
Samy menajamkan pandangannya saat mendengar ucapan Lucas, rahangnya mengeras melihat keinginan dari ayah kandungnya sendiri.
"Kita sudah pernah membahas masalah ini, Lucas! Jadi jangan memancing emosiku!"
Lucas menghela napas kasar, dia mengambil kopi yang sejak tadi belum terminum dan meminumnya sampai kandas.
"Kau tau Samy, apa yang paling aku sesali di dunia ini?"
Perlahan Lucas bangun, dia berdiri dengan gagah di hadapan Samy yang wajahnya sangat mirip sekali dengan orang yang dia cintai.
"Kau! Keberadaanmu lah yang membuatku menyesali semuanya, kenapa aku tidak tau kalau kau lahir ke dunia ini?"
Suasana yang tadinya memanas kini tampak mendung saat Lucas mengungkit tentang rasa sakitnya, dan semua itu membuat beberapa pelayan yang mendengarnya langsung menjauhi tempat itu.
"Aku sudah merelakan wanita yang aku cintai bersama orang lain, lalu, bagaimana mungkin aku merelakan anakku juga?"
Samy terdiam, lidahnya terasa kelu untuk membantah ucapan Lucas. Dia sendiri sebenarnya sudah tau apa yang terjadi antara laki-laki itu dengan kedua orangtuanya, sampai-sampai dia tidak sanggup untuk menceritakannya pada Amora.
"18 tahun, 18 tahun aku tidak tau apapun tentangmu, Samy! Bahkan Alice tidak pernah sedikitpun mengatakannya padaku. Apa kau tau, sehancur apa perasaanku saat aku tau dari ayahmu kalau kau adalah darah dagingku?"
Mata Lucas memerah saat mengingat semua itu, saat laki-laki yang sudah merebut cintanya mengatakan kalau Samy adalah anak kandungnya.
Dia yang awalnya tidak percaya langsung menemui mereka, dan disaat itulah semua bencana menimpa mereka.
"cukup, Lucas! Aku tidak mau-"
__ADS_1
"Kau harus dengar, Samy! Kali ini kau harus mendengarku, karna semua ini bukan karna perbuatanku, melainkan laki-laki yang kau bangga-banggakan itu!"
Lucas sudah tidak bisa lagi menahan diri, bertahun-tahun dia menderita dan tetap diam akan semuanya. Tapi kini, dia tidak bisa lagi diam. Jika anak dari laki-laki biad*ab itu ingin bermain-main dengannya, maka dia akan dengan sangat senang hati menerimanya.
"Aku adalah seorang penjahat, tapi aku bukan pemain wanita. Dari dulu sampai detik ini, hanya Alice lah wanita yang aku cintai, dan bajing*an itu tau bagaimana rasa cintaku untuk wanita itu!"
Napas Lucas semakin memburu, kenangan demi kenangan mulai berlarian dalam ingatannya. Baik buruk atau indah, semua seakan-akan baru terjadi kemarin.
"Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta, dan aku merasa menjadi laki-laki paling bahagia di dunia ini saat Alice membalas cintaku! Tapi apa, apa yang dilakukan Ayahmu itu? Dengan teganya dia menjebakku dengan seorang wanita yang tidak aku kenal!"
Samy semakin menundukkan kepalanya, hatinya terasa sakit saat kembali mendengar cerita itu. Cerita di mana semua awal bencana terjadi, hingga kedua orangtuanya harus merenggang nyawa sebagai imbas dari kejadian itu.
"Aku menerima semuanya, aku mengikhlaskan Alice bersama dengan Simon walau aku tau bahwa laki-laki itu sudah menjebakku! Cintaku hilang, kebahagiaan juga hancur. Tapi aku tetap berdiri tegak, karna tidak mau musuh-musuhku mengambil kesempatan untuk menyerangku!"
Suara Lucas mulai terdengar lirih, dia yang tadi menggebu-gebu penuh amarah kini terisak pilu.
Samy mengepalkan kedua tangannya, dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Lucas saat Ayahnya memberitahu bahwa dia adalah anak kandung laki-laki itu.
"tanpa pikir panjang, aku langsung berangkat ke sana untuk menemuimu. Dan kau tau apa yang terjadi? Saat itu juga, dia menyerangku dan hendak membunuhku dengan kedua tangannya sendiri!"
"Dia marah dan kecewa saat mengetahui bahwa kau adalah anakku, itu sebabnya dia ingin membunuhku! Tentu aku melawannya dan langsung menemuimu, tapi kau tidak percaya dengan semua yang aku katakan!"
Ya, saat itulah Samy tau tentang siapa dia sebenarnya. Dia merasa sangat kaget dan tidak terima, siapa yang bisa menerima fakta menyakitkan seperti itu? Apalagi sikap Ayahnya jadi semakin kasar padanya, sampai dia benar-benar merasa frustasi.
"Sejak saat itu, Hubungan Alice dan Simon memburuk. Sampai wanita itu datang, dan meminta bantuanku untuk lepas dari suaminya. Tentu aku merasa senang, mungkin aku bisa kembali bersama dengannya walau apa yang sudah terjadi. Dan dimalam itu kami berdua menghabiskan waktu bersama, sampai terbuai dengan gelombang cinta yang kembali bersemi!"
__ADS_1
Malam itulah kejadian naas terjadi pada mereka, tepat saat Lucas dan Alice sedang melakukan hubungan panas dalam kamar sebuah hotel. Masuklah Simon dan juga Amora ke dalam kamar itu, tentu membuat dia dan Alice sangat terkejut.
"Aku tidak pernah membayangkan kalau malam itu menjadi malam terakhir aku melihat Alice!"
Ya, dimalam itulah kedua orangtua Amora meregang nyawa dalam sebuah kecelakaan. Setelah Simon melihat semuanya, dia langsung baku hantam dengan Lucas. Sementara Amora sudah dibawa pergi oleh Samy.
Setelah dipisahkan oleh beberapa petugas keamaan, Simon langsung meninggalkan hotel itu dengan menarik paksa istrinya agar ikut bersamanya. Lalu, kecelakaan itu pun terjadi.
Rasa sakit itu masih terasa sampai saat ini, bahkan saat Lucas memejamkan kedua matanya. Bayangan Alice selalu saja menghampirinya, seolah-olah terus mengingatkannya akan masa lalu.
"Kau harus mengerti rasa sakitku selama ini, Samy! Aku tidak pernah meminta apapun, aku hanya ingin kau selalu di sampingku! Aku ingin melihat wajahmu, aku ingin menghabiskan waktu yang selama ini tidak pernah aku dapatkan!"
Air mata Samy langsung berjatuhan saat mendengarnya, dia tau bahwa Lucas tidak salah dalam hal apapun. Akan tetapi, tetap saja laki-laki itu menjadi penyebab kedua orangtuanya bertengkar dan mengalami kecelakaan.
"Aku, aku tidak mau mendengar apapun lagi! Aku hanya ingin mengatakan agar kau tidak lagi menganggu Amora, karna aku tidak akan membiarkannya!"
Samy langsung berbalik, dia tidak tahan untuk tetap berada di tempat itu dan memilih untuk segera pergi.
"Apa seumur hidup, aku akan menjadi orangtua paling malang yang tidak bisa bersama dengan anakku sendiri?"
•
•
•
__ADS_1
Tbc.