
Justin langsung menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Amora. "Tidak, Nona!"
"Dari mana kau tau? Bisa saja Bibi menyambunyikannya darimu!"
Justin terdiam, otak cerdasnya sedang berpikir keras dengan apa yang Amora katakan. "Walaupun saya anak orang lain, tapi bisa dipastikan kalau Lucas bukan ayah kandung saya!"
"Kenapa kau bisa yakin sekali? Buktinya Devan saja bisa menjadi anak laki-laki itu!"
Justin terdiam, kalau pun dia menjawab Amora pasti akan tetap memperpanjang masalah ini.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan sskarang?" Tiba-tiba Amora merasa sedih, dia tidak tau harus bagaimana jika berhadapan dengan Samy dan Devan.
"Nona, apa saya boleh mengatakan sesuatu?"
Amora mengalihkan pandangannya ke arah Justin, dia lalu mengangukkan kepala untuk membiarkan laki-laki itu mengatakan apapun padanya.
"Sebenarnya sudah lama Tuan Samy ingin mengatakan sesuatu pada saya, dan saya rasa itu mengenai hubungan antara dia dan Lucas. Hanya saja waktunya selalu tidak tepat, dan saya selalu berada di samping Nona ke manapun anda pergi!" Justin menjeda ucapannya untuk menarik napas panjang.
"Selama ini Tuan Samy selalu memperhatikan anda dalam diam, sama seperti yang anda lakukan. Dia juga pernah mengatakan kalau anda berubah menjadi gadis yang sangat kuat dan berani, lalu, apa anda tau apa yang saya katakan?"
Amora menggelengkan kepalanya, mana dia tau apa yang mereka bicarakan sedangkan dia saja tidak tau sedang berada di mana.
"Saya berkata kalau Nona bisa jadi kuat karna menyimpan dendam, dendam itu membuat anda semangat untuk tetap hidup. Saya juga mengatakan mungkin kalau anda tidak menyimpan dendam sebesar itu, pasti anda sudah tiada sekarang!"
Justin sudah mulai paham kenapa Samy tidak menceritakan semuanya pada mereka, laki-laki itu pasti takut membuat Amora kembali hilang kendali dan mencoba untuk bunuh diri.
Seorang gadis muda berusia sekitar 12 tahun, harus dipaksa menerima kematian kedua orangtuanya dalam sebuah kecelakaan. Bukan hanya itu saja, bahkan dia menjadi saksi pertengkaran dan perselingkuhan antara Ibunya dengan Lucas, walaupun semua tidak seperti yang ada dalam pikirannya.
Diumur segitu, jelas saja jiwanya sangat terguncang. Mentalnya bermasalah, hingga menyebabkan trauma mendalam dan memutuskan untuk bunuh diri.
__ADS_1
"Saya tidak pantas untuk mengatakan hal seperti ini, Nona! Tapi saya akan tetap mengatakannya!" Justin menghadap tepat ke arah Amora dengan jarak yang sangat dekat.
"Selama ini saya sudah menganggap anda sebagai adik saya, jadi saya mohon. Sudahi semua ini, anda sudah cukup membalas dendam pada Lucas. Dia juga sudah mendapat balasan atas apa yang terjadi, begitu juga dengan Tuan Samy. Kalian semua sudah banyak merasakan sakit, jadi sudah cukup rasa sakit itu membelenggu kalian!" Justin memegang kedua tangan Amora dengan erat.
"Mari kita lupakan semuanya, dan membuka lembaran baru! Terlepas dari siapa yang salah dan benar di masa lalu, semuanya sudah berakhir sekarang. Ayo kita bahagia bersama, Nona!"
Amora memandang Justin dengan mata berkaca-kaca, sungguh kata-kata yang laki-laki itu ucapkan sangat menyentuh hatinya.
"Bisakah kita seperti itu setelah semua yang terjadi ini?" Amora tidak yakin dengan takdir Tuhan setelah ini.
"Bisa, Nona! Pasti bisa, dan saya akan memastikan kalau hidup Nona akan bahagia!"
Amora langsung mengamburkan diri dalam pelukan Justin, dia menangis sejadi-jadinya untuk meluapkan semua rasa yang bersarang dalam hatinya.
Pada saat yang sama, di ruangan seorang Dokter terlihat dua orang lelaki beda generasi sedang mematung di tempat mereka masing-masing.
Lucas terpaku menatap selembar kertas hasil dari tes DNA antara dia dan Devan, matanya membulat sempurna saat melihat hasil dari tes itu yang menyatakan kalau dia dan Devan 100% ayah dan anak.
Devan sendiri hanya diam sambil menyandarkan tubuhnya, ternyata semua yang diceritakan oleh orangtua Lidya adalah benar. Wanita bernama Ana adalah Ibunya, dan Lucas adalah ayahnya.
"Katakan padaku, siapa kau sebenarnya? Ke-kenapa kau bisa menjadi anakku?"
Siapapun pasti akan sangat terkejut jika berada dalam posisi Lucas, yang secara tiba-tiba mendapatkan seorang anak.
"Ibuku bernama Ana, dia seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan di salah satu klub malam!"
Lucas mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Devan. "Aku tidak pernah mengenal wanita bernama Ana, aku juga tidak-"
Deg. Lucas langsung terdiam saat tiba-tiba teringat dengan sesuatu. "Apakah, apakah Ana itu wanita yang telah disewa oleh Simon untuk menjebakku?" Ya, dia baru ingat kalau pernah tidur dengan seorang wanita suruhan Ayah Amora.
__ADS_1
"aku tidak tau bagaimana Ibu, tapi dari yang aku dengar. Dia menghabiskan malam bersamamu karna perintah dari seseorang!"
"Katakan! Katakan semuanya padaku!"
Devan langsung saja menceritakan semua kisah Ibunya yang dia dengar dari orangtua Lidya, dia juga mengatakan tentang kecelakaan yang merenggut nyawa sang Ibu. Tidak lupa juga karna kecelakaan itu, dia terpaksa berada di panti asuhan.
Bruk!
Tubuh Lucas langsung terjatuh ke atas lantai membuat semua orang sangat terkejut. "Benar, dia wanita di malam itu. Dia wanita yang menghabiskan malam denganku dan menghasilkan bibit kecamba ini!"
"Apa anda baik-baik saja?"
Lucas langsung melihat ke arah Devan yang sedang memegangi lengannya, pantas saja wajah mereka sangat mirip. Ternyata dia adalah darah dagingnya atas kejadian yang telah Simon lakukan.
"apa, apa sudah lama kau mengetahui semua ini?" lirihnya, hatinya terasa sakit karna selama ini anaknya itu hidup terlantar tanpa orangtua.
Devan menggelengkan kepalanya. "Aku juga baru mengetahuinya saat tidak sengaja mendengar pembicaraan kakak dari ibuku, sejak itulah aku tau semuanya!"
Grep!
Lucas langsung memeluk tubuh Devan dengan erat membuat laki-laki itu terkejut dan menegang sempurna.
"Anakku, kau adalah anakku. Maafkan aku, maafkan aku!"
•
•
•
__ADS_1
Tbc.