Salah Masuk Kamar Pengantin

Salah Masuk Kamar Pengantin
Bab. 86. Alasan dibalik Alasan.


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu sejak malam di mana semua kebenaran terbongkar tanpa sisa, di malam itu juga Lucas mengungkapkan segala rasa bersalahnya membuat hati Amora tersentuh. Tidak lupa laki-laki paruh baya itu juga melakukan tes DNA kepada Justin, walaupun hasilnya sudah jelas bahwa mereka tidak ada hubungan darah.


Saat ini, Amora sedang berada di makam kedua orang tuanya. Sudah lama dia tidak berkunjung ke tempat itu, terutama makam sang Ibu.


"Mama, aku datang." Amora duduk di makam mamanya yang berada tidak jauh dari makam sang papa. Sebenarnya Samy ingin membuat makam mereka saling berdekatan, tetapi saat itu Amora langsung murka dan tidak mengizinkannya.


Untuk beberapa saat Amora duduk diam di tempat itu. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya, kedua matanya menatap sendu ke batu nisan sang mama.


"Maaf, Ma. Maafkan aku." Air mata tidak kuasa untuk dibendung. Kepala Amora tertunduk dan dia menangis dengan sejadi-jadinya, rasa bersalah yang membuncah membuat dadanya kian sesak.


Cukup lama Amora menangis dalam pusara sang mama, sepertinya semua itu tidak cukup untuk menebus kesalahan yang telah dia lakukan. Tiba-tiba bayangan wajah mama Alice melintas dalam benaknya.


"Putriku yang cantik, sampai kapan pun mama akan tetap mencintaimu. Mama juga bangga padamu, mama bangga pada putra dan putri mama."


Tangisan Amora semakin menguat kala teringat dengan kata-kata yang pernah mamanya katakan, rasanya saat ini dia sedang berada dalam dekapan sang mama.


"Mama, aku sudah mengetahui semuanya. Aku tidak tau kalau selama ini mama menyimpan banyak sekali rasa sakit, apa selama ini papa juga tidak mengetahuinya?" Tangan Amora terulur untuk mengusap nisan sang mama. "Tidak, papa pasti tau. Dia tau kalau mama menderita, karena dia adalah sumber penderitaan itu."


Bayangan kedua orang tuanya tampak memenuhi kepala Amora, membuat dia tidak sanggup untuk menegakkan kepala.


"Tapi, Ma. Aku melihat cinta yang teramat besar setiap papa menatap mama, apa semua itu juga permainan papa?" Amora ingat betul kalau kedua mata papanya akan bersinar indah saat melihat sang mama, dan pancaran itu membuat wajah sang papa berseri-seri hingga siapa saja yang melihatnya pun tau kalau lelaki tersebut sangat mencintai wanitanya.

__ADS_1


Itu sebabnya Amora sangat terpukul saat melihat kemesraan antara mamanya dengan laki-laki lain, dan dia semakin terguncang saat kehilangan kedua orang tuanya.


"Setiap hari aku melihat cinta yang begitu besar dimata papa, dan sekarang aku juga melihat cinta itu dikedua mata Lucas." Pancaran cinta yang dulu selalu Amora lihat dalam mata papanya, kini dia juga melihat di kedua manik mata Lucas.


"Tampaknya kedua laki-laki itu benar-benar mencintai mama. Tapi, siapakah di antara mereka yang mama cintai?" Amora meluapkan segalanya seakan-akan saat ini sang mama benar-benar bisa menjawab apa yang dia tanyakan. "Ah, sudah pasti mama mencintai Lucas." Amora tersenyum tipis, lalu mengusap kedua matanya agar jejak air mata itu menghilang dari wajahnya.


"Itu benar, Nona."


Amora terlonjak kaget saat mendengar suara seseorang dan langsung melihat ke arah belakang. "Bibi Jessy?"


Ya, ternyata suara itu berasal dari ibu Justin yang tentu saja sangat mengetahui semunya. "Nyonya mencintai tuan Lucas, tapi dia juga sangat menyayangi tuan Simon."


Jessy mengangguk dan ikut duduk di samping Amora. "Saya sangat mengenalnya, Nona. Tuan Lucas adalah kekasih Nyonya Alice, tidak mungkin saya tidak mengenal beliau."


Amora mengangguk. Benar, selama ini dia tidak memikirkan orang-orang yang ada disekitarnya dan hanya fokus pada Lucas saja.


"Nona. Saya tidak pantas untuk mengatakan semua ini, tapi saya tetap akan mengatakannya sesuai dengan apa yang saya ketahui." Jessy menggenggam kedua tangan Amora seperti yang biasa dia lakukan. "Semua ini bukan kesalahan dari nyonya Alice, tuan Lucas, dan juga tuan Simon. Ini adalah permainan takdir dari ikatan cinta yang terjadi di antara mereka bertiga."


Jessy langsung saja mengatakan awal mula kisah mereka sampai berakhir tragis seperti ini. Sebenarnya Simon dan Alice sudah berteman sangat lama sebelum bertemu dengan Lucas, bahkan hubungan mereka sangat dekat sampai dikira sepasang kekasih.


Tidak lama Simon mengenal Lucas karena satu kelas pada saat kuliah, dan sejak itu hubungan pertemanan terjalin di antara mereka. Waktu berjalan dengan cepat, Simon juga mengenalkan Alice pada Lucas lalu mereka bertiga menjalin ikatan persahabatan yang erat.

__ADS_1


Sejak dulu Simon sebenarnya sudah jatuh cinta pada Alice, tetapi dia menahan semua itu agar hubungan pertemanan mereka tidak hancur. Namun, suatu ketika dia merasa harus mengungkapkan rasa cinta itu. Dia menceritakan semua perasaannya pada Lucas, dan tentu saja Lucas sangat bahagia.


Namun, Simon tidak memberitahukan pada Lucas kalau wanita yang dia cintai adalah Alice. Dia mengatakan kalau akan memberitahu laki-laki itu saat sudah resmi berpacaran dengan Alice.


Sayang beribu sayang. Di malam harinya, tepat disaat Simon ingin mengungkapkan segalanya. Alice dan Lucas lebih dulu memberitahukan padanya bahwa mereka saling mencintai, bahkan mereka sudah menjalin hubungan sejak beberapa hari yang lalu.


Tentu Simon sangat terkejut, dan tidak bisa melakukan apa-apa. Dia memilih untuk mengucapkan selamat lalu menjauh dari mereka berdua. Singkat cerita, kedua orang tua Lucas tidak menyetujui hubungan antara dia dan Alice. Tetapi mereka tetap berhubungan secara diam-diam, bahkan sudah bertunangan dan akan segera menikah.


Simon turut melindungi hubungan mereka dari keluarga Lucas, sampai akhirnya dia mendengar bahwa ayah Lucas menyuruh seseorang untuk menghabisi Alice beserta Lucas juga.


Dia terpaksa memutar otak dan melakukan jebakan untuk Lucas agar Alice membenci laki-laki itu, dan berpisah darinya. Dia tidak bisa langsung melindungi mereka berdua, karena kekuatannya tidak cukup untuk melawan keluarga Lucas.


"Tuan Simon terpaksa melakukan itu agar Nyonya membenci tuan Lucas, juga langsung menikahi Nyonya agar tuan Lucas tidak lagi mengganggu Nyonya Alice. Dan sayalah yang menyarankan ide itu pada tuan Simon."





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2