangat serasi, membuat siapa saja berdecak iri karenanya.


Kemudian akad pernikahan segera dimulai dan berlangsung dengan sangat khidmat. Baik keempat mempelai, juga para keluarga dan tamu undangan sama-sama diam mendengarkan arahan dari bapak penghulu.


Akad itu dilaksanakan secara bersamaan dengan tempat yang saling bersebelahan tetapi tidak dekat, sesuai dengan aula masing-masing.


Setelah semuanya selesai, akad itu pun segera berlangsung membuat semua orang ikut merasa berdebar-debar.


SAH


Air mata kebahagiaan tampak menetes di wajah mereka, begitu juga dengan orang-orang yang sangat menyayangi kedua pasang pengantin itu yang turut bahagia karen cinta mereka sudah bersatu.


"Aku benar-benar merasa sangat bahagia," ucap Lucas yang saat ini sedang duduk bersebelahan dengan Jessy.


Jessy menganggukkan kepala sambil mengusap air mata kebahagiaan yang masih membekas di wajahnya.


"Benar. Saya juga merasa sangat bahagia, Tuan. Saya berharap semoga mereka selalu hidup dalam kebahagiaan."


Untuk pertama kalinya Lucas dan Jessy tampak akur dan saling melempar tawa bahagia, begitu juga dengan Samy yang saat ini sedang duduk di belakang Amora.

__ADS_1


Beberapa kali dia mengusap air mata yang mengalir dari kedua matanya, karena rasa bahagia atas pernikahan sang adik tercinta.


Amora dan Devan kini saling berhadapan, dengan mata berkaca-kaca untuk mengungkapkan sesuatu pada seseorang yang sudah sah menjadi pendamping mereka.


"Terima kasih karena sudah datang dalam kehidupanku, Amora. Terima kasih karena kau telah menarikku dari jurang kehancuran hingga aku dapat bertahan sampai hari ini. Begitu banyak kebahagiaan dan cinta yang selama ini kau berikan, sungguh aku tidak akan bisa membalas semua kebaikanmu padaku. Tapi aku akan selalu mencintai dan memberi kebahagiaan untukmu, terima kasih banyak karena sudah mau menikah denganku, istriku. Aku sangat mencintaimu!" ucap Devan dan disambung dengan Amora.


"Terima kasih karena sudah mengajariku akan arti hidup, Devan. Terima kasih karena sudah menjadikanku pribadi yang dewasa dan juga punya perasaan. Mengenalmu adalah hal terindah dalam hidupku, dan terima kasih karena sudah bersabar untuk apa yang aku lakukan selama ini. Aku juga mencintaimu, suamiku. Sangat mencintaimu!"


Tepuk tangan yang sangat meriah menggema di tempat itu saat Devan dan Amora mengungkapkan perasaan mereka, dan kini giliran Justin dan juga Niki.


"Terima kasih karena hadirmu membawa warna lain dalam hidupku, Niki. Kau membuat dadaku berdebar keras dengan semua tingkah konyolmu itu, sampai tidak sadar kalau aku sudah jatuh cinta padamu. Terima kasih banyak, dan aku benar-benar mencintaimu!" ucap Justin disambung oleh Niki.


"Terima kasih karena sudah sabar menghadapi semua tingkah konyolku itu, tu- Justin. Aku tidak menyangka bahwa selama ini perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan, karena sikap dinginmu itu benar-benar membuatku tidak bisa melihat bagaimana perasaanmu padaku. Terima kasih karena sudah menjadikanku sebagai istrimu. Aku mencintaimu, sungguh sangat mencintaimu!"


Untuk sekali lagi tepuk tangan yang sangat meriah menggema di tempat itu, mereka semua menyaksikan betapa besar cinta yang ada dalam diri setiap pengantin.


Akhirnya mereka mendapatkan kebahagiaan setelah perjalanan panjang yang berhasil menguras emosi jiwa dan raga. Banyak rasa sakit dan penderitaan yang sudah di rasakan, bahkan air mata juga sudah lelah karena terus keluar mengiri perjalanan tragis itu.


Kini masa depan meyambut mereka dengan senyum bahagia, dan semoga kebahagiaan akan selalu menyertai orang-orang baik dan berhati mulia. Tetap semangat, dan jangan mudah menyerah.





Tamat.

__ADS_1


Terima kasih kepada pembaca setia yang sudah mengikuti kisah keluarga Amora dan juga Devan 🥰 terima kasih juga untuk semua dukungannya, jangan lupa mampir ke karya aku yang lainnya ya 😘 peluk jauh dari aku 🤗


Akan ada bonus chapter lagi untuk kisah mereka ya, silahkan ditunggu 🥰


__ADS_2