
Niki langsung meloncat dari atas mobil saat mendengar suara Justin, tapi ternyata nasib si*al menimpa tubuhnya yang tersungkur karna kakinya tidak menapak tanah dengan tepat.
Bruk
"Aw!"
Niki meringis menahan sakit saat tubuhnya mendarat tepat di atas tanah, sementara Justin hanya melihatnya dengan tajam seakan-akan tidak peduli dengan apa yang terjadi pada tubuhnya.
"Duuh, sakit sekali!"
Dia mengipasi lututnya yang terluka, sementara tangannya yang lain memijat kaki yang sepertinya sedang terkilir.
"Apa yang terjadi padamu?"
Niki langsung melihat ke arah Justin dengan tajam, bisa-bisanya laki-laki itu bertanya sesuatu yang sudah jelas terjadi.
"Apa matanya itu buta? Jelas-jelas aku jatuh, masih aja ditanya kenapa?"
Ingin sekali Niki berteriak seperti itu, tapi apalah daya. Keberaniannya hanya sebesar lubang semut saja, sudah jelas tidak akan bisa melawan iblis seperti Justin.
"Tidak apa-apa!"
Niki berusaha untuk bangun walaupun kakinya terasa sangat sakit, dia lalu mengibas-ngibaskan pakaiannya yang kotor terkena tanah.
Justin terus melihat Niki dengan heran, tidak ada angin dan tidak ada hujan. Namun, kenapa ada-ada saja yang terjadi pada wanita itu, pikirnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa kau selalu ceroboh dan membuat keributan?"
Niki yang sedang sibuk membersihkan tubuhnya langsung diam saat mendengar pertanyaan Justin, dia lalu melihat ke arah laki-laki itu dengan bingung.
"maksud Tuan?" tanyanya kemudian.
"Lupakan!"
Justin lalu meninggalkan Niki yang tercengang sambil melihatnya, dia berjalan ke bagasi belakang untuk memasukkan bahan-bahan masakannya ke dalam mobil.
"Sebenarnya apa sih yang dia katakan? Gak jelas banget!"
Niki mengumpat dalam hati, dia lalu berdo'a supaya dia tidak lagi dipertemukan dan menjadi istri dari laki-laki seperti Justin itu.
Tin!
Niki langsung terlonjak kaget saat mendengar suara klakson mobil, dan ternyata Justin lah yang melakukan semua itu.
"Masuk!"
Dia mengernyitkan keningnya saat mendengar ucapan laki-laki itu. "Masuk? Apa dia menyuruhku untuk masuk kemobil?"
"Ck!"
__ADS_1
Justin yang tidak suka menunggu langsung kembali turun dari mobil, dia berjalan cepat ke arah Niki dan langsung mengangkat tubuh wanita itu.
"Hey, apa, apa yang anda lakukan?
Niki sangat terkejut saat tubuhnya digendong oleh Justin, sementara Justin sendiri tidak peduli dan langsung membawa wanita itu ke dalam mobil.
"Lepaskan saya, apa anda mau menculik saya?"
Bruk!
"Aaw! Kepalaku sakit sekali!"
Justin langsung melempar tubuh Niki ke dalam mobil membuat kepala wanita itu terantuk kaca, dia lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi.
Niki terus menggosok-gosok kepalanya yang terasa panas, dia lalu melirik tajam ke arah Justin yang malah santai seperti tidak habis melakukan apa-apa.
"Dasar laki-laki gila! Sebenarnya apa sih, yang sedang dia lakukan?"
Justin lalu melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu membuat Niki panik, jelas saja dia panik karna tiba-tiba dipaksa masuk ke dalam mobil. Bahkan tubuhnya dilempar begitu saja seperti membawa karung beras.
"ki-kita mau ke mana, Tuan?" tanyanya dengan penuh kegelisahan.
"rumah orangtuaku!"
"Ooh, rumah- apa?"
Niki langsung menjerit histeris mendengar tempat tujuan mereka saat ini, membuat telinga Justin langsung berdengung karna teriakan wanita itu.
