Salah Masuk Kamar Pengantin

Salah Masuk Kamar Pengantin
Bab. 77. Menolak Kebenaran.


__ADS_3

Ucapan Lucas bukan hanya mengguncangkan jiwa Amora, tetapi juga Justin yang sangat terkejut dengan semua ocehan lelaki paruh baya itu.


"terserah kau mau mendengarnya atau tidak, yang jelas ayahmu lah yang menjadi dalang dibalik semua kekacauan hari ini!"


"Sudah cukup, sudah cukup semua yang Papa katakan itu!"


Panggilan Samy pada Lucas seolah-olah sedang menegaskan pada mereka semua, bahwa apa yang laki-laki paruh baya itu katakan adalah benar. Kecuali Devan yang memang sudah tau tentang semuanya.


Amora yang sedang berada dalam pelukan Devan langsung mendorong tubuh laki-laki itu, membuat Devan terlonjak kaget.


"Amora, apa yang-"


Dengan cepat Amora mencengkram kerah kemeja Samy membuat semua orang berubah panik dan terkejut, terutama Samy sendiri yang tercengang melihat sang Adik.


"Katakan padaku bahwa semua yang dia ucapkan itu adalah omong kosong!" Amora menyentak tubuh Samy sampai laki-laki itu mundur selangkah ke belakang. "Katakan padaku bahwa semua itu bohong!"


Tubuh Samy terasa sangat kaku saat ini, bahkan lidahnya terasa kelu untuk mengeluarkan kata-kata.


"katakan padaku, Samy!" teriak Amora sambil mendorong-dorong tubuh Samy. "Katakan padaku kalau semua itu bohong, katakan. Katakan padaku!"


Amora benar-benar sudah tidak bisa menahan diri lagi membuat Devan langsung memeluk tubuhnya dari belakang. "Katakan padaku, Samy! Kenapa kau hanya diam seperti itu, hah?"


Devan berusaha untuk menarik tubuh Amora agar tangan wanita itu terlepas dari tubuh Samy, dengan cepat dia memeluk Amora dengan erat walaupun wanita itu terus memberontak.


"lepaskan aku, Devan!"


"Tenanglah, Sayang! Semuanya akan baik-baik saja, aku mohon tenanglah!"

__ADS_1


Bruk!


Tubuh Samy langsung terjatuh di atas tanah membuat Lucas langsung berlari untuk menghampiri putranya itu.


"Samy, apa yang kau-"


"Maafkan aku, maafkan aku, Amora!" Samy tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi selain kata maaf pada Amora. "Maafkan aku karna sudah menyembunyikan semua ini darimu, maafkan aku!" Dia menundukkan kepalanya dengan air mata yang sudah berjatuhan.


Tubuh Amora langsung lemas saat mendengar ucapan Samy, sumpah demi apapun juga dia tidak pernah membayangkan kalau semuanya akan jadi seperti ini.


"Sayang, tolong dengarkan penjelasan kakakmu dulu!


Deg. Amora langsung menendang kaki Devan membuat laki-laki itu melepaskan pelukannya, dengan cepat dia mengambil dua pistol yang tergeletak di atas tanah dan menodongkannya pada mereka semua.


"Sudah cukup semua kebohongan ini, aku tidak mau lagi mendengarnya!"


"Kalian semua benar-benar keterlaluan, aku tidak menyangka kalau kakak dan kekasihku sendiri tega mengkhianatiku!"


Devan menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Amora. "Tidak, Sayang! Tidak ada yang mengkhianatimu, hanya saja Kak Samy tidak punya waktu untuk-"


"Diam kau! Aku tidak menyangka kalau kau juga sama piciknya dengan laki-laki itu, kau sudah tau semuanya tapi tidak memberitahuku!" Dada Amora terasa sangat sesak dan sakit saat mengetahui kalau Devan juga tau tentang apa yang Lucas katakan, dia benar-benar merasa terluka dan dikhianati oleh mereka.


"Apa kalian pikir semua ini lucu, hah? Saat aku ingin membunuh bajing*an itu, tapi kalian malah mengoceh kalau Ayahku lah yang bersalah! Dan lebih lucunya lagi kalian mengatakan kalau Samy adalah anaknya, kalian pikir itu masuk akal?"


Samy memejamkan kedua matanya melihat kemarahan Amora, dari awal seharusnya dia mengatakan semuanya pada gadis itu hingga semua ini tidak sampai terjadi.


"Aku yang salah, Amora! Aku tidak sanggup untuk mengatakan semuanya padamu, aku takut kalau kau akan sangat marah saat mengetahui bahwa aku adalah anak kandung Lucas! Aku tau bagaimana dendammu selama ini, itu sebabnya aku tidak bisa memberitahumu!"

__ADS_1


Amora mencengkram pistol itu dengan erat sampai tangannya bergetar, sementara Justin yang ada di samping Samy hanya bisa diam mendengar semua kenyataan ini.


"Kau takut kalau aku marah? Apa kau tidak sadar bagaimana tersiksanya aku selama ini, hah?" Amora benar-benar tidak percaya kalau selama ini Samy menyimpan semua rahasia itu. "Bertahun-tahun aku hidup dalam pusara dendam, tapi kau? Kau malah diam menikmati waktumu bersama laki-laki itu!"


Samy menggelengkan kepalanya untuk membantah ucapan Amora. "Tidak, Amora! Selama ini aku tidak pernah berhubungan dengan Lucas, aku bahkan baru menemuinya saat kau sudah bertemu dengannya!"


"Benar, dan sampai saat itu pun kau masih tetap menutup mulut!"


Amora benar-benar merasa kecewa, dia kecewa pada mereka semua yang tega membohonginya. Dia kecewa pada dirinya sendiri yang tidak tau tentang semua masalah itu, dan dia juga kecewa pada apa yang sudah terjadi di masa lalu.


Semua ini terlalu mengejutkan untuknya, jiwanya benar-benar terguncang hebat sampai dia sendiri tidak tau harus melakukan apa sekarang.


Rasa benci dalam hatinya benar-benar sudah mendarah daging, dan dia tidak bisa menerima semua cerita tidak masuk akal dari mereka.


"Kalau benar dia adalah ayah kandungmu, maka aku akan tetap membunuhnya supaya kau tau bagaimana rasa sakit dan dendamku selama ini!"


Dengan cepat Amora menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkannya tepat ke tubuh Lucas.


Dor!





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2