Salah Masuk Kamar Pengantin

Salah Masuk Kamar Pengantin
Bab. 63. Keributan Valdo.


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di depan kafe. Amora meminta untuk langsung datang ke tempat itu, karna dia tau sekhawatir apa makhluk-makhluk yang ada di sana pada Devan.


"Aku tidak suka melihatmu berpelukan dengan wanita lain!"


Devan yang sudah membuka pintu mobil kembali melihat ke arah Amora. "Jadi, kalau aku memelukmu. Apa kau suka?" Dia menaik turunkan alisnya untuk menggoda Amora.


"tentu saja!"


"Cih!"


Devan mendengus kesal, tidak ada raut malu-malu diwajah Amora seperti yang dia harapkan. Dia lalu segera turun dari mobil dengan diikuti oleh wanita itu.


"Ya Tuhan, kak Devan!"


Niki langsung berlari sambil merentangkan tangannya untuk memeluk Devan, dan Amora yang melihatnya tentu tidak akan tinggal diam.


Dia segera menarik tubuh Devan ke samping, dan menggeser tubuhnya sendiri ke tempat laki-laki itu berdiri sebelumnya.


Grep!


Akhirnya tubuh Amora lah yang dipeluk oleh Niki. "Kakak baik-baik saja kan? Aku sangat mengkhawatirkan Kakak!"


Semua orang terkikik geli saat melihat semua itu, termasuk Devan yang berdiri di samping mereka berdua.


"tapi kak, kenapa dada kakak membesar?"


"Karna aku bukan kakakmu!"


Niki langsung melepaskan pelukannya saat mendengar suara wanita. "Hah? Ke-kenapa aku bisa memeluk Nona? Ma-maafkan saya Nona!" Dia menundukkan kepalanya dengan tubuh bergetar.


"Hahahaha!"


Tawa Devan dan Valdo pecah di tempat itu saat melihat Niki, sementara Niki sendiri langsung melihat mereka secara bergantian dengan tajam.


"Astaga, kau benar-benar Niki!"


Devan sampai memegangi perutnya yang terasa sakit, dia lalu melirik ke arah Amora yang tetap diam dengan wajah datarnya.


"Sudah-sudah, ayo kita ke sana!"


Devan lalu mengajak mereka untuk masuk ke dalam, karna memang saat ini mereka sedang berdiri di depan pintu.


Untung saja saat ini kafe sedang tutup, jadi tidak membuat para pelanggan merasa terganggu dengan kehebohan mereka. Tapi yang jadi pertanyaan, kenapa kafe itu ditutup?

__ADS_1


"Dasar kau brengs*ek, bajing*an!"


Valdo langsung terbakar api kemarahan saat melihat Devan, tawa yang tadi ada dibibirnya langsung lenyap berganti dengan kekesalan.


"ke sini kau dasar-"


"Tutup mulutmu! Beraninya kau mencaci maki kekasihku!"


Deg, semua orang langsung diam saat mendengar ucapan Amora. Termasuk Valdo yang tercengang melihat wanita itu.


Devan sendiri juga terkejut dengan apa yang Amora katakan, tapi bibirnya tampak tersenyum karna merasa senang saat Amora mengatakan kalau mereka adalah sepasang kekasih.


"Ekhem, Amora! Dia, dia cuma sedang bercanda!"


Devan lalu menarik Amora untuk duduk di kursi yang ada di dekat mereka, walaupun wanita itu masih tampak sangat menyeramkan.


"Mamp*us kau!"


Valdo terjingkat kaget saat mendengar bisikan iblis, lebih tepatnya Niki yang tersenyum puas melihat laki-laki itu diamuk oleh Amora.


Tanpa mereka sadari, ada seorang wanita yang berdiri tidak jauh dari pintu kafe itu. Dialah Lidya, yang berniat untuk melihat apakah Devan sudah kembali atau belum.


Setiap hari dia selalu rutin untuk melihat laki-laki itu, selain karna khawatir. Tentu saja karna suruhan dari kedua orangtuanya, mereka benar-benar khawatir dengan keadaan Devan.


Namun, betapa kagetnya dia saat mendengar ucapan yang dilayangkan oleh seorang wanita, yang tadi berdiri tepat di samping Devan. Hatinya terasa sesak saat mendengar kalau wanita itu  adalah kekasih Devan, dan dia sendiri juga sudah tau siapa wanita itu.


Tidak mau merasa semakin sakit, Lidya segera berbalik dan pergi dari tempat itu. Sepertinya tidak ada lagi kesempatan untuknya dan Devan merajut kasih.


Untuk menghilangkan kecanggungan dan ketegangan yang terjadi, Devan menyuruh mereka untuk menyiapkan makanan dan minuman. Ya hitung-hitung sebagai perayaan karna dia sudah kembali.


"Tapi, kenapa hari ini kafe tidak buka?"


Devan merasa bingung, belum pernah sejarahnya kafe itu tutup seperti hari ini, dan sepertinya para karyawannya mencetak sejarah sendiri saat dia tidak ada.


"kafe sudah tutup sejak kakak menghilang!"


"Apa? Jadi, kafe sudah 4 hari tutup?"


Niki dan yang lainnya menganggukkan kepala. "Nona Amora yang menyuruh kami untuk menutup kafe, beliau bilang sampai Kakak kembali!"


Devan tercengang, untuk apa juga kafe tutup selama dia pergi. Jadi, kalau dia tidak kembali lagi. Apa kafe akan tutup selamanya?


Dengan langkah cepat, Devan kembali mendekati Amora yang sedang duduk sambil memainkan ponsel. Akan tetapi, belum sampai kakinya menjangkau wanita itu. Tangannya sudah ditarik oleh Valdo.

__ADS_1


"Dasar kau bajing*an! Beraninya kau menghilang seperti itu!"


Valdo terpaksa mengecilkan suaranya karna takut Amora mendengarnya, walau dia ingin sekali melawan wanita itu.


"bagaimana? Apa proses perceraianku berjalan baik?"


"Si*alan kau!"


Valdo merasa kesal karna Devan tidak menanggapi kemarahannya, dengan cepat dia langsung mencekik leher Devan membuat laki-laki itu memekik dengan kencang.


"lepaskan aku dasar sinting!"


"Hahaha!"


Valdo tertawa keras hingga tidak sadar kalau suaranya memenuhi ruangan kafe itu, bahkan sampai ke telinga Amora yang sedang menatap mereka dari kejauhan.


"Beraninya dia!" Amora langsung berdiri dan melangkahkan kakinya dengan cepat untuk menghampiri mereka.


Niki yang melihat Amora langsung kalang kabut, dia segera berlari ke arah Valdo yang nyawanya sedang berada diujung tanduk.


"Kak Valdo, cepat lepaskan tanganmu!"


"tidak akan, aku akan memberi pelajaran pada bede*bah gila ini!"


"lepaskan aku, si*alan!" Devan terus berusaha melepaskan diri walaupun Valdo tidak memberi ampun.


"lepaskan, Kak! Atau kau akan tewas!"


"Cih, tidak a- aaarrgh!"


Valdo langsung memekik kesakitan saat tangannya dicengkram dan dipelintir oleh Amora, membuat semua orang membulatkan kedua mata mereka.


"akan kupatahkan tanganmu!"


"Apa? Tidak, lepaskan aku! Devan, tolong aku!"


Amora lalu menekan lutut Valdo dari belakang sampai laki-laki itu berlutut di lantai, dia lalu melepaskan cekalan tangannya membuat tubuh Valdo tersungkur di lantai tersebut.


"Dasar gila! Devan, kekasihmu ini seorang monster!"



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2