Namun, tiba-tiba Amora harus menghentikan mobilnya secara mendadak saat melihat ada sebuah mobil yang mengalami kecelakaan tunggal.
Ciiitt!
Akhirnya dia bisa mengerem mobilnya sebelum menabrak mobil tersebut, dia lalu segera keluar untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Tunggu, sepertinya aku mengenalnya?"
Amora melihat ke dalam mobil dan melihat wajah seorang lelaki yang mengalami kecelakaan, dia lalu segera mencari sebuah kayu untuk membuka pintu mobil tersebut.
Duak
Duak
Duak
Dengan tiga kali pukulan, akhirnya pintu mobilnya bisa juga dibuka. Amora segera mengeluarkan lelaki itu dan membawanya ke luar dari sana.
Dia meletakkan lelaki itu dipinggir jalan dan terlihat ada luka yang lumayan besar dikepala lelaki itu. Amora bergegas menelpon ambulance untuk datang ke tempatnya saat ini juga, lalu dia merobek pakaian lelaki itu untuk menekan luka agar darahnya tidak terus keluar.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya petugas medis datang ke tempat itu. Mereka segera memindahkan lelaki itu ke dalam ambulance, untuk segera dibawa ke rumah sakit.
__ADS_1
"Apa Nona ingin ikut kami?"
Amora menggelengkan kepalanya saat salah satu petugas medis mengajaknya. "Yang kecelakaan dia, bukan aku!"
"saya mengerti Nona, saya kira Nona mengenal korban kecelakaan tadi!"
"Tidak!"
Petugas medis itu lalu pamit dan meninggalkan tempat itu, sementara Amora segera masuk ke dalam mobil dan kembali melajukan mobil tersebut.
"Ternyata aku tidak salah, dia adalah anak dari pemilik RM group!"
Ya, Amora mengenali wajah korban kecelakaan tadi. Yaitu anak dari salah satu pengusaha terbesar di negaranya, yang juga menjadi pengusaha muda sukses yang berhasil mengembangkan semua perusahaan mereka.
"Akan lebih mudah untuk menghancurkan Lucas, jika aku bisa menjalin hubungan dengan RM group!"
Sudah bertahun-tahun Amora mencoba untuk mendekati mereka melalui jalur pribadi, tapi mereka sangat tertutup dan tidak bisa didekati oleh sembarang orang.
Jika melalui jalur bisnis, tentu mudah saja olehnya karna sekarang pun RM group sudah menjalin kerja sama dengan Samy.
Tidak berselang lama, mobil Amora sampai juga di halaman rumah orangtua Justin. Terlihat Justin sudah berdiri di tempat itu, seolah-olah sedang menunggunya.
Amora segera mematikan mesin mobilnya dan berlalu keluar sambil menenteng buah tangan untuk Ibu laki-laki itu.
Deg, mata Justin membulat sempurna saat melihat penampilan Amora. Dia segera berlari untuk menghampiri wanita itu, begitu juga dengan Ibunya dan Niki yang melihat dari kejauhan.
"Nona! Apa, apa yang terjadi pada anda?"
Tubuh Justin bergetar saat melihat ada banyak darah ditubuh Amora, sementara Amora sendiri tidak mengerti dengan apa yang laki-laki itu ucapkan.
"kenapa? Tidak terjadi apa-apa denganku!" jawab Amora dengan bingung.
"Ya Tuhan anakku, ada apa denganmu, Sayang?"
Ibu Justin memeluk Amora dengan berlinang air mata, membuat wanita itu semakin dilanda kebingungan. Apalagi saat melihat keberadaan Niki di tempat itu.
"Kenapa ada banyak darah ditubuh Nona?"
Amora lalu melihat ke arah tubuhnya sendiri, ah ternyata mereka semua menjadi panik karna darah korban kecelakaan tadi.
"ini bukan darahku, tapi darah orang lain!"
"Apa?"
•
•
•
__ADS_1
Tbc.