
Tidak berselang lama, pihak rumah sakit memberitahukan bahwa stok darah yang diperlukan Samy tidak ada di rumah sakit manapun.
Sontak Lucas dan Devan merasa sangat terkejut dengan kabar itu. "Sudah ku katakan untuk mengambil darahku, ambil sebanyak-banyaknya!"
"Maaf, Tuan! Kami harus memeriksa golongan darah anda dulu!"
Lucas menganggukkan kepalanya dan segera mengikuti Dokter itu untuk melakukan pemeriksaan, sementara Devan masih berdiri di tempat itu.
"maaf, Tuan! Kami tidak bisa mengambil darah anda, karna anda punya riwayat diabetes dan juga penyakit jantung!" ucap Dokter saat sudah selesai melakukan pemeriksaan.
"Tidak, aku mohon ambil darahku dan selamatkan nyawa putraku!"
Dokter itu tidak bisa melakukan apa-apa karna memang darah Lucas tidak bisa untuk digunakan. "Maaf, Tuan! Saya akan berusaha untuk mencari pendonor-"
"Ambil darahku!"
Tiba-tiba terdengar suara baritone seseorang membuat mereka melihat ke arah pintu. "Kau?"
Devan segera masuk ke dalam ruangan itu, dia merasa khawatir karna Lucas tidak kunjung kembali sejak tadi.
"apa golongan darah anda?"
"B- Dokter, anda bisa memeriksanya!"
Dokter itu segera melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah golongan darah Devan dan Samy sama, sementara Lucas tercengang melihat apa yang dilakukan oleh Devan.
"Syukurlah, golongan darah anda sama dengan pasien!"
Devan dan Lucas langsung bernapas lega saat mendengarnya, kemudian Dokter segera mengambil darah Devan untuk membantu proses operasi.
Amora dan Justin saat ini sudah dipindahkan ke ruang perawatan, begitu juga dengan Samy yang sudah masuk ke dalam ruang operasi.
"Amora, kau sudah sadar?" Devan yang baru selesai mendonorkan darahnya langsung melihat keadaan Amora, terlihat wanita itu sudah sadar begitu juga dengan Justin.
"bagaimana kabar kakakku, Devan? Apa, apa dia baik-baik saja?" tanya Amora saat melihat Devan masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
"Kak Samy sedang dioperasi sekarang!"
"Aku harus melihatnya!" Amora segera beranjak dari tempat itu untuk melihat Samy, dengan cepat Devan mencegah apa yang akan wanita itu lakukan.
"kau masih harus istirahat, Amora! Kondisimu-"
"Aku tidak peduli, aku harus melihat keadaan Samy!"
Devan terpaksa menuruti kemauan Amora dengan mendudukkannya di atas kursi roda, semantara Justin juga ikut melihat Samy dengan berjalan pelan di belakang mereka.
Lucas menatap sinis ke arah Amora yang sedang mendekatinya, jujur saja dia masih sangat emosi dengan apa yang wanita itu lakukan.
Tanpa memperdulikan tatapan Lucas, Amora duduk sambil memandangi ruang operasi. Dia berdo'a agar operasinya berjalan lancar, dan Samy baik-baik saja.
Beberapa jam kemudian, Dokter dan beberapa perawat tampak keluar dari ruangan itu membuat mereka semua langsung menghampirinya.
"Bagaimana, Dokter?"
Dokter itu tersenyum cerah pada mereka. "Operasinya berjalan lancar, Tuan! Saat ini kondisi pasien baik-baik saja walaupun dia belum sadar!"
Akhirnya semua orang bisa bernapas lega saat mendengarnya, mereka mengucap banyak terima kasih pada Dokter dan juga perawat yang sudah bekerja dengan baik.
"Sudah menjadi kewajiban kami untuk menyelamatkan semua pasien, Tuan! Lagi pula, saudara Tuan Samy sendiri yang sudah menolongnya dengan mendonorkan darah!"
Deg. Semua orang langsung terpaku saat mendengar ucapan Dokter itu, sementara Devan memejamkan kedua matanya karna dugaannya selama ini adalah benar, bahwa Lucas adalah Ayah kandungnya.
"apa maksud anda, Dokter? Bukannya tadi Devan yang sudah mendonorkan darahnya untuk putraku?"
Dokter itu menganggukkan kepalanya. "Benar, Tuan! Tuan ini lah yang tadi mendonorkan darahnya!" Dia menunjuk tepat ke arah Devan. "Dan hasil yang kami terima mengatakan bahwa Tuan Samy dan Tuan Devan adalah saudara kandung!"
"Apa?"
Semua orang terlonjak kaget dengan apa yang Dokter itu katakan, terlebih-lebih Amora yang terus saja menerima kejutan yang tidak terduga.
"I-itu, itu tidak mungkin, Dokter! Ba-bagaimana bisa dia menjadi saudara kandung anakku?" Lucas benar-benar merasa sangat terkejut.
__ADS_1
"Kita bisa melakukan tes DNA antara anda dan Tuan Devan untuk membuktikan apa yang saya ucapkan. Tapi, tanpa tes DNA pun sudah terlihat jelas dari wajah anda dan juga putra anda ini, Tuan! Kalian sangat mirip bagai pinang dibelah dua!"
Sungguh Lucas tidak pernah memikirkan tentang semua ini, dia hanya berpikir mungkin saja wajahnya dan Devan hanya sekedar mirip semata.
Untuk membuktikan semua itu, Lucas langsung saja mengajak Devan untuk melakukan tes DNA walaupun batinnya tidak bisa mempercayai semua ini.
Amora dan Justin hanya bisa terpaku di tempat itu, jiwa mereka benar-benar terguncang dengan semua kenyataan yang baru mereka ketahui.
Mulai dari masalah Lucas dan orangtua Amora, sampai hubungan Ayah dan anak antara Lucas dan juga Samy. Lalu, apalagi sekarang? Kenyataan seperti apalagi yang harus mereka dapatkan?
"Kak, kenapa Takdir mempermainkan kita seperti ini?" Amora menyandarkan kepalanya yang berdenyut ke dinding, dia menarik napas dalam untuk tetap menjaga kewarasannya.
"Entahlah, Nona! Saya sendiri tidak bisa mencerna semua ini!" Kepala Justin terasa sangat pusing dengan semua kejutan-kejutan yang terjadi.
"Aku tidak habis pikir, kenapa semua orang-orang yang aku sayangi itu anaknya Lucas?"
Benar juga, mulai dari Samy sampai Devan. Satu adalah kakak, dan yang satu lagi adalah kekasih. Amora benar-benar menyayangi mereka berdua, dan si*alnya kedua lelaki itu merupakan anak Lucas.
"Sungguh aku tidak pernah membayangkan semua ini, aku tidak menyangka kalau Kakakku adalah anak dari musuhku sendiri. Kenapa semua ini bisa terjadi? Apa sebelumnya kedua orangtua ku mengetahuinya?"
Tentu saja orangtuanya tau tentang semua itu, sedangkan Samy saja tau tentang identitasnya.
"Dan sekarang, bahkan kekasihku juga anak laki-laki itu. Kenapa bisa? Dari mana datangnya semua ini?" Kepala Amora terasa mau pecah saat memikirkannya.
"tunggu, jangan-jangan Kakak juga anaknya Lucas?"
"Apa?"
•
•
•
Tbc.
__ADS_